
"Hai, kamu sudah aman" ucap Cristin sambil menyentuh dagu lancip gadis itu dan saat dua mata itu saling tatap, keduanya sama-sama terkejut saat itu juga.
Intan yang menunggu saudaranya belum kembali sejak tadi memilih untuk ikut ke kamar mandi dan setibanya di sana ia juga ikut terkejut dengan pemandangan yang ada di depannya.
Ia tidak mampu berbicara, seolah ia sedang berada di dunia lain.
******
"Hei Tin, kenapa kamu jadi dua?" ucap Intan merasa negrih.
"Kamu bertapa ya di kamar mandi" ucapnya lagi merasa tidak puas.
"Maaf, maaf aku sudah merepotkan nona" ucap gadis yang tadi dibuly itu, ia mulai merapikan gaun murahannya itu dan merapikan rambutnya. Sementara Cristin yang belum juga sadar dari rasa terkejutnya itu hanya bisa menatap setiap gerak-gerik gadis itu hingga ia pergi meninggalkan mereka.
"Terima kasih nona, sudah menolongku" ucap gadis itu dan melangkah pergi hingga tidak dilihat lagi oleh kedua gadis ini yang diam dengan pemikiran mereka masing-masing.
Aneth melangkah dengan langkah lebarnya keluar dari pintu hotel, Raka yang melihat gadis itu pergi dengan buru-buru mengambil langkah lebar juga untuk mengejarnya,
"Hei, kamu kenapa hmmm" ucap Raka yang sudah menggenggam tangan gadis itu.
"Maaf ka, aku harus pergi sekarang" ucapnya sambil melepaskan tangan Raka hingga terlepas. Raka dapat melihat wajah sembab dan rambut yang masih kelihatan acak-acakan gadis itu.
Setelah beberapa menit Aneth pergi, Raka kembali melihat Cristin yang melangkah melewatinya dengan wajahnya seperti mayat hidup. Gadis ini masih belum bisa kembali ke alam sadarnya saat bertemu dengan gadis lain yang seperti pinang dibelah dua dengan dirinya. Ia sendiri bingung, takdir hidup macam apa yang sedang Tuhan mainkan atas dirinya.
Yang pertama, ia tidak dihargai di dalam keluarganya sendiri dan diusir dari rumahnya sendiri. Yang kedua, ia dicampakan oleh kekasihnya. Yang ketiga ia diusir oleh suaminya sendiri. dan sekarang ia bertemu dengan gadis yang mirip dengannya tapi terlihat sangat sedrhana.
__ADS_1
Raka yang melihat Cristin juga seperti orang yang bermasalah langsung memvonis bahwa Cristinlah yang membuly Aneth.
"Oh jadi kamu pelakunya yang menganiaya Aneth? iyakan?" ucap Raka sambil melipat tangan di dadanya dan menghalangi jalan nya Cristin.
Cristin yang malas, berusaha menghindarinya namun, ketika ia melangkah ke kanan, Raka juga ke kanan begitu sebaliknya sehingga Critin yang lagi dalam mood yang tidak stabil langsung berlaku kasar.
Dengan satu gerakan, Raka terkapar agak jauh darinya.
Raka yang tidak puas kembali bangun dan melancarkan aksinya, sehingga terjadilah perkelahian antara dua orang itu. Insiden itu mengundang banyak perhatian dari orang-orang yang masih menikmati pesta malam itu.
Perkelahian itu terus berlanjut tanpa ada yang berani campur tangan atau memisahkan mereka, termasuk Intan dan beberapa bodyguard yang dikirim papa untuk menjaga kedua gadis itu, banyak orang yang mengabadikan momen itu dengan membuat video.
Raka baru kali ini merasa kewalahan dengan seorang gadis kecil yang tengah bertarung dengannya saat ini, dalam hati ia berpikir siapa gadis ini sebenarnya padahal om Alex tidak sekejam ini.
