Kau Yang Memintaku Pergi

Kau Yang Memintaku Pergi
Kembalinya Papa Alex


__ADS_3

"Bagaimana, sudah merasa lebih baik?" tanya Raka pada Ike.


"Hmmm" gadis itu hanya menjawab dengan daheman.


"Apa dia cowok masa lalu mu?" tanya Raka


"Mau makan atau mau aku pulang hah?" bentak Ike karena menurutnya Raka adalah pria cerewet yang banyak tanya.


"Baiklah, baiklah kita makan" ucap Raka mengalah.


Keduanya makan dengan tenang, tanpa ada yang bicara. Sesekali Raka mencuri pandang pada gadis galak itu.


"Antar aku pulang ke kantor." ucap Ike.


"Tidak ingin kemana dulu gitu?" tanya Raka.


"Tidak" ucap Ike tegas dan kembali le mode dinginnya.


"Oke, aku antar pulang" jawab Raka dan mengajak Ike keluar lebih dahulu dari sana. Raka kembali menggenggam tangan Ike, dan gadis itu tahu jika Rangga masih di sana membiarkan tangannya di genggam hingga tiba di parkiran.


Raka kembali membuka pintu mobil dan Ike pun masuk dan duduk manis di sana dan disusul oleh Raka yang duduk di balik kemudi.


"Terima kasih sudah menemaniku makan siang. Aku harap ke depannya bisa sering seperti ini" ucap Raka sambil menghidupkan mesin mobil dan melaju keluar dari parkiran.


"Jangan harap." ucap Ike dengan nada ketus


Raka menghentikan mobil dipinggir jalan yang agak sepi dan melepaskan sabuk pengamannya, lalu menghadap ke samping di mana Ike berada. Kedua tangannya memegang pundak gadis itu dengan lembut dan menatapnya dengan sungguh-sungguh.


"Aku salut sama ketegasan kamu, kamu gadis yang kuat tapu dimata kamu sangat terlihat jelas kalau kamu sangat rapuh. Entah kamu sedang membangun benteng agar melindungi hatimu atau apa, aku hanya ingin mengenal kamu lebih dekat" ucap Raka dengan sungguh-sungguh sambil masih tetap menatap dua bola mata gadis itu tanpa kedip begitu juga Ike, ia dapat melihat kesungguhan pria itu tapu bukan berarti dia akan luluh secepatnya.


"Aku sama sekali tidak tertarik untuk berkenalan denganmu" ucapnya tegas.


Deg


Raka merasa ditikam tepat di hatinya.


"Aku akan tetap berjuang, sampai titik dimana aku harus berhenti jika memang betul-betul tidak bisa" ucap Rala yang sama tegas.


Pria itu akhirnya melepaskan tangannya dari pundak gadis itu dan tidak lupa mengacak pucuk kepala Ike sebelumnya.

__ADS_1


Ia kembali memasang sabuk pengaman tersebut dan melajukan kembali mobil itu menuju kantor BBG.


Setibanya di parkiran kantor, Ike langsung turun dan pergi begitu saja. Raka hanya bisa menatapnya dari jauh hingga ia benar-benar menghilang dari pandangannya.


Baru hari pertama, aku yakin kamu bisa luluh seiring berjalannya waktu. Batin Raka.


Setelah memastikan Ike masuk ke gedung pencakar langit itu, Raka pun pergi meninggalkan kantor itu dan kembali ke kantornya.


*****


"Kita akan pulang ke Indo hari ini jadi bersiap-siaplah" ucap papa Alex tanpa menatap isteri kecilnya.


Bela pun tidak menjawab dan kembali masuk ke dalam kamar, ia mulai bersiap untuk kembali ke Indonesia seperti yang diperintahkan oleh pria yang sudah berstatus sebagai isterinya.


Bela sudah tidak peduli lagi dengan kariernya sebagai seorang model, ia bahkan sangat kecewa dengan pria yang dulu berstatus sebagai kekasihnya, pria yang sudah merendahkannya.


Setelah selelesai bersiap dan keluar, Jems sudah menunggunya di sana, sedangkan suaminya sudah lebih dahulu pergi ke bandara bersama anak buahnya yang lain.


