
Sudah 1 minggu sejak kejadian di mana papa Alex hampir membunuh Bela.
Hari ini papa Alex memantapkan keinginannya untuk menikah dengan wanita itu karena kesalahan satu malam.
📹Halo pah, bagaimana?
📹Nak, apa kamu ijinin papa nikah lagi?
📹Maksud papa?
📹Panjang ceritanya tapi papa hanya mau tanya kamu setuju tidak?
📹Apa bibit bebet bobotnya pah?
📹Kamu kenal orangnya nak. Ya sudah kamu setuju kan?
Belum sempat Ike menjawab, papa sudah memutuskan telepon karena takut puteri bungsunya akan bertanya siapa orangnya yang dia kenal itu, bisa gagal rencananya.
Papa Alex kembali masuk ke kamar untuk menyampaikan niatnya kepada wanita itu. Selama ini mereka tidur sekamar namun papa Alex tidak lagi menyentuh Bela, karena ia tidak mau di cap pria brengsek, waktu itu memang ia tengah dikuasai oleh obat perangsang yang ditaruh oleh pesaing bisnisnya.
Flash Back
📹Robi, kamu cari tahu siapa sebenarnya Bela anak angkat Farel Tan
📹Siap tuan, aku akan mencari tahu secepatnya.
📹Kirimkan segera jika kamu sudah mendapatkan.
📹Baik tuan.
Percakapan antara orang kepercayaan papa Alex (Robi) akhirnya berakhir dan pria itu segera mencari tahu tentang keluarga Tan dan anak angkatnya.
hingga sore menjelang Robi dapat meretas data tentang keluarga Tan dan juga Bela yang adalah anak angkat tuan Farel Tan.
Robi mengirim data tersebut melalui email kepada tuan Alex sebelum malam hari.
Tuan Alex yang membaca semua tentang keluarga Tan sempat syok apalagi wanita ini merupakan mantan isteri pria yang menyakiti puterinya. Kebencian terhadap Bela kembali naik namun ia tidak mau membatalkan rencananya, dengan Bela dijadikan alatnya maka rencananya akan semakin sempurna.
Papa Alex bahkan menutup tentang hal itu kepada anak-anaknya, ia akan menikah tanpa didampingi oleh anak-anak hanya beberapa orangnya yang ada.
__ADS_1
Off
Tranding topic
*Salah satu perusahaan ternama di Paris dinyatakan bangkrut.
Perusahaan milik kekasih salah seorang model papan atas gulung tikar.
Terciduk model papan atas asal Indonesia selingkuh : Perusahaan kekasihnya runtuh*.
Bela kaget mendengar berita News pagi ini. Ia semakin gelisah karena pasti ini semua ada kaitannya dengan malam panasnya bersama pria yang akan menikahinya sebentar lagi.
"Bersiaplah, kita akan menikah hari ini jam 10 pagi ini" ucap papa Alex santai namun tidak dengan Bela yang syok. Dia tahu jika mereka akan menikah dalam waktu dekat tapi bukan berarti hari ini juga.
"Me mmenikah?" beonya mengulangi perkataan papa Alex.
"Iya, menikah. Kamu pikir aku main-main dengan ucapanku?" ucapnya dengan tersenyum sinis.
Tiba-tiba beberapa orang masuk dengan ada yang menenteng paper bag.
"Lakukan tugas kalian" ucap papa Alex dan keluar dari kamar tersebut.
"Lepasin, aku bisa sendiri" bentak Bela pada perempuan-perempuan itu.
"Maaf nyonya kami hanya menjalankan tugas yang diberikan oleh tuan" ucap salah satu diantara mereka.
Bela yang malam berurusan dengan tuan Alex nanti memilih menurut saja.
Ada yang bagian rambut, kuku kaki dan tangan bahkan seluruh badannya. Setelah menyelesailan tugas mereka di kamar mandi, mereka akhirnya keluar dan mulai dengan tahap merias wanita yang sebentar lagi akan menikah itu.
