KAMI HIDUP BERDAMPINGAN (CERPEN)

KAMI HIDUP BERDAMPINGAN (CERPEN)
Bab XXVII (Death Day Part I)


__ADS_3

Hari ini Lyla berencana akan pergi ke toko kaset untuk membeli sebuah lagu selamat ulang tahun.


Karena nanti malam adiknya Lyla yang bernama Mily akan merayakan pesta ulang tahun yang ke 14.


“Halo.., April kamu lagi dimana sekarang?” Lyla.📱


“Aku lagi di rumah, memangnya kenapa?” April. 📱


“Kamu ada waktu enggak buat temani aku ke toko kaset?” Lyla.


“Ngapain ke toko kaset La?” April. 📱


“Mau beli kaset DVD, lagu selamat ulang tahun.” Lyla. 📱


“Oh.., DVD tahun lalu memangnya kemana?” April. 📱


“Sudah rusak Pril.” Lyla. 📱


“Maaf La, aku enggak bisa, soalnya aku lagi bantuin mama ku masak.” April. 📱


“Hu!!! Dasar, harusnya bilang dari tadi, ya sudah deh kalau gitu, aku tutup teleponnya.”


Karena April tidak bisa menemaninya, Lyla pun akhirnya pergi sendiri.


Lyla berangkat dengan menaiki sepeda motor, lalu saat di tengah jalan, motor Lyla malah tiba-tiba mogok.


“Kok mogok sih? Kenapa ya?” lalu Lyla melihat ke sekitarnya, yang ternyata tidak ada orang sama sekali.


“Gimana nih? Aku kan enggak ngerti masalah mesin.” gumam Lyla seraya menggaruk-garuk kepalanya.


Karena cuaca begitu panas, Lyla turun dari motornya, lalu mendorong motornya ke pinggir jalan, ia pun meneduhkan diri di bawah pohon pisang yang ada di pinggir jalan tersebut.


“Apa sebaiknya aku telepon April lagi ya?Tapikan... April lagi sibuk bantuin mamanya masak.” Lyla bergumam pada dirinya sendiri.


Setelah 5 menit berteduh di bawah pohon pisang, Lyla melihat ada seorang bapak-bapak yang sedang berjalan kaki mengarah dirinya.


“Alhamdulillah, ada orang.” Lyla pun dengan cepat menghampiri bapak-bapak itu.


“Pak! Bapak!” seru Lyla seraya berlari kecil.


“Ada apa nak?” sahut si bapak keheranan, karena ia sama sekali tak mengenali Lyla.


“Bapak bisa tolongin saya enggak pak? Motor saya lagi mogok.” ungkap Lyla dengan nafas ngos-ngosan.


“Ya sudah, ayo kita periksa.” ujar si bapak, mereka pun berjalan menuju motor Lyla.


Dari jok motornya, Lyla mengeluarkan peralatan bengkel, walau pun ia tidak mengerti, tapi ia selalu menyediakan nya dalam jok.


Lalu si bapak yang ternyata mengeri mesin pun memperbaiki kerusakan pada motor Lyla.


“Sudah nak.” terang si bapak, Lyla begitu senang karena motornya telah menyala kembali.


“Makasih ya pak.” Lyla pun mengambil uang dari dalan tasnya.


“Enggak usah nak.” si bapak menolak dengan halus.


“Kok gitu pak? Enggak apa-apa kok pak, kalau bukan karena bapak, saya mungkin enggak akan pergi dari sini.”


“Enggak usah, enggak apa-apa nak, tapi apa bapak boleh bertanya nak?”


“Boleh pak, mau tanya apa?”


“Memangnya anak ini mau pergi kemana?”


“Saya mau ke toko kaset pak.” ungkap Lyla.

__ADS_1


“Ke toko kaset?”


“Iya pak.”


“Mau beli kaset apa nak?”


“Kaset selamat ulang tahun untuk adik saya pak.” ujar Lyla.


“Kalau begitu, biar enggak jauh-jauh, kamu beli kaset ke toko yang dekat-dekat sini saja.”


“Emang ada pak?”


“Ada nak, kamu tinggal lurus, dan belok kanan.” terang si bapak.


Karena menurut Lyla saran si bapak akan sangat menghemat waktu, ia pun memutuskan untuk ke toko yang si bapak sarankan.


“Baik kalau begitu pak, terimaksih banyak atas bantuannya.” ucap Lyla seraya menyalakan mesin motornya kembali. Si bapak pun mengangguk, lalu Lyla berlalu dari hadapan si bapak menuju toko yang di maksudkan.


Setelah Lyla sampai ke tujuan, Lyla melihat toko itu cukup klasik.


“Kok sepi sih?” Lyla turun dari motornya dan mulai masuk ke dalam toko.


“Halo.., mbak... permisi!!” ucap Lyla, sebab tak ada seorang pun dalam toko.


Tak lama, dari arah toilet keluarlah seorang wanita berambut panjang, mengenakan baju panjang berwarna merah mencolok. Hati Lyla sedikit bergidik aneh melihatnya.


“Ada yang bisa saya bantu mbak?” tanya si wanita penjaga toko.


“Maaf mbak, disini ada jual kaset selamat ulang tahun enggak?” tanya Lyla.


