Kau Yang Memintaku Pergi

Kau Yang Memintaku Pergi
Menjaga Baby Aarav


__ADS_3

Bu Sinta dan puterinya telah pulang ke kampung halaman mereka, sedangkan keluarga Alex masih dilanda rasa canggung antara anak dan papa, lebih tepatnya Intan dan papa Alex.


Hari ini, Intan minta ijin untuk tidak masuk kantor karena ia ingin menghabiskan waktu bersama keponakannya.


"Pa, aku nggak masuk kantor hari ini boleh?" tanya Intan.


"Apa kamu ada urusan diluar?" tanya papa Alex.


"Nggak, aku hanya mau menghabiskan waktu bersama banyak Aarav, boleh?" tanya Intan lagi.


"Boleh sayang, lagian kita belum menemukan babysitter yang pas untuk adikmu" ucap papa Alex yang mengklaim Intan sebagai puterinya bukan adik iparnya.


"Mmmm iya pa, Terimakasih" ucap Intan.


Setelah sarapan, Ika dan Ike pergi ke kantor bersama Arya, hari ini Ika hanya kerja setengah hari karena ia harus kuliah juga jadi ia harus membagi waktu untuk kerja dan kuliah.


"Pa, kami berangkat ya" pamit Ike dan mereka pun pergi.


"Iya sayang. Arya, nyetirnya hati-hati ya" ucap Papa Alex.


"Iya tuan" jawab Arya.


Setelah kepergian kedua puterinya, papa Alex kembali masuk dan mendapati Intan sedang bermain bersama baby Aarav.


"Nak,..." sapa papa Alex kepada Puteri angkatnya.


"Iya pa" jawab Intan dengan wajah yang mendadak murung. Ia mengalihkan wajahnya sebentar dari baby Aarav untuk melihat papanya yang sedang berdiri tak jauh dari keduanya.


"Papa minta maaf. Mungkin permintaan maaf dari papa tidak ada artinya. Papa sungguh menyesal dan papa baru menyadari kalau papa sangat mencintai Bela." ucap papa Alex yang sudah duduk disamping putri angkatnya, pria itu bahkan kembali meneteskan air matanya, betapa menyesalnya dia.

__ADS_1


"Semua udah terjadi pa, yang harus kita lakukan sekarang adalah menjaga baby Aarav sesuai amanah ka Bela, Aku nggak mengalahkan takdir hidupku saat ini, malah aku bersyukur ka Bela memperkuat hubungan kita dengan baby Aarav agar aku bukan hanya berstatus sebagai anak angkat tapi juga sebagai keluarga yang punya ikatan darah" ucap Intan dengan mata yang ikut berkaca-kaca.


"Jangan bicara seperti itu nak, kalaupun tidak ada Bela di hidup papa, kamu tetap putri papa. Jaga dan sayangi adikmu, dia Satu-satunya anak laki-laki papa yang nanti akan membantu papa menjaga ketiga anak gadis papa sampai kapanpun" ucap papa Alex. Intan yang sudah tidak bisa menahan gejolak hatinya langsung memeluk papanya dan menangis sejadi-jadinya dalam dekapan pria yang sudah mengklaimnya sebagai puterinya.


Saat keduanya sedang larut dalam kesedihan mereka, tiba-tiba baby Aarav mulai menangis.


"Aduh kasihan, anak papa haus ya? Oke tunggu ya kaka Intan buatkan minum" ucap Papa Alex dan Intan pun langsung menuju ke dapur untuk membuat susu kepada sang ponaannya.


Baby Aarav terus menangis hingga mau tak mau papa Alex mengangkatnya dari pembaringannya.


"Oh anak papa maunya digendong ya, maaf ya papa kurang peka" ucap papa Alex saat putranya langsung terdiam setelah merasakan dekapannya.


"Loh kenapa bobo lagi sayang? sebentar lagi kaka sudah bawa minum,, bangun dulu ya? cerita sama papa dulu sambil tunggu minumnya" ajak Papa Alex untuk berbicara dengan baby Aarav karena mata baby itu sudah kembali terpejam merasakan kenyamanan dalam dekapan sang papa.


