
Hasil tes akan keluar sore nanti sehingga Aneth meminta papa Alex untuk mengantarnya pulang namun pria itu tidak menijinkannya. Papa Alex membawa Aneth ke mansion utama.
Mobil tuan Alex masuk ke halaman sebuah mansion yang sangat mewah dengan halaman yang cukup besar sehingga dari jarak dari gerbang sampai ke rumah mewah itu cukup jauh ditambah dengan tatanan taman yang begitu indah serta air pancuran yang ada di tengah-tengah halaman rumah itu membentuk satu bundaran kecil.????
Rumah apa istana ni? besar amat? Batin Aneth.
Papa Alex menuntun gadis itu masuk ke dalam rumah dan dan di sana ada banyak pelayan yang lagi sibuk dengan pekerjaan masing-masing namun saat menyadari kehadiran tuan Alex, semuanya langsung berbaris menyambutnya.
"Selamat siang tuan, nona" ucap para pelayan sambil membungkukan badan saat melihat tuan Alex bersama gadis yang sangan mirip dengan Cristin hanya bedanya gadis itu sangat sederhana.
Tuan Alex seperti biasa masuk tanpa menjawab salam dari para pelayan itu hanya Aneth yang tersenyum sambil membungkuk sebagai balasan kepada mereka.
"Duduklah nak" ucap papa Alex saat tiba di ruang keluarga.
Gadis itu menurut dan duduk di sofa yang ada di ruang itu. Beberapa saat kemudian datang seorang pelayan membawa minum untuknya.
"Silahkan diminum nona" ucap si pelayan kepada Aneth.
"Terima kasih" ucap Aneth.
📹Halo sayang, makan siangnya di rumah ya? papa sama Aneth lagi di rumah.
📹Iya pah, kami sudah makan siang tapi tak apalah aku sama Intan akan pulang sebentar.
📹Baiklah sayang.
Sambungan telepon antara Cristin dan papa Alex pun berakhir.
kedua orang, papa Alex dan Aneth duduk mengobrol sambil menunggu yang lain datang agar mereka bisa makan bersama.
****
__ADS_1
"Keluar sekarang dari kamarku" bentak Rangga pada sang isteri yakni Alindi.
"Tidak akan. Mas aku ini isteri sahmu, jangan hanya karena masa lalumu dengan wanita tidak jelas itu lalu kamu membentakku? kamu pikir aku baik-baik saja? setelah menikah 2 tahun lebih bahkan 3 tahun namun tidak sekalipun kamu menyentuhku bahkan kamu tidak pernah tidur sekamar denganku" ucap Alindi dengan suara tinggi karena merasa sudah sangat muak dengan sifat Rangga yang tidak pernah mengakuinya sebagai seorang isteri.
"Apa? menyentuhmu? aku bahkan jijik dengan tubuhmu itu" ucap Rangga penuh penekanan.
"Apa lebihnya gadis pungut itu dari aku?" ucap Alindi yang penuh penekanan juga.
"Setidaknya gadis pungut itu punya harga diri. Tahu menempatakan diri dan tidak merampas apa yang bukan miliknya" ucap Rangga terkekeh sambil mengejek sang isteri.
"Tapi aku isterimu dan akan terus seperti ini" tegas Alindi.
"Dan kau akan terus menderita hingga kau sendiri meminta pergi." ucap Rangga.
Saat sedang berdebat tiba-tiba bel rumah mereka berbunyi. Rangga dengan santai melangkah keluar dari kamar yang selama ini ia tempati dan menuju ke arah pintu utama rumah itu untuk membuka pintu kepada tamu itu.
Alindi penasaran dengan siapa tamu itu, karena dari gerak-gerik suaminya seolah ia tahu siapa yang akan datang. Rangga yang biasanya tidak pernah membuka pintu untuk tamu dan bahkan mereka tidak pernah kedatangan tamu menjadi penasaran dengan tingkah sang suami.