Cristin yang sudah malas bermain-main apalagi mendengar banyak teriakan histeri dari para ibu-ibu dan gadis-gadis karena ketakutan akhirnya mengakhiri pertarungan itu. Dengan gerakan gesit, gadis itu berlari ke arah tembok dan melompat ke atas lalu kembali berbalik dengan tendangan mautnya tepat di dada Raka, memuat pria itu langsung tak berdaya.
Cristin berjongkok tepat tepat di samping Raka dan mengapit rahang kokoh pria itu,
"Aku paling benci orang yang terlalu jauh mengurusi kehidupanku. Karena semakin jauh kau mencampuri kehidupanku, semakin dalam luka yang ada kembali menganga. Maaf jika aku bertindak tidak sopan pada pemilik pesta." Ucap Cristin tanpa sadar air matanya jatuh tepat di pipi Raka. Pria yang saat ini terkapar lemah itu menatap masuk ke dalam mata gadis yang tengah berjongkok di depannya itu.
Raka ikut teriris saat mendapati kesedihan dan penderitaan yang ada dalam mata indah gadis itu.
Cristin yang tidak ingin membuat banyak opini dari orang-orang yang menyaksikan pertarungan mereka itu memilih melangkah pergi begitu saja dan diikuti oelh Intan dan para bodyguargnya.
Rombongan itu akhirnya sampai di mansion utama keluarga Kanigara.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" ucap papa Alex yang sudah menunggu mereka di depan rumah. Papa Alex bahkan sudah menonton video yang tengah viral beberapa jam belakangan ini,
Semua orang suruhannya diam tanpa satupun yang bersuara. Cristin yang baru turun dari mobil, melihat papanya yang sudah menunggu di depan mendadak lemah dan langsung menghambur dalam pelukan sang papa.
"Pah, apa aku salah menolong orang? tapi kenapa aku yang jadi tersangka? apakah jalan hidupku memang sudah harus seperti ini?" ucap Cristin sambil sesugukan dalam dekapan sang papa.
"Ayo kita masuk dulu" papa menuntun puterinya itu menuju ke dalam rumah.
Intan mengambil air putih untuk saudaranya itu, dan setelah menghabiskan air minum tersebut, Cristin baru merasa lega.
"Apa yang membuatmu seperti ini sayang?" tanya sang papa sambil mengusap pucuk kepala puteri angkatnya dengan sayang.
Cristin mulai menceritakan semuanya kecuali tentang gadis yang mirip dengannya yang tidak ia ceritakan, ia hanya ingin mencari tahu sendiri siapa sebenarnya gadis tersebut.
*****
"Siapa gadis yang tadi menolongku? kenapa kami terlihat bagai pinang dibelah dua? apakah dia adalah keluargaku yang dimaksud dan kami adalah saudara kembar? pasti dia hidup dengan baik bersama kedua orang tuanya" gumam Aneth yang seperti biasa duduk di kamarnya dekat jendela kecil yang selalu ia buka untuk melihat bintang-bintang di malam hari.
Gadis itu tidak mau menyalahkan siapapun karena keadaan hidupnya yang sekarang. Walaupun harus hidup sendiri di tempat yang jauh dari kata layak tapi ia sangat menikmatinya.
"Jika kamu adalah saudaraku, aku sangat berterima kasih,, semoga kamu baik-baik saja" gumam Aneth memohon.
gadis itu akhirnya memilih kembali ke kasur lantainya untuk membaringkan tubuhnya. Sekuatnya ia berusaha untuk memejamkan matanya namun bayangan gadis yang menolongnya tadi terus menari-nari di kepalanya.
Malam semakin larut, gadis itu akhirnya menutup mata dan terlelap dengan banyak pikiran dan beban hidupnya. ia berharap jika esok pagi ia bangun semuanya sudah berlalu darinya.
__ADS_1
Malam yang penuh cerita itu akhirnya berlalu begitu saja dengan membawa rasa tanda tanya yang besar bagi dua wanita yang mungkin saja punya ikatan yang sangat erat.
*BERSAMBUNG*