
Pria gagah perkasa itu akhirnya membawa sang puteri menuju sebuah restoran agar gadis itu bisa sarapan.
"Nak, ayo turun kita sudah tiba" ucap papa Alex membuat Aneth merasa tidak nyaman karena merasa sarapan ini terlalu istimewah.
"Om, aku kan cuma sarapan, kenapa harus di restoran yang mewah, makan di pinggir jalan aja nikmat" ucap Aneth.
"Tidak apa-apa nak, ayo turun.. kita harus segera ke rumah sakit lagi" ucap papa Alex sambil membuka pintu untuk sang puteri. Pria yang masih kelihatan gagah itu membuat orang salah fokus jika tidak mengenal maka dikira mereka adalah pasangan sugar baby.
Aneth keluar dari mobil papa Alex dan beriringan masuk ke restoran tempat mereka sarapan.
Sepasang papa anak yang belum ada kejelasan itu akhirnya menikmati hidangan, walaupun papa Alex hanya memesan minuman untuk minikmatinya sambil menemani sang puteri.
Setelah selesai dengan sarapan di restoran tersebut, mereka melanjutkan perjalanan menuju Rumah Sakit untuk melakukan tes DNA.
Sepanjang perjalanan keduanya kembali diam dengan pikiran masing-masing, entah apa yang dipikirkan oleh keduanya tapi yang pasti mereka lagi harap-hadap cemas untuk kenyataan yang mereka terima dari hasilnya itu.
Setibanya di Rumah Sakit, papa Alex kembali membantu puterinya itu turun dari mobil dengan membuka pintu.
"Apa kamu gugup?" tanya papa Alex. Saat melihat sang puteri kelihatan cemas.
"Sedikit" ucap Aneth.
"Tidak perlu cemas, yakin kalau hasilnya tidak akan mengecewakan." ucap papa Alex meyakinkan.
Papa Alex kembali membawa Aneth ke ruang dokter yang kemarin melakukan tes padanya dan Cristin.
Tok tok tok
"Masuk" ucap seorang dari dalam ruangan.
Papa Alex dan Aneth melangkah masuk ke dalam ruangan.
"Silahkan duduk tuan, nona" ucap dokter yang lagi sibuk dengan berkas-berkas di depannya.
"Apa ada yang bisa saya bantu tuan?" ucap dokter sambil berhenti sejenak dari kesibukannya setelah melihat sepasang pria dan wanita itu duduk.
"Aku ingin melakukan tes DNA lagi dengan puteriku ini" ucap papa Alex tenang.
"Baiklah, apa ada sampelnya?" tanya sang dokter.
"Sampel apa saja yang hasilnya bisa lebih cepat keluar kalau bisa hari ini dok" ucap papa Alex serius.
__ADS_1
"Lebih cepat hasilnya keluar jika samplenya adalah darah" jelas sang dokter.
"Baiklah kalau begitu ambil darah kami saja dok" jawab papa Alex.
"Baiklah," Dokter itu akhirnya mengambil darah mereka untuk dijadikan sample.
*****
Hari ini, Cristin benar-benar sibuk dengan kerjanya, sejak pagi hingga hari menjelang siang gadis itu masih tetap stay di depan laptopnya.
"Tin, keluar makan dong, lapar ni" ucap Intan yang menyembulkan mkepalanya masuk setelah membuka pintu.
"Sebentar, sedikit lagi selesai" ucap Cristin tanpa menatap ke arah Intan.
"Whats?? sebentar lagi jam makan siang selesai loh" ucap Intan yang kaget dengan gila kerjanya Cristin, jam makan siangpun dilewatkan.
Intan akhirnya melangkah masuk dan duduk di sofa ruang itu dengan lesu dan menampilkan wajah lebaynya.
Beberapa saat kemudian Cristin menyelesaikan tugasnya dan bangkit berdiri.
"Ayo, keluar makan." ajaknya pada Intan yang sudah pura-pura ketiduran.
"Siap" mendengar kata makab, gadis itu langsung membuka mata dan berdiri dan berlari mengejar Cristin seperti anak yang ditinggal emaknya ke pasar.
