
"Apa betul kamu Aneth?" ucap Felix
Deg
Jantung gadis itu berdetak lebih kencang.
"Maaf kamu salah orang" ucap gadis itu sinis.
"Jika kamu bukan Aneth maka tatap mataku" ucap Felix sambil menatap netra mata gadis itu membuat gadis itu tanpa sadar meneteskan air mata.
Deg
Giliran Felix dan Raka yang tersentak.
Flash Back
Seorang gadis kecil yang sekitar berusia 15 tahun tengah melompat untuk menangkap kupu-kupu di pinggir jalan yang agak sepi karena jalan itu hanya sebuah gang yang dilalui oleh motor-motor, Karena gang itu merupakan jalan masuk ke komplex kos-kosan yang ada di tempat itu.
Gadis kecil itu baru selesai menjual kue keliling komplex. Setiap hari ia selalu melakukan aktivitas itu ketika pulang sekolah. Hidupnya yang jauh dari kata mampu, membuat gadis kecil yang hanya hidup dengan sang ibu ini terpaksa harus bekerja.
Saat keasyikan dengan kupu-kupu yang terbang ke arah tengah jalan, saat itu juga ada sebuah motor yang dikendarai oleh dua orang anak muda berseragam SMA yang dengan kecepatan tinggi karena dikejar oleh polisi saat melanggar aturan Lalulintas saat bolos sekolah.
Motor semakin dekat namun tidak disadari oleh gadis kecil itu yang keastikan mengejar kupu-kupu sehingga motor yang tidak bisa dikendalikan itu menuju kearahnya. Dengan sekuat tenaga si remaja yang mengendarai motor itu membanting stir ke arah kanan sehingga hanya menyerempetnya saja dan kedua anak muda berseragam Sekolah Menengah Atas akhirnya terjatuh ke semak yang ada di pinggir jalan.
Melihat gadis kecil itu meringis kesakitan, membuat keduanya panik dan cepat-cepat bangun untuk menolong anak itu.
"Apa yang sakit de?" tanya salah seorang anak muda yang bernama Felix.
"Lenganku yang sakit ka" ucap gadis kecil itu
"Bisa bangun de?" tanya Felix lagi sambil membantu gadis kecil itu berdiri.
Perlahan gadis kecil itu berdiri dengan tangan sebelahnya tetap meremas sebelah yang keaakitan.
"Rumah kamu di mana?" tanya seorang lagi yang yaitu Raka.
"Diujung jalan sana ka," ucap gadis itu. Kemudian ia mengambil tempat kuenya yang terjatuh agak jauh. Namun dengan cepat, Felix mengambilnya dan meminta Raka untuk menuntun gadis itu pulang ke rumahnya. Sekitar lima puluh meter jauhnya, sampailah mereka di sebuah rumah kos yang sudah tua
__ADS_1
"Ka, ini kosanku" ucap gadis itu
"Benaran ini rumahmu?" tanya Raka tidak percaya.
"Iya ka" ucap gadis itu tersenyum.
Mereka masuk dan ternyata kos itu hanya di sekat jadi dua kamar, yang satunya adalah dijadikan kamar tidur dan yang satunya dibuat polos sepertinya tempat duduk untuk tamu jika berkunjung.
Kedua anak muda itu tidak nyaman karena kepanasan sehingga memilih pamit pulang.
"Apa kamu tinggal sendiri?" tanya Felix
"Aku sama ibuku, mungkin lagi keluar" ucap gadis itu
"Kalau begitu kami pulang ya" ucap Felix melangkah keluar. Raka yang melihat keadaan keluarga ini jauh dari kata layak, mengeluarkan uang berwarna merah sekitar 10 lembar dan menyerahkannya kepada hadis itu.
"Ini untuk apa ka?" tanya gadis itu
"Ambil saja, bisa untuk berobat atau jajan juga boleh" ucap Raka
"Tidak usah ka," tolah gadis kecil ini
"Terima kasih ka, namaku Aneth. Jika kita bertemu dimasa mendatang jangan lupakan aku ya!" seru Anet saat kedua pria itu sudah melangkah pergi. Walaupun tidak merespon, tapi dengan jelas mereka mendengar gadis kecil itu menyebut namanya.
