Kau Yang Memintaku Pergi

Kau Yang Memintaku Pergi
Di Makam Bela


__ADS_3

Keluarga papa Alex terus mengobrol hingga hingga larut malam.


"Ijinkan kami tidur sama baby Aarav karena esok kami akan segera pulang ke kampung, bolehkah?" ijin bu Sinta pada papa Alex dan lainnya.


"Iya boleh bu Sinta" jawab papa Alex.


Bu Sinta membawa baby Aarav masuk ke kamar tamu tempat mereka tidur. Papa Alex memilih untuk masuk ke ruang kerjanya karena ia sendiri bingung harus berbuat apa. Matanya tidak bisa diajak untuk tidur, sedangkan yang lain sudah masuk ke kamar masing-masing.


Intan kembali merasa sedih setelah berada di kamarnya, akhirnya ia harus sebatang kara berada di dunia ini tapi bersyukur sekarang ada baby Aarav yang harus dia jaga dan itu membuatnya kuat.


Ka, sebegitu jahatnya kamu pergi lebih cepat sama papa dan mama. Kenapa kalian semua tega meninggalkan aku, kenapa kaka tega meninggalkan baby Aarav yang masih sangat membutuhkan kasih sayang kaka. Aku tidak tahu jalan hidup kaka seperti apa selama ini, padahal kaka seorang model terkenal. Kenapa keluarga kita dikelilingi oleh orang jahat ka? kenapa? apa salah papa sama mama di masa lampau sampai kita harus berakhir seperti ini ka?


Intan bahkan tidak bisa tidur karena pertemuan singkat dengan kakanya malah membawa luka yang mendalam. ia sangat rapuh namun ia juga harus kuat.


Intan akhirnya tertidur dengan sendirinya. Di kamar tamu tempat bu Sinta, puterinya serta baby Aarav juga sudah tertidur, sedangkan wanita itu masih pada posisi duduknya. ia sangat merasa kehilangan Bela walaupun bukan anaknya.


"Mungkin mulai esok kita tidak akan bertemu lagi. Oma dan kaka Nana akan kembali ke kampung sedangkan kamu akan tinggal bersama keluarga barumu. Oma doakan, kamu selalu dalam lindungan Tuhan dan senantiasa sehat jiwa raga. Tumbuh jadi anak yang baik ya nak? buatlah mamamu bahagia di alam sana. Oma tidak lagi ragu untuk meninggalkanmu karena ada tante Intan yang selalu ada buatmu" gumam bu Sinta sambil mengusap wajah bayi kecil itu. Sesekali ia menghadiahkan kecupan di kening baby Aarav.


Merekapun tertidur namun beda dengan papa Alex yang belum bisa tidur hingga ia memilih keluar ke belakang mansion, lebih tepatnya ke salah satu rumah kaca yang ada di sana.


Dengan perlahan ia membuka pintu dan masuk ke dalam sana.


Ia duduk di antara dua makam dan menatap kedua batu nisan yang tertera nama dari dua wanita yang sempat menjadi bagian darinya.


"Bela, kenapa kamu juga pergi begitu cepat? aku salah, aku egois sudah melukai hatimu sehingga kamu pergi. Tapi aku tidak Terima kamu menghukumku dengan cara seperti ini. Kamu tahu? aku dan baby Aarav sangat membutuhkanmu. Bagaimana aku bisa merawatnya sendiri?" papa Alex mencurahkan isi hatinya di depan batu nisan mantan isterinya.


Tepat pukul tiga dini hari, papa Alex kembali masuk ke dalam mansion karena semuanya sudah tidur kecuali di rumah tempat latihan para anak buahnya dan beberapa penjaga yang ada di berbagai sisi rumah itu.


Semua terjadi begitu cepat sehingga pria itu sulit menerima kenyataan pahit yang dia alami saat ini.


.

__ADS_1


.


.


.


Keesokan paginya, bu Sinta sudah lebih dahulu bangun dan membersihkan diri karena mereka akan segera pulang pagi ini.


"Nak, ayo bangun sayang. Hari sudah terang dan kita akan pulang hari ini." ucap Bu Sinta kepada sang Puteri.


