Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#33


__ADS_3

La Murate Caffè Letterario, Italia


"Kenapa lama sekali Jane?"


Jane baru memesan makanan lalu duduk di bangku sebelah Yusuf, "Nona chealse sedang dalam perjalanan pak... mohon bersabar"


"Ciao buon pomeriggio (Hallo selamat siang)" Seorang gadis cantik nan seksi mendekati meja yang di pesan Yusuf


"buon pomeriggio signorina (selamat siang nona)"


"Maaf membuat kalian menunggu, tadi di jalan ada sedikit problem" jelas Chelsea


Yusuf hanya mengangguk, "Baiklah mari kita mulai rapatnya"


"Oh tentu Pak yusuf?"


Mereka memulai rapatnya dengan profesional Yusuf sempat mengagumi Chelasea karna Chelsea memiliki bakat yang bagus


"Saya suka dengan rancangan anda!" puji Yusuf tersenyum puas


"Grazie Signore (Terimakasih tuan)" Chelsea tersenyum manis mendengarnya dan tanpa di sadari Yusuf, Chelsea sedari tadi memperhatikannya


"Baiklah untuk pemotretan busana dan untuk model saya serahkan kepada anda!"


Chelsea mengangguk cepat. "Dengan senang hati saya akan memberikan model terbaik"


"Baik rapat siang ini cukup, Senang bisa bekerjasama dengan Nona chelsea"


Chelsea hendak menjabat tangan Yusuf namun Yusuf hanya mengatupkan tangannya, "Saya beragama islam dan saya akan segera menikah"


Chelsea menarik tangannya kecewa, "Ah maaf tuan baiklah saya permisi dahulu"


Yusuf hanya mengangguk lalu pergi dari Caffe dengan Jane, "Apa acara ku setelah ini Jane?"


"Anda di tunggu di Caffe D’Angelo tuan"


Yusuf mengangguk lalu memasuki mobilnya meninggalkan Caffe. Di mobil Chelsea tak henti-hentinya gadis itu tersenyum-senyum


"Mona berikan information tentang Yusuf!" Mona sekertaris Chelsea tersebut langsung menggeledah tasnya memang Mona sudah mendapat information tentang Yusuf


Mona memberikan selembar berkas tersebut. Chelsea mulai membacanya, "Wow orang indonesia, beragama islam, seorang ustadz?, lulusan Harvard"


Chelsea bertambah terkagum-kagum dengan Yusuf. "Besok kita ke Zalora group"


"Baik nona"


****


Pondok pesantren An-nur


15.26

__ADS_1


"Assalamualaikum" salam Ustaszah aisyah mendekati Aletha ddk yang tengah selesai solat Ashar


"Waalaikumsallam Ustadzah"


"Saya boleh meminta tolong?"


Aletha, Tari dan Najwa mengangguk cepat, "Boleh ustadzah ada yang bisa kita bantu?"


"Ah begini Tari, saya minta tolong kalian untuk mengajarkan ngaji anak Sd depan!"


"Oh jam berapa Ustadzah?" tanya Najwa dengan semangat


"Kalo bisa sekarang ya?"


"Oh baik ustadzah kalau begitu kami pamit Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam makasih ya?"


Aletha dkk berjalan ke depan desa, Sebuah sekolah dasar berdiri di pinggir jalan yang lumayan ramai untuk lalu lalang


Aletha dkk sampai di Sd tersebut untuk kesan pertama sekolah itu 'Sempit' tidak terlalu luas lapangannya tidak terlalu luas dan ruangannya tidak banyak


Najwa memimpin jalan memasuki ruangannya yang lebih besar di penuhi anak-anak Sd. "Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam" sahut anak-anak sd serempak


Seorang pria muda yang seumuran Yusuf itu menghampiri Najwa dkk, "Waalaikumsallam apa kalian anak-anak pondok pesantren An-nur"


"Betul ustadz" sahut Najwa


Tari tak henti-hentinya menatap Alham kagum dan hal itu tak luput dari penglihatan Najwa. "Katanya sukanya sama Kevin masa lihat laki-laki lain begitu"


bisikan Najwa membuat Tari salah tingkah. Alham hanya tertawa kecil lalu pandangannya jatuh kepada Aletha. Aletha hanya cuek lebih memilih memperhatikan interior kelas


"Siapa nama kamu?" tanya Alham menghadap Aletha


Tari segera menyenggol Aletha membuat gadis itu sadar bahwa sedang diberi pertanyaan.