Bela hanya diam saja toh membantah pun tak bisa ia lakukan. Hingga beberapa saat kemudian, Bela benar-benar disulap menjadi seorang pri.
Papa Alex masuk untuk memastikan apakah sudah selesai berdandan atau belum. Saat masuk ia tidak melihat penampilan Bela karena wanita itu berdiri dengan posisi membelakangi pintu.
"Apakah sudah selesai?" tanya tuan Alex. Semua pelayan yang ditugaskan itu akhirnya menyingkir. Memberi ruang untuk pria itu.
"Sudah tuan." mereka semua akhirnya keluar dari kamar tersebut.
Saat Bela balik karena mendengar suara tuan Alex. Pria itu terpaku melihat wanita iti sudah berubah wujud. Wanita yang dasarnya sudah cantik apalagi bentuk tubuh seorang model tidak mengkhianati hasilnya walau dipoles sedikit saja.
__ADS_1
Sepersekian menit tuan Alex akhirnya dapat menetralkan detak jantungnya yang sejak tadi melaju saat melihat wanita yang akan ia nikahi itu.
"Ayo, berangkat sedikit lagi sudah waktunya." tuan Alex menarik Bela dengam sedikit kasar walaupun wanita itu kesusahan berjalan karena gaun yang berat dan panjang ditambah lagi sepatunya yang lumayan tinggi.
Jems sudah menunggu mereka di sana sehingga mereka langsung berangkat ke tempat yang akan dipakai untuk melangsungkan pernikahan mereka.
Acara pernikahan berjalan dengan baik walaupun hanya dihadiri oleh beberapa oranh saja.
Saat pemasangan cincin. Bela sempat syok dengan cincin yang melikar di jari manisnya. Bukan cincin sembarangan dan Bela tahu itu karena dia bukan berasal dari keluarga miskin. Hidup sebagai anak yatim piatu tapi ia sudah hidup mewah sejak kecil ketika masih bersama orang tuanya.
Pernikahan selesai dan mereka langsung ke apartemen karena memang tidak ada acara sama sekali.
"Ingat, hanya statuslah yang berubah menjadi suami isteri tapi bukan berarti kamu seenaknya mengatur aku dan ikut campur dengan hidupku." tegas papa Alex.
Bela tahu jika ini pasti terjadi, karena itu ia tidak berharap banyak pada pria yang saat ini sudah resmi menjadi suaminya.
Ia juga berjanji untuk tidak mengikut sertakan perasaan dan hati dalam rumah tangganya. Biar semua mengalir apa adanya.
Setelah bertukar, papa Alex kembali keluar dan entah kemana. Sebagai isteri Bela juga tidak ambil pusing apalagi bertanya. Wanita itu hanya diam 24 jam di apartemen dan juga masak jika perlu karena sudah seminggu dia tinggal bersama pria itu, mereka hanya makan dari apa yanh di pesan oleh papa Alex.
******
"Ka, papa tadi telepon katanya mau menikah" ucap Ike saat mereka lagi di meja makan untuk menikmati makan malam.
"Oh ya? papa sudah menemukan yang susuai pastinya" jawab Ika.
"Tapi aku merasa ada yang kurang" ucap Ike lagi, karena ketika sang papa meminta ijin padanya, ada nada mencurigakan dan sepertinya sang papa tengah menyembunyikan sesuatu.
"Sudalah, papa pasti sudah merasa pas dengan hatinya. Bayangkan papa bisa bertahan sampai kita segede ini pasti karena ia sudah merasa pas." ucap Ika lagi.
"Apa jangan-jangan perjalanan ke Paris itu modus? bisa jadi papa hanya akal-akalan supaya bertemu dengan sang pujaannya" ucap Intan.
"Kamu kalau ngomong itu di filter dulu deh; kalau papa tahu bisa dipenggal lehermu itu" ucap Ike.
"Ya kalau you berdua bocor sih pasti papa tahu lah!" ucap Intan santai.
"Ya sudah kita hanya bisa doakan biar papa bahagia untuk waktu yang panjang" ucap Ika sambil kembalu menikmati makannya.
BERSAMBUNG
__ADS_1