Setibanya di restoran favorit mereka, keduanya memarkirkan mobil di tempat parkir dan melangkah masuk ke dalam untuk mengisi perut mereka.
Pengunjung mulai kurang karena jam makan siang akan berakhir, membuat Restoran itu sedikit sepi.
Keduanya melangkah ke arah pojok ruang yang menjadi tempat favorit mereka karena tidak ingin yang terlalu ramai.
Dari sebelah kiri tempat mereka duduk. Dua orang pria tengah menatap ke arah mereka. Pria-pria itu fokus pada masing-masing gadis yang menarik perhatian mereka.
Tanpa mereka sadari ujung bibir keduanya melengkung ke atas membentuk senyuman.
Sedangkan kedua gadis itu masing-masing asyik dengan hidangan yang ada di depan mereka.
"Tin, kamu tahu tidak?" ucap Intan sambil kembali memasukan sendok berisi makanan ke dalam mulut.
"Apa?" tanya Cristin sambil memicingkan matanya ke arah Intan.
"Tuh ada yang lihat ke arah kita" ucap Intan sambil melirik dan memayunkan bibir ke arah kedua pria itu.
__ADS_1
"Akhh apa kita salah milih tempat makan ya? setiap kita makan di sini selalu saja ada dia" ucap Cristin marah.
"Siapa mereka, kamu mengenal mereka?" tanya Intan yang memang tidak begitu jelas ke arah kedua pria itu.
"Siapa lagi kalau bukan pria yang selalu mengusikku. Dia yang berantam sama aku di tempat acara waktu itu" ucap Cristin masih dengan emosi.
"Apa jangan-jangan kamu jodoh ya? secara dia tampan dan juga kaya raya, siapa coba yang bisa nolak" ucapnya santai.
"Hah? apa kamu bilang" teriak Cristin sampai menarik perhatian para pengunjung restoran itu termasuk kedua pria itu.
"Ayo pulang. Sudah selesai makan kan?" ucap Cristin sambil berdiri.
"Santai dikit dong, makanannya belum juga turun sampai di perut" ucap Intan sambil menatap ke arah Cristin dengan wajah memelas.
"Nih, biar cepat turun makannya" ucap Cristin sambil menyodorkan Kemasan air mineral ke arah Intan.
Cristin melangkah pergi membayar makan mereka dan kedua gadis itupu keluar.
"Maaf, apa boleh kita bicara sebentar?" ucap Raka sambil menggenggam tangan Cristin yang hendak melangkah masuk ke mobilnya.
"Tidak" ucap Cristin tegas.
"Please, hanya sepuluh menit" ucap Raka memohon.
"Tidak. Aku harus kembali ke kantor" ucapnya dengan tetap tegas tanpa melihat ke arah Raka yang masih setia menggenggam tangannya itu.
"Aku mohon, aku betul-betul ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting, atau aku harus menghubungi om Alex untuk memi...." ucap Raka terputus.
"Oke cepat katakan apa yang ingin kamu katakan" ucap Cristin memotong pembicaraan Raka. Sebenarnya gadis ini juga penasaran dengan Raka yang mengenal sang papa.
"Kita tidak bisa bicara di parkiran beginian nona" ucap Raka lembut sambil menarik tangan gadis itu ke arah mobilnya.
"Kamu ikut mobilnya" ucap Raka pada asistennya dan langsung berpindah ke mobil Cristin.
Raka membuka pintu mobilnya dan dengan terpaksa Cristin masuk agar tidak menarik waktu lebih lama.
Raka ikut masuk dan duduk di belakang kemudi di samping Cristin. Mereka akhirnya pergi meninggalkan parkiran restoran tempat mereka makan.
"Mau ke mana?" tanya Cristin karena dibawa pergi.
"Ke tempat yang aman" ucap Raka yang tetap fokus menyetir.
__ADS_1
"Aku lagi ada kerjaan di kantor jadi jangan macam-macam kamu" ucap Cristin mulau emosi karena pria di sampingnya itu sudah berani menyita waktunya.