
Alindi yang merasa tidak puas dengan kemajuan Cristin setelah benar-benar terlepas dari keluarganya, membuat wanita itu semakin marah apalagi suami hasil rampasaran kekasih adiknya itu sama sekali tidak menganggapnya ada.
Walaupun Sekarang dia adalah pewaris tunggal dalam keluarga tapi gadis itu punya niat yang buruk terhadap Cristin.
"Kamu yang telah masuk ke dalam keluargaku dan mengalihkan kasih sayang mama dari aku ke kamu. Jangan pikir dengan kamu terlepas dari keluargaku lalu kamu tidak akan membalas semua yang telah kamu buat." gerutu Alindi yang tengah duduk di ranjangnya.
Gadis itu keluar dari kamar dan mulai melakukan tugasnya sebagai seorang isteri di dapur. Sejak menikah dengan Rangga, gadis itu punya banyak perubahan. Yang dulunya ia tidak bisa memasak namun demi mendapatkan cinta Rangga, ia rela melakukan semua pekerjaan yang tidak pernah dia lakukan.
Setelah menyelesaikan masak-masak di dapur, Alindi masuk ke kamarnya untuk mandi karena hari sudah mulai malam.
Tok tok tok
"Mas, makannya sudah siap" ucap Alindi dari balik pintu kamar sang suami. Setelah bersih-bersih dari kamarnya ia langsung menuju ke kamar Rangga untuk mengajak makan.
"Aku sudah pernah kasih tahu berulang-ulang, jangan harap aku akan menyentuh makanan yang kamu masak" ucap Rangga yang baru saja membuka pintu dengan kasar dan kembali menutupnya juga dengan kasar setelah habis berbicara dengan isterinya itu.
"Apa kamu akan terus bertindak seperti ini? sampai kapan? jangan harap kamu akan mencapai tujuanmu itu karena aku tidak akan melepaskanmu terlepas apapun yang kamu lakukan kepadaku" ucap Alindi penuh penekanan.
Gadis itu melangkah pergi menuju meja makan dan seperti biasa ia menikmati makan malam sendiri.
"Anak pungut, kamu akan tahu akibat dari Rangga yang mengabaikanku, ini semua karena kamu jadi kamu yang harus membayarnya" gumam Alindi yang baru menyelesaikan makan malamnya itu.
Sedangkan di dalam kamar, Rangga tengah menyusun rencananya untuk melawan ibu tiri dan saudara tirinya itu terlebih dahulu. Ia tidak ingin membawa Cristin masuk dalam kehidupannya lebih awal sebelum masa lalunya bersama keluarganya usai.
"Aku harus memperjuangkan apa yang menjadi milikku dari warisan mama. Aku tidak akan membuat mama kecewa hanya karena aku menyerah. Aku sudah terlanjur mengorbankan gadisku untuk harta mama jadi akan memperhuangkannya hingga tuntas" tekad Rangga pada diri sendiri.
Tidak hanya itu, pikirannya juga ikut terganggu dengan kata-kata isterinya yang menyatakan bahwa Cristin hanyalah anak pungut. Ia juga bertekad akan mencari tahu siapa Cristin sebenarnya. Apalagi penampilan gadis itu yang berubah 180° seperti wanita karier saat bertemu di restoran kemarin, membuatnya semakin yakin jika Cristin bukanlah gadis sembarangan.
__ADS_1
"Boby, apa kamu punya solusi untuk masalahmu dan Crustin?" ucap Rian saat ia asistennya itu membawa beberapa berkas untuk dia tanda tangan.
"Solusia untuk apa tuan? bertemu atau rujuk?" tanya Boby santai.
"Dua-duanya" ucap Rian.
"Kalau untuk bertemu aku bisa membantu karena perusahaan ini punya ikatan kerja sama dengan perusahaannya. Tapi jika untuk rujuk, sepertinya nona Cristin tengah dekat dengan seorang pengusaha muda yang bernama Raka. Apakah tuan tidak membaca berita yang lagi beredar?" tanya Boby.
