Kau Yang Memintaku Pergi

Kau Yang Memintaku Pergi
Hasil DNA


__ADS_3

"Itu rumah apa om." tanya Aneth.


"Rumah kaca, tempat papa menghabiskan waktu di sana jika perasaan lagi kurang baik." jawab papa Alex.


 


"Ayo kita ke sana" ajak papa Alex.


Saat akan melangkah masuk ke dalam rumah kaca, tiba-tiba bunyi ponsel papa Alex. Saat pria itu melihatnya ternyata telepon dari sang dokter.


📹Halo tuan, hasil tes DNA sudah ada.


📹Apa hasilnya? (Berbicara dengan suara dingin)


📹Sebaiknya tuan melihatnya langsung.


📹Aku ingin tahu sekarang (Ucapnya penuh penekanan)


📹Ha ha silnya, 99,8% positif. (Berbicara dengan gugup karena takut)


📹Apa? serius kamu? (Sedikit berteriak)


📹Iya tuan, sebaiknya melihatnya langsung.


Tanpa menjawab ucapan dokter, papa Alex langsung memutuskan telepon dan berbalik ke arah gadis yang sejak tadi memasang muka bingung mendengar percakapan papa Alex dan dokter melalui telepon, walaupun ia tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


Papa Alex terpaku menatap gadis itu dengan mata berkaca, ia bahkan bingung mau mengekspresikan perasaannya seperti apa.


Dengan mata yang sudah menganak sungai, pria yang sudah mengetahui statusnya sebagai ayah kandung dari gadis ini langsung mrmbawa Aneth ke dalam pelukannya.


"Terima kasih Tuhan, Engkau sudah mendengar doa-doaku, puteri-puteriku telah Engkau kembalikan" ucap papa Alex dengan suara yang susah sesugukan.


Aneth yang otak kecilnya mulai berperan setelah kebingungan tadi, mematung. Tubuh gadis itu menegang mendengar kenyataan jika ia masih diijinkan bertemu dengan keluarga kandungnya.


"Apa i itu sserius om?" tanya Aneth yang belum membalas pelukan papa Alex.


"Iya sayang, kamu puteri kandung papa yang artinya saudara kembar Cristin" ucap papa Alex dengan semakin mengencangkan pelukannya, dan Anet yang perlahan mengangkat kedua tangannya juga untuk membalas pelukan pria yang sudah jelas jadi papanya.


Kedua anak papa itu melepas semua beban yang mengganjal di hati keduanya.

__ADS_1


"Ayo kita ke Rumah sakit sekarang untuk mengambil hasilnya" ucap papa Alex sambil melepaskan pelukannya dari sang puteri sambil menggandenganya dan kembali pergi meninggalkan rumah kaca tersebut tanpa memasukinya.


Kedua orang itu akhirnya melangkah pergi meninggalkan mansion besar itu menuju Rumah Sakit, sebenarnya papa Alex tidak membutuhkan lagi hasil itu karena sudah mendengarnya langsung dari sang dokter tapi untuk lebih meyakinkan, ia memilih pergi untuk mengambilnya.


Keduanya tiba di sana dan mengambil hasil tersebut lalu kembali ke parkiran. Papa Alex membuka pintu untuk puterinya dan ikut masuk ke dalam mobil dibalik kemudi.


"Papa" ucap Aneth.


Deg


Untuk pertama kalinya papa Alex mendengar anak gadisnya yang satu ini memanggilnya dengan sebutan papa.


"Antar aku pulang ya?" ucap Aneth lagi.


"Hah? tidak, papa tidak akan mengijinkan kamu pulang lagi ke kosan itu" ucap papa tegas.


"Tapi banyak barang berhargaku yang ada di sana, seperti ijazah dan lainnya" ucap Aneth yang ingin mengambil barang-barangnya.


"Baiklah papa akan mengantarmu pulang hanya untuk mengambilnya." ucap papa Alex sambil menyalakan mesin mobilnya.


Aneth dan papanya akhirnya pergi meninggalkan rumah sakit itu menuju ke kos tempat tinggal Aneth selama ini. Hari ini papa Alex benar-benar bahagia karena setelah menempuh waktu yang begitu lama, akhirnya ia bisa dipertemukan dengan kedua puterinya yang dikiranya sudah meninggal bersama sang isteri waktu itu.


