
"Apa sebaiknya konsultasi langsung saja ya? Kita ke tempat praktik beliau..."
"Yank, dokter itu akan membunuhku!!"
"Pfftttt..." Khansa terkikik. "Rupanya ada yang membuatmu takut selain mama ya Mas, hihihi..."
"Aku juga takut sama kamu yank,"
"Hah, kok bisa? Biasanya kan kamu yang galak sama aku Mas,"
"Aku paling takut sama kamu," Alex kembali memeluk Khansa.
"Kok bisa? Padahal aku nggak bisa marah sama kamu Mas..."
"Nggak marah, tapi langsung main tinggal dan ngajak pisah. Aku takut kamu meninggalkanku sayang..." Tubuh Alex gemetar mengingat masa-masa Khansa meminta untuk berpisah darinya. Khansa membalas pelukan suaminya dan membelai-belai punggungnya, seolah-olah memberi penghiburan.
"Jangan khawatir, aku tidak akan meninggalkanmu Mas..." Mereka berciuman dengan sangat dalam dan lama hingga kehabisan napas. Alex terengah-engah, penjar-penjar gairah memenuhi matanya.
"Tegang lagi yank..." Alex kembali mengambil tangan Khansa dan menempatkan di bagian tubuhnya yang menegang, untuk menunjukkan pada istrinya betapa ia sangat menginginkannya. Khansa bersiap untuk mencubit, namun Alex menahannya, "Jangan dicubit lagi yank, sakit..." ujarnya dengan mata memelas.
"Nakal. Pikiranmu selalu saja ke sana Mas. Bentar aku telepon bu dokter dulu,"
"Hanya ke kamu kayak gini yank..."
"Jangan sampai ke wanita lain!!" Khansa memeloti Alex, memberi peringatan dengan matanya. Kemudian wanita itu mengambil ponselnya dan mulai menelepon dokter Afifah.
Pada deringan kedua panggilan itu dijawab.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum, ya Ibu Khansa, ada yang bisa saya bantu?"
"Wa'alaikumsalam Dok..." Khansa terdiam, begitu bingung harus memulai pertanyaan itu darimana. Alex ikut-ikutan menempelkan telinganya di ponsel Khansa, ingin mendengar suara dokter Afifah secara langsung.
"Ya Bu Khansa? Apa ada masalah lagi? Apa ada rembesan lagi?"
"Eh, em... Ti-tidak... Tidak Dok, tidak ada masalah lagi... Em, semuanya baik-baik saja Dok, em..." Khansa begitu gugup. Ingin rasanya dia mencakar wajah suaminya yang membuatnya harus melakukan hal memalukan seperti ini.
"Sepertinya ada sesuatu yang ingin Ibu Khansa katakan?"
"Em... Begini Dok... Sa-saya merasa sudah baik-baik saja... Tubuh saya sehat, kandungan saya juga baik-baik saja. Tidak ada rembesan, kram atau kontraksi palsu..."
"Itu sangat bagus Ibu Khansa. Ingat, jangan stres, jangan melakukan hal-hal berat. Kalau mau olahraga untuk melancarkan persalinan, pilih olahrga yang ringan-ringan saja. Jangan kelelahan dan jaga pola makan juga." saran dokter Afifah dengan nada lembut. Dari nada suaranya sepertinya dokter itu menyayangi Khansa layaknya putrinya sendiri.
"Emm iya Dok... Saya sudah melakukan itu semua, tapi ada satu hal yang menjadi ganjalan saya..."
"Ti-tidak perlu Dok... Em jadi begini Dok... Tu-tubuh saya sudah baik-baik saja... Bo-bolehkah saya melakukan aktivitas itu..." Khansa memejamkan matanya. Wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Ingin rasanya dia mencubiti suami yang sedang menguping pembicaraannya itu. Khansa memeloti Alex yang sedang mengacungkan kedua jempolnya.