Off
Raka merasa bersalah karena pagi ini ia baru saja membentak gadis itu karena menahannya yang hendak pergi ke ruangan ayahnya.
Gadis kecil itu memilih pergi ke toilet meninggalkan mereka di sana bersama dua orang temannya yang bertugas sebagai resepsionis.
Felix dan Raka akhirnya melangkah pergi mencari makan di luar. Karena sekarang sudah waktunya makan siang. Raka pergi dengan berbagai perasaan bersalahnya.
Tibalah mereka di salah satu Restoran biasa namun hidangannya luar biasa sehingga jika jam siang seperti ini akan banyak pengunjungnya.
Kedua pemuda itu memilih tempat yang sedikit jauh dari keramaian. Keduanya duduk dan memesan makanan setelah itu berbincang sambil menunggu pesanan mereka.
Dari arah pintu, masuk dua orang hadis yang mencari tempat duduk, karena tempat itu sudah penuh dan hanya tersisa dua kursi yang kosong, namun di sana juga ada dua orang pria yang sudah mengisi keduanya.
__ADS_1
Dengan percaya diri Inyan melangkah mendekat ke arah tempat duduk yang kosong itu.
"Permisi, bolehkah kami duduk di sini? soalnya semua tempat sudah penuh" ucap Intan yang langsung menarik salah satu kursi yang kosong untuk didudukinya? walaupun bulum ada jawaban dari kedua pria itu.
Mau tidak mau, Cristin juga ikut duduk di sana.
Kedua pria itu tersentak karena ternyata dua gadis yang mereka temui di bandara itu saat ini ada di depan mereka. Namun Felix malah punya pemikiran yang lain saat menatap Cristin.
Kedua gadis itu tidak peduli dengan tatapan dua pria itu, mereka asyik memesan makan siang mereka.
"Tan, sudah belum pesanan kamu?" tanya Cristin yang melihat saudaranya maaih membolak-balik buku menu.
"Semuanya enak Tin, aku bingung mau pesan yang mana nih?" ucap Intan yang masih fokus pada buku itu.
"Mbak, samakan saja seperti punyaku ya?" ucap Cristin langsung merampas buku yang ada di tangan saudaranya dan dan mengembalikan kepada si pelayan itu.
"Akhh kamu kenapa sih" ucap Intan tidak puas dengan tindakan Cristin.
"Kamu mau makan di sini atau sekalian baru makan malam di mansion hah?" ancam Cristin membuat Intan memelas.
Cristin baru sadar saat usai memesan makan. Ternyata pria yang ia tabrak kemarin di bandara itu ada di depannya. Namun ia memilih untuk bersantai.
"Nona, boleh aku bertanya?" ucap Felix pada Cristin
"Apakah kita saling mengenal sebelumnya?" ucap Cristin dingin
Ya semenjak dia jatuh bangun dalam masalah dengan beberapa pria yang mengecewakannya, sejak saat itu, Cristin tidak pernah lagi bermurah hati pada yang namanya kaum pria.
"Aku hanya penasaran karena wajah nona mirip dengan gadis yang aku kenal, dan dia juga seusiamu" ucap Felix untuk memastikan rasa penasaran.
"Mungkin hanya perasaannya tuan karena aku hanya memiliki seorang saudara dan ini dia orangnya, dia adalah adikku" ucap Cristin tenang.
Intan yang mendengar pengakuan Cristin yang mengakuinya sebagai saudara membuatnya berkaca-kaca.
Sedangkan Raka mengernyitkan dahinya saat mendengar penuturan sang asistennya. Siapa gadis yang dimaksud Felix bahwa dia mirip dengan gadis ini.
Makan mereka akhirnya datang dan mereka makan dengan tenang tanpa nengeluarkan suara.
__ADS_1
-BERSAMBUNG-