
"Apa yang kalian lakukan hah?" teriak seorang pria dengan suara nyaring. Tuan Alex dan gadis yang sejak semalam menemaninya tidur itu bengong karena belum sepenuhnya sadar sebab mereka baru saja tidur satu jam yang lalu.
Setelah mengumpulkan nyawa yang tengah berkeliaran sejak tidur tadi, tuan Alex baru menyadari sesuatu yang terjadi, sementara wanita yang ada di sampingnya sudah gemetar ketakutan karena digrogoti oleh kekasihnya saat ia tengah tidur dengan pria lain.
Tuan Alex dengan santai mengambil ponsel yang ada di atas nakas lalu menelepon sang asisten untuk membawakan sepasang pakaian untuknya dan gadis yang ada di sampingnya.
Tanpa rasa takut atau canggung, ia menyebut ukuran pakaian gadis itu bersama dalaman sekaligus.
Pria yang sejak tadi menahan emosi menyaksikan betapa santainya seorang Alex Kanigara semakin naik darah.
"Dasar murahan, jadi begini caranya kau mengobral tubuhmu hah?" geram pria itu sambil tangannya menekan kuat kedua rahang gadis itu yang masih bersembunyu di balik selimut yang sama dengan tuan Alex.
"Lepaskan tangan kotormu itu darinya" ucap tuan Alex dengan tenang namun penuh penekanan.
Terjadilah pertengkaran yang hebat dan kebetulan kekasih gadis itu datang dengan beberapa orang dan salah satunya adalah pria paruh baya yang juga semalam makan bersama mereka termasuk kekasih gadis itu.
Clekk
Pintu terbuka dan masuklah seorang pria bule yang menenteng dua buah paper bag . Pria itu sempat terkejut namun akhirnya kembali menetralkan perasaan curiganya walaupun banyak tanda tanya yang berkeliaran di otaknya, kenapa tuannya berakhir dengan seorang gadis yang usianya sangat muda. Lebih tepatnya mereka seperti anak papa.
"Keluar, apa kalian ingin melihat kami bertukar pakaian? jika kau ingin bertindak maka tunggu kami selesai bertukar pakaian" ucap tuan Alex dengan santai.
Mau tidak mau mereka akhirnya keluar meninggalkan kedua insan yang masih polos dibalik selimut itu.
"Bertukarlah, pakaianmu sudah tidak berbentuk jadi pakailah ini" ucap tuan Alex lembut sambil menyodorkan salah satu paper bag untuk gadis itu.
Tuan Alex melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sekaligus bertukar pakaian.
"Masuklah, aku akan menunggu di luar bersama orang-orang tadi biar masalahnya cepat selesai" ucapnya yang sudah rapih dan pergi meninggalkan gadis itu di dalam kamar.
__ADS_1
Setelah 20 menit gadis itupun keluar. Keduanya melangkah keluar meninggalkan kamar itu namun saat tiba di lobi hotel itu, sang kekasih kembali menyeretnya keluar, rupanya pria itu sudah menunggu di sana.
Gadis itu menghentakan tangannya sehingga cekalan tangan pria itu lepas dan justru semakin marah.
"Oh jadi begini caramu? setelah mendapatkan mangsa yang baru kamu mulai lupa? lupa jika aku yang membiayai hidupmu di negera ini hah?" teriaknya membuat gadis itu mundur satu langkah.
"Aku minta maaf, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa ada di hotel ini, padahal semalam aku tidur di apartemen" ucap gadis itu dengan suara bergetar bertanda sebentar lagi ia sudah menangis.
"Jangan alasan kamu, kamu yang sudah berkeliaran malam-malam lalu mau alasan hah, apa aku kurang memuaskanmu?" tanyanya dengan suara yang dibuat tinggi agar semua orang menonton mereka dan itu adalah tujuannya.
Tuan Alex dapat menangkap sesuatu yang janggal dari ucapan gadis itu. Berarti gadis itu juga dijebak.
"Maafkan aku" ucap gadis itu menunduk. Hancur sudah harga dirinya dijatuhkan oleh kekasihnya sendiri.
