
Papa Alex dan kedua puterinya tiba di rumah dan disambut bahagia oleh semua pelayan. Kepergian Cristin selama tiga tahun membuat mereka semua merindukan gadis itu.
Papa Alex meminta para pelayan untuk menyiapkan makanan untuk makan malam spesial sebentar. Cristin dan Intan langsung masuk ke kamar masing-masing saat mereka tiba.
"Hmmm kenapa makanannya banyak sekali?" ucap Cristin saat berada di meja makan
"Papa buat pesta kecil-kecilan untuk menyambut puteri papa yang satu ini" ucap papa Alex
"Akhhh papa buat aku sedih saja" ucap Cristin dengan berkaca-kaca. Selama ia berada ditengah keluarga kandungnya dulu, acara seperti ini tidak pernah terjadi.
"Ayo duduk, kita mulai makan malamnya." ucap papa mengajak kedua puterinya dan beberapa orang penting di mansion dan perguruan mereka untuk makan malam brrsama.
Walaupun mereka yang mengelilingi meja makan itu bukan sedarah tapi ikatan persaudaraan mereka sangat kuat.
Mereka makan dalam diam, tanpa suara hingga makanan yang ada di piring mereka habis.
"Nak, mulai besok kamu akan masuk ke kantor" ucap papa pada Cristin
Kantor yang selama ini di hendel oleh orang suruhan papa, karena papa Alex sendiri tidak pernah menampakan diri di kantor tesebut, dia hanya bekerja dibalik layar. Banyak orang yang penasaran dengan pemimpin perusahaan itu tapi tidam ada seorangpun yang tahu.
"Baik papa" ucap Cristin tegas
"Jadilah wanita tangguh untuk membuktikan kemampuan kamu di sana. Kamu tidak akan sendiri, karena mulai esok Intan juga akan keluar dari persembunyiannya. Dia akan menjadi sekretarismu" ucap papa
"Baik pa" ucap Cristin
"Intan" sebut papa
"Iya pa" jawabnya. Ya sejak adanya Cristin, Intan juga sudah mengubah panggilannya pada papa Alex
"Kamu juga banyak belajar dari Cristin, jika kamu sudah bisa maka papa akan memberimu tugas untuk memimpin perusahaan lainnya" ucap papa
__ADS_1
"Intan tidak mau pisah sama Cristin pa" ucap Intan merajuk pada sang papa dan mendapat cubitan dari Cristin
"Akhhh ini namanya KDRT" teriak Intan yang merasa kesakitan
"Makanya jangan seperti anak kecil yang tidak mau ditinggal induknya" ucap Cristin sambil memutar bola matanya malas.
Intan hanya cengengesan dengan ucapan saudaranya. Intan lebih kelihatan manjanya dari pada Cristin yang sudah mulai dewasa dengan kekerasan hidup dan masalah yang silih berganti menimpanya.
Malam semakin larut, papa Alex menyuruh kedua anak gadisnya untuk pergi tidur karena esok mereka harus mulai bekerja di kantor. Kedua gadis itu akhirnya melangkah masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
******
Kehidupan Rangga berubah menjadi orang yang paling kejam apalagi sejak dia terpaksa harus menikahi Alindi karena tekanan orang tuanya. Rangga yang terlanjur basah dengan masalah yang mengakibatkan kepergian kekasihnya yang entah kemana, akhirnya menerima untuk menikahi kakak dari gadis kecilnya.
Pernikahan yang berlangsung kurang lebih dua tahun ini, sama sekali tidak mengubah perasaan Rangga malahan Alindi jadi sasaran empuknya melampiaskan semua emosinya.
"Ga, makan malamnya sudah siap" ucap Alindi dari depan pintu kamar Rangga yang masih tertutup.
"Makan saja sendiri" jawabnya dari dalam kamar
"Tapi aku masaknya kebanyakan Ga" ucap Alindi sedikit marah karena selama menikah juga, Rangga tidak pernah makan hasil masakannya. Pria itu akan makan di luar dan jika lelah ia akan pesan lewat go food atau asistennya yang akan mengantarkan makannya.
Rangga membuka pintu dan mendapati Alindi masih setia berdiri di depan kamarnya.
"Apa aku pernah minta kamu untuk melayaniku? Kamu cukup masak untuk dirimu sendiri yang makan agar bisa bertahan hidup dan menahan siksaan dariku" ucap Rangga sinis
"Ga, kenapa kamu tidak pernah berubah jah? aku sudah berusaha sabar sama kamu tapi apa balasan kamu?" ucap Alindi dengan emosi
"Jika tidak bersabar maka layangkan surat cerainya karena aku sangat menantikan itu" ucap Rangga santai
"Jangan harap. Aku tidak akan pernah menceraikanmu" ucap Alindi tegas
__ADS_1
"Maka kuatkan dirimu untuk bertahan dalam neraka sampai akhir hayatmu" ucap Rangga dengan tersenyum kemenangan
"Apa kurangnya aku dari anak pungut itu? Dia bahkan sudah mengangkang untuk banyak pria agar bisa bertahan hidup di luar sana tapi kamu masih mengharapkan wanita murahan itu?" ucap Alindi membuat Rangga naik darah.
"Jangan pernah sebut gadisku sebagai wanita murahan. Bahkan jika ia datang dengan mengandung anak pria lainpun aku akan menerimanya dengan kedua tanganku" ucap Rangga sambil mengapit kedua pipi Alindi dengan tangan besarnya sehingga gadis itu meringis kesakitan.
"Ini akibat dari keegoisanmu dan kedua orang tuamu yang tidak punya hati itu. Karena mereka sudah memberimu kepadaku maka dengan senang hati aku akan membantu mereka mendidikmu dengan caraku. Paham?" lanjut Rangga dengan mendorong Alindi hingga terjerembab ke lantai. Dan tanpa peduli ia melangkah pergi meninggalkan rumah itu.
******
Rian yang mulai putus asa dengan kegagalannya mencari Cristin karena sesuai hasil penyelidikan semua orang-orang suruhanya selama tiga tahun terakhir sama sekali tidak membuahkan hasil.
Diam-diam Rian dan Bela telah mengurus perceraian mereka sehingga saat ini mereka telah resmi bercerai dan hal itu belum diketahui baik oleh keluarga Rian maupun keluarga Bela.
Rian juga sudah mengetahui maksud kedua orang tua Bela memaksanya menikahi Rian, ternyata itu hanya sebuah pemanfaatan saja untuk menguasai kekayaan keluarga Rian.
Orang tua Rian sangat marah karena sejak menikah kedua anak dan menantu mereka sudah hidup terpisah. Tapi tidak bagi papi Rian yang tahu jika saat ini puteranya tengah mencari mantan isterinya.
Mami Rian sampai hari ini belum mengetahui jika puteranya telah menikah sebelum menikahi Bela.
"Sudah tiga tahun, aku bahkan belum bisa menemukan titik terang soal keberadaan kamu yang entah di mana sekarang" ucap Rian merasa frustrasi.
Merasa jenuh sendirian di apartemen, Rian akhirnya memutuskan untuk datang ke mansion orang tuanya.
Hari-harinya ia jalani dengan hampa. Saat mengetahui bahwa Rangga telah menyerah dan memilih menikahi kakaknya Cristin, membuat semangat Rian untuk mendapatkan gadis itu semakin bertambah karena tidak ada lagi yang menjadi rivalnya.
Namun sampai dengan saat ini sama sekali belum ada tanda-tandanya.
******
*Bersambung*
__ADS_1