Kau Yang Memintaku Pergi

Kau Yang Memintaku Pergi
Tes


__ADS_3

Setelah selesai, Cristin melangkah keluar dari dalam gedung itu dengan santai dan diikuti oleh sang asisten, saat tiba di lobi kantor Bahari, tiba-tiba tangannya di cekal oleh seseorang dari belakang. Cristin berhenti melangkah tanpa menatap kepada orang yang mencegatnya.


"Mau di lepas atau?" ucapnya dengan nada penuh penekanan.


"Cristin," ucap pria yang tengah menggenggam tangan Cristin dengan nada yang dibuat selembut mungkin.


Cristin membalikan tubuhnya dengan sekali hentakan tangan pria itu terlepas dari pergelangan tangannya.


"Maaf tuan, apa kita pernah bertemu atau saling mengenal sebelumnya? aku harap tolonglah untuk sedikit sopan menyentuh orang asing" ucap Cristin dengan penuh penekanan di setiap katanya.


"Maaf, aku hanya minta waktu untuk berbicara sebentar sama kamu" ucap Rian penuh permohonan.


"Maaf tuan, aku tidak punya waktu" ucap Cristin dan melangkah pergi tanpa berbalik arah lagi.


Belum jauh bahkan belum hilang dari pandangan Rian, gadis itu kembali dicekal oleh seorang wanita yang adalah saudaranya.


"Jadi selama kamu tinggal di rumahku, kamu berlaku sok alim untuk menjadi lintah untuk mengambil semua harta orang tuaku dan membangun perusahaan lain?" ucap Alindi berapi-api, membuat semua orang kembali menongon mereka tak terkecuali Rian yang masih terpaku di sana.


"Maksudmu? maaf ya aku tidak mengenalmu" ucap Cristin yang hendak melangkah pergi, namun ucapan Alindi menghentikan langkahnya.


"Kamu hanya anak pungut yang dibawa pulang oleh ibuku tapi bukannya berterima kasih, kau malah menguras harta orang tuaku untuk membangun perusahaan lain" ucap Alindi lantang.


Deg


Jantung Cristin hampir copot, mendengar kenyataan bahwa dia hanyalah anak pungut.


"Hahaha jadi aku cuma anak pungut? baguslah aku bersyukur bisa keluar dari rumah yang penuh neraka itu sebelum tahu siapa aku sebenarnya" ucap Cristin sambil terkekeh tapi hatinya bagai dihujam ribuan jarum.


"Dan apa kamu bilang? menguras harta orang tuamu? aku bahkan keluar tanpa membawa apapun dari rumah itu, aku terlantar, aku dicampakan berulang-ulang sampai Tuhan mendengar keluh kesahku dan mempertemukan aku dengan papaku" ucap Cristin menahan sesak di dadanya, ia terpaksa berbohong jika papa Alex adalah papanya.


"Hahaha jadi kau pikir bisa mengelabuiku untuk menyembunyikan jika kau seorang pencuri?" ucap Alindi lantang.


Entah sejak kapan Alindi sudah susah bernafas ulah Cristin yang tengah mencekik batang lehernya. Gadis itu geram karena dituduh sebagai seorang pencuri padahal ia keluar tanpa membawa apapun.


"Jangan coba-coba memprovokasiku karena aku tidak sebaik yang kau pikirkan" ucap Cristin geram sedangkan Alindi sudah setengah mati.


Banyak kamera yang kembali diarahkan kepada Alindi dan juga Cristin untuk mengabadikan adegan ini.


Kali ini bukan pujian yang dituai Cristin tapi banyak yang mencemoohnya karena kekerasan yang dilakukannya pada seorang gadis lemah.


Cristin tidak peduli seberapa harga dirinya jatuh karena memang ia bukan orang baik di mata semua orang.


"Lepaskan dia, kamu bisa membunuhnya, dia saudara kamu Cristin." ucap Rian yang beruaaha menyudahi tindakan Cristin.


"Aku bahkan tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini" ucap Cristin dengan berkaca-kaca dan tangannya mulai melemah.

__ADS_1


Rian yang melihat itu mendadak sedih, tapi saat ia hendak menyentuh pundak Cristin, tangannya langsung ditepis dengan kasar.


Cristin melangkah pergi dengan cepat dan masuk ke dalam mobil.


Hari ini Cristin kembali ke rumah dengan sedih seperti malam sebelumnya saat ia bertemu dengan gadis yang mirip dengannya.


