
Kedua gadis itu telah pergi setelah menyelesaikan makan siang mereka yakni Cristin dan Intan. Cristin yang tidak betah ada diantara para lelaki itu akhirnya makan dengan cepat dan setelah itu pergi.
Sementara kedua pria itu, Raka dan Felix masih bersantai di sana menikmati pemandangan dari dalam Restoran.
"Apa maksudmu tadi jika gadis itu mirip dengan orang yang kamu kenal?" tanya Raka yang sejak tadi penasaran dengan perkataan sahabat sekaligus asistennya itu.
"Memangnya kamu tidak merasa jika Aneth dan gadis tadi sama persis?" ucap Felix yang membuat Raka tersentak.
"Coba kamu bayangkan wajah mereka, tidak ada bedanyakan? cuma Aneth kelihatan seperti gadis yang tidak terawat, mungkin karena dia adalah gadis dari keluarga miskin" ucap Felix
"Apa jangan-jangan mereka adalah anak kembar yang dipisahkan oleh kedua orang tua mereka? bisa saja Aneth ikut mamanya dan gadis tadi ikut papanya." terka Felix kemudian.
"Hush kamu ngaur saja kalau ngomong. Bukannya isteri om Alex dan anaknya mati terbunuh waktu itu?" ucap Raka
"Iya juga ya, lalu siapa sebenarnya mereka berdua" ucap Felix
"Kamu pasti pernah mendengar bahwa kehidupan ini punya kemiriban sebanyak lima orang di dunia ini jadi mereka berdua salah satunya" ucap Raka
"Hari gini kamu seorang yang cerdas masih percaya yang namanya mitos?" ucap Felix mencibir.
"Akhhh kita pulang ke kantor. Sebentar lagi jam kerja kembali dimulai." ucap Raka sambil berdiri dari duduknya dan diikuti oleh asistennya.
Kedua anak muda itu melangkah pergi meninggalkan Restoran itu dan menuju ke kantor ayah Raka.
Besok adalah hari H pernikahan adik Raka dan undangannya adalah seluruh kolega bisnis ayahnya dan juga seluruh karyawan kantor ayahnya.
Pernikahan seorang puterii bungsu keluarga Patibrata kali ini sangatlah mewah.
*****
Cristin dan Intan baru saja tiba kembali di kantor setelah makan siang tadi.
__ADS_1
"Nona, ini ada undangan dari tuan Patibrata, esok pernikahan puteri bungsunya" uacap Aria sambil menyodorkan undangan ke arah Cristin.
"Aku jarang ke pesta tapi aku akan mencobanya esok nanti" ucap Cristin
"Sama aku juga kan?" Intan mulai bernego dengan saudaranya itu.
"Hmmmm" Cristin hanya menjawab dengan berdaheman dan kembali melangkah masuk ke dalam ruangan kebesarannya itu meninggalkan Rian dan juga Intan.
Aku harus beritahu papa agar aku dan Cristin satu ruangan. Enak saja dia sendiri di dalam dan aku sendiri di sini. Batin Intan yang tidak terima baik karena dipisahkan dengan saudaranya.
Mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Walaupun baru hari pertama tapi memegang perusahaan ini tapi Cristin sudah mulai menunjukkan kemampuannya, ia sangat teliti dalam memeriksa semua berkas dari barbagai devisi. Bahkan banyak yang ia buang atau dia kembalikan untuk diperbaiki baru dia mau menandatanganinya.
"Aria, tolong kumpulkan semua ketua devisi di ruang rapat, kita akan rapat dadakan 30 menit" ucap Cristin pada asistennya
"Baik nona" jawab Aria yang langsung keluar untuk menghubungi ketua devisi masing-masing untuk mengikuti pertemuan.
Semua telah dikumpulkan di ruang rapat dan Aria kembali mendatangi ruangan CEO untuk memberitahukan kepada Cristin untuk segera memulai rapatnya.
Setelah mengambil tempat di kursi pemimpin, Cristin memulai dengan rapat dadakan hari ini.
