
Pengenalan Tokoh awal
Kaisar Negara Han : Han Xing Wei
Permaisuri : Luo Changxi
Selir : Xiao Meili
Kakek Petapa : Kakek Yinshi
Pelayan Raja : Yi Shaolun
Pelayan selir : Ren Xia
Anaknya - Yi Mei
- Yi Cao
Kerajaan Hanxing. . .
Cerita berawal pada peristiwa pengasingan selir Xiao Meili yang dituduh meracuni Luo Changxi yang merupakan Sang Permaisuri. Sang Kaisar yang bernama Han Xing Wei menghukumnya dengan cara mengasingkannya ke Bukit Bintang. Meski tak tega karena saat itu sang selir sedang hamil besar, namun sebagai seorang Kaisar ia tetap harus adil dalam menegakkan keadilan dan semua bukti benar-benar menyudutkan selirnya itu. Selir Xiao ditemani oleh pelayan setianya, yaitu Ren Xia dan kedua anak kembarnya yang bernama Yi mei dan Yi Cao. Usia mereka saat itu 5 tahun. Ketika keluar dari kerajaan, tak ada yang mengantarkannya pergi bahkan sang Kaisar sibuk menemani Permaisurinya yang masih terkulai lemas diatas tempat tidurnya Dalam perjalan menggunakan tandu ia diiring oleh beberapa prajurit untuk menjaganya sampai ke tempat tujuan.
Sebagai seorang selir dari salah satu kerajaan terpandang pada masa itu, Xiao Meili dikenal baik dan lembut terhadap semua orang. Kemampuan menggambarnya yang luar biasa membuatnya semakin dikagumi dan membuat Luo Changxi iri hati. Sehingga ia membuat rencana licik dengan menjebaknya. Memang saat itu seorang Kaisar bisa memiliki lebih dari seorang istri, tapi Luo Changxi selalu membuat para selirnya tak betah tinggal diistana dan hanya Xiao Meili yang dapat bertahan hingga sekarang. Selain karena sang Kaisar yang sudah menyayanginya, juga karena dari Xiao Meililah sang Raja akan mendapatkan keturunan pertamanya karena kandungan Luo Changxi yang kurang subur. Kaisar Han akhirnya mengutus pengawal kepercayaannya, yaitu Yi Shaolun yang merupakan merupakan suami dari Ren Xia untuk mengantar rombongan yang membawa selirnya itu secara diam-diam dan memastikan keselamatannya karena ia merasa bahwa akan ada hal besar yang menghadang mereka.
Ternyata benar saja apa yang dikhawatirkan oleh Sang Kaisar, Sang Permaisuri telah menyiapkan beberapa orang untuk membunuh Xiao Meili dalam perjalanan menuju Bukit Bintang. Sesampainya di tengah hutan, orang - orang suruhan Permaisuri Changxi muncul membawa beberapa senjata tajam dan menyerang para prajurit dan rombongan selir Xiao. Tandupun bergoyang tak beraturan dan membuat Selir Xiao panik sehingga memutuskan untuk keluar dan melihat apa yang sedang terjadi diluar.
"Kenapa anda keluar nyonya" kata Ren Xia yang langsung menghampiri majikannya itu. Tiba-tiba muncul seorang yang bersiap menghunuskan pedang kearahnya, untunglah dengan sigap Yi Shaolun datang dan menyelamatkan selir Xiao dari bahaya.
__ADS_1
"Cepat bawa selir Xiao dan anak-anak pergi dari sini!" pinta suaminya itu yang sedang berusaha melindungi mereka.
"Lalu bagaimana dengan dirimu?" cemas Ren Xia
"Siapa dia Ren Xia?" kata Selir Xiao yang saat itu tak menyadari kehadiran Yi Shaolun yang menutupi wajahnya menggunakan cadar.
"Dia. . ."
"Cepat !! Ini perintah Kaisar !!" Pekiknya
"Baiklah, jaga dirimu baik-baik . . .Mari nyonya, jangan jauh-jauh dari ibu nak. . ." Mereka berempat berlari dengan patasnya menjauhi kerumuna orang yang sedang menyerang satu sama lain itu. Sambil sesekali menoleh, Ren Xia yang mencemaskan suaminya itu tetap berlari sambil memegangi Xiao Meili yang kesulitan melangkah karena kehamilannya yang telah mencapai usia 8 bulan. Yi Shaolun yang membantu para prajurit melawan orang-orang jahat itu sepertinya tak cukup untuk menghadapi mereka semua dan kalah dan terbunuh oleh beberapa luka tusukan ditubuhnya. Beberapa dari merekapun akhirnya menyusul Xiao Meili dan Ren Xia serta kedua anaknya untuk menyelsaikan tugas yang diberikan oleh Sang Permaisuri, Luo Changxi.
Karena merasa kelelahan, selir Xiao meminta untuk berhenti di satu titik dimana Ren Xia melihat sebuah Gua yang menurutnya aman untuk tempat persembunyian mereka sementara waktu. Tanpa berpikir panjang ia pun langsung membawa majikannya dan kedua anaknya untuk masuk kedalamnya.