"Setelah kamu mengobral tubuhmu untuk semua pria dan setelah aku membiayai hidupmu sekian tahun, ini yang kamu balaskan kepadaku? murahan" cibir pria itu.
"Jika kau sudah menganggapnya sampah maka aku akan jadi pemulung untuk mengangkatnya kembali. Wanita yang kamu anggap murahan itu akan aku nikahi secepatnya." ucap tuan Alex dingin.
Deg
Pria yang sejak tadi menjadi penonton sudah tidak mampu membendung emosi dan dan rasa kasihan kepada gadis yang sejak tadi dihina, apalagi banyak kamera yang mengambil video dan gambar mereka. Bela yang adalah seorang model terkenal di kota ini tentu sangat menarik jika kehidupan nyatanya disorot oleh publik.
Ya gadis itu adalah Bela, seorang model yang tengah naik daun dan mantan isteri dari seorang pengusaha sukses di Indonesia, Rian Adiwijaya
"Tapi satu yang harus kau ingat. Bukankah semalam kita semua memenuhi makan malam yang diadakan presdir Alstom? kamu pikir bisa dengan mudah mengelabuiku? tunggu saat mainnya." tegas tuan Alex.
Karena kamu sudah menariknya juga untuk masuk dalam permainan ini, maka aku akan meladani kalian semua. Jangan harap seorangpun yang lolos, kamu semua yang semalam sudah menjebakku. Batin tuan Alex.
Tuan Alex membawa Bela pergi dari sana menuju ke parkiran yang sudah ditunggu oleh asistennya.
__ADS_1
"Maaf tuan, biarkan aku pergi saja" ucap Bela dengan suara rendah.
"Aku bilang, masuk ya masuk" ucap pria itu dengan suara dingin.
Bela menurut dan masuk kedalam mobil yang dikemudikan oleh asisten tuan Alex. Saat tiba di jalan yang sedikit sepi, Bela minta turun di sana.
"Tuan, tolong turunkan aku di sini." ucapnya memohon.
"Apa, apa kamu sudah janjian dengan mangsa baru sehingga kamu minta aku turunkan kamu di sini?" ucap tuan Alex sinis dan dingin.
"Maksud tuan?" tanya Bela yang mulai emosi.
"Jangan harap kamu bisa lolos setelah kita melewati malam tadi. Aku kawatir jika benihku sudah tumbuh di dalama sini." ucap Tuan Alex sambil mengusap perut Bela.
Deg
Ia baru ingat kalau semalam ia tidak minum pil karena kekasihnya bilang tidak akan datang ke apartemennya karena memenuhi undangan makan malam salah satu kolega bisnis. Selama ini bela memasang alat kontrasepsi namun beberapa waktu lalu, efek dari alat itu membuatnya sakit sehingga ia hanya konsumsi pil pencegah kehamilan.
"Itu tidak mungkin. Aku mandul, jika tidak aku sudah hamil sejak lama" ucap wanita itu mengalihkan karena ia tidak mau berurusan lagi dengan pria itu.
"Itu karena bibit mereka yang payah, tapi tidak dengan bibit premiumku" ucap tuan Alex yakin.
"Berapa banyak pria yang sudah tidur denganmu?" tanya tuan Alex.
"Banyak" jawabnya santai. Ia bahkan sudah tidak ada urat malu lagi. Bela yang dulu hidup berkelimpahan harus menelan pil pahit saat musibah melanda keluarganya. Hidup dengan orang tua angkat yang suka mengatur dan menuasai hidupnya, membuat wanita itu sudah lelah dengan hidupnya sendiri. Apalagi semalam hingga pagi ini, ia mendapati dirinya yang ditangkap basah oleh kekasihnya dalam sebuah kamar hotel dengan kondisi polos, membuat Bela merasa hidupnya sudah tidak ada artinya lagi.
Aku bahkan sudah siap untuk mati kapan saja, kalaupun harus hari ini. Batin Bela.
*
__ADS_1
BERSAMBUNG