Hari ini pertama kali papa Alex masuk ke dalam dan melihat kondisi tempat tinggal anaknya yang sebenarnya.


Hati pria itu terasa sesak ketika melihat suasana kamar itu, kehidupan puterinya yang sangat jauh dari kata layak, dimana hanya ada sebuah kasur lantai yang tergeletak di sudut kamar itu tanpa menggunakan tempat tidur. bahkan alat masak dan semua yang ada dalam satu kamar kecil berukuran kira-kira 4x4m.


Setelah mengambil barang-barangnya, papa Alex membantu sang puteri untuk kembali ke mobil. Sebenarnya papa Alex melarang Aneth untuk tidak membawa pakaiannya tapi karena keras kepala gadis itu akhirnya diiyakan oleh pria itu. Papa Alex tersenyum melihat kesamaan sifat antara Aneth dan Cristin yang artinya sifat mereka menurun darinya walaupun ada sedikit kelembutan Abeth yang mewarisi sang mamanya.


"Ayo nak, kita pulang" ucap papa Alex.


Aneth bersyukur karena bisa diterima oleh saudara kembarnya, tidak seperti yang ada di novel-novel yang pernah dibacanya jika ada saudara yang tidak mau saling menerima karena merasa tersaingi.


Sepasang anak papa itu akhirnya meninggalkan kos tempat ia bertumbuh selama ini, tempat yang penuh dengan kenangan pahit dan manis walaupun sangat sederhana kehidupannya. Aneth sempat meneteskan air matanya.


"Kenapa hmmm? kenapa menangis?" tanya papa Alex saat ekor matanya menangkap puterinya yang sedang menghapus air matanya.


"Tidak apa-apa pa" ucapnya.


"Lalu kenapa sedih sayang? apa kamu tidak bahagia bertemu dengan papa?" tanya papa Alex.

__ADS_1


"Tidak, bukan itu pa... aku bahagia dan juga sedih karena aku bisa bertemu sama papa dan saudaraku tapi tidak dengan mama" ucapnya yang memang sejak tadi saat ia tahu kebenarannya jika papa Alex adalah papa kandungnya, tapi sesuai cerita bahwa mamanya sudah meninggalkannya berapa puluh tahun lalu saat mereka masih sangat kecil.


Papa Alex menggunakan satu tangannya untuk menggenggam tangan puterinya erat.


"Papa juga sedih saat menemukan kalian berdua tanpa mama, tapi yakin bahwa mama sudah bahagia di sana, dia juga bahagia melihat kita bertemu lagi." jelas papa Alex menghibur sang puteri.


"Iya pa" jawab Aneth.


 


Raka merasa tidak tenang setelah tahu kedekatan Cristin dan Anet, apalagi hari ini gadis itu tidak masuk kerja karena alasan ada urusan penting.


"Apa yang sebenarnya terjadi sama Aneth? sejak bertemu dengan keluarga papa Alex, Aneth sangat berbeda bahkan kebanyakan ijin tidak masuk kerja. Apa jangan-jangan mereka adalah saudara kembar? karena mereka memang sangat mirip tapi siapa mereka berdua sebenarnya" ucap Raka yang tengah berdiri di dekat jendela kaca ruangannya sambil menatap keluar menikmati hiruk pikuk kota itu.


📹Halo tuan.


📹Felix, datang ke ruanganku sekarang


📹Baik tuan


Sambungan telepon berakhir. Felix bergegas menuju ruangan sang atasannya.


Tok tok tok


"Masuk" ucap Raka dari dalam. Felix segara masuk ke ruang itu dan langsung duduk di soafa yang ada dalam ruang itu, sejak pernikahan sang adik, Raka ditugaskan oleh sang ayahnya untuk menangani perusahaan.


"Bagaimana? ada yang bisa aku bantu?" tanya Felix saat melihat Raka yang hanya diam seperti orang yang langi menghayal.


"Aku minta bantuanmu, cari tahu soal Aneth dan gadis yang mirip dengannya." ucap Raka.


"Baiklah, hanya itukan?" ucap Felix.


"Iya" jawab Raka singkat.


Felix melangkah keluar sambil tersenyum dan menggeleng kepalanya.


Raka Raka, Aku jadi bingung... siapa yang akan jadi targetmu sebenarnya. Batin Felix.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2