Kau Yang Memintaku Pergi

Kau Yang Memintaku Pergi
Hari Petama Masuk Kantor


__ADS_3

Keesokan harinya, kedua gadis itu sudah bersiap di kamar mereka masing-masing.


Cristin merasa sedikit gugup karena ia akan ada di tengah-tengah orang yang mungkin sudah mengenalnya, walaupun kedua orang tua kandungnya tidak pernah memperkenalkannya ke publik tapi ada beberapa orang yang tahu jika ia adalah puteri bungsu dari keluarga Rahadi.


Tapi demi menunjukan kepada mantan keluarganya itu, ia menguatkan hatinya untuk berani tampil sejak hari ini.


"Kamu harus kuat dan jangan menyerah karena kesuksesan kamu akan nyata di depan publik maka akan ada banyak penjilat" ucap Cristin di depan cermin. Ia berbicara sendiri seperti orang gila.


"Ingat!! tidak ada sahabat yang sejati dan tidak ada lawan yang setia dalam dunia bisnis" ucapnya lagi menuatkan diri sendiri.


Setelah bersiap, gadis itu melangkah keluar namun papa Alex sudah berdiri di depan pintu ruang kerjanya dan meminta dua gadis itu masuk ke sana setelah melihat Intan yang juga baru melangkah keluar dari kamarnya.


"Masuk, papa ingin berbicara sebentar" ucap papa Alex yang sudah melangkah masuk lebih dahulu dan diikuti oleh kedua gadis itu.


Pintu kembali tertutup otomatis dan papa Alex melangkah menuju kursi kebesarannya dan duduk berzila kaki di sana.


"Kamu tahu? perusahaan papa adalah perusahaan nomor satu di Asia. Banyak orang yang penasaran dengan siapa pemimpin sebenarnya dari perusahaan itu. Jadi hari ini kalian tampil di depan publik, maka kamu adalah pewaris yang akan diincar oleh mereka." ucap papa Alex sambil menatap ke arah kedua puterinya.


"Jaga diri penting, tapi bukan berarti kamu menghidari mereka. Kamu tetap ada diantara mereka, tapi ingat TULUSLAH SEPERTI MERPATI TAPI CERDIK SEPERTI ULAR." tegas papa Alex.


"Dengan begitu kamu akan tahu mana yang baik dan mana yang jahat" lanjut pria itu.


"Robi.. Berikan perlengkapan mereka" ujar papa Alex pada orang kepercayaannya.


Pria itu melangkah keluar dari sebuah ruangan yang pintunya terbuat dari baja yang diukir dengan gambar burung Rajawali yang siap menerkam mangsa.


Cristin dan Intan sempat terkejut saat pintu otomatis itu terbuka dan keluarlah seorang pria bertubuh tegap.


Yang keduanya tahu selama ini adalah tembok yang diukir tapi ternyata dibalik itj ada sebuah ruang rahasia.


Pria yang dipanggil dengan sebutan Robi itu membawa dua buah benda unik yang kelihatan sangat menarik dan yang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil.


Robi memberi benda itu kepada kedua gadis itu masing-masing satu. Dan selanjutnya papa Alex mulai menjelaskan cara menggunakan benda unik itu.

__ADS_1


"Benda itu merupakan senjata tajam berupa pistol yang dirancang kusus agar tidak diketahui oleh orang lain. Kamu bisa menggunakannya saat dalam keadaan darurat, jika kamu menggunakannya maka semua tim kita akan tahu kalau kamu dalam bahaya karena sistemnya sudah terconect secara langsung. Dan di samping kirinya ada sejenis obat berupa serbuk yang perlu kamu gunakan sebelum kamu diajak makan atau minum oleh seseorang. Serbuk itu adalah penawar racun, jika kamu menelan sedikit maka sekeras apapun racun dalam makanan atau minuman kamu tidak akan berfungsi. Sampai disini paham?" tanya papa Alex diakhir penjelasannya.


"Paham!" ucap kedua gadis itu tegas


Mereka akhirnya melangkah menuju meja makan untuk sarapan bersama sebelum pergi ke kantor.