"Selamat siang semuanya, mungkin sebagian besar bahkan semuanya belum mengenalku. aku adalah pemimpin baru di perusahaan ini, namaku Cristin dan ini adalah sekretarisku yang adalah adikku sendiri, namanya Intan dan Pak Aria akan tetap menjadi asistenku. Aku mau merubah cara kerja yang mungkin selama ini sudah kalian terapkan tapi, aku harap ada ketegasan dalam memberi tugas dan tanggung jawab para bawahan kalian dan yang utama adalah kalian tidak memberatkan tugas kalian kepada bawahan kalian. Satu lagi, aku paling tidak suka ada penjilat dan orang munafik yang berkeliaran diperusahaan ini karena jika aku mendapatinya maka dengan tanganku sendiri aku akan menghajarnya. Sampai di sini kalian semua paham?" ucap Cristin tegas, Intan dan Aria yang mendengarnya juga merasa ngeri dengan setiap penekanan dalam ucapannya tadi.
"Paham nyonya" ucap mereka serentak
"Kalau begitu rapat kita selesai dan semua boleh kembali ke ruangan masing-masing. Dan satu lagi, ketua tim devisi keuangan setelah ini bisa datang ke ruanganku" ucap Cristin kembali membuat semua merinding apalagi ketua tim dari devisi keuangan.
Ketegasan dan aturan baru yang dibuat yang dibuat Cristin membyat semua ketua tim devisi masing-masing menjadi takut. Selama ini mereka yang merasa bebas dan bekerja semau mereka akhirnya harus berhadapan dengan pemimpin baru yang sangat galak walaupun dia seorang wanita.
Semua melangkah kembali ke ruangan msaing-masing dan seperti yang tadi disampaikan, ketua tim Devisi keuangan langsung datang ke ruangan CEO untuk memenuhi panggilan atasan baru mereka.
"Bolehkah aku bertanya?" ucap Cristin dengan suara yang dibuat biasa saja.
__ADS_1
"Boleh nyonya" ucap gadis itu gugup
"Apakah kamu sudah memeriksa dengan benar setiap pengeluaran dengan bahan yang masuk ke perusahaan? apakah itu semua data realnya" ucap Cristin membuat gadis itu mengeluarkan keringat dinginnya.
"Aku sudah memeriksanya nyonya dan data yang masuk sesuai dengan pengeluaran namun...." ucap gadis itu terhenti karena gugup.
"Namun apa?" tanya Cristin dan gadis itu hanya diam saja dan semakin ketakutan
"Aku suka orang yang jujur, dan aku paling benci orang yang menyembunyikan sesuatu apalagi sampai membuat perusahaan mengalami kerugian" ucap Cristin tegas
"D da da ri bagian gudang melaporkan bahwa barang yang masuk selisih dengan data yang ada"ucap gadis itu semakin ketakutan.
"Lalu kenapa kamu membiarkan itu terus berlangsung?" ucap Cristin lagi.
"Aku hanya ingin melindungi teman-teman yang ada dibagian gudang. Jika aku menuntut maka nyawa mereka taruhannya." Ucap gadis itu lagi.
"Apa kamu mengenal orangnya?" ucap Cristin terus menggali informasi. Gadis itu langsung tersentak dan ketakutan.
"Aku bisa tahu kalau kamu juga diancam dalam hal ini, tapi jika kamu mau jujur maka aku sendiri yang akan melindungi kamu dengan nyawaku" ucap Cristin dengan nada tegas untuk kesekian kalinya.
Gadis itu hanya mengangguk dan berucap dengan suara bisikan.
"Oke kamu boleh keluar dan jangan takut" ucapnya dan gadis itu langsung keluar dari ruangan itu.
"Siapa nama kamu?" tanya Cristin sebelum gadis itu benar-benar keluar.
"Santy" ucap gadis itu dan langsung keluar dari sana dengan tubuhnya yang masih bergetar karena takut.
*BERSAMBUNG*
.
__ADS_1