"Dimana mereka?" Suara salah seorang pembunuh itu yang terdengar dari dalam Gua
*Krakk (suara kayu yang patah) *Karena mendengar perkataan orang itu, tak sengaja Ren Xia menginjak sebuah ranting yang berada di mulut Gua, karena suaranya yang menggema akhirnya terdengar oleh para pembunuh itu dan langsung berlari kearah sumber suara. Merekapun memutuskan untuk masuk lebih dalam ke Gua itu dan bersembunyi dibalik batu yang besar. Dengan berhati-hati, para pembunuh itu mengelilingi Gua dan menyisir setiap sudutnya. Tiba-tiba seorang pria tua berjanggut putih datang dan menyerang mereka. Tenaga dalamnya yang sangat luar biasa membuat beberapa dari para pembunuh itu terpental hingga keluar Gua dan pria tua itupun mengejarnya. Ia memberikan sebuah pil penghilang ingatan dan di minumkannya pada mereka yang masih tersungkur ke tanah secara paksa lalu memberikan sebuah instruksi yang menyatakan bahwa target mereka telah tewas terbunuh. Hal ini dilakukan agar mereka bisa segera kembali karena merasa bahwa tugas mereka telah terlaksana. Kemudian ia kembali kedalam Gua untuk menghampiri selir Xiao dan Ren Xia.
"Kalian boleh keluar sekarang. . ." kata pria tua itu, namun karena rasa takut yang berlebihan dan rasa curiga bahwa kakek tua yang menolongnya tadi adalah bagian dari orang jahat itu mereka tak segera keluar dan tetap bersembunyi dibalik batu yang besar itu.
"Tenanglah, aku hanya ingin membantu kalian saja. ." tetap hening
"Eh. . .Kalian tidak berniat untuk berterima kasih padaku? Yaa sudahlah apa boleh buat. ." memutar badannya dan mulai melangkah pergi
"Tunggu tuan. . .kami minta maaf atas ketidak sopanan kami. Terimakasih atas pertolongan tuan." kata selir Xiao yang sedari tadi bersembunyi bersama Ren Xia dan putri kembarnya.
"Baiklah, baiklah, tidak perlu sungkan. ." katanya menyombongkan diri
__ADS_1
"Saya Xiao Meili dan ini pelayan saya Ren Xia. Ini Yi Mei dan Yi Cao, putrinya" memperkenalkan diri
"Duduk, duduklah. . ." kata pria tua itu sambil mengambilkan beberapa cangkir minuman untuk mereka
"Terima kasih tuan. . ." menerimanya
"Sebenarnya siapa mereka? Mengapa mereka ingin membunuh kalian?"
"Kamipun tak tau siapa mereka. Saat sedang dalam perjalanan menuju Bukit Bintang tiba-tiba mereka datang dan mencegat kami, membunuh semua rombongan yang mengantar kami" jelas selir Xiao
"Bukit Bintang? Mengapa kalian pergi kesana?"
"mm. .Ceritanya Panjang tuan. Sekarang kami tidak tau apakah kami bisa melanjutkan perjalanan kesana. Kereta kami telah hancur dan aku juga sudah tidak sanggup untuk berjalan lagi" jelas selir Xiao
"Ibu. .apa laki-laki yang menyelamatkan kita tadi adalah Ayah, Bu??" tanya Yi Cao pada ibunya. Mendengar hal itu, mata Ren Xia langsung berkaca-kaca dan mengingat apa yang ia lihat sebelumnya dalam pertempuran itu
"Apa itu benar Ren Xia? Kenapa kau tidak mengajaknya lari bersama kita?"
"Tidak peduli apa yang terjadi, dia hanya sedang menjalankan tugas Nyonya. Meski harus menyerahkan nyawanya, aku yakin ia bahagia saat melakukannya."
"Apa yang kau katakan! Bagaimana kehidupanmu dan anak-anakmu selanjutnya?" selir Xiao merasa kasihan dengan Ren Xia yang akhirnya harus menjadi janda karena menyelamatkannya
"Nyonya, ia yang memerintahkanku untuk membawa nyonya pergi dari sana dan aku yakin ia juga menginginkan keselamatan nyonya. Aku tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan nyawanya dalam melawan orang-orang itu dan berjanji akan selalu menjaga nyonya dan calon bayi yang ada di perut anda. Aku bersumpah akan mengabdikan seluruh baktiku untuk melayani nyonya, begitu juga dengan anak-anakku"
"Ren Xia. . .Kau ini. . .Ugh. .sss. ." selir Xiao tampak kesakitan sambil memegang perutnya. Kakek Yinshi langsung memeriksa denyut nadinya dan berkata bahwa kondisinya sangat lemah karena kelelahan.
__ADS_1
Bagaimana kisah selanjutnya. Apa yang terjadi dengan Selir Xiao Meili dan Siapa Kakek yang menyelamatkan mereka itu? Next Eps. . .