"Hah? itu tidak mungkin, karena aku lihat dengan mata kepalaku sendiri jika ada seorang gadis lagi yang mirip dengannya dan sepertinya mereka kembar. Bisa jadi berita itu adalah wanita yang identik dengannya" ucap Rian sedikit marah.
"Baik tuan, aku akan cari tahu terlebih dahulu." ucap Boby mengalah dari pada membangkitkan serigala yang lapar itu.
Rian yang akhir-akhir ini menghindari kedua orang tuanya karena gagalnya membina rumah tangga dengan Bela, apalagi orang tua Bela yang tidak Terima baik soal perceraian mereka secara diam-diam, dan apalagi keluarga Bela tengah menuntutnya karena keadaan Bela yang tiba-tiba menghilang dari dunia entertainment dan entah kemana hingga detik ini membuatnya semakin frustrasi.
"Bela, kamu benar-benar membuat aku marah, kamu sengaja memutuskan pernikahan kita untuk bisa pergi dengan bebas dan membuat aku yang harus menanggung semua kemarahan orang tuamu. Aku harap kamu segera kembali agar fokusku hanya untuk memperjuangkan cintaku." geram Rian karena menanggung banyak beban akhir-akhir ini.
Ike dan Intan sudah tiba di mansion utama Kanigara, Sejak di rumah sakit dan sikap Intan yang berubah membuat sang papa meminta Ike untuk segera pulang ke rumah. Ike yang melihat perubahan itu menurut saja dan sekarang mereka ada di rumah.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Ike yang baru masuk dan mendapati Intan di kamarnya, gadis itu tengah duduk di ujung ranjang sambil mengusap seprei.
"Tidak ngapa-ngapain ka" jawabnya sambil melihat sekilas ke arah Ike.
"Ceritakan sama aku, kenapa kamu begitu aneh sejak kita tiba di rumah sakit?" tanya Ike yang sudah tidak bisa membendung rasa curiganya lagi.
"Maaf" jawab Intan lirih.
"Maaf kenapa?" tanya Ike penasaran.
__ADS_1
"Maaf karena dia, kamu banyak menderita" jawab Intan berusaha menetralkan perasaannya.
"Maksud kamu?" tanya Ike sedikit menuntut.
"Orang yang terbaring di rumah sakit tadi adalah orang yang aku harapkan selama ini, dia adalah ka Ana. Kaka kandungku yang terpisah sejak sepuluh tahun lalu" ucap Intan.
Deg
"Ma mak sud kamu? dia kaka yang se selama ini kamu ceritakan?" tanya Ike terbata-bata karena syok.
"Iya" ucap Intan sambil menundukkan kepalanya dan air matanya yang sudah kembali menetes.
"Maaf, maafkan papa" ucap Ike mewakili papanya yang sudah melakukan Kebejatannya sehingga wanita itu berakhir di rumah sakit. Intan mengangkat kepala dan menatap gadis yang sudah dia anggap sebagai kakaknya itu.
*****
Sejak bertemu dengan Bela, papa Alex bahkan belum pulang ke mansion. entah rasa bersalah atau apa yang membuatnya tetap berada di sisi wanita yang sejak bertemu belum sadarkan diri hingga sekarang.
"Bangunlah, apa kamu tidak mau melihat puteramu yang sudah kamu perjuangkan untuk ada di dunia ini? dia sudah dijemput oleh kakaknya. Kamu harus bangun untuk merawatnya, bukankah kamu ingin menjadi wanita sempurnah?" gumam papa Alex sambil menggenggam telapak tangan wanita itu yang sangat lemah.
"Jika waktu bisa diputar kembali, aku tidak ingin semua ini terjadi" gumamnya lagi.
"Tuan, aku sudah membawa pakaian ganti untuk tuan dan makan malamnya" ucap Roby yang datang dengan menenteng du paper bag.
"Terima kasih Roby" ucapnya melemah.
Ada angin apa, hari tuan Alex mengucapkan kata terimakasih kepadaku? Manusia es ini ternyata bisa mencair juga. Rupanya beban hidupnya sekarang bisa mengubah gaya hidupnya yang kaku itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG