Kau Yang Memintaku Pergi

Kau Yang Memintaku Pergi
Perubahan Nama


__ADS_3

"Ma' apa kabar kamu di sana sayang? Semoga kamu juga merasa bahagia seperti aku dan anak-anak. Dulu aku pikir kamu membawa mereka juga, ternyata kamu mengijinkan aku berkumpul kembali bersama mereka. Aku sangat merindukanmu sayang, datanglah sekali saja walau cuma melalui mimpi, kamu pasti bahagiakan? kamu pasti punya teman, kamu pasti bahagia bersama anak pertama kita. Kami sangat merindukanmu kalian ma. Love you forever" ucap papa Alex mengakhiri curahan hatinya dengan mengecup nisan mendiang sang isteri.


Papa Alex sempat menyebut anak pertama mereka walaupun bukan darah dagingnya namun ia sangat mencintai janin yang tidak sempat melihat dunia dunia ini.


Papa Alex keluar dari rumah kaca dan kembali ke mansion utama. Beliau menuju ke kamarnya untuk beristirahat malam ini.


*****


Waktu terus berlalu, kini sudah satu bulan kemudian. Rencana papa Alex pergi ke Paris tinggal beberapa hari saja, sehingga ia memutuskan untuk mengumpulkan anak-anaknya.


Aneth yang selama ini juga sudah banyak membantu Cristin untuk bekerja di perusahaan papanya, ia juga diajarkan banyak hal baik itu ilmu bela diri maupun melanjutkan kuliahnya. Sebelumnya ia juga sudah resign dari kerjanya yang lama walaupun harus melewati beberapa drama dengan Raka yang tidak mau melepasnya.


Saat semua sudah berada di ruang keluarga, papa Alex kembali bersuara sekaligus pamit untuk ke Paris.


"Esok papa akan berangkat ke Paris jadi papa harap kalian berlima bisa menjaga perusahaan dengan baik. Papa tidak akan lama di sana, secepatnya papa akan kembali" ucapnya.


"Aku akan merindukan papa" ucap Cristin dengan lebaynya.


"Papa baik-baik di sana ya? jangan telat makan dan istirahat yang cukup" pesan puteri sulungnya.


"Papa cepat bawa mama baru pulang ya?" ucap Intan yang selalu mengundang tangan-tangan yang selalu mengetok kepalanya.


"Issssh kalian kenapa sih, itu namanya biar rumah kita sempurnah. Ada papa, mama dan anak-anak" ucapnya dengan santai walaupun harus mendapat tatapan tajam dari semua orang.


"Tapi sepertinya tidak ada yang punya hati sebaik mama Ira." ucap papa.


"Jika ada yang pas, kami juga ingin papa bahagia" putus Aneth diikuti anggukan dari sang adik berdua.


"Papa hanya ingin minta satu hal lagi dari kalian berdua, Aneth, Cristin" ucap papa


"Apa pa?" tanya Cristin dan Aneth serentak.


"Papa ingin kamu menggunakan nama asli kalian lagi, apa kamu bersedia?" tanya papa dan diangguki keduanya.


"Memangnya sia nama mereka pa?" tanya Intan penasaran.


"Ika dan Ike. Anika Kanigara dan Meiske Kanigara" ucap papa.

__ADS_1


"Waooo nama yang cantik" seru Intan memasang wajah imutnya membuat semua tertawa.


"Emang,, orangnya saja cantik" ucap Cristin penuh percaya diri. Sikap keduanya sangat bertolak belakang. Cristin yang lebih ke laki-laki dan cerewet sedangkan Aneth lebih feminim dan pendiam.


"Tin..." ucap Intan


"No... my name Ike" sambar Cristin sebelum Intan melanjutkan ucapannya.


Sebenarnya Cristin juga sudah menginginkan mrngganti nama sejak dulu, ia ingin nama yang lama bersama semua kenangan pahitnya berlalu.


"Ya ya ya Ike," ucap Intan sambil memutar bola matanya malas.


Obrolan keluarga itu terus berlanjut hingga jam makan malam tiba.


*****


Alindi semakin muak dengan sikap dingin Rangga yang tidak pernah menganggapnya ada walaupun telah menikah bertahun-tahun.


"Ga, aku mohon... mau sampai kapan kamu mengabaikanku?" ucap Alindi pada sang suami.