Intan kembali dengan membawa botol minum baby Aarav yang sudah diisi dengan susu.


"Ko' tidur lagi sih pa?" ucap Intan saat melihat mata bayi itu terpejam dengan nyamannya di pangkuan sang papa.


Intan langsung langsung mengarahkan botol minuman ke mulut yang terbuka itu dan dengan cepat langsung di sedotannya membuat papa Alex dan Intan kembali tertawa.


Setelah menghabiskan minumannya, baby Aarav kembali tertidur.


"Nak, kamu jaga adik kamu ya? papa ke ruang kerja sebentar, ada yang mau papa kerjakan" ucap papa Alex.


"Iya pa" jawab Intan dan memperbaiki selimut kecil untuk menutup tubuh mungilnya karena papa Alex sudah kembali meletakkannya di dalam box bayi.


Papa Alex masuk ke ruangannya dan mulai melakukan pekerjaannya.


📞Halo Arya

__ADS_1


📞iya tuan ada yang bisa saya bantu?


📞Cari keluarga angkat Bela selama ini, dan laporkan keoadaku secepatnya.


📞Baik tuan.


Sambungan telepon berakhir. Papa Alex hanya ingin mengetahui terlebih dahulu orang tua angkat Bela karena ia ingin memastikan sesuatu.


"Tenang di alammu sayang, aku akan berusaha sekuatnya melindungi Intan dan putra kita. Tidak akan ku biarkan seorangpun mengusik mereka" gumam Papa Alex sambil menatap jauh keluar jendela ruangan tersebut.


****


Seorang pria setelah meminta pendapat dari sang mami, akhirnya mulai menata hatinya dan berdamai dengan takdir hidupnya.


Sekuat apapun ia berusaha mendapatkan wanitanya namun jika takdir tidak berpihak padanya maka akan sia-sia.


Ia hanya berharap jika Tuhan punya belas kasihan kepadanya dan mempersatukan kembali keduanya dengan cara apapun.


Saat ini pria itu sedang berada di kantornya, ia menjadi pria yang tidak dapat disentuh oleh siapapun. Ia bahkan sudah dijuluki sebagai pria gila kerja.


Ya Rian kini memilih untuk tidak lagi mengejar cinta mantan isterinya. Rasa bersalah dan juga penyesalannya ia lampiaskan melalui kerja bahkan ia juga tidak membuka situs-situs yang berhubungan dengan apapun apalagi semua yang berkaitan dengan perusahaan Ike. walaupun bibirnya berkata tidak peduli lagi dengan gadis itu namun hatinya masih terus mencari sehingga ia menyibukkan diri agar pikiran dan hatinya teralihkan.


"Boby, tanyakan kepada sekretaris, apa kegiatanku hari ini" tanya Rian kepada sang asisten.


Boby keluar menemui sekretarisnya, dan Rian kembali melanjutkan kesibukannya.


"Kamu tidak akan terusik lagi dengan kehadiranku, asal kamu selalu baik-baik saja. Aku tidak sepenuhnya membiarkan kamu diusik oleh siapapun karena aku akan terus memantau keadaan kamu. Maaf sayang semuanya begitu cepat terjadi sampai aku tidak menyadari kalau kamu sudah begitu dekat denganku bahkan sudah menjadi isteriku saat itu" gumam Rian terus menatap ponselnya yang terpampang jelas foto Ike yang dia pasang sebagai wallpaper ponselnya itu.


"Tuan, hari ini tidak ada kegiatan di luar kantor" ucap Boby yang baru masuk lagi ke ruangan itu.

__ADS_1


"Kalau begitu antarkan aku pulang ke Apartemen, aku ingin beristirahat sebentar" ucap Rian dan keduanya pun melangkah keluar meninggalkan perusahaan tersebut.


Di atas mobil, Ria bersandar pada tempat duduk dan memejamkan matanya. Dapat dilihat bahwa ia sungguh lelah namun berusaha untuk kuat. Boby menjadi kasihan, bukan tubuhnya yang bermasalah tapi hatinya lah yang tidak baik-baik saja.


__ADS_2