Kau Yang Memintaku Pergi

Kau Yang Memintaku Pergi
Berkunjung Ke Perusahaan BBG


__ADS_3

Papa Alex baru kembali ke Apartemen saat sudah jam 2 tengah malam. Pria itu masuk ke kamar dan mendapati isteri barunya sudah terlelap dengan tidak memakai selimut. Papa Alex akhirnya menyelimuti sang isteri dengan selimut, namun Bela yang merasa tidurnya tidak diusikpun sedikit bergerak dan tidur lagi. Papa Alex menatap wanita itu dari jarak yang sangat dekat dan memang Bela sangat cantik, bahkan di dunia model dia dijuluki sebagai Ratu kayangan.


(Seandainya kamu tidak ada hubungan dengan orang-orang yang aku benci, maka aku sedikit punya toleransi dan berbelas kasihan kepadamu. Namun semua itu berubah saat aku tahu siapa kamu, aku bahkan sangat sangat membencimu karena kau adalah gadis yang sudah membuat puteriku menderita) Batin papa Alex.


Pria itu meninggalkan Bela yang tertidur di sana dan masuk kekamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang sedikit lengket. Setekah beberapa menit kemudian ia keluar dengan sudah berpakaian santai. Karena waktu sudah sangat larut, pria itu memilih keluar dari kamar itu dan masuk ke salah satu kamar yang masih kosong dan disanalah ia tidur.


Setelah tahu tentang siapa itu Bela, papa Alex memutuskan untuk tetap menikah dengannya namun itu hanya berlaku di buku nikah. Pria itu bahkan tidak peduli sama sekali dengan wanita yang sudah berstatus sebagai isterinya itu.


Pengantin baru itu akhirnya tidur di kamar yang berbeda, mungkin bukan hanya untuk malam ini tapi untuk malam-malam berikutnya dan seterusnya.


Pagi-pagi sekali papa Alex sudah pergi lagi ke kantornya tanpa pamit pada Bela, pria itu hanya meminta Reno untuk memesan makanan kepada isterinya baik itu sarapan, makan siang bahkan makan malam.


******


Raka yang sudah tidak menahan diri lagi akhirnya mendatangi kantor BBG agar bisa bertemu denga Ika dan juga Ike. Ia betul-betul kesal karena sejak Aneth / Ika risign dari kantornya ia bahkan tidak pernah bertemu lagi dengan kedua gadis itu.


Raka melajukan mobilnya tanpa berpikir jika siang ini ia ada meeting penting. Setelah satu jam dalam perjalanan akhirnya ia tiba di kantor kedua gadis itu.


"Selamat siang tuan, ingin bertemu dengan siapa?" tanya salah seorang resepsionis.


"Aku ingin bertemu dengan pemimpin perusahaan ini" ucapnya tegas dan tenang.


"Apa sudah ada janji atau buat pesan dengan nona Ike?" tanya gadis itu lagi.


"Hah, bukannya pemimpin perushaan ini namanya Cristin?" tanya Raka. Pria itu memang tahu dari Aneth saat risign waktu itu, jika yang memimpin perusahaan ini adalah Cristin. Dan saat ini gadis yang bekerja sebagai petugas resepsionis itu malah mengatakan jika yang memimpin perusahaan ini bernama Ike.


Ketiga orang resepsionis itu tersenyum melihat kebingungan pria yang ada di depan mereka itu.


"Iya tuan, nama yang sebenarnya Ike bukan Cristin" ucap salah satu menjelaskan.

__ADS_1


"Oke kalau begitu aku ingin bertemu dengannya" putus Raka.


"Tunggu tuan, apa sudah buat janji dengan nona" tanya gadis itu kembali.


"Aku belum membuat janji karena mendadak, beri tahu saja jika aku Raka Patibrata ingin bertemu dengannya" ucap Raka tegas membuat ketiga gadis itu bergidik ngerih.


"Baik tuan" ucap gadis itu langsung menghubungi sekretaris pemimpin mereka.


"Halo, bagaimana?" tanya Intan yang lagi santai


"Ini dari bagian resepsionis. Ada tuan Raka ingin bertemu dengan nona muda" ucap si penelepon.


"Apa dia tampan, masih singgel atau masih muda?" tanya Intan nyerocos.