"Sampai kamu menyerah dan minta cerai" ucap Rangga santai.


"Jangan pernah menjelekannya dengan mulut kotormu itu" ucap Rangga tegas.


"Dia bahkan mengangkang pada pria hidung belang hingga dia diangkat jadi pemimpin perusahaan BBG." ucap Alundi lantang.


"Jadi selama ini kamu tahu keberadaannya?" ucap Rangga langsung menyambar jaket kulitnya dan pergi meninggalkan isterinya.


"Rangga... Rangga..." teriak Alindi namun sama sekali tidak di perdulikan oleh sang suaminya.


Rangga keluar dan membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak tahu arah dan tujuannya ke mana tapi ia seperti kesetanan. Bertahun-tahun dia mencari gadis kecil itu namun ternyata gadis itu tidak jauh dari negara ini.


Dia sudah pernah melihat video viral Cristin waktu itu bahkan hingga sekarang ia terus memutar video itu jika ia merindukan gadis itu namun ia tidak tahu di mana gadis itu tinggal atau bekerja.


Rangga berakhir di sebuah taman tempat ia bertemu dengan Cristin untuk pertama kali. Ia juga tidak punya keberanian bertemu dengan gadis yang sudah dia campakkan.


*****

__ADS_1


Sejak bertemu dengan Cristin waktu itu, bahkan tatapan muak yang ditunjukkan oleh Cristin membuat Rian terus merasa bersalah, semua yang sudah dia lakukan pada gadis itu ternyata tidak termaafkan. apalagi antara mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.


"Aku harus bertemu dengannya esok nanti. Aku tidak mau terlambat untuk kedua kalinya." gumam Rian pada dirinya sendiri.


Malam ini pria itu tidur dengan membawa rasa gelisahnya, ia terus berharap jika esok tidak ada hambatan baginya untuk bertemu gadis yang pernah menjadi isterinya.


Malam telah berlalu berganti dengan terang. Pria yang hampir semalam tidak tidur itu akhirnya bangun dan bersiap-siap masih pagi sekali. Tanpa menunggu sang asisten, Rian sudah pergi dengan mengendarai mobilnya sendiri.


Setelah memakan waktu hampir setengah jam, pria itu sudah tiba di seberang jalan menuju kantor pusat Blue Birt Group.


Para karyawan mulai berdatangan dan beberapa OB sedang melakukan tugas mereka di halaman serta parkiran kendaraan. Rian berusaha menekan kegugupannya sebelum melajukan mobilnya ke kantor yang dia tuju.


Setelah tiba diparkiran dan memarkirkan mobilnya, Rian mendatangi salah seorang security yang ada di pos depan.


"Apa pemimpin kantor ini sudah datang pak?" tanyanya sebelum masuk ke bagian resepsionis.


"Belum pak, biasanya jam segini sudah datang tapi sepertinya hari ini sedikit terlambat" jelas pak security itu.


"Baiklah, nanti aku kembali satu jam lagi" Rian bukannya pulang ke kantornya, pria itu memilih nongkrong di salah satu Restoran yang ada di seberang jalan.


*****


Di tempat lain, Ika, Ike dan Intan sedang berada di bandara mengantar sang papa berangkat ke Paris pagi ini.


"Ya sudah, papa berangkat dulu ya?" ucap papa sambil menghadiahkan kecupan untuk ke tiga puterinya.


"Papa hati-hati ya, jangan lupa kabari jika sudah sampai" seru Ike sambil melambaikan tangan dan juga kedua saudaranya.


"Ka Ika hari ini kuliah ya?" tanya Intan


"Nanti jam 11 dan hari ini cuma satu mata kuliah saja" jawab Ika sambil melangkah beriringan menuju ke mobil mereka.


"Kuliah itu gimana sih rasanya?" tanya Intan yang memang sudah ditawarkan untuk kuliah sejak dulu oleh papa Alex namun sampai hari ini belum juga mau untuk kuliah.


"Rasanya nano nano" jawab Ike.


"Ihhhh aku bukan nanya ke kamu" ucap Intan sebel.

__ADS_1


Ketiganya akhirnya pergi meninggalkan bandara itu dan menuju ke kantor dengan Ike yang menyetir.


Besambung


__ADS_2