"Nak, tumbuh jadi anak yang hebat ya? oma akan selalu mendoakanmu walaupun kita sudah tidak akan bertemu lagi" ucap bu Sinta untuk ke sekian kalinya.


Perlahan-lahan Nana mulai menggeliat dan membuka matanya.


"Ibu, rumah ka Bela besar sekali ya? tapi kasihan, ka Bela nya sudah tidak ada lagi. Aku kasihan sama dede Aarav, apakah kita masih bisa ketemu bu?" tanya Nana sedih.


"Jangan seperti itu nak, dede Aarav sudah punya keluarga sendiri dan kita harus pulang. Jika kamu sedih, dede Aarav juga akan sedih." jelas bu Sinta memberi pengertian kepada puterinya.


Di balik pintu, seorang pria yang akan melihat puteranya mengurungkan niat saat mendengar curahan hati sepasang ibu dan Puteri kecilnya yang membahas soal puteranya itu.


Banyak orang yang sangat menyayangimu dan mendoakanmu nak. Mama pasti senang di alam sana karena kamu dikelilingi oleh orang baik. Mungkin suatu saat kamu akan tahu kalau kamu punya seorang oma dari kampung yang sangat baik. Papa Alex juga sedih mendengar perbincangan dua wanitaa beda usia tadi.


Tok tok tok


Bu Ani membuka pintu dan ternyata papa Alex lah yang mengetuk nya.


"Tuan?" ucap bu Sinta


"Baby Aarav belum bangun?" tanya papa Alex.


"Belum tuan, tidurnya pulas sekali" jawab bu Sinta.

__ADS_1


"Boleh kita bicara sebentar?" ajak papa Alex.


"Boleh tuan" jawab bu Sinta. keduanya menuju ke sofa yang ada di ruangan terbuka depan kamar tamu tempat bu Sinta dan anak-anak tidur semalam.


"Apa kalian akan pulang hari ini?" tanya papa Alex setelah keduanya duduk.


"Iya tuan, Nana harus sekolah dan aku juga akan membantu ayah Nana mengurus pekerjaan di kebun" jawab Bu Sinta.


"Ambillah," ucap papa Alex menyodorkan sesuatu kepada bu Sinta.


"Apa ini tuan?" tanya bu Sinta.


"Ini ATM Bela yang kalian bawa kemarin, aku baru menemukannya di dalam dompetnya yang ada di tas." jelas Papa Alex.


"Maaf tuan, itu milik nak Bela dan yang seharusnya milik tuan. Lagian kami di kampung tidak membutuhkan barang yang begituan" ucap bu Sinta mengembalikan benda kecil itu.


"Justru Bela senang, punya keluarga seperti kalian. Aku harap ibu bisa menerimanya agar Bela tidak kecewa" ucap papa Alex lagi.


"Maaf tuan, seperti yang tadi saya katakan bahwa di kampung tempat kami tinggal tidak ada tempat untuk menggunakan benda ini" ucap bu Sinta. Walaupun tinggal di kampung yang cukup udik namun bu Sinta tahu benda tersebut karena dulu ia pernah bekerja di kita waktu masih muda.


"Baiklah, nanti sebelum pulang aku akan meminta anak buahku untuk mengeluarkan uang cash terlebih dahulu." jelas papa Alex.


"Jangan tuan, kami menyayangi Bela sama baby Aarav tulus" ucap bu Sinta.


"Ini bukan sebagai bayaran karena kalian sudah menjaga baby Aarav tapi ini sebagai rasa Terima kasihku karena kalian sudah menjaga Bela dengan baik selama ini. Aku harap tidak menolaknya. Dan tolong sampaikan maafku kepada suamimu karena aku tidak bisa menyelamatkan Bela." ucap Papa Alex dengan wajahnya yang sangat sedih.


"Baik tuan, tolong jaga baby Aarav dengan baik itu sudah membuat kami senang. Jika Tuhan berkehendak kami bisa bertemu baby Aarav lagi" ucap bu Sinta.


"Datanglah jika kalian ingin bertemu dengannya, pintu rumah ini akan terbuka bagi kalian" ucap papa Alex.


Mereka akhirnya selesai mengobrol dan bu Sinta kembali masuk karena ingin memandikan baby Aarav sebelum pergi.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2