"Iya nona"Jawab sang resepsioni bingung entah mau jawab apa karena Raka terus memantaunya.


"Suruh ke ruang CEO saja" ucap Intan dan langsung memutuskan teleponnya.


"Silahkan tuan ke ruang CEO di lantai paling atas" ucap gadis yang menelepon Intan tadi.


Dengan penuh behagia, Raka melangkah pergi memasuki lift dan menuju ke lantai atas sesuai dengan arahan resepsionis tadi.


Setibanya Raka di lantai paling atas, pintu lift terbuka dan pria itu melangkah keluar dari sana. Karyawati yang bertugas di lantai itu sampai pangling melihat kedatangan pria yang tingkat kegatengannya di atas rata-rata itu. Mendengar bisikan-bisikan yang memujanya membuat Raka semakin besar kepala namun ia tidak menghiraukan itu semua karena tujuannya adalah bertemu dengan salah satu dari gadis kembar yang telah meracuni pikirannya selama ini sampai-sampai ia tidak fokus untuk bekerja.


Setelah menemukan pintu istinewa yang sangat luar biasa itu, Raka meyakini bahwa itu adalah pintu ruang CEO. Pintu otomatis yang jika diaktifkan on/offnya maka ia akan tertutup otomatis atau terbuka otomatis, jadi Intan yang tahu jika ada pria ganteng yang akan bertamu ke sana cepat-cepat mengaktifkan tombol On sehingga saat Raka tiba di pintu itu dengan sendirinya terbuka membuat pria itu juga kaget.


(Wao, sungguh luar biasa. Sekaya apa sih pemilik perusahaan ini?) batin Raka. Ia bahkan tidak menaruh curiga pada papa Alex padahal ia pernah bertemu dengan pria itu yang memanggil Cristin sebagai puterinya. Raka hanya tahu dari cerita orang tuanya bahwa om Alex yang mereka kenal itu hanya seorang kepercayaan dari orang tua mendiang isterinya bahkan harta mendiang isterinya juga yang sudah bangkrut saat tragedi waktu itu.


"Hai, jumpa lagi" ucap Raka dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


"Siapa yang mengijinkanmu masuk?" ucap Ike dengan dinginnya seperti biasa.


"Bukannya tadi sudah di telepon sama resepsionis dan kamu yang meminta aku ke sini?" tanya Raka yang juga bingung sedangkan Intan malah cuek padahal mata Ike hampir lari keluar karena menatapnya dengan sangat tajam.


"Perlu apa kamu datang ke kantorku?" tanya Ike dengan tetap sinis.


"Apa kamu tidak ingin mempersilahkan aku duduk terlebih dahulu sebelum kamu menyidakku?" ucap Raka sambil tersenyum.


"Silahkan duduk kaka yang ganteng" terdengar suara dari arah belakang, siapa lagi kalau buka Intan. Gadis itu membuat Ike semakin emosi, sementara Raka menampilkan senyum kemenangannya dan langsung mendekati sofa di ruang itu lalu duduk.


"Apa maumu?" tanya Ike dengan tetap sinis.


"Aku hanya berkunjung, apa aku salah?" ucap Raka santai.


"Apa kamu tidak punya pekerjaan? sehingga mengganggu orang lain yang sedang bekerja?" rentet Ike dengan pertanyaan namun tidak membuat seorang Raka jerah.


"Aku hanya ingin mengajakmu makan siang" ucap Raka yang mulai serius.


"Aku rasa kamu salah orang, aku bukan ka Ika yang kamu kenal sebagai Aneth itu" jawab Ike tenang karena ia tahu jika yang dimaksud pria ini pasti kakanya.


"Aku tidak salah orang. Aku memang ingin makan siang dengan kamu Cristin." jawab Raka yang juga ikut tegas.


"Aku rasa tidak ada kepentingan apapun sehingga aku harus mengindahkan undangan makan siangmu tuan muda yang terhormat" ucap Ike yang mulai naik satu oktaf nadanya.


"Oke kamu boleh memilih makan siang denganku atau kamu mau aku membuat membuat pengakuan pada publik bahwa kita punya hubungan spesial" ucapnya sambil menaik turunkan alisnya.


*


*

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2