Usai sarapan Cristin dan Intan pamit pergi meninggalkan pria yang adalah papa angkat mereka.


"Aku saja yang jadi sopirnya. Dan you harus pegangan yang kuat oke?" ucap Intan ala pembalap internasional


"Baik nyonya Ratu yang penting mobilku jangan lecet sedikitpun" ancam Cristin yang tahu watak saudaranya ini. Taringnya akan muncul jika melihat mobil keluaran terbaru. Ya, keberhasilan Cristin di luar negeri mendapatkan hadiah berupa mobil keluaran terbaru dari papa Alex.


Kedua gadis itu meninggalkan mansion tempat mereka tinggal itu. Dengan mobil yang melaju dengan kecepatan di atas rata-rata dikemudi oleh seorang gadis cantik dan lumayan nakal itu.


Hanya beberapa menit saja, keduanya telah tiba di depan kantor pusat. Kedatangan mereka mengundang perhatian banyak orang baik dari para karyawan maupun orang-orang yang sedang berkunjung di perusahaan itu.


"Silahkan turun nyonya" ucap Intan membungkuk di depan pintu saat ia membukanya untuk Cristin turun.


"Whats???" teriak Intan sambil memperbaiki make upanya dan membiarkan Cristin sendiri menutup pintu mobil.


"Dasar, setengah hati" gerutu Cristin


Cristin yang memang berwatak tegas melangkah pergi dengan diikuti oleh Intan yang lari-lari kecil mengejarnya seperti anak ayam yang ditinggal induknya.


Gadis itu bahkan tidak peduli dengan imagenya dari pada ditinggal macan betinanya itu.


Saat akan berlalu pergi ketika berada di lobi kantor, mereka dicegat oleh security dan reseprsionis.


"Hei nona, yang berakhlak dong kalau masuk" ucap salah seorang resepsionis


Cristin terus melangkah namun Intan berbalik dan menunjukan tinju ke arah resepsionis yang berbicara tadi.


"Pak, tolong cegat kedua gadis tidak tahu diri itu" ucap sang resepsionis geram sambil memberi perintah kepada security.

__ADS_1


"Hei nona,,, jangan macam-macam" ucap seorang security yang mengejar mereka kearah lift khusus itu.


Cristin akhirnya berdiri tepat di depan lift itu.


"Lalu maumu apa?" tanya Cristin


"Hmmm iya benar, apa maumu?" ucap Intan yang ikut-ikutan


"Nona harus ikuti prosedur kantor ini" ucap Pria itu.


"Oke baiklah" ucap Cristin kembali melangkah ke arah pintu masuk kantor itu. Dan dengan setia pula Intan mengekorinya.


"Selamat pagi mbak," ucap Cristin ala tamu yang ingin bertemu dengan orang penting di kantor ini.


"Apa aku bisa pergi ke ruang Presdir?" lanjut Cristin


"Maaf, karena kalian sudah melanggar aturan tadi saat masuk, maka kami tidak akan membiarkan kamu bertemu dengan presdir" ucap gadis itu culas


"Jika aku memaksa untuk ke sana bagaimana?" ucap Cristin


"Tidak bisa, jika kamu memaksa maka pihak keamanan akan menyeret kalian keluar dari perusahaan ini" ucap gadis itu dengan gaya culas yang sama.


Cristin menarik nafas lelah.


"Aku sangat ingin ke sana jadi mbak mau atau tidak aku tidak peduli" ucap Cristin tegas dan sedikit menaikan volume suaranya.


"Nona pasti akan mengangkang untuk atasan kami kan?" ucap resepsionis itu mengejek. Ya orang yang menggantikan papa Alex untuk memimpin perusahaan ini adalah salah seodang kepercayaan yang sangat berpengaruh dan menawan.


Pria bertubuh tegap dan memiliki bentuk wajah seperti opa-opa korea sehingga banyak digilai para karyawan termasuk resepsionis tadi.


"Tutup mulutmu jika kau masih ingin bekerja di sini" ucap Intan yang sejak tadi menahan emosi karena terlalu berbelit.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2