
Berita mengenai pernikahan dua putra mantan orang nomor satu di kota mulai tersebar luas. Berbagai macam baliho dan banner mulai terpasang. Isi dari baliho itu adalah mengundang seluruh orang di kota tersebut untuk menghadiri pernikahan itu.
Di baliho itu terdapat foto mereka semua. Dari Papa Atmadja, Mama, Alex, Khansa, Aaron, Diana, Ayah Ahmad, Ibu Ina maupun orangtua Diana sehingga orang-orang bisa melihat keluarga yang akan menjadi besan dari mantan orang nomor satu.
Hal itu tentu saja menjadi suatu kehebohan, apalagi ketika melihat foto Khansa, Ayah Ahmad dan Bu Ina. Bagi setiap warga yang tidak mengenal mereka, akan timbul suatu pertanyaan dan ingin tahu sosok-sosok itu lebih jauh.
Sementara bagi tetangga Ayah Ahmad langsung berbondong-bondong ke rumah beliau. Ada yang terang-terangan menjilat. Ada yang menanyakan ilmu pelet apa yang digunakan sehingga membuatnya bisa memiliki besan dengan mantan walkot dan banyak lagi jenis manusia lainnya, yang menyikapi berita itu dengan ekspresi berbeda-beda.
***
Pesta itu direncanakan akan diadakan di rumah utama. Keluarga akan mengadakan open house selama sebulan penuh untuk menyambut para warga yang datang.
Awalnya Alex tidak setuju dengan rencana itu karena mengingat itu akan melelahkan untuk Khansa maupun Diana yang baru saja melahirkan. Akhirnya mereka membuat kesepakatan. Pengantin hanya akan muncul di hari pertama dan kedua, untuk hari-hari selanjutnya cukup para orangtua yang hadir untuk menyambut para tamu yang datang.
***
Suatu malam, Khansa baru saja menidurkan si kecil dan bersiap untuk bergabung dengan Alex yang tengah menunggunya di ranjang. Alex merentangkan tangannya, mengajak istrinya untuk masuk ke dalam pelukannya. Dengan senang hati Khansa meringkuk di pelukan suaminya.
"Apa hari ini aku sudah mengatakannya?" tanyanya.
"Mengatakan apa?"
"Kalau aku 14324."
"Hah? Apa sih Mas?"
"I love you so much, 14324."
"Ihh apaan, lebay deh...hihihi..." Khansa terkikik mendengar kelebayan suaminya. Kemudian mereka mulai bercanda-canda mesra. Sebenarnya Khansa sudah menyelesaikan masa nifasnya, namun dia membohongi suaminya. Dia ingin memberi kejutan pada Alex di malam pernikahan mereka. Ketika sedang bercanda seperti itu, ponsel Khansa mulai berbunyi. Pertanda banyak pesan yang masuk. Khansa mengambil ponsel untuk melihatnya.
__ADS_1
Dia melihat banyak nomor baru yang menelepon dan mengirim pesan kepadanya. Bahkan banyak yang menginvitenya di grup-grup chat. Khansa membuka salah satu grup yang diberi nama, "Alumni SMAN 1 Angkatan 2008," dan mulai membaca pesan-pesan di sana.
081234xxxxxx : Selamat datang di grup kita Khansa Aulia, bidadari SMAN 1 kita, yeayyy
081230xxxxxx : Yeay, akhirnya Nyonya Alex bergabung di grup kita.
081235xxxxxx : Wah iya, kamu benar. Khansa memang bidadarinya sekolah kita. Pantas saja kalau Alex menikahinya.
085230xxxxxx : Matamu buta ya? Kenapa baru sadar? Dari dulu Khansa memang mempesona tau, bla... Bla... Bla...
Dan masih banyak lagi percakapan lainnya. Khansa begitu bingung membaca chat itu satu persatu. Apa benar Khansa yang mereka maksud itu adalah dirinya? Apa mereka tidak sedang salah kirim chat? Tapi nama sekolah dan tahun angkatan memang benar.
"Mas?"
"Ya."
"Huh, orang-orang berjiwa kerdil. Mereka sedang menjilatmu sayang. Segera left grup saja kalau kamu tidak nyaman."
"Ini benar grup sekolah kita Mas? Mereka beneran invite aku? Wah, kenapa aku senang ya..." Khansa memegang pipinya untuk menunjukkan rasa senangnya.
"Kenapa kamu senang? Mereka hanya kumpulan orang-orang munafik. Tidak ada yang tulus dari mereka. Aku selalu menolak bila mereka menginviteku."