Deg
"Sayang, ayo masuk" ucap Rangga sambil menggandeng tangan gadis itu dan membawanya ke arah ruang keluarga. Keduanya duduk dengan jarak yang sangat dekat.
"Mas, siapa dia?" tanya Alindi dengan geramnya.
"Oh iya, aku hampir lupa. Sayang, kenalin ini keluarga jauhku sekaligus Asisten Rumah Tanggaku" ucap Rangga memberitahukan kepada gadis itu jika Alindi adalah keluarga jauhnya yang dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga.
Alindi tercekat mendengar ucapan yang keluar dari mulut suaminya. Dalam pikirannya ia tidak pernah membayangkan jika hal ini akan terjadi. Wanita yang berstatus sebagai isteri sah itu melangkah dengan langkah gontainya kembali ke kamarnya.
****
"Hi gays," seru Intan yang baru masuk dari pintu utama. Kebiasaan hadis itu adalah suka berteriak.
__ADS_1
"Hei, anak gadis kalau masuk rumah itu salam dulu bukan teriak begitu" ucap papa Alex.
"Selamat siang papa, ka Aneth" ucapnya sambil tertawa geli.
"Selamat siang semuanya" ucap Cristin dengan gaya dinginnya.
"Selamat siang kedua puteri papa." balas papa Alex sedangkan Aneth hanya tersenyum menanggapi itu.
"Ayo, mari kita berpindah tempat ke meja makan" ajak papa Alex pada ketiga puterinya itu. Akhirnya mereka semua mejuju ke ruang makan untuk menikmati makan siang karena setelah ini, Cristin dan Intan akan kembali ke kantor sedangkan papa Alex dan Aneth akan menunggu telepon dari dokter untuk mengambil hasil tes mereka.
Keempat orang itu akhirnya makan dengan tenang tanpa ada yang bersuara karena itulah yang diajarkan oleh papa Alex jika sedang makan jangan berbicara.
setelah menyelesaikan makan siang, mereka bergegas menuju ruang keluarga untuk bersantai sejenak.
"Pa, kapan papa ke Paris? katanya ada urusan di sana." tanya Cristin yang tahu jika sang papa akan ke Paris karena urusan bisnis. Jika urusan di luar negeri, papalah yang akan melakukannya da tentu ia tidak membawa diri sebagai pemilik perusahaan tapi sebagai utusan.
"Setelah papa menyelesaikan urusan ini maka papa akan segera ke sana" ucap papa.
Cristin hanya ber oh ria menanggapi ucapan sang papa.
"An, aku berdoa supaya kita adalah saudara. Dulu aku pernah ada saudara yang aku pikir dia saudara kandungku walaupun dia tidak pernah menyayangiku. Aku menyayanginya, sangat menyayanginya sebagai seorang kakak makanya aku banyak mengalah untuknya tapi ternyata kami bukan sedarah. Tapi setelah ini semua terungkap, aku akan kembali untuk berterima kasih kepada mereka yang sudah membesarkanku" ucap Cristin dengan pandangan yang tertuju ke satu arah namun sudah berkabut.
Bagaiamana pun dia bersyukur kalau keluarga orang tua angkatnya telah menyelamatkan dan membesarkannya.
Aneth juga merasa sedih dengan ungkapan Cristin. Sekalipun ia hidup miskin, tapi orang tua angkatnya sangat mencintainya dan bersyukur dia tidak memiliki saudara dari keluarga angkatnya. Tapi mungkin bagi Cristin sangatlah berat ketika harus selalu mengalah untuk semua hal dari yang kecil hingga terbesar.
"Amin" ucap Aneth mengamini ucapan Cristin.
Setelah bersantai beberapa saat, Cristin dan Intan kembali ke kantor dan papa Alex membawa Aneth menuju ke halaman belakang yang terdapat sebuah rumah kaca di sana.
"Itu rumah apa om." tanya Aneth.
__ADS_1
"Rumah kaca, tempat papa menghabiskan waktu di sana jika perasaan lagi kurang baik." jawab papa Alex.
BERSAMBUNG