"Mari nona," ajak Jems pada isteri tuannya untuk mengikutinya karena mereka harus menyusul yang lain ke bandara.


Dengan patuh Bela mengikutinya dari belakang hingga tiba di parkira. Jems membuka pintu mobil untuk nyonyanya untuk masuk dan setelah itu mereka pergi meninggalkan apartemen tersebut.


Mereka akhirnya meninggalkan Paris dan kembali ke Indonesia. Setelah mempuh penerbangan yang cukup lama akhirnya mereka tiba di negara asal mereka.


Papa Alex tidak membawa isteri mudanya ke mansion, ia memilih membewanya ke apartemen. Setelah menyuruh salah satu anak buahnya mengantar Bela sampai di dalam apartemennya, tanpa ia turun dari mobil, mereka langsung menuju ke mansion dimana anak-anaknya berada.


Papa Alex tiba di mansion saat anak-anak belum pulang dari kantor sehingga ia memilih menghabiskan waktunya di makam isterinya.


Sayang, maafkan aku. Aku menkhianatimu. Aku menikahinya tapi jujur aku tidak mencintainya, aku bahkan sangat membencinya karena dia puteri angkat dari pria brengsek yang sudah melenyapkan nyawamu, dia juga wanita yang telah merebut suami dari puteri bungsu kita. Papa Alex mencurahkan isi hatinya.


Sore itu, ia benar- benar menghabiskan waktu di rumah kaca tempat mendiang isterinya dimakam sang isteri.


Hingga malam menjelang, anak-anaknya sudah pulang dari kantor tapi papa Alex masih betah di rumah kaca.


"Non, tuan besar sudah pulang tapi sejak tadi berada di rumah kaca" ucap bi si asisten rumah tangga yang bekerja di sana.


"Papa pulang sama siapa bi?" tanya Intan yang kepo karena mereka tahu bahwa ayah mereka sudah menikah beberapa hari yang lalu.


"Sendiri non" jawab bi.

__ADS_1


"Baiklah bi, siapkan makan malamnya. Kami ke kamar sebentar dan jika sudah siap tolong panggilkan papa" ujar Ika.


"Baik non" jawab bibi sebelum letiga gadis itu masing-masing masuk ke kamar.


Mereka bertiga akhirnya pergi membersihkan tubuh di kamar masing-masing sebelum turun makan berasama papa Alex.


.


.


"Tuan, makan malam sudah siap. Anak-anak minta untuk makan berasama" ucap bi si asisten rumah tangga itu.


"Baik bi, aku akan masuk ke dalam." ucap papa Alex


Nak, maafkan papa jika menikahi wanita itu akan mengorek kembali luka masa lalumu. Papa janji akan menceraikannya jika sudah saatnya. Batin papa yang merasa bersalah pada puteri bungsunya.


Pria itu akhirnya melangkah masuk ke mansion utama, ternyata anak-anak sudah menunggunya di sana. Papa Alex mendekatai meja makan dan sebelumnya ia menghadiahkan kecupan sayang di pucuk kepala ketiga puterinya.


"Papa apa kabar?" tanya Intan


"Baik nak, kalian juga apa kabar?" tanya papa.


"Baik pah" jawab mereka serentak.


"Bagaimana, perusahaan aman?" tanya papa lagi.


"Baik pah, apa papa mau kembali ke Paris lagi?" kali ini Ika yang bertanya. Papa melihat puteri bungsunya tidak bersuara ia berpikir sesuatu mungkin sudah terjadi.


"Apa kamu sakit sayang?" tanya papa pada Ike.


"Aku sehat pah" jawab Ike singkat.


"Papa tidak nonton berita akhir-akhir ini ya? Putera tunggal tuan Patibrata dikabarkan menjalin hubungan spesial dengan pemimpin BBG yang baru" Ucap Intan menggoda Ike sehingga mendapat tatapan maut dari kakanya itu.


"Oh ya? kog papa ketinggalan info ya?" ucap papa dengan alis terangkat seolah minta penjelasan.


"No pah, aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya" tegas Ike.


"Raka orangnya baik ko de, apa karena kamu belum move on?" ucap Ika pada adiknya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2