
"Selamat pagi semuanya" sapa Ustadz bakrim lantang
Pagi ini para santri dan santriwati bersiap untuk senam pagi, semua santri dan santriwati sudah rapi dengan baju olahraga masing-masing
"Selamat pagi Ustadz bakrim" sahut semua santri dan santriwati
Mereka pun senam di pimpin Ustadzah almira tak jarang mereka bercanda ria dan berbahagia.
Setelah senam Santri dan santriwati diminta untuk mengganti baju untuk mengikuti outbound
Aletha sudah siap dengan bajunya karna terburu-buru membuat Aletha juga berlari kecil, Karna jilbab Aletha belum benar jilbab itu pun melayang terkena angin, Aletha sempat takut jika jilbabnya jatuh ke tanah namun jilbab itu malah jatuh kekepala seseorang
"Eh maaf ya! untung gak jatuh" Aletha menarik pelan jilbab tersebut dan seseorang tersebut adalah
"Ustadz Yusuf" gumam Aletha
Yusuf hanya memandang Aletha datar Aletha yang di pandang Ustadznya menjadi salting
"Kenapa jilbabnya belum di pakai?" lamun Aletha buyar saat Yusuf bertanya namun Aletha belum juga menggunakan jilbabnya
Yusuf pun mengambil jilbab Aletha dari tangan Aletha dan memakaikannya, Pandangan Aletha tak lepas dari wajah tampan Ustadznya
"Nah sudah kalau beginikan jadi cantik" Yusuf tersenyum manis membuat Aletha salah tingkah
"Sudah jangan melihat saya terus nanti menjadi Zina!"
Pipi Aletha sudah seperti kepiting rebus, Aletha pun belari kecil untuk bergabung dengan teman-temannya, sedangkan Yusuf terkekeh pelan melihat tingkah Aletha
Sedangkan para santri dan santriwati bersiap mengikuti lomba-lomba mulai dari makan kerpuk, lari karung untuk para santri, lomba cerdas cermat agama dan yang terkahir lomba membaca Al-qur'an
Najwa maju kedepan dan melantunkan ayat-ayat sucinya suara Najwa memang merdu dan lembut Aletha terkesima mendengarnya
"Apa gue besok bisa kaya Najwa?" Aletha bertanya pada dirinya sendiri
Najwa pun kembali duduk di sebelah Aletha, Najwa mendapat pujian-pujian dari santri dan santriwati. Yang selanjutnya adalah Reva, Reva dengan angkuhnya berjalan kedepan dan membacakan ayat-ayat Al-qur'annya suara Reva memang lumayan tapi menurut Aletha lebih indah suara Najwa
Setelah membaca Reva berjalan untuk kembali ke tempat duduknya, Reva melewati Aletha dengan menatap sinis, "Jangan cuma bisa nyanyi ngaji juga harus bisa!" ujar Reva
Ustadzah aisyah akan mengumumkan siapa pemenang pembaca Al-qur'an, Juara ketiga di raih oleh Damar salah satu santri, Juara kedua di raih oleh Salma salah satu santriwati dan juara pertama di raih
"Najwa!!" seru Ustadzah aisyah
Reva yang tidak menang menjadi tidak terima, Aletha memandang remeh Reva, "Woww ada nona sombong tapi gak menang" sindir Aletha
Reva pun protes kepada Pamannya, "Paman kok saya kalah sih!? kenapa saya gak menang? suara saya kan bagus" protes Reva
"Suara kamu itu memang bagus Reva tapi banyak hukum tajhwid yang kamu bacakan salah!"
Reva mendengus kesal sedangkan Aletha dan teman-temannya tertawa.
****
Siang ini para santri dan santriwati tengah duduk bersantai-santai di depan tenda, Begitupula Aletha yang duduk santai
__ADS_1
"Assalamualaikum Aletha" salam Kevin duduk di sebelah Aletha
"Waalaikumsallam vin"
"Kamu bosen ya?"
Aletha menghembuskan nafas kasar, "Iya sih gue bosen banget, eh lo ada hp gak?"
"Hp aku disita sama Ustadz Yusuf tha! yaudah lah kita nikmatin aja suasana alam"
Hutan yang di tempati untuk kemah pondok pesantren An-nur akan sangat ramai jika sudah menjelang siang, Karna terdapat beberapa wahana seperti panjat tebing, ayunan di antara tebing, dan lain-lainnya yang memacu adrenalin
"Kita main ayunan yuk?"
Kevin melotot karna jujur Kevin takut ketinggian "gue yang bayarin tiketnya dah ayo!"
"meski gue takut ketinggian asalkan sama Aletha gakpapa deh!" guman Kevin dalam hati
Aletha menghampiri Najwa dan Tari yang saat itu tengah mengobrol dengan Ustadzah aisyah dan Ustadz Yusuf
"Najwa, Tari main ayunan di tebing yuk" ajak Aletha
Tak ada sahutan dari Najwa dan Tari karna mereka takut ketinggian, "Ayolah gue yang bayarin tiketnya?"
