Kamu Bukan Figuran

Kamu Bukan Figuran
Ch 55 - Lamaran yang Tertunda


__ADS_3

Mama mencak-mencak begitu tahu Alex telah mengatur kepindahan Khansa ke kamarnya. Beliau ingin memarahi Alex, namun Ibu menahannya.


"Biarkan saja Dek. Toh dokter juga tidak melarangnya. Asalkan mereka tetap menjauhi pantangan, aku pikir tidak masalah mereka ditempatkan dalam satu kamar..."


"Masalahnya Mbak, anakku itu suka tidak tahu diri. Aku khawatir dia akan menggoda putri kita. Dia itu licik seperti ular. Aku takut Khansa akan tergoda..."


"Itu karena mereka saling mencintai Dek. Biarkan mereka berdua. Mereka baru menyelesaikan kesalahpahaman mereka. Tentu saja mereka ingin selalu berdua, untuk menebus hari-hari panjang yang sudah terbuang percuma. Kita sebagai orangtua cukup mendukung saja," meskipun masih tidak puas, tapi akhirnya Mama mengalah. Beliau menatap Alex dengan tatapan memperingatkan, sementara Alex hanya tersenyum penuh kemenangan.


Benar kata Dino, obat dari penyakit fraktur hepar yang diderita Alex hanya Khansa. Itu sangat terbukti. Dalam waktu sehari, Alex langsung pulih dari sakitnya. Dia tidak lagi muntah-muntah. Semua makanan bisa masuk dengan mudah, dengan catatan Khansa yang menyuapinya.


Alex meminta dokter untuk melepas selang infus yang menghantarkan cairan elektrolit ke dalam tubuhnya. Karena melihat sudah tidak ada masalah, akhirnya dokter memenuhi permintaan pria itu. Kali ini giliran pria itu yang memanjakan Khansa habis-habisan.


Tiga hari di opname hampir membuat Khansa tidak menjejakkan kakinya di tanah. Jangankan pergi ke luar kamar, pergi ke toilet saja Alex menggendongnya. Dia berubah menjadi suami siaga.


Pada hari pertama di opname, Sizil dan Andre datang. Mendoakan kesembuhan dan kebahagiaannya. Khansa begitu terkejut melihat Sizil dan Andre datang bersama. Dia berusaha untuk mengorek-ngorek cerita mereka, namun pasangan baru itu tampak malu-malu untuk menceritakannya.


Di hari yang sama pasangan itu memutuskan untuk kembali ke Surabaya. Tak lupa mengingatkan Khansa dan Alex untuk mengabari mereka ketika Khansa melahirkan ataupun ketika mereka akan melakukan resepsi pernikahan.


Selama tiga hari di opname, Alex bagaikan lintah yang menempel di kulit Khansa. Dia tidak pernah sekalipun melepas Khansa dari pandangannya.


Ketika siang hari, dia akan bertindak sebagai budak yang siap melakukan apa saja untuk istri tercintanya. Namun begitu malam tiba, dia kembali menjadi serigala yang mencoba menggoda istrinya.


Akhirnya tibalah hari kepulangan mereka. Khansa dengan sabar menunggu pria itu datang. Alex meminta ijin keluar. Katanya ada sesuatu yang harus diurus. Khansa berasumsi, mungkin itu masalah pekerjaan.


"Akhirnya pulang juga putri Mama. Pakai baju ini sayang," Mama menyerahkan sebuah kotak berbentuk persegi panjang. Khansa menerimanya dengan ragu-ragu dan bingung. Ini kali kedua dia menerima kotak yang hampir serupa. Kotak pertama diberikan oleh Winda yang ternyata hadiah dari Alex.


Khansa membuka kotak itu dan mendapati gaun longgar berwarna putih. "Aku harus pakai baju ini Ma?" kening Khansa berkerut melihat gaun pesta di tangannya.


"Iya sayang, pakai baju ini ya. Mama bantu pakaikan,"


"Untuk apa Ma? Bukankah kita hanya akan pulang ke rumah?"


"Iya sayang, tapi suamimu itu menginginkanmu memakai baju ini. Senangkan hatinya dengan menuruti kemauannya ya..."

__ADS_1


"Ehm, iya Ma..." dengan dibantu oleh Ibu dan Mama, Khansa memakai gaun itu. Tak lupa Mama juga membantunya berhias. Sebenarnya Khansa merasa aneh dan pernah mengalami hal ini sebelumnya, namun dia tidak mau berpikir terlalu jauh.


Setelah semua persiapan selesai, mereka bersiap-siap pulang. Khansa sedikit keberatan. Dia ingin menunggu Alex datang, tapi Mama meyakinkan bahwa Alex akan menyusul mereka.


Keluarga tetap menempatkan Khansa di atas kursi roda. Hal itu sesuai dengan perintah Alex. Pria itu tidak ingin istrinya menjejakkan kakinya di tanah selama sisa kehamilannya. [Alex Lebay 🙄]


Rombongan itu pulang ke rumah Pondok Indah. Di perjalanan Khansa mengirim pesan pada Alex, menyatakan bahwa dia sudah pulang ke rumah. Pesan itu terkirim, namun tidak ada balasan. Timbul kekhawatiran dalam diri Khansa, takut terjadi sesuatu pada suaminya. Pesan itu tidak dibalas sampai mereka tiba di depan rumah.


