KAMI HIDUP BERDAMPINGAN (CERPEN)

KAMI HIDUP BERDAMPINGAN (CERPEN)
Bab XXXIV (Kamar Nomor 20 Part IV)


__ADS_3

“Kenapa jam di handphone ku juga eror?” gumam Ida.


Lalu saat ia balik kanan, ia kaget karena ada seorang wanita berambut panjang, berdiri tepat di pintu masuk ruangan.


“Untunglah ada orang.” Ida pun mendekat ke wanita itu.


“Permisi? Apa kamu juga ada kelas hari ini?” tanya Ida pada wanita tersebut, namun sang wanita tak merespon Ida. Wanita itu tetap saja membelakanginya.


“Mbak maaf, mbak dengar sayakan?” tanya Ida lagi.


Ida pun memberanikan diri untuk memegang bahu wanita itu, dan perlahan wanita itu pun berbalik.


“Akhhh!!!” Ida berteriak sekencang-kencangnya, karena wanita yang ia ajak bicara, wajahnya rata, tak punya alat indera satu pun.


Kemudian sang wanita bermuka rata berjalan mendekati Ida, perlahan Ida mundur, terus dan terus, hingga tubuhnya mentok ke jendela kaca.


“Gimana? Enak?” ucap si wanita, Ida tak mengerti apa maksud perkataan wanita tersebut.


Lalu sang wanita mencekik leher Ida sampai Ida menjijit.


“Jangan bunuh aku, tolong!” Ida memohon dengan menangis pilu.


“Silahkan dimakan.” ucap Gayatri.


“Heh?” Ida yang masih memegang lehernya merasa heran, tak mengerti apa yang terjadi, tiba-tiba ia berada di dalam kamar Gayatri, dan ia lihat Gayatri menyodorkan martabak padanya.


“Bukannya tadi aku di kampus? Sedang di cekik?” batin Ida.


“Enggak apa-apa nih kalau aku makan mbak?” tanya dengan sedikit sungkan.


“Apa? Bukannya sebelumnya aku sudah pernah bicara seperti ini pada Gayatri?” batin Ida.


“Makan saja, oh ya kenalkan nama ku Gayatri.” Ida tak mengerti bagaimana bisa ia mengalami percakapan dan momen yang sama dalam 1 hari.


“Oh iya, nama ku Sua Khaida.” Ida yang penasaran pun melirik ke jam dinding Gayatri, yang menunjukkan pukul 08:27 menit.


“Wak-waktunya maju 1 menit, berarti aku enggak kembali ke masa lalu, tapi gimana ini bisa terjadi?” Ida terus saja bertanya pada dirinya sendiri.


“Makanlah.” ucap Gayatri dengan senyum lembut.


“Kalau aku enggak makan martabak ini, apa takdir akan berubah? Kalau aku keluar sekarang apa semua baik-baik saja?” batin Ida.


“Maaf Gayatri, aku ada kelas, ku rasa aku permisi sekarang.” ujar Ida yang menahan rasa takut dalam hatinya.


Namun kali ini Gayatri tak menampakkan senyumnya lagi, melainkan ekspresi datar dan tatapan kosong.


“Pe-permisi.” ketika Ida akan beranjak Gayatri berkata.


“Ikuti saja alurnya, bukannya dengan pura-pura tak sadar hidup mu akan aman?”


“A-apa?”


“Jangan rubah alur yang sudah di tandir kan, sekarang kau berada di alam lain.”

__ADS_1


“Enggak mungkin!” teriak Ida, lalu Gayatri menyeringai seraya tertawa cekikikan.


“Akkhh!!! Tolong!! Tolong!!!” Ida berlari keluar dari kamar Gayatri.


Ia terus melajukan kakinya melewati lorong kosan yang begitu gelap gulita tanpa penerangan.


Saat ia telah berhasil mencapai halaman kos, ia melihat bu Rentina sangat sibuk, seperti melayani banyak pembeli, pada hal Ida lihat tak ada seorang pun di hadapan bu Rentina, dan tanpa sengaja Ida melihat bu Rentina melirik ke arahnya.


“Apa si ibu melihat ku?” gumam Ida, lalu Ida bergegas ke warung.


“Bu, ibu lihat Ida kan? Tolong Ida bu, Ida ada di dimensi lain, tolong bu!” bu Rentina tak menggubris permintaan tolong Ida itu.


“Ya Allah, tolong Ida! Kembalikan Ida tolongggg!!! Ida berteriak seraya menutup matanya.


Ketika ia membuka mata, ia kaget, karena kini ia telah berada di pohon mangga yang ada di belakang kosannya.


Ida melihat suasana matahari cerah khas siang hari.


“Ha? Bukannya ini pohon mangga yang ada di belakang kosan?” batin Ida.


Lalu Ida melihat ke arah jendela yang masih terkunci, ketika Ida ingin melepaskan pandangannya, tiba-tiba ada seseorang yang membuka jendela.


“Hah!” Ida terperanjat, ia tak menyangka, yang membuka jendela itu adalah dirinya sendiri, Ia ingat sekali, itu hari pertamanya masuk kosan.


“Ya Tuhan, apa yang terjadi, kenapa aku kembali ke masa lalu dan melihat diriku sendiri?” Ida menangis sejadi-jadinya.


