
"Bukan begitu ka' kami emang tidak punya hubungan apa-apa" sanggah Ike karena memang kenyataan mereka tidak punya hubungan yang spesial.
""Kalau tidak ada hubungan, masa makan siang berdua, jalan bareng, berkunjung ke kantor" ucap Ika semakin menggoda adiknya. Ika yang dulunya alim, sekarang mulai kelihatan sifat aslinya yang suka meledek tapi juga kadang menjadi kaka yang suka menasehati.
"Orang dia aja belum ngungkapin perasaan ke aku," gerutu Ike dengan auara pelan tapi masih bisa di dengar oleh Ika yang duduk disampingnya.
Oh jadi si songong itu belum ngungkapin perasaannya? dasar lambat. Adikku jadi galau karena diPHPin. Batin Ika terkekeh dengan sikap adiknya itu.
Mereka akhir memulai makan malam setelah melewati obrolan yang cukup lama.
Setelah menyelesaikan makan malam, masing-masing kembali masuk kamar karena esok harus kerja lagi.
📲Halo tuan, ada yang bisa saya bantu?
📱Pastikan dia agar makan malam.
📲 Sudah tuan, tadi sudah saya pesan makan untuk nyonya.
📱Baiklah, jaga dia karena aku belum pulang.
📲 Baik tuan.
Sambungan telepon antara papa Alex dan anak buahnya yang dia tempatkan untuk menjaga isterinya akhirnya berakhir.
Pria itu menyimpan ponselnya di nakas dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk memberihkan dirinya.
Semoga benihku tidak tumbuh dalam rahimnya agar aku bisa menceraikan dia secepatnya. Batin papa Alex sambil membiarkan tubuhnya diguyur air.
Setelah tiga puluh menit, pria itu kembali keluar dengan hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya.
Pria itu memakai pakaian lalu kembali keluar menuju ke markas. Disana ia menghabiskan waktu dengan banyak gerakan.
__ADS_1
"Roby, apa kamu sudah tahu lebih detail soal wanita yang aku nikahi itu?" tanya papa Alex, ia baru tahu jika Bela anak angkat pria bejat yang membunuh isterinya tapi ia tidak tahu siapa Bela dan kenapa berakhir menjadi anak angkat pria itu.
"Sudah tuan tapi aku baru menemukan sebagian keterangannya saja. Keluarga nyonya dibantai dengan malam sehingga yang selamat hanya nyonya dan adik perempuannya. Keduanya melarikan diri namun karena hampir ditemukan, Bela lebih menyelamatkan adiknya dengan berlari ke arah yang berlawanan untuk memancing para penjahat itu tidak mengikuti adiknya. Setelah itu mereka tidak lagi bertemu" jelas Roby si tangan kanan papa Alex.
"Semoga bukan dia pelaku yang membantai keluarga isteriku Bela" geram pria itu tanpa sadar mengakui Bela sebagai isterinya.
"Terus cari tahu soal Bela dan jangan lupa selidiki tentang pria bejat itu, biar Aria yang menyelidiki keluarga yang mengangkat puteri bungsuku" ucap papa Alex.
"Baik tuan." jawab Robi sambil sedikit membungkuk dan pamit undur diri dari sana.
Mansion dan markas yang berada di satu lokasi dan sedikt jauh dari kota itu tidak sembarang orang yang datang ke sana karena memang jauh dari kompleks.
Papa Alex yang mulai mengenal dunia hitam sejak kematian isterinya membuat dirinya untuk membatasi pergaulan bahkan menghilangkan jejak dari sahabat-sahabat masa lalunya termasuk salah satunya adalah orang tua dari Raka.
.
.
.
"Hah? club tuan?" tanya Boby kaget karena sekarang saja sudah pukul 10 malam dan kenapa harus pergi ke club malam-malam begini?
"Boby, apa aku harus mengulangi lagi perkataanku?" ucap Rian yang mulai emosi karena asistennya ini sepertinya menganggap ucapannya sebagai lelucon.