"Ayo turun sayang," Mama meraih tangan Khansa.


"Ehm, iya Ma..." Ayah dengan sigap langsung mengeluarkan kursi roda dan kembali menempatkan Khansa di atasnya. Kemudian beliau mulai mendorong kursi roda itu.


Tanpa mereka membunyikan bell, pintu tiba-tiba terbuka dari dalam diiringi suara live music yang menyanyikan lagu Bruno Mars, "Marry You."


It's a beautiful night, we're looking for something dumb to do


Hey baby, I think I wanna marry you


Is it the look in your eyes, or is it this dancing juice


Lagu terus dilantunkan, sementara terdapat sepasang dancer yang menyongsong Khansa dan menari dengan indahnya.


Khansa masih tercengang dengan apa yang dilihatnya. Jalan penghubung antara pintu depan dan pintu utama dihiasi oleh rangkaian bunga mawar putih dan merah yang dirangkai indah di sepanjang kanan kiri jalan. Sementara taburan kelopak mawar putih memenuhi jalan.


Khansa mengikuti arah kelopak mawar itu berlabuh. Hatinya berdebar sangat kencang ketika melihat pria yang menunggunya di ujung sana.


Alex memakai setelan tuksedo berwarna putih. Rambutnya disisir rapi, sementara ada rangkaian buket bunga yang terdiri dari mawar putih dan baby breath di tangan kirinya, serta kotak beludru berwarna merah di tangan kanannya.



Pria itu berdiri tegak, sedang menunggunya untuk datang mendekat. Ulasan senyum lembut dan penuh kebahagiaan menghiasi wajah tampannya.


Khansa tercekat, dia tidak bisa mengekspresikan perasaannya. Dia ingin berdiri, tapi gerakan tangan Alex menahannya. Dengan langkah percaya diri, pria itu datang mendekat.

__ADS_1


Selangkah demi selangkah semakin mendekatkan mereka. Jantung Khansa berdebar semakin cepat. Rasa bahagia dan haru menjadi satu. Rasanya dia ingin terbang ke pelukan pria itu.


Mata mereka saling terkunci. Pendar cinta bertebaran dimana-mana. Mereka hanya fokus pada rasa yang ada di dalam dada. Hingga pada akhirnya, langkah itu mendekatkan mereka satu sama lainnya.


Alex berlutut di depan Khansa. Dia menyerahkan buket bunga itu terlebih dulu. Khansa menerimanya dengan mata berkaca-kaca. Buliran airmata siap jatuh di pipi halusnya. Dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan kejutan seperti itu. Dia tidak menyangka akan mendapat lamaran seromantis ini dari pria yang dicintainya dalam diam selama belasan tahun!!


Alex mengambil tangan Khansa yang bebas dan mengecupi punggung tangannya, sementara matanya tak bisa lepas menatap wanita pujaannya. Rasa cinta yang membuncah sangat terlihat dalam setiap tatapannya.


Kemudian pria itu mulai membuka kotak beludru berwarna merah yang ukurannya cukup besar. Khansa sudah mulai terisak. Dia sepertinya sudah bisa menebak adegan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Khansaku, wanitaku, pusat hidupku, belahan jiwaku, ibu dari anak-anakku, will you marry me, again?" ucap Alex sembari membuka kotak berisi sepuluh cincin yang berjejer dengan rapi dan menyodorkannya pada Khansa.


"Y-ya... A-aku mau..." tangis Khansa sudah pecah, dia menjulurkan tangannya, tapi tangis itu tiba-tiba terhenti ketika matanya menangkap ke sepuluh cincin itu. Dia menatap Alex dengan kebingungan, "A-apa maksudnya Mas?" tanyanya dengan heran.


"Ijinkan aku memasangkan cincin-cincin ini di jemarimu sayang."


"Mas?" Alex kembali mengecupi jemari-jemari Khansa dan mulai memakaikan cincin itu satu persatu.


"Mas, apa maksudnya? Kenapa aku memakai banyak cincin?"


"Sayang, tanganmu begitu polos. Tidak ada perhiasan sama sekali di jemari ini. Biarkan cincin-cincin ini yang mengisinya. Agar seluruh dunia tahu, kalau kamu sudah menikah. Kamu istriku dan akan selalu menjadi milikku!"


"Ya ampun!!" Khansa maupun orang-orang yang berada di sana menepuk jidatnya masing-masing. Sangat malu melihat kebodohan seorang Yohan Alexander!! 🤦‍♀️



[Khansa dengan sepuluh cincin di jari-jarinya 😂 Maafkan kalau editannya terkesan maksa 😂]



[Jari-jari tangan Khansa, korban kebodohan seorang Yohan 😂]


***

__ADS_1


Happy Reading 😘


NB : Update ngeslow ya 🙏😅


__ADS_2