Apa lagi yang terjadi dengannya? Batin papa Alex yang bingung dengan anaknya itu.


Papa Alex melangkah masuk ke ruang kerjanya dan menelepon seseorang.


📹Apa yang terjadi hari ini pada Cristin? ucap papa Alex dibalik teleponnya


📹Nona bertemu dengan mantan suaminya dan saudaranya. Tapi saudarnya berkata bahwa dia hanya anak pungut yang dibawa pulang oleh ibunya.


Ponsel langsung dimatikan sepihak oleh papa Alex saat Aria belum selesai bicara.


Semoga perasaan dan feelingku tidak pernah salah. Nak jika itu kamu, maka papa adalah orang yang paling bahagia di muka bumi ini. Batinnya lagi.


Papa Alex keluar dari ruang kerjanya dan masuk ke kamar puteri angkatnya yang sudah tertidur namun masih dengan wajah sembabnya.


Papa Alex mencium pucuk kepala gadis itu dan tidak lupa Mencabut sehelai rambut Cristin. Gadis itu hanya bergerak sebentar dan kembali tertidur.


Malam inipun kembali berlalu dengan meninggalkan banyak tanda tanya bagi Cristin.


Tepat jam 7 Cristin dan Intan yang baru keluar dari kamar masing-masing dengan berpakaian yang sudah rapih menuju ruang makan untuk sarapan.


"Bi, papa di mana?" tanya Cristin


"Tuan besar tadi pergi masih subuh" ucap Art yang tengah melayani mereka.


Pagi ini kedua gadis itu makan sendiri karena papa dan yang lainnya tidak ikut sarapan karena sudah pada pergi.


Cristin dan Intan berangkat ke kantor dan seperti biasa mereka selalu tersenyum pada semua karyawan yang menyapa mereka.


Tring


Tring


Tring


Bunyi ponsel Cristin saat mereka sudah berada di dalam lift.


📹Halo


📹Nona, benar gadis yang mirip dengan nona bekerja di perusahaan keluarga Patibrata.

__ADS_1


📹Terima kasih. Langsung ke ruanganku jika sudah tiba di kantor.


📹Baik nona.


Panggilan antara Cristin dan asistennya pun berakhir.


Aku harus cari cara untuk bertemu dengannya. Pokoknya harus. Tekad Cristin.


Tok tok tok


"Masuk" terdengar suara dari dalam yang mempersilahkan masuk.


"Permisi nona" ucap Aria yang sudah melangkah masuk ke ruang Cristin.


Gadis itu menghentikan aktifitasnya dan berpindah ke sofa dan mengajak Aria duduk di sana.


"Apa kamu bisa membantuku bertemu dengannya atau cari saja tempat tinggalnya" ucap Cristin


"Baiklah, aku akn mencari tahu di mana tempat tinggalnya" jawab Aria


"Terima kasih Ar, sudah banyak membantuku" ucap Cristin merasa bersyukur karen punya asisten yang baik seperti Aria.


Obrolan mereka berakhir dan Aria kembali ke ruang kerjanya dan Ctistin kembali ke tursi kebesaranya.


*****


"Bagaimana hasilnya dok? kapan aku bisa mendapatnya?" ucap papa Alex yang kini berhadapan dengan seorang dokter.


"1x24 jam. Tuan bisa kembali esok." jelas dokter.


"Baiklah" jawabnya dan beranjak pergi. Papa Alex merasa bahwa waktu sehari seperti setahun. Ia begitu penasaran dengan hasil dari tesnya hari ini.


Pria itu pulang dengan penuh harap. Ia ingin agar hasilnya nanti tidak mengecewakan harapannya. Setibanya di rumah, kedua anak gadisnya sudah pergi ke kantor.


"Bi, apakan mereka sarapan sebelum jalan?" tanya Papa Alex


"Iya tuan, mereka sudah sarapan, dan berpesan agar memberi tahu kepada tuan saat pergi tadi" jelas sang asisten.


Pria itu merasa lega. ia kembali ke ruang kerjanya dan melakukan perkerjaan seperti biasa yang bertindak di belakang layar membantu orang-orangnya di kantor BBG yang tersebar di beberapa daerah dan juga Negara.


BERSAMBUNG


Jangan lupa tinggalkan jejak ya! LIKE, KOMEN, VOTE & FAVORITKAN.


Dukung juga karya author yang nerjudul "Goodbye Daddy, See You Again"

__ADS_1


__ADS_2