"Aletha" suara singkat, padat, dan jelas itulah yang di lontarkan Aletha kepada Alham


Alham hanya tersenyum menanggapinya, "Baik pak ustadz, kedatangan kami kesini hanya untuk menggantikan Ustadzah aisyah mengajar TPA" ujar Najwa


"Oh iya silahkan! mari bantu saya" dengan senang hati Alham langsung menyetujuhinya


Para anak-anak berumur 6-12 tahun itu berlarian ke arah Alham


"Wah ustadz mereka siapa kenapa cantik sekali?" tanya seorang pria kecil yang berusia 6 tahun itu


"Ini kakak kakak dari Pondok pesantren An-nur anak-anak. sore ini kakak kakak ini akan membantu kita TPA"


"Hore!!!" anak-anak Sd itu berjingkrak-jingkrak senang

__ADS_1


lalu di bagilah kelompok-kelompok, Bagi yang sudah Al-qur'an bersama Alham dan Najwa. untuk yang masih Iqro 1-3 bersama Aletha, dan Iqro 4-6 bersama Tari


Aletha sedikit kewalahan karna kebanyakan yang masih Iqro 1-3 adalah anak-anak berusia 6-8 tahun dan itu berhasil membuat Aletha berulang kali menghembuskan nafas kasar


"Adik-adik ayo baca dulu!" seru Aletha pasrah murid-muridnya malah berlari-lari sambil memainkan pesawat terbang yang dibuat dari selembar kertas


Dan hal itu tak lepas juga dari penglihatan Alham, Ustadz muda itu tersenyum lalu bangkit menuju Aletha


"Mereka akan seperti itu kepada orang baru" Aletha terkejut dengan kedatangan Alham yang tiba-tiba


"Saya sedang berusaha memperkenalkan diri" sahut Aletha acuh


"Tidak baik juga berbicara tanpa melihat lawan bicara"


Aletha mendengus kesal. "Kenapa ustadz ini sama menyebalkan dengan Ustadz yusuf? huaaa jadi kangen kan sama Ustadz gantengku hiks hiks!" jerit Aletha dalam hati


Alham mengetahui jika Aletha tidak terlalu menyukainya, "adek-adek ayo sini baca dulu dong! kasian kakak ini"


anak-anak berusia 6-8 tahun itu langsung berhambur kepada Alham. Alham tersenyum manis melihatnya


"adek-adek tidak boleh nakal sama kakak ini ya! kakak ini namanya Kak aletha, kalian harus kenalan ya! kakaknya baik kok" tutur Alham lembut


seorang gadis kecil yang sangat imut itu mendekati Aletha. "Hay kakak cantik!" bibir mungil itu menyapa Aletha


Aletha tersenyum lembut lalu mengusap kepala anak itu, "Hay juga adik cantik, kalau boleh kakak tahu adik cantik namanya siapa?"


"Ziva" ujarnya dengan tersenyum memperlihatkan gigi susunya yang ompong


"wah Ziva sangat cantik, Kakak boleh enggak minta tolong sama Ziva, ajak temen-temen Ziva ngaji bareng sama kakak ya?" rayu Aletha semanis mungkin


Alham tersenyum memperhatikan cara Aletha merayu anak-anak itu, "Ayo Zina sana ajak teman-temannya!" imbuh Alham


gadis kecil itu berlari ke arah teman-temannya lalu membisikan sesuatu. dan entah apa-apa teman-temannya berdatangan ke arah Aletha dan Alham


"Hay kak!" sapa seorang pria mungil yang tampan


"Hay tampan! kita belajar mengaji ya" pinta Aletha sesabar mungkin


para pria dan gadis kecil itu pun menurut dan ikut mengaji sesuai urutan. Alham memperhatikan Aletha yang sedang berusaha sesabar mungkin kepada anak-anak


"Ustadz! giliran Nisa nih!" seru seorang gadis berusia 12 tahun itu membuat lamun Alham buyar


Alham langsung mengarah kepada sumber suara dengan gugup. "Cie cie Ustadz Alham pasti suka sama Kak aletha!" tuding Nisa membuat Alham gelagapan


"Ngawur kamu! kalo ngomong di jaga kalo orangnya gak suka kamu bisa dimarahi!" ujar Alham sok galak


sedangkan si Nisa malah terkekeh, "Kak aletha! Ustadz Alham suka sama kak aletha!" teriak Nisa


Aletha mengalihkan pandangannya kepada sumber suara dan tanpa sengaja pandangannya bertembu dengan Alham. Sekejap Aletha membuang pandangan


"Kaya nya kamu salah paham dek... Kakak udah mau menikah" ucap Aletha membuat Alham menunduk

__ADS_1


"Udah punya calon ternyata!"


TBC


__ADS_2