"Saya rasa Anda boleh melakukan semua aktivitas, tapi hindarkan aktivitas yang membuat Anda kelelahan berlebihan seperti misal mengangkat barang-barang berat..."
"Kalau melakukan hubungan suami istri, apakah boleh?" Khansa menutup mulutnya dengan satu tangan. Rasanya masih tidak percaya ucapan itu bisa keluar dari mulutnya. Hening sejenak. Sepertinya dokter Afifah tampak shock mendengar pertanyaannya. Setelah keheningan selama beberapa saat, akhirnya dokter itu berbicara.
"Apa ini permintaan suami Anda?!" suara dokter Afifah terdengar kesal. Mendengar hal itu membuat Alex mengerut. Entah mengapa dia merasa dokter itu sedang berbicara padanya dengan nada berkobar-kobar dan penuh dengan ancaman. Seolah-olah ingin menguliti tubuhnya hidup-hidup.
"Ti-tidak Dok... I-ini murni karena saya pribadi... Eh, em... M-mungkin Anda tidak akan percaya... Ta-tapi selama hamil keinginan saya untuk melakukan hal itu menjadi semakin besar..." tuntas sudah. Khansa berhasil mempermalukan dirinya sendiri hanya untuk menuruti kemauan sang suami mesumnya. Alex langsung memeluk Khansa dan menghadiahi kecupan-kecupan di keningnya. Khansa menahan wajah Alex dan menarik mulut suaminya sebagai bentuk hukuman untuk Alex karena telah berhasil membuatnya malu.
"Beneran ini Ibu Khansa yang mau? Bukan karena suami Anda itu?"
__ADS_1
"I-iya Dok, sa-saya yang mau..." kembali hening, sepertinya dokter Afifah sedang berpikir dan menimbang-nimbang.
"Hem, baiklah. Tidak apa-apa kalian melakukannya. Tapi ingat, lakukan secara lembut dan perlahan. Jangan memakai gaya aneh-aneh. Katakan itu pada suami Anda. Bila cairan Anda kembali merembes sebelum waktunya, saya akan menjadi orang pertama yang memberi suami Anda pelajaran." tandas dokter Afifah dengan nada tidak suka.
Dengan ekor matanya Khansa bisa melihat ekspresi Alex. Pria itu meloncat-loncat sembari mengepalkan tangannya di udara. Dari gerak mulutnya Khansa bisa menduga apa yang diucapkan suaminya, "Yes!! Yes!! Yes!!" kira-kira seperti itulah ekspresi suka cita Alex.
Untuk beberapa saat Khansa masih mendengar wejangan-wejangan dari dokter, sementara Alex sudah kembali menempel padanya. Bibir pria itu tampak sibuk mengecupi lehernya, membuat Khansa tidak konsentrasi mendengar perkataan dokter.
Lima belas menit kemudian, percakapan itu berakhir. Alex langsung mengambil ponsel Khansa dan membuangnya sembarangan. Bibirnya langsung menerkam bibir merah muda istrinya dan melπmatnya dengan buas.
"Huuummmppp!!"
\=> Untuk lanjutannya di share di aplikasi wattp*d ya. Search aja dengan kata kunci @erka3162 nanti di situ muncul seperti gambar di bawah ini & bisa langsung dibaca π
***
Happy Reading π
NB :
Readers : ErKa!! Kenapa nggak dilanjut di sini aja sih??!! Gemesh!! Bikin penasaran aja!! π
Aqoh : Wah, wah resikonya besar. Bisa-bisa di report lagi π Novel yang udah END aja masih dicari-cari kesalahannya buat di report, apalagi yang masih on going gini π Jadi bok-ibok tersayang, yuk cuzz kunjungi igehku. Bisa langsung klik link di bio ya πππππ
Btw, Sabtu tidak UP ya. Aku mau meet up sama admin GC ErKa yaitu Susil & Kanina. Mereka datang dari Jakarta & Probolinggo. Semoga Minggu bisa UP lagi ππ
__ADS_1