Kau Yang Memintaku Pergi

Kau Yang Memintaku Pergi
Masalah Baru


__ADS_3

Rian ingin berbicara namun ia masih sempat membuang muka untuk melihat ke arah Intan.


"Bicaralah, dia tidak masalah" ucap Ike yang tahu maksud tatapan pria yang ada di sepannya.


Intan yang merasa bahwa dua orang itu membutuhkan ruang yang privat sehingga dengan sendirinya ia melangkah keluar meninggalkan mereka di sana.


"Sebelumnya aku ingin minta maaf. Maafkan aku Cristin." ucap Rian memohon sambil mengatup kedua tangannya, setelah melihat Intan benar-benar pergi.


"Aku bukan Cristin. Aku Ike" ucap Ike membenarkan ucapan pria itu.


"Baiklah Ike. Aku minta maaf untuk semua kelakuan aku kepadamu. Aku minta maaf sudah kasar dan mengkhianati kamu" ucap Rian benar-benar menyesal.


"Aku tidak mengerti dengan arah pembicaraan tuan. Tuan sedang bicara apa?" ucap Ike yang memang tidak ingin kembali membuka luka lamanya.


"Kamu boleh marah aku Ike, kamu boleh pukul aku, tapi please Ike" ucapnya menjeda perkataannya.


"Aku tahu kamu Ike yang adalah Cristin. Kamu adalah isteriku dulu, isteri yang sudah aku sia-siakan waktu itu" lanjutnya.


"Aku baru tahu semua kebenaran setelah malam di mana kamu pergi dari apartemen saat itu. Aku baru tahu jika kamu adalah gadis yang dulu diam-diam aku incar ketika kamu masih sekolah. Aku sangat minta maaf" ucap pria itu lirih.


"Aku rasa tidak perlu untuk tuan minta maaf karena tuan tidak salah dalam hal ini. Aku yang seharusnya minta maaf karena aku yang salah sudah menjadi orang ke tiga dalam hubungan tuan bersama isteri dan aku juga sudah memaksa tuan untuk menikahiku. Aku minta maaf untuk semua itu" ucap Ike.


"Itu tidak benar, kamu adalah gadis yang sudah aku cintai sejak kamu masih menjalin kasih sedang sahabatku Rangga" ucap Rian membuat Ike sedikit kaget, namun secepatnya ia kendalikan dirinya.


"Maaf tuan, apapun itu, aku tidak ingin membahasnya, karena aku anggap semua sudah kelar, sejak aku keluar dari apartemenmu." ucap Ike.


Rian menjatuhkan dirinya dan berlutut tepat di depan Ike. Pria itu sudah tidak memikirkan harga dirinya lagi, ia hanya memikirkan bagaimana caranya bisa mendapatkan kembali hati gadis itu.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan hah?" tanya Ike dengan suara terkejutnya.


"Ike, aku benar-benar minta maaf, aku sudah menceraikan Bela setelah aku tahu tentang kamu" ucap Rian yang berpikir jika Ike tahu bahwa ia dan Bela masih status suami isteri.


"Maaf tuan, aku tidak menanyakan tentang hubungan rumah tanggamu, aku risih dengan adanya kamu di depanku" ucap Ike yang mulai marah.


Deg


Sebesar itukah rasa bencimu terhadapku? tanpa sadar, air mata pria itu menetes.


"Maaf jika aku mengganggu ketenanganmu" ucap Rian lirih.


"Aku akan tetap berjuang untukmu ke depannya. Permisi" ucap Rian sebelum keluar dari ruangan itu.


*****


Waktu terus berjalan, sejak Rian bertemu dengan Ike satu bulan lalu, sampai dengan saat ini ia tidak lagi menampakan wajahnya di depan gadis itu, bahkan semua pertemuan penting ia limpahkan untuk sang asistennya.


"Tuan, ini ada undangan makan malam dari presdir dari perusahaan Alstom" ucap asisten papa Alex yang juga adalah oranng kepecayaannya di Paris.


"Kapan?" tanya tuan Alex.


"Malam ini tuan" jawab Jems asisten papa Alex.


"Oke. Kita akan memenuhi undangannya malam ini." putus tuan Alex.


 

__ADS_1


Waktu pulang kantor, papa Alex menuju apartemennya untuk bersiap-siap memenuhi undangan siang tadi. Pria yang biasa berpakaian bebas seperti seorang preman pasaran, akhir-akhir ini sudah berubah dengan stylenya yang memakai kameja dan jas jika bepergian.


Jems sudah menunggu tuannya di parkiran. Hingga beberapa saat kemudian, pria duda beranak dua yang masih terlihat sangat muda itu muncul. Papa Alex langsung masuk ke dalam mobil karenaJems yang sudah membuka pintu mobil terlebih dahulu. Kedua pria beda usia itu akhirnya menuju ke tepat yang sudah diberitahukan siang tadi.


Di hotel itu, beberapa orang sudah menunggu, termasuk presdir perusahaan Alstom, penyelenggara makan malam itu.


"Selamat malam, selamat datang tuan Alex" ucap pria itu sambil mengulurkan tangan untuk menjabat tangan tuan Alex yang hanya dibalas dengan senyuman.


Semua mulai berdatangan sekitar 8 orang pebisnis terbesar di kota itu yang di undang untuk makan malam sekaligus membahas tentang bisnis mereka.


Makan malam berjalan dengan baik, namun beberapa saat kemudian tuan Alex mulai merasa ada yang aneh dalam tubuhnya dan iapun merasa sedikit mengantuk.


Berusaha untuk melawan keanehan dalam dirinya, tuan Alex pamit ke toilet. Setelah kepergiannya mereka pun tersenyum senang karena sudah berhasil menjebak pria itu.


Itulah akibatnya kau orang yang mau berkuasa di negara ini, rasakan akibatnya. Batin preadir Alstom.


Di dalam toilet, tuan Alex tengah berjuang dengan keanehan yang semakin menjalar di seluruh tubuhnya yang menuntutnya untuk harus menyalurkan.


Pria itu akhirnya keluar dan menuju resepsionis untuk menyewa satu kamar agar bisa beristirahat dan menenangkan dirinya.


Sebelumnya ia juga sudah menghubungi sang asisten untuk memberitahukan jika malan ini ia akan menginap.


"Sial, ada apa dengan tubuhku. Aku kurang waspada sampai tidak membawa obat penangkalnya" gumam tuan Alex sambil menuju pergi ke kamar yang sudah disewanya.


Tanpa pikir panjang pria itu langsung masuk ke kamar tersebut namun saat ia berbalik ke arah tempat tidur, ternyata ada seorang wanita cantik bak model yang tengah tertidur pulas di sana.


Tuan Alex merasa aneh, seolah semuanya telah seting sebagus mungkin sehingga semuanya seperti kebetulan yang nyata.

__ADS_1


Antara ragu dan curiga namun hasratnya melebihi rasa curiganya sehingga ia memilih untuk menyalurkan hasratnya kepada wanita yang ada di dalam kamar yang sama dengannya.


BERSAMBUNG


__ADS_2