“Ada mbak, ini dia, kebetulan, tinggal satu lagi.” si penjaga toko pun menyodorkannya pada Lyla.


Saat Lyla melihat sampul kasetnya, ia pun mengernyit. “Ini kaset lama ya mbak?”


“Iya mbak”


“Hanya ini, tapi ini belum pernah di buka sekali mbak, jadi kasetnya masih bagus.” terang si penjaga toko.


Karena malas untuk pergi ketempat lain lagi, akhirnya Lyla membeli kaset tersebut.


“Ya sudah, saya mau yang ini mbak, harganya berapa ya?” tanya Lyla seraya memegang dompetnya.


“4000 mbak.”


“4000? Enggak salah mbak?” Lyla tak percaya harganya semurah itu.


“Iya mbak.” ujar si penjaga toko.


Karena waktu telah mendesak, Lyla tak bertanya lebih lanjut lagi, ia pun memberikan uang senilai Rp 10.000, dan perempuan itu pun memberikan kembaliannya Rp 6000 lagi.


“Mbak, inikan uang lama, emang masih laku ya?” tanya Lyla, karena ia melihat kembalian yang penjaga toko itu beri adalah uang lama.


“Masihlah mbak, mbak ini gimana sih?” ujar si penjaga toko.


Karena tak mau berdebat, Lyla pun pergi dari toko itu.


“Toko yang aneh, masa aku di kasih kembalian uang lama sih, kasetnya juga murah bangat lagi, mungkin bajakan kali ya.” ucap Lyla pada dirinya sendiri.


Lalu Lyla dengan segera menaiki motornya, untuk melaju ke arah pulang.


Sesampainya Lyla di rumahnya, Lyla mempersiapkan seluruh keperluan pesta ulang tahun adiknya.


Setelah semuanya selesai, Lyla bersiap-siap mandi, karena 1 jam lagi acara akan di mulai.


“Kak, persiapannya sudah selesai ya?” tanya Mily.

__ADS_1


“Iya dek, sekarang kamu mandi ya.” ujar Lyla yang baru saja selesai mandi.


“Iya kak.” tidak berapa lama, tamu-tamu pun berdatangan, Lyla beserta keluarga menyambut para tamu dengan hangat.


April, Deva, Eca selaku teman baik Lyla juga sudah datang. “Mily mana?” tanya April pada Lyla.


“Dia masih di atas.” tak lama Mily pun turun dari lantai 2, yang kemudian bergabung dengan para tamu yang telah hadir di pesta ulang tahunnya.


Semua orang memberi ucapan selamat ulang tahun kepada Mily.


“Kok kamu belum putarin lagu selamat ulang tahunnya sih?” tanya April pada Lyla.


“Oh iya aku lupa.” Lalu Lyla pun memasukkan kaset yang baru ia beli ke dalam pemutar DVD.


April yang mendapat telepon dari ibunya memilih keluar dari dalam rumah Lyla.


Setelah Lyla memasukkan kaset tersebut ke dalam DVD, lagu selamat ulang tahun pun terdengar ke seluruh penjuru rumah.


“Halo ma.” April. 📱


“Halo sayang.” Mayang. 📱


“Ada apa ma? Aku lagi di rumah Lyla nih ma.” April. 📱


“Kamu pulang dulu sayang, mama enggak pegang kunci rumah nih.” Mayang.📱


“Enggak mungkin aku pulang ma, acara ulang tahun Mily baru di mulai.” April.


“Ayolah sayang, sebentar saja, enggak lama kok.” Mayang. 📱


“Mama, Enggak enak dong sama Lyla dan yang lain.” April. 📱


“Sudah, pokonya kamu pulang dulu, nanti baru balik lagi.” Mayang. 📱


“Ya sudah ma, aku balik sekarang ya.” April. 📱


“Iya, cepat mama tunggu.” Mayang.


Lalu April pun menutup telponnya. “Aku izin dulu enggak ya sama Lyla... ? Enggak usah deh, kelamaan entar.” gumam April.


Kemudian April pun pulang ke rumahnya dengan buru-buru. “Aduh mama... ganggu saja ah!”


Sementara di dalam rumah Lyla, semua orang berpesta dengan sangat ceria.


“Selamat ulang tahun Mily.” Deva menyerahkan kado darinya kemudian mencium pipi Mily.


“Makasih ya kak.” semua teman-teman Lyla dan Mily memberikan mengucapakan selamat ulang tahun satu persatu kepada Mily.


Sementara April di tengah jalan mengalami masalah, yaitu ban mobilnya kempes.


“Duh.., kenapa lagi sih nih?” Mau tidak mau April pun keluar dari dalam mobilnya.


“Ya ampun.. kok bisa kempes sih? Kalau begini mana keburu ke acara ulang tahunnya Mily.”


April mencoba menghubungi ibunya, tapi nomor sang ibu sedang sibuk, April mencoba menghubungi teman-temannya yang lain, namun tidak ada satu pun yang mengangkat telepon darinya.


“Humm.. pada ngapain sih semua teman-teman? Kok enggak ada yang angkat?”


Kemudian April melihat ke sekitarnya, yang ternyata gelap gulita tidak ada siapapun selain dirinya di sepanjang jalan sepi tanpa penerangan itu.


Bersambung...


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️


Mampir juga ke karya author di bawah ini ya.

__ADS_1




__ADS_2