Lalu ia lihat dirinya yang memetik 3 buah mangga dari jendela, dan dari bawah pohon mangga seorang bapak-bapak berjubah hitam meneriaki dirinya yang ada di kamar mandi itu.


“Apa? Apa aku sudah mati?” gumam Ida, namun ia lihat, dirinya yang ada di kamar mandi tak memperdulikan hal itu.


Ida yang masih di atas pohon mendengar lagi si bapak marah-marah sendiri.


“Anak kurang aja*, tanpa izin mengambil mangga itu, apa itu anak yang di jadikan tumbal oleh Rentina? Rentina! Demi obsesi yang kau inginkan, kali ini harus ada tumbal lagi.”


“Hah? Aku... aku beneran sudah mati? Ha? Tidak!! Tidak!!” teriak Ida yang masih duduk di batang pohon mangga.


“Diamlah!” si bapak mendongak.


“Apa? Bapak bisa melihat ku?” tanya Ida.


“Terima saja nasib mu, jadilah bagian dari penunggu sini!” pekik si bapak seraya meninggalkan Ida.


“Enggak! Enggak aku masih mau hidup!!” teriak Ida sekencang-kencangnya.


Ida menangis terus menerus sendirian hingga keesokan harinya.


Pada malam harinya, ia melihat dirinya membuka jendela kamar mandi, ia ingat betul saat itu ia mandi pada jam 21:00 malam.


Lalu Ida berteriak minta tolong pada dirinya yang ada di kamar mandi.


“Tolong! Tolong aku!” teriak Ida, ia lihat dirinya yang satu lagi merasa ketakutan. Ida yang kini sukmanya telah menyatu dengan penghuni alam gaib ternyata bisa terbang.


Lalu ia pun mendekat ke jendela, ingin menghampiri dirinya, namun dirinya yang satu lagi malah buru-buru menutup jendela.

__ADS_1


Kemudian Isa pun masuk ke kosan dengan menembus dinding, di ketuk nya terus menerus pintu kamarnya, berharap dirinya keluar dan ia bisa merasuki tubuhnya, agar kembali seperti semula.


Saat dirinya yang satu lagi membuka pintu, Ida merasa girang, Ida pun mencoba memasuki tubuhnya, namun tetap saja tak bisa.


Lalu, saat dirinya mulai menutup pintu Ida kembali mengetuk, ia tahu yang selanjutnya adalah mereka saling bertemu mata dari celah bawah pintu.


Dan benar saja, Ida menungging, tapi kali ini bukan dirinya yang dalam kamar yang berteriak, melainkan dirinya yang sekarang, karena ia melihat, mata merah menyala dari dalam kamarnya.


“Akhh!!! Akh!!! Siapa itu yang di dalam? Siapa?! Keluar kamu!” Ida menggedor-gedor pintu kamarnya, namun tak ada respon lagi.


Lalu Ida mengetuk kamar nomor 20, yaitu milik Gayatri.


Tok tok tok!


Namun tak ada jawaban, lalu saat Ida memutar handle pintu, ternyata pintunya tidak di kunci.


Ida pun masuk, karena gelap ia menyalakan lampu, Ida merasa mual, karena kamar itu begitu lembab, kotor dan bau, seperti tidak berpenghuni selama bertahun-tahun.


“Kamu mencari ku?” ucap seseorang dari belakangnya.


sontak Ida balik kanan, kini ia sudah tak takut lagi. “Kenapa ini bisa terjadi? Apa yang terjadi sebenarnya!” teriak Ida ke Gayatri.


“Tenanglah, kita sama-sama korban, Rentina, dia adalah dalang semuanya, ia yang tak ingin mati, akan terus menyambung hidupnya dengan melakukan perjanjian dengan iblis.


“Maksudny?” tanya Ida tak mengerti.


“Kalau dia ingin tetap hidup, maka harus memberi tumbal, seorang gadis yang masih suci, apabila sang gadis tertarik dengan mangga gaib yang ada di belakang kosan, maka dialah yang terpilih, dan kamu yang tak punya akhlak, mau-mau saja memetik mangga tumbal itu, hahaha!” Gayatri tertawa menyeringai.


“Sejak kapan aku mati?” tanya Ida.


“Sejak kau petik mangga itu, sebenarnya kau tidak mati, hanya sukma mu yang di cabut paksa, sedang raga mu di rasuki oleh Rentina.”


“Kamu sudah jadi korban, kenapa tidak menyelamatkan ku?”


“Karena kamulah kunci kebebasan ku, sudah hampir 50 tahun aku terkurung disini, akulah yang menggoda mu, agar mau mengambil mangga itu, hahahah, jadi kalau kau ingin bebas, tunggulah 60 tahun lagi.” ucap Gayatri yang perlahan-lahan mulai menghilang


Lalu Ida berlarian keluar dari kamar nomor 20, ia lihat dirinya yang satu lagi sedang bercengkrama bersama kedua temannya.


Ida yang palsu menatap licik padanya seraya berkata, menetap lah di kamar itu!” tiba-tiba tubuh Ida seperti tersedot, masuk ke kamar nomor 20.


Bam! pintu tertutup rapat. Kini Ida yang sendirian dalam kegelapan hanya menangis sepanjang waktu. Sedangkan dirinya yang palsu menjalani hidup dengan normal.


Selesai.


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️


Instagram :@Saya_muchu


Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.



__ADS_1


__ADS_2