
Hari ini hari yang dinanti-nanti para santri dan santriwati tiba, ya hari ini adalah Hari kamis. Aletha dan teman-temannya sudah bersiap dengan tas besar dan perlengkapan kemah lainnya
Aletha mendapat kelompok berisi Najwa, Tari, Nur, dan Ria. Aletha senang bisa sekelompok dengan Tari dan Najwa. seluruh santri dan santriwati berkumpul di aula pesantren
"Assalamualaikum wr wb, selamat pagi semua" sapa Pak kyai
"Waalaikumsallam wrb wb selamat pagi pak kyai" sahut semua orang yang berada di aula pesantren
"Pagi ini kalian akan berangkat ke bumi perkemahan, maaf sebelumnya Pak kyai tidak ikut serta, yang akan mendampingi kalian adalah Ustadz bakrim, Ustadz Yusuf, Ustadzah Aisyah, dan Ustadzah almira" tutur Pak kyai
"Baik demi menyingkat waktu alangkah baiknya kita berdoa dahulu agar perjalanan kalian berjalan lancar" lanjut Pak kyai
Mereka pun berdoa dengan di pimpin salah satu santri, setelah berdoa mereka keluar dari aula pesantren menuju halaman depan pesantren karna Bis yang akan mereka tumpangi sudah tiba
"Eh gusy gue ke kamar mandi bentar ya" ujar Aletha
"Yaudah jangan lama-lama tha bentar lagi berangkat nih" sahut Tari
"Iya-iya bentar doang kok" Aletha berlari kecil untuk kekamar mandi. Entahlah Aletha salah makan atau apa membuat Aletha lama di kamar mandi
Sedangkan Tari dan Najwa gelisah karna Aletha tak kunjung kembali. Hingga Ustadzah aisyah memanggil Tari dan Najwa, "Tari, Najwa ayo cepat naik!" serunya
Najwa dan Tari terpaksa harus naik ke Bis, karna duduk di bagian belakang membuat Najwa dan Tari tidak begitu jelas dengan bagian depan, salah satu santriwati berlari masuk yang Tari dan Najwa pikir itu adalah Aletha. bis pun telah melaju tanpa Aletha
Aletha baru selesai dari kamar mandi, Aletha berlari saat sampai bisnya sudah tidak ada, "What!? gue di tinggal?" ujar Aletha ingin rasanya Aletha menangis
Dren dren dren
Deru knalpot motor klx menghampiri Aletha, "Ayo naik" ajak Yusuf. memang Yusuf memiliki motor Yusuf memilih menaiki motornya dari pada harus naik ke bus
Aletha ragu tapi dirinya juga ingin pergi ke perkemahan, "Gak mau ikut kemah?"
Aletha dengan terpaksa duduk di jok belakang, Yusuf tersenyum menang Yusuf pikir akan menaiki motornya seorang diri tapi tuhan berkata lain.
Yusuf pun melajukan motornya ke bumi perkemahan, "Ustadz kok naik motor?" tanya Aletha saat di perjalanan
"Saya gak suka ada di bis" sahut Yusuf sedikit berteriak karna memakai helm
Aletha yang di belakang hanya mengangguk dan diam, "Kenapa kamu gak ikut bis?"
"Saya tadi mau ikut bis, tapi saya lama di kamar mandi jadi di tinggal"
Yusuf terkekeh mendengarnya, "untung kamu ke kamar mandi lama jadi bisa bareng saya"
Aletha yang mendengar memutar bola mata malasnya, "Kalau gak kepepet saya juga gak mau kalik"
****
__ADS_1
Satu persatu santri dan santriwati turun dari bis, Saat semuanya sudah turun Ustadzah aisyah mengabsen satu persatu sampai nama
"Aletha Fitrina Syifa?"
Hening
Hening
Hening
"Astaga jangan-jangan Aletha ketinggalan" gumam Tari
Ustadzah aisyah juga bingung mengira Aletha tertinggal, "Hadir Ustadzah!" seru Aletha. Aletha pun turun dari motor Yusuf
Hal itu membuat para santriwati menatap iri, "Saya tadi memang tertinggal bis Ustadzah" ujar Aletha
Ustadzah aisyah mengangguk tersenyum, "untung ada Ustadz Yusuf yang belum berangkat" lanjut Aletha
"Baiklah karna semua sudah berada disini setiap kelompok harus membuat tenda masing-masing!" seru Ustadzah aisyah
Aletha pun dan kelompoknya juga bergegas menyiapkan tenda, "Tha ya ampun beruntung banget kamu bisa di boncengin Ustadz Yusuf" ujar Tari sembari membantu mendirikan tenda
Aletha juga sibuk dengan patok-patoknya, "Apaansih kalian malah ninggalin gue!" ketus Aletha
"Maaf tha tadi ada santriwati masuk teburu-buru kita kira itu kamu" Tari nyengir tanpa dosa
"Kita butuh air" ujar Ria teman sekelompok Aletha
"Yaudah biar gue sama Tari yang ambil" sahut Aletha semangat
"Eh tunggu kok aku sih tha? tunggu emang kamu tahu airnya dimana?"
