Kau Yang Memintaku Pergi

Kau Yang Memintaku Pergi
Kenangan


__ADS_3

Rian yang sudah melakukan kesalahan besar di masa lalunya membuat hari-hari hidupnya penuh dengan penyesalan.


Pria itu memilih datang ke mansion utama untuk berbagi cerita dengan sang maminya.


"Tahu jalan pulang juga anak nakal?" gerutu mami begitu melihat sang anak masuk dengan penampilan yang acak-acakan.


"Kenapa? apa yang membawanu kemari?" tanya mami saat anaknya sudah duduk di sampingnya.


"Aku hanya datang untuk menenangkan diri" jawabnya sendiri.


"Kalau lelah ya liburan sana biar happy, kaya orang tidak punya modal saja" cibir mami.


"Mi, apa yang harus aku lakukan agar dia kembali?" tanya Rian.


"Siapa? Bela" tanya mami pura-pura tidak tahu padahal ia sudah mengetahui dari Boby kalau puteranya itu hampir setiap hari terus berjuang untuk mengembalikan mantan isterinya.


"Bukan ma tapi Ike" ucap Rian frustasi.


"Hah, Ike? siapa lagi gadis yang kau taksir Rian?" ucap mami geram karena anaknya itu semakin menjadi-jadi.


"Ike itu Cristin ma" jawab Rian yang mengerti maksud sang mama.


"Kog bisa ya? namanya berubah jadi Ike" gumam mami heran.


"Entahlah ma tapi yang pasti aku sudaah kehabisan cara untuk meluluhkan hatinya" ucap Rian lagi.


"Baru tahu rasa kau? bagaimana dengan dia yang dulu ditinggal nikah saat dia masih sah jadi isterimu?" ucap mami membuat Rian semakin bersalah.


"Aku minta solusi dari mami bukan mau diceramahi" gerutu Rian yang sudah semakin kalit pemikirannya.


"Dalam hal ini mami tidak punya solusi untuk bagaimana kamu bisa mendapatkan kembali dia. Jika kamu minta pendapat mami maka hanya satu yang mami katakan. Lepaskan dia untuk bahagia karena hidupnya sudah banyak tangisan dan air mata jadi jika dia bisa bahagia tanpa kamu itu artinya kamu harus merelakan dia" jelas mami yang serius karena ia tidak mau puteranya menjadi pria yang egois.


"Mana bisa begitu ma, aku sangat mencintainya" protes Rian tidak Terima jika gadis pujaan hatinya harus berakhir bersama pria lain.


"Cinta? coba kamu jelaskan cinta seperti apa yang kamu punya untuknya? Cinta itu tanpa syarat, cinta itu tidak harus kamu kenal dulu siapa dia, cinta itu timbul dengan sendirinya. Jika kamu mencintai dia berarti tidak menunggu dia pergi dulu baru kamu bilang cinta. Saat kamu tahu bahwa dia adalah gadis kecil yang kamu incar, disitu baru kamu bilang cinta? No itu obsesi" ucap mami


"Mami..." ucapnya terpotong.

__ADS_1


"Jika kamu ingin memilikinya lihat dulu saat ini dia punya hubungan sama pria siapa? jika ada maka kamu jangan merusak hubungannya itu, karena kamu akan semakin terlihat buruk dimatanya dan itu akan semakin membuatnya tidak ingin melihatmu" ucap mami lagi.


Deg


Ria baru menyadari satu hal, baru saja tadi ia bertemu dengan seorang pria yang datang menemui gadis itu di kantornya saat ia akan pergi.


"Bagaimana, paham kamu? mami bicara seperti ini agar kamu bisa menghargai perasaan orang lain" jelas mami lagi.


Rian terdiam menyimak nasehat sang mami. Karena merasa tidak mendapat jalan keluar ketika datang pada wanita yang melahirkan nya itu, Rian memilih kembali ke apartemennya.


Ini adalah hari yang cukup melelahkan dan menyakitkan bagi seorang pria yang dua kali menduda karena kesalahannya sendiri.


Dalam hal ini mami tidak punya solusi untuk bagaimana kamu bisa mendapatkan kembali dia. Jika kamu minta pendapat mami maka hanya satu yang mami katakan. Lepaskan dia untuk bahagia karena hidupnya sudah banyak tangisan dan air mata jadi jika dia bisa bahagia tanpa kamu itu artinya kamu harus merelakan dia. ucapan mami kembali terngiang di kepalanya sepanjang perjalanan pulang.