"Ya, aku senang Mas. Selama beberapa tahun ini aku selalu memohon pada mereka untuk memasukkan ke dalam grub, tapi mereka selalu menolak. Padahal tujuanku masuk grup untuk mencari keberadaanmu. Sekarang tanpa diduga mereka malah menginviteku. Apa mereka sudah menganggapku temannya?" Mata Khansa berbinar-binar, terlihat sangat bahagia. Alex sangat tidak tahan melihatnya. Betapa polosnya istrinya ini? Apakah Khansa tidak bisa melihat bahwa niatan orang-orang itu mendekatinya tidak ada yang tulus? Mereka hanya ingin mengambil kesempatan dari Khansa.
"Sayang, dengarkan aku." Alex meraih bahu Khansa, berusaha mendudukkan wanita itu.
"Iya Mas?"
"Mereka bukan orang-orang yang baik. Mereka mendekatimu karena tujuan tertentu. Aku tidak ingin memerintahmu, karena kamu tidak suka ketika kuperintah. Tapi kusarankan, jangan dekati mereka. Buatlah jarak sejauh mungkin. Mereka tidak pantas untuk mendekatimu. Bertemanlah dengan orang-orang yang tulus, seperti orang-orang di kantor lamamu itu. Mengerti?" Alex menatap Khansa dalam-dalam. Wanita itu ingin membantah, tapi melihat keseriusan dalam nada suara Alex membuatnya mengurungkan niat.
__ADS_1
"Iya Mas. Aku akan mematuhimu..." Khansa menganggukkan kepalanya dengan sedih.
"Jangan sedih sayang. Mereka tidak pantas untuk mendapat rasa sedihmu. Sini." Alex memeluk Khansa dan mencium keningnya dengan lembut, "Kenapa kamu sepolos ini sih? Aku jadi khawatir, cup, cup, cup..." Alex mencium Khansa dengan gemas.
***
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Rumah utama didekor sedemikian rupa layaknya hotel bintang lima. Pilar-pilar rumah dipenuhi dengan tanaman yang merambat. Sementara seluruh ruangan dihias dengan cantik, dipenuhi dengan bunga-bunga indah. Semuanya telah tertata dengan sempurna, hanya menunggu pemeran utama.
Di lantai dua, tampak dua wanita cantik dirias bersama. Keduanya memiliki kecantikan dan pesona yang berbeda, namun membuat orang-orang yang menatapnya tak akan bisa memalingkan wajahnya.
Dua pasang mata menatap pengantinnya dengan mata yang tak berkedip. Mengagumi kecantikan dan paras anggun itu. Membuat kedua wanita itu tersipu malu.
Pagi itu diadakan akad sekaligus penandatangan buku menikah. Alex mengucapkan ijab qobul dengan lancar, dalam satu tarikan napas. Khansa tak bisa menghentikan tangisnya meliht buku nikah di tangannya.
Dulu dia berpikir bahwa dirinya hanyalah istri kedua, yang seumur hidup tidak akan pernah memiliki buku nikah. Tak disangka ia adalah istri satu-satunya dari Yohan Alexander. Hari ini telah menjadi buktinya. Baik secara agama maupun hukum negara, ia sah menjadi istri pria itu.
Khansa mencium tangan Alex yang dibalas Alex dengan mencium keningnya. Alex ingin mengecupi airmata yang mengalir di pipi Khansa, tapi apalah daya, banyak mata yang memperhatikan sehingga yang bisa dilakukannya hanyalah menyeka airmata itu.
Pernikahan itu diliput media, baik media lokal maupun nasional. Bukan karena Papa Atmadja mantan seorang walkot dan pengusaha nomor satu di kota itu, melainkan karena Princess D. Ya, meskipun telah menyatakan untuk pensiun secara permanen dari dunia entertaiment, namun media masih mencari-cari kabarnya. Pada akhirnya acara pernikahan itu diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Selesai akad, berlanjut dengan acara resepsi. Kedua pasang pengantin berganti dengan baju formal. Tidak ada dudukan pelaminan untuk pengantin, karena konsep acara adalah menemui tamu secara langsung, jadi pengantin bebas untuk berjalan kesana-kemari.
Hari pertama resepsi dihadiri oleh tamu-tamu undangan. Alex mengundang seluruh relasi bisnis, karyawan perusahaannya, teman kuliah maupun sekolah, dosen maupun guru-gurunya. Sedangkan Khansa mengundang para teman-teman kantornya, kenalannya di bank lain, teman kuliah maupun sekolah, Sisil dan Andre juga tak luput dari undangannya.
Aaron dan Diana juga melakukan hal yang sama. Undangan Aaron hampir sama dengan Alex. Dia mengundang seluruh relasi bisnisnya dan juga teman-teman sekolah dan kuliah. Sementara Diana mengundang teman-teman artisnya. Banyak pengusaha dan artis terkenal mendatangi acara itu, sehingga acara menjadi lebih meriah dan mewah.
***
Next 👉😊
__ADS_1