Aletha hanya mengangkat bahunya, "Airnya ada di sungai dekat sini kok, kalian ke jalan itu lurus ikutan jalan setapak, nanti ada tiga pohon besar kalian belok kiri" tutur Ria
Aletha langsung mengambil dua dilgen dan menggeret tangan Tari, "Oke siap gue sama Tari pergi dulu Assalamualaikum" seru Aletha
Tari sempoyongan karna di tarik-tarik oleh Aletha, sedangkan Aletha dengan santainya malah bernyanyi-nyanyi. Hingga tanpa sadar Aletha dan Tari sudah sampai di pohon yang di maksud Ria
"Tar kita tadi disuruh belok kemana ya? gue gak terlalu dengerin tadi" tanya Aletha
Tari memutar bola matanya malas, "Kamu sih terlalu bersemangat, aku juga lupa nih aku gak dengerin apa-apa tadi"
Aletha menimang-nimang ingin melewati jalan yang mana, Jalan tersebut bercabang, berbelok kanan, lurus dan berbelok kiri. Hingga suara di semak-semak membuat Aletha dan Tari menegang
Hingga munculah binatang tanpa tulang yang memiliki taring dan bisa di mulutnya, Aletha menegang karna dirinya juga takut dengan ular
"ULAR!!!!!" teriak Tari berlari meninggalkan Aletha
__ADS_1
Aletha panik Aletha berlari ke sembarang arah membuat Tari dan Aletha terpisah. Tari berlari menyusuri jalan setapak yang dia lewati tadi dengan begitu Tari kembali ke perkemahan
Nafas Tari ngos-ngosan hingga dirinya di hampiri Ria, "Cepet banget kamu tar, airnya udah kamu ambil?" tanya Ria
Nafas Tari memburu hingga dirinya ingat telah berpisah dengan Aletha, "Astagfirluloh Aletha!!!!"
Najwa, Nur, dan yang lain yang mendengar teriakan Tari langsung menghampiri begitupula dengan Ustadzah aisyah, Ustadz Yusuf, Kevin dan Ustadz bakrim
"Aletha kenapa tar?" tanya Najwa
"A.. a aletha ak aku tinggal di hutan"
"APA!!!!"
Tanpa kata apa pun Yusuf langsung berlari untuk mencari Aletha, di susul Kevin yang juga khawatir dengan Aletha
****
"OMG ini dimana?" gumam Aletha memparhatikan sekililing
Pohon-pohonnya lebih tinggi dan rindang membuat matahari tertutupi, hutan tersebut menjadi gelap dengan mengerikan
"Aaaa Aletha takut!! sialan si Tari malah ninggalin gue!"
Aletha terus berjalan entah kemana dirinya juga takut. Sampai suara semak-semak dan auman membuat Aletha menegang hewan besar berwarna oren dan hitam di garis-garisnya dengan gigi tajam dan tatapan memangsa
Aletha ketakutan Aletha berlari sekuat tenaga, hingga karna sepatu yang licin membuat Aletha tergelincir di jurang. Aletha dengan sekuat tenaga memegang salah satu batang pohon agar dirinya tidak terjatuh
"Tolong...!!! tolong...!!!!" teriak Aletha
Batang pohon yang kecil tersebut seperti tidak akan kuat untuk menahan tubuh Aletha
Klek
Batang pohon itu patah Aletha terperosot belum sempat Aletha terperosot lebih dalam tangan kekar sudah meraih tangan mungil Aletha
Sekuat tenaga Yusuf menarik Aletha, dengan cepat Yusuf membawa Aletha kepelukannya, "Nafas aku terasa mau habis saat mengetahui kamu hilang Aletha" gumam Yusuf
Aletha masih berada di pelukan Ustadznya, Yusuf pun melepas pelukannya, "Maaf saya terlalu khawatir dengan kamu"
Aletha hanya mengangguk, "Kamu tidak apa-apa?" Yusuf memerisak setiap tubuh Aletha
"Saya tidak apa-apa syukurlah Ustadz datang tepat waktu" ujar Aletha
Yusuf pun mengajak Aletha kembali ke perkemahan sekarang Aletha merasa aman karna ada Ustadznya
TBC💃
__ADS_1