"Oh ya Ustadz Yusuf mau ikut?" Yusuf yang di tawari hal tersebut berbinar
"Bo boleh sekalian saya mengawasi santri dan santriwati yang lainnya!"
Aletha pun menggeret tangan Najwa dan Tari dengan semangat. Setelah membayar di loket Aletha dan yang lainnya masuk, Untuk tiket bukan Aletha yang membayar tapi Yusuf dan Kevin untuk menjaga harga dirinya
"Ta tapi tha aku"
"Udah Najwa gak usah takut itu aman kok!"
Najwa pun menggeret lengan Tari agar ikut serta, Najwa duduk di tali paling depan, dan kedua Tari, Saat Aletha akan melangkah penjaga wahana itu mencegahnya
"Maaf mbak berat badan embak sama teman-temannya berbeda jauh takutnya yang belakang akan lebih berat"
Aletha mendengus kesal, "He gue ini bodygoals berat badan gue ideal sama tinggi badan gue" protes Aletha
"Maaf mbak teman-teman mbak berbeda jauh, tapi kalau mas ini berat badannya sama dengan mereka" Kevin melotot saat di tunjuk penjaga wahana
"Ta tapi saya maunya sama Aletha pak!" protes Kevin
"Ini juga demi kesalamatan mas!"
Kevin menghembuskan nafas berat kalau bukan Aletha yang meminta mana mau? Kevin pun berada di tali ketiga dengan pemasangan pengaman. Ayunan yang di tumpangi Najwa, Tari dan, Kevin mulai mengayun jika melihat kebawah bagi pobhia ketinggian pasti sudah sangat lemas
Tari yang sangat takut ketinggian hanya bisa menutup mata dan berteriak
"Aaaaa.. tinggi banget... Aaa aku takut!!!!!" teriak Tari nyaring
"Kamuu.... jangan... teriak-teriak Tari!"
__ADS_1
"Aaaa...!!! aku.... takut Najwa.."
"Udah lo tenang aja gue ada di belakang lo, lo gak mungkin jatuh!" ujar Kevin yang membuat Tari terdiam
Setelah itu giliran Aletha namun hanya tertinggal Aletha dan Yusuf, "Ada yang mau naik dua kali?" tanya Yusuf
"Maaf, Pak Ustadz saya sudah kapok!" sahut Tari, Najwa pun juga menggeleng
"Kamu Kevin ingin naik dua kali?"
Kevin sebenarnya tidak rela jika Aletha harus berdua dengan Yusuf, "Maaf mas kalau untuk mas ini berat badannya terlalu jauh" ujar sang penajaga
"Sebenarnya untuk berdua tidak apa-apa berat badan kalian tidak jauh beda!"
Aletha menatap Yusuf, Yusuf pun mengangguk pelan. Aletha pun duduk di ayunan depan dan di belakangnya Yusuf. Ayunan itu pun mulai mengayukan di antara tebing tinggi
Tanpa di ketahui Aletha dan yang lainnya ada seseorang yang sudah menyabotase tali untuk ayunan tersebut. Aletha sangat girang hingga berteriak bahagia
Krek
Tali hampir putus Aletha dan Yusuf langsung menegang para penjaga juga langsung panik dan melakukan pertolongan
krek
krek
"Aaaaaa...!!!"
Yusuf memeluk Aletha dari bekang karna sekarang tali itu sudah hampir putus, Para penjaga wahana sedang melakukan perbaikan secepatnya.
Yusuf terus memeluk Aletha dari belakang, Aletha memeluk lengan kekar Yusuf yang melingkar di perutnya
"Sa saya takut Ustadz..." gumam Aletha pelan
"Tetaplah tenang jangan bergerak jika kamu bergerak kita akan terjatuh!"
krek
Yusuf semakin mempererat pelukannya, Teman-teman Aletha juga panik seluruh santri dan santriwati juga melihat kejadian itu. Aletha dan Yusuf berada di ambang kematian
"He cepat selamatkan Aletha!!!" bentak Kevin kepada salah satu penjaga wahana
"Sabar mas kita sedang melakukan perbaikan, kita juga sudah menelfon helikopter darurat!"
Namun sialnya helikopter darurat sangat sulit di hubungi, "Jika anda belum bisa menjaga keamanan pengunjung seharusnya anda tidak membuka wahana ini!" bentak Kevin lagi
"Sudah sabar Kevin kita harus berdoa agar Ustadz Yusuf dan Aletha selamat!" ujar Ustadzah aisyah
****
Wow wow wow gimana ya Aletha sama Yusuf selamat gak ya? siapa ya yang nyabotase Tali wahana? bosenin ya ? maaf ya author gak jago-jago amat. Tapi author mau berterimakasih bagi yang sudah mampir, like, komen, dan vote makasih banyak ya😘
Untuk hari-hari ini author akan jarang up karna sibuk, Author juga lagi ngerjain tugas-tugas online karna author masih pelajar.
__ADS_1
Oke tetap semangat semasa pandemi jaga kesehatan dan taati protokol kesehatan😘