Kau Yang Memintaku Pergi

Kau Yang Memintaku Pergi
Hanya Bisa Dilihat


__ADS_3

Pikiran Cristin terus terganggu dengan bayangan seorang gadis yang ditolongnya tempo hari. Hal itu terlihat jelas dalam perubahan sikapnya belakangan ini, papa Alex bahkan tidak mengerti dengan perubahan anaknya yang satu ini, apalagi dia yang tidak menceritakan apa-apa pada papanya termasuk Intan yang juga ikut tutup mulut karena takut jika Cristin marah padanya kalau dia buka mulut.


"Siapakah aku dan kamu? apa kita adalah saudara? tapi kedua orang tuaku tidak pernah menyinggung jika aku punya saudara yang lain bahkan yang matipun tidak ada kecuali ka Alindi" gumam Cristin berusaha memecahkan teka-teki kehidupannya yang serba rumit itu.


Gadis itu duduk di balik meja kebesaran di kantor papa angkatnya itu dan dengan banyak pikiran yang mengganggu.


"Sepertinya aku harus cari tahu semua ini, aku jangan seperti orang bodoh yang terus bengong tanpa bertindak" ucap Cristin pada dirinya sendiri.


☎️Aria, datanglah ke ruanganku


☎️Baik nona


Sambungan telepon kantor akhirnya berakhir dan Aria melangkah masuk ke ruan CEO karen kebetulan ruang kerjanya hanya bersebelahan dengan Cristin.


Tok tok tok


"Masuk" ucap suara dari dalam dan masuklah Aria.


"Bagaimana nona, apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Aria


"Apa kamu bisa membantuku mencari tahu seorang gadis yang wajahnya mirip denganku, sepertinya dia bekerja di perusahaan Patibrata." jelas Cristin.


"Bisa nona. Apa hanya mencari tahu kerjanya disana atau ada yang lain?" tanya Aria lagi.


"Kamu pastikan terlebih dahulu apa benar atau tidak, nanti aku beri tahu lebih lanjut" ucap Cristin


"Baik nona" jawab Aria


"Tapi ingat jangan sampai papa tahu soal ini" tekan Cristin.


"Siap" ucap Aria tegas.


"Siang ini ada rapat pemegang saham di perusahaan Bahari nona." ucap Alfa mengakhiri obrolan mereka.

__ADS_1


Pria itu melangkah keluar meninggalkan Cristin dan menuju ke tempat semula.


Saat jam makan siang namun Cristin mendapat laporan dari Aria bahwa siang ini ada rapat pemegang saham di salah satu perusahaan yang cukup berpengaruh juga di kota itu.


"Intan, kamu atasi pekerjaan yang ada di sini, aku sama Aria ada rapat di luar" ucap Cristin saat keluar dari ruangannya dan mendapatkan saudaranya yang masih setia berada di tempatnya.


"Masa aku makan siangnya sendiri sih" ucap Intan dengan wajah cemberut


"Kalau tidak mau makan sendiri ya pulang rumah temani papa makan" ucap Cristin memberi solusi.


"Begitu aja deh, dari pada makan sendiri" putus Intan mengikuti saran saudaranya.


Cristin dan Aria melangkah pergi untuk mrnghadiri rapat pemegang saham di perusahaan Bahari. Namun sebelumnya mereka terlebih dahulu makan siang karena masih satu jam lebih untuk memulai dengan rapatnya.


Setelah semua urusan mereka selesai sampailah keduanya di perusahaan yang dimaksud, Semua pemimpin menatap ke arah seorang gadis yang masih sangat mudah datang denga seorang pria yang sudah mereka kenal dia adalah pemimpin perusahaan Blue Birt Group (BBG) berjalan di belakang gadis itu seperti seorang bodyguard.


Alindi terkejut saat melihat Cristin ada dalam ruang istimewa yang harusnya dihadiri oleh orang-orang pembesar.


Rian tak kalah terkejut saat melihat Aria, pria yang selama ini mereka mengenalnya sebagai pemimpin BBG menarik kursi dan membungkuk seperti seorang hamba pada Cristin untuk mempersilahkan nonanya duduk.


"Iya betul itu dia orangnya"


"Siapa dia sebenarnya? kenapa dia bisa ada di ruangan ini?"