"Baik tuan, kita berangkat sekarang" ucap Boby salah tungkah.
Keduanya akhirnya melangkah pergi meninggalkan apartemen yang mereka tempati.
Setibanya di club malam itu, mereka melangkah masuk dengan Boby yang kelihatan tidak semangat karena ia hanya ingin tidur malam ini.
Saat tiba di dalam, banyak wanita yang menawarkan jasa untuk menemani minum dan lain sebagainya. Rian risih dengan pemandangan itu akhirnya memasang wajah seramnya namun bukannya pergi, para wanita itu malah semakin merayunya dan mendekat.
__ADS_1
"Boby, pesankan satu ruang vvip. Aku tidak suka brisik" ucap Rian.
Tuan? kamu itu bego apa bodoh sih? ya emang brisiklah karena ini club bukan kuburan. kalau butuh ketenangan lebih baik di apartemen. Batin Boby merutuki tuannya.
Rian dan Boby akhirnya masuk ke dalam ruanh vvip yang baru saja dipesan oleh Boby.
Asisten itu hanya duduk diam sambil memainkan ponsel sedangkan Rian mulai sibuk dengan botol-botol dan gelas yang ada di depannya.
Setelah minum cukup lama, pria itu akhirnya nerancau tak karuan. Ia terus menyebut nama Ike, sehingga Boby heran dengannya.
Siapa lagi si Ike, bukannya selama ini dia hampir gila karena mencari nona Cristin? kenapa jadi Ike yang dia sebut? dasar pria tidak setia. Batin Boby kembali mengutuki sang tuan.
Setelah menunggu hingga jam tiga subuh, pria itu akhirnya tidak kedengaran suaranya lagi, bahkan untuk bergerak saja tidak.
Boby meminta bantuan pada beberapa orang untuk membantunya membawa Rian menuju ke mobil.
Sehingga mereka baru pulang saat subuh itu.
******
Waktu terus berlalu kini Bela sudah menghabiskan tiga bulan di apartemen suaminya. Entah mau dibilang suami atau bukan tapi selama ia tinggal di sana pria itu baru datang ke apartemen itu mungkin 3 atau 4 kali.
"Nak, jangan buat mami susah ya? kamu tahu kan, kita tidak bisa keluar dari apartemen ini jadi kalau kamu ingin sesuatu kita tidak bisa mendapatkannya" gumam Bela sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit karena jika dihitung normal, usia kandungannya sudah 3 bulan.
Bela berusaha menutupi kehamilannya bahkan dari suaminya sendiri. Ia menelepon anak buah suaminya untuk membeli stok makanan dan sayuran agar dia sendiri memasaknya. Setiap kali anak buah suaminya datang ke apartemen itu, ia tidak pernah keluar dari kamar dan hanya meminta untuk menyimpan semua itu di tempatnya.
Seperti kemarin saat suaminya datang, Bela memilih pakaian yang kebesaran ditubuhnya ketika keluar dari kamar. Dan hal itu membuat suaminya tidak curiga sama sekali.
"Miris sekali nasibmu nak, kamu bahkan tidak mendapatkan nutrisi yang baik. Jika oma sama opa masih hidup, atau auntymu ada, pasti dia orang paling heboh saat tahu kamu sudah tumbuh di perut mami." gumamnya lagi, tanpa sadar meneskan air mata. Ia rindu dengan orang-orang tersayangnya bahkan adiknya yang sampai hari ini belum dia temukan.
Wanita hamil itu juga sedih karena untuk minum susu hamil saja ia tidak punya. Sebenarnya ia bisa memesan secara online, tapi pernah ia memesan sesuatu dan kurirnya mengantarkannya, ia sampai disiksa oleh suaminya karena membawa orang baru masuk ke apartemennya.
__ADS_1
Hari-harinya ia lalui hanya dengan bermain ponsel di kamar atau bersantai di balkon atau mengobrol dengan janinnya.
BERSAMBUNG