"Bagaimana aku bisa merelakannya mi, sedangkan aku sendiri tak mampu melakukan hal itu. Aku hanya mau dia kembali ke pelukanku, tapi bagaimana caranya ya Tuhan" ucap pria itu frustrasi sambil memukul stir karena merasa semuanya butuh tak ada jalan keluar baginya.


Pria yang cerdas dalam mengelolah sebuah perusahaan besar itu ternyata mendadak bego masalah cinta.


Rian akhirnya tiba di apartemen dimana pernah ditinggali oleh mantan isteri yang tidak pernh dia anggap itu.


Sofa ini tempat ia tidur saat aku membawanya pertama masuk apartemen ini. Jahatnya aku, ranjang pun tak aku ijinkan untuk dia tidur. Demi bertahan hidup danenumpang sementara, ia rela tidur di tempat seperti ini yang mungkin seumur hidupnya ia tidak pernah tidur di sofa. Batin Rian sambil mengusap sofa tempat Crintin tidur waktu itu.


Setelah puas ada di sana, ia melangkah masuk ke kamar Boby yang diberikan kepada Crintin untuk menempatinya selama ini.


Kamar ini mungkin adalah tempat kamu berkeluh kesah setiap saat jika aku berlaku jahat kepadamu. Ia menyusuri setiap sisi ruangan itu dan membuka satu per satu laci dan lemari, yang ia dapatkan hanya pakaian yang pernah dibelikan oleh Boby waktu itu. Ia bahkan menyentuh semua pakaian yang pernah dipakai oleh Cristin.


Pandangannya jatuh pada salah satu kameja berwarna putih tulang.


Bukankan ini bajuku yang kamu pakai waktu itu? dengan jahatnya aku membentak mulai karena mengambil bajuku, padahal waktu itu kamu sama sekali tidak punya baju untuk berganti.


Rian terus berperang dengan pemikirannya sendiri. Ia menyalahkan diri atas semua yang sudah ia lakukan pada gadis itu hanya dengan melihat setiap benda peninggalan yang menjadi kenangan untuknya.


.


.


.

__ADS_1


Hari ini, Ike memilih untuk menuntaskan semua rahasia yang tengah menjadi masalah dalam keluarganya. Ike memilih mengajak Intan untuk datang ke rumah sakit karena ia harus menjelaskan semua untuk papanya tentang siapa itu Bela dan juga Intan.


"Tan, lagi ngapain?" tanya Ike sambil mengetuk pintu kamar gadis itu.


"Masuk aja ka, tidak dikunci ko" ucap Intan dari dalam.


Ike melangkah masuk dan menatap kamar itu sepertinya tidak terawat. Ya Intan tidak mengijinkan para pelayanan untuk membersihkan kamarnya.


"Apa yang mau kamu lakukan hari ini?" tanya Ike.


"Tidak ngapa-ngapain" jawab Intan.


"Baiklah, kamu siap supaya kita ke Rumah sakit. Kemarin sore ka Ika dan Arya sudah kembali membawa babynya Bela" ucap Ike.


"Apakah aku sanggup" ucap Intan yang memang tidak percaya diri untuk datang ke sana.


"Kamu pasti bisa. Kamu pernah ceritakan? kamu kehilangan kedua orang tuamu diwaktu yang sama tapi buktinya kamu masih baik-baik saja sampai hari ini wlaupun aku tidak tahu seperti apa hatimu" ucap Ike membuat Intan meneteskan air matanya.


"Ayo! aku juga kembali ke kamar untuk Bersiap-siap.


" Ka Ike tidak ke kantor?" tanya Intan.


"Iya. Aku ingin bertemu sama adik bayiku" jawab Ike.


"Aku juga ingin bertemu sama ponakanku" ucap Intan sedikit tersenyum walaupun senyumnya itu penuh luka.


Ike kembali ke kamar untuk Bersiap-siap dan Intan pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai bersiap dan mengenakan pakaian santai, keduanya keluar dari kamar masing-masing dan bertemu di lantai dasar.


"Yuk jalan" ajak Ike Dan keduanya melangkah keluar dari rumah besar itu lalu masuk ke dalam mobil dan melesat pergi ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan, keduanya terdiam tidak seperti biasanya yang petakilan.


Ike sibuk dengan pikirannya yang dimana ia harus memulai dari mana untuk menjelaskan semuanya sedangkan Intan memikirkan bagaimana keadaan sang kaka sekarang.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2