Kembalinya Sang Puteri

Kembalinya Sang Puteri
Episode 37


__ADS_3

Masih di Novel Kembalinya Sang Puteri


Keesokan harinya di Penginapan Changhu tepatnya Kamar Yingjun


”Paman bawakan makanan untuk anda Tuan” ucap sang Paman mengantarkan senampan penuh makanan


“Terima kasih, Paman. Kenapa banyak sekali makanannya?” tanyanya yang sedang memakai jubah


“Hari ini adalah hari pertama anda menjadi Konsuler kerajaan. Jadi, Paman ingin memberikan makanan yang terlezat untuk merayakannya”


“Kapan kau akan bersikap biasa terhadapku Paman? Ini sudah lebih dari 20 tahun tapi kau masih menganggapku sebagai majikanmu”


“Tuan, Paman tidak pernah membedakan kedudukan antara Tuan Yingjun dengan Paman. Hidup sebatangkara didunia ini tidaklah mudah dan keluarga tuan Tao lah yang memberikan kehidupan untuk Paman nikmati dengan menjaga Tuan. Selama ini, Paman hampir tak pernah merasakan kesulitan apapun hidup bersama Tuan. Oleh


karena itu dengan berbuat seperti inilah Paman pikir bisa membalas jasa keluarga Tuan untuk Paman” jelasnya


“Aku tidak bisa berkata apapun setelah mendengar penjelasan dari Paman. Sudahlah, makanan ini pasti akan aku habiskan sebelum berangkat jadi paman tenang saja”


“Kalau begitu, Paman permisi kembali ke dapur”


“Silahkan, Paman”


Ini sudah hari keempat sejak Yueji dan kedua saudarinya meninggalkan Ibu Kota Taiyang. Namun karena Yingjun yang baru kembali dari bisnisnya dan langsung sibuk dihari pertamanya setelah menerima jabatan sebagai Zongzheng, ia tak menyadari bahwa mereka sudah tak berada di Penginapan lagi.


Begitu pula dengan Paman Pubu melupakan amanat yang diberikan oleh Yueji untuk memberikan sebuah gulungan dan surat yang ia tulis untuk Yingjun. Akankah hal itu tersampaikan?


Sementara itu di desa Tianshi, ketiga gadis pengembara itu sedang mencoba untuk mencari cara untuk menghentikan wabah penyakit kulit di desa tersebut.


Kantor Zongzheng


“Bagaimana hari pertamamu menjadi bagian dari kerajaan?” ejek Zhao Lantian yang tiba-tiba datang menyapa sahabatnya


“Lihat siapa yang datang dengan lidahnya yang tajam?” balas mengejek


“Aku datang kemari untuk memberi selamat padamu, tapi kau malah mengolokku”


“Memberi selamat hanya alasan bagimu. Kau hanya ingin mengejekku karena sebelumnya aku berkata bahwa aku tak ingin berurusan dengan urusan kerajaan dan sekarang malah duduk di Kantor Konsuler. Bukankah begitu?”

__ADS_1


“Ternyata kau ingat kata-kata itu. Baguslah jika kau tau. Tapi, sebenarnya ada hal lain yang membuatku ke Istana”


“Apa itu?”


“Ayah menyuruhku untuk menghentikan kasus penyerangan oleh manusia bertopeng itu”


“Apa? Jika penyelidikan ini benar-benar berakhir, bukankah ibuku akan aman untuk sementara waktu. Baguslah kalau begitu serunya dalam hati sembari menyeringai


“Kau keberatan bukan? Aku juga tidak setuju dengan hal itu. Tapi menurut ayahku karena beberapa hari ini tak ada pergerakan dari mereka, jadi pengamanan akan dialihkan pada yang lain”


“Benar apa kata ayahmu. Lebih baik kau memperhatikan yang lain sementara kita menunggu pergerakan lagi dari mereka. Bukankah menurunkan kewaspadaan mungkin akan memancing mereka kembali. Jadi, lebih baik dengarkan kata ayahmu”


“Kenapa, aku merasa sepertiny kau gembira mendengar kabar ini?” curiga


“Itu semua juga demi kebaikanmu. Sebagai sahabat yang baik sudah sepantasnya aku memberikan saran yang bagus untukmu”


“Lupakanlah, anggap aku tak memberitahumu! Padahal, aku hampir bisa menangkapnya dengan petunjuk lukisan yang diberikan oleh Yueji. Dimana dia sekarang dan bagaimana keadaannya, aku harap dia akan selalu baik-baik saja”


Benar, aku melupakan dia. Sebelumnya aku bertengkar hebat dengannya karena masalah Hua’er, aku merasa keterlaluan menyalahkan dia atas hal yang tak pernah ia ketahui. Apa yang kau bicarakan? Setelah aku menyelesaikan pekerjaanku, aku akan membawamu untuk menemuinya”


“Kau tau dimana dia sekarang?”


“Apa maksudmu? Jangan-jangan mereka tak memberitahumu?”


“Memberitahuku mengenai apa?”


“Kau benar-benar tidak tau? Mereka telah meninggalkan Ibu Kota sejak beberapa hari yang lalu!” Yingjun seketika menghentikan pekerjaannya


“Apa kau bilang? Apakah itu benar? Kenapa Paman ataupun Jianke tak ada yang memberitahuku?”


“Hah, mereka tinggal satu atap denganmu tapi kau bahkan tidak tau jika


mereka pergi? Sekarang, siapa yang berubah menjadi dingin dan tak memperhatikan


orang lain setelah menjadi pejabat ke negaraan?” kembali mengejek


Apa mereka benar-benar pergi?Dari mana kau tau?”

__ADS_1


“Mereka meninggalkan sebuah surat yang dititipkan pada penjaga untukku. Kebetulan sekali, mereka pergi saat semua orang sedang sibuk-sibuknya? Aku jadi tak bisa berpamitan dengan baik”


“Kau sudah selesai? Aku masih ada urusