Kau Yang Memintaku Pergi

Kau Yang Memintaku Pergi
Papa Alex dan Aneth


__ADS_3

Flash Back


Malam itu terjadi pertumpahan darah di Mansion keluarga Rafael. Penyerangan yang tiba-tiba karena tahu bahwa menantu keluaga itu sedang dalam perjalan bisnis.


Demi menyelamatkan kedua putrinya Ira mencampurkan obat tidur ke dalam susu anak-ananya dan membawa mereka ke dalam gudang dalam keadaan sudah teler.


Ira kembali keluar untuk menolong sang ayah tapi ternyata takdir berkehendak lain karena saat akan menaiki tangga, seorang pria bertopeng menghadangnya di ruangan itu.


Pria bertopeng itu berusaha akan melecehkan Ira namun wanita itu juga berusaha melindungi dirinya.


Ira mendorong pria itu hingga bergeser jauh dari tubuhnya.


"Aku memberimu dua pilihan. Menjadi isteriku dan menceraikan suamimu atau nyawamu akan melayang." ucap pria bertopeng itu tegas sambil bangkit berdiri dan mengeluarkan pistol dari balik jaketnya. Tentu dari suaranya Ira mengenal siapa pria bertopeng itu.


"Cihhh kau pikir bisa mengambilku begitu saja dari suamiku? jangan mimpi" ucapnya mencibir.


"Jadi kau pikir aku main-main dengan ucapanku?" teriak pria itu namun Ira sama sekali tidak takut.


"Kalaupun aku harus mati, aku akan tetap mencintai suamiku sampai akhir hayatku" ucapnya dengan tersenyum sinis. Tiba-tiba bunyi tembakan, Ira tersentak nafasnya tersendat namun beberapa saat kemudian ia tersenyum.


"I love you All, sampai jumpa di akhirat" ucapnya dan mulai rubuh ke tanah.


Bi Asi melihat keadaan yang semakin memanas memilih untuk menyelamatkan kedua anak majikannya. Bi Asi berlari ke arah gudang yang tadi nyonya mudanya menyembunyikan anak-anak dan cepat-cepat membawa mereka pergi dari sana dengan hati-hati.


Bi Asi akhirnya berhasil keluar dari mansion majikannya dengan membawa kedua anak itu dengan susah paya. Namun sama sekali tidak terusik, kedua anak itu malah asyik dengan mimpi mereka, mungkin saja karena pengaruh obat tidur yang diberikan mama mereka.


Walaupun sudah berhasil keluar tapi ternyata keadaan baik tidak memihak pada bi Asi dan kedua anak itu karena hari yang mulai pagi. Bi Asi yang merasa akan ketahuan karena tadi sempat dilihat oleh anak buah bertopeng namun ia dapat menghalau mereka.


jalan satu -satunya ART keluarga Ira itu harus berpisah lagi dengan ke dua anak itu demi menyelamatkan mereka. Ia meninggalkan mereka di tempat yang sepi dan sedikit berjarak, tidak di tempat yang sama.

__ADS_1


********


Seorang wanita tengah berdiri di ujung jembatan berniat mengakhiri hidupnya karena masalah keluarga yang berakhir membuatnya menjadi seorang jalanan.


Mama Debora, Isteri tuan Rahadi saat ini depresi karena berpisah dengan anak dan suaminya karena tidak di terima oleh keluarga suaminya terpaksa harus pergi tanpa sepengetahuan suaminya.


Saat sudah menutup mata dan akan menjatuhkan diri ke bawah, tiba-tiba suara tangisan anak kecil menggema di tempat yang tidak jauh darinya.


Dengan hati-hati Debora mendekati suara tangisan bayi itu ternyata seorang anak perempuan baru berusia sekitar 6 bulanan.


Wanita yang hampir mengakhiri hidupnya itu terakhir membawa anak itu setelah memastikan tidak ada seorangpun di sana.


Di sisi lain


Tidak jauh dari sana, seorang wanita paruh baya tengah membawa keranjangnya menjual kue keliling kompleks, setelah selesai berjualan ia hendak ke pasar namun saat melewati sebuah jembatan ia dikejutkan dengan suara histeris seorang anak yang terbaring di tempat yang agak jauh dari pinggir jalan, kira-kira 10m jaraknya.


Off


*****


Setelah menyetujui untuk tes DNA, Aneth tetap tidak mau tinggal bersama papa Alex dan Cristin karena ia ingin tahu kejelasannya dulu agar tidak terlanjur berharap tapi akhirnya tidak sesuai.


Mau tidak mau papa Alex menuruti kemauan gadis itu dengan membiarkannya memilih dan kembali ke kosannya. Dan tentu saja ia tidak akan membiarkan gadis yang sudah terlanjur diklaimnya sebagai anak itu di liar jangkauannya. Papa Alex bahkan sudah memasang beberapa orang untuk menjaga Aneth secara diam-diam.


Keesokan harinya, papa Alex sudah ada di depan kos Aneth karena semangatnya untuk membawa gadis itu ke Rumah Sakit untuk melakukan tes.


Pria paruh baya itu juga bahkan sudah menyuruh Aneth untuk meminta ijin jari ini tidak masuk kerja. Gadis itu hanya menuruti semua permintaan papa Alex, karena sebenarnya ia juga penasaran untuk tahu siapa orang tua kandungnya.


Bahkan saat ia tahu soal kematian wanita yang ada dalam cerita Cristin sebagai ibunya itu, hatinya teriris seolah merasa kehilangan sosok ibu dalam hidupnya tapi satu hal yang ingin dia pastikan adalah siapa dia sebenarnya, dan semua akan terbukti melalui tes DNA nanti.

__ADS_1


Papa Alex dengan senyum bahagianya turun dari mobil dan membukakan pintu bagian penumpang saat meluhat anak gadisnya keluar dari kosnya, bahkan beberapa tetangga kos sampai berpikir jika dia adalah seorang sugar baby.


Namun Aneth tidak peduli dengan pemikiran orang, dengan santai ia melangkah pergi ke arah pria paruh baya itu, dan sebelum masuk ke dalam mobil, ia terlebih dahulu mencium punggung tangan pria itu.


"Om, apa kita langsung menuju ke rumah sakit?" tanya Aneth pada papa Alex yanh sedang menyetir.


"Iya sayang, apa kamu ingin ke suatu tempat hari ini?" tanya papa Alex pada Aneth.


"Tidak om, hanya saja..." ucapnya terputus karena malu mengutarakan niatnya itu.


"Hanya saja apa nak... jika kamu ingin ke satu tempat terlebih dahulu, kasih tahu papa oke?" ucap papa Alex lembut.


"Aku belum sarapan om, maaf" lirih gadis itu sambil menunduk karena malu.


"Ya ampun sayang, kenapa tidak jujur sama papa. Oke kita sarapan dulu baru ke Rumah Sakit" putus papa Alex yang panik saat tahu anak gadisnya belum sarapan pagi ini.


"Tapi,..." ucapnya kembali terputus.


"Tapi apa nak?" tanya papa Alex penasaran karena sejak tadi hadis kecil ini membuatnya penuh tanda tanya.


"Kita makannya di warung biasa saja om" ucapnya takut-takut.


"Kenapa? apapun milik papa itu juga milik kamu. Apa kamu takut jika nanti terbukti kamu bukan anak kandung papa lalu kamu akan membayar lagi apa yang sudah papa kasih ke kamu? Papa yakin, kamu PUTERI KANDUNG PAPA" ucapnya menekan setiap kata.


Aneth terdiam. Sebenarnya ia juga merasakan sesuatu yang berbeda saat berdekatan dengan papa Alex namun ia tidak berpikir yang macam-macam.


Aku juga merasa bahwa kita punya ikatan khusus dan mungkin saja kita adalah ayah dan anak, apalagi aku dan Cristin tidak ada beda sama sekali, tapi biar seperti ini dulu sampai ada kejelasannya. Batin Aneth sambil menatap ke arah jalan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2