Banyak bisikan yang Cristin dengar namun ia tidak ambil pusing.


"Selamat siang. Berhubung semua sudah hadir maka kita akan memulai dengan rapat pemegang saham di perusahaan Bahari." kata seorang pria membuka rapat hari ini.


"Ada beberapa perusahaan yang menanam saham tertinggi di perusahaan ini. Perusahaan Blue Birt Group sebesar 27,4%, Perusahaa Adiwijaya Group sebesar 15,3%, dan yang terakhir Perusahaan Rahadi-Group 7,3%" lanjutnya.


"Saat ini kita dalam proses membangun bisnis properti di bidang Town House jadi mungkin ada sanggahan dari para pemegang saham untuk bersuara."


Dengan santai Cristin mengaktifkam microfonnya membuat semua orang kembali menatap ke arahnya. Ada senior yang menatapnya dengan tatapan mencibir karena melihatnya hanya seorang anak muda yang labil dan ada juga yang bangga.

__ADS_1


Alindi dan Rian ikut menatap kearah gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Selamat siang! aku pemimpin BBG yang baru dan yang asli. Jika selama ini tuan-tuan dan nyonya-nyonya merasa penasaran maka sekarang akulah orangnya" ucap Cristin dengan penuh percaya diri.


Deg


Semua orang tercekat tak terkecuali dua orang yang pernah menjadi bagian dalam hidupnya.


"Ahmmm aku rasa mengembangkan bisnis properti dibagian Town House tidak mendatangkan untung yang besar, lain halnya dengan apartemen, hotel, dan lain sebagainya. Town House hanya akan memberi pendapatan cuma sekali karena setelah diperjual belikan maka itu sudah jadi milik si pembeli tapi jika kita mengembangkannya di bidang perhotelan dan Apartemen atau lainnya maka pendapatan akan terus bergulir sampai kapanpun...." ucap Cristin dengan santai mengutarakan pendapatnya.


Setelah selesai berbicara langsung di sambut dengan tepukan tangan dan acungan jempol dari para pemegang saham, mereka seolah puas dengan masukan dari seorang gadis yang punya ide yang sangat brilian.


"Sungguh luar biasa puteri BBG, bagaimana bisa dia digeser dari urutan pertama seAsia? orang anaknya juga luar biasa" ucap salah seorang pria tua.


"Betul, gadis yang istimewa" sambung yang seorang.


"Apakah dia sudah menikah?" tanya yang lainnya.


Bisikan-bisikan positif terus keluar dari mulut orang-orang yang hadir di sana, Rian yang mendengar banyak orang memuja bahkan ada yang sampai ingin menjodohkan anak mereka dengan Cristin menjadi geram.


Kurang ajar. Siapa mereka berani menjodohkan anak mereka dengannya? Batin Rian mengutuk orang-orang yang sejak tadi bersuara.


Setelah ini, aku akan menunjukan siapa Cristin sebenarnya buat kalian yang sudah mencampakanku seperti sampah. Cristin membatin sambil membuang ekor mata ke arah Alindi dan mantan suaminya.


Rian terus mencuri pandang ke arah Cristin sementara gadis itu malas tahu dan seolah tidak mengenal siapapun yang ada di dalam ruangan ini kecuali asistennya.


"Rapat kita hari ini berakhir dan terima kasih untuk masukan dari nona...." ucap pria yang sejak tadi berbicara. Ia menjeda ucapannya seolah bertanya siapa nama gadis pemimpin perusahaan BBG.


"Cristin Ninda" ucap sang asisten.


"Ya, nona Cristin Ninda. Kita akan kembali di lain waktu untuk membahas kembali masalah pembangunan ini nanti" ucap pria itu.


Setelah selesai, Cristin melangkah keluar dari dalam gedung itu dengan santai dan diikuti oleh sang asisten, saat tiba di lobi kantor Bahari, tiba-tiba tangannya di cekal oleh seseorang dari belakang. Cristin berhenti melangkah tanpa menatap kepada orang yang mencegatnya.

__ADS_1


"Mau di lepas atau?" ucapnya dengan nada penuh penekanan.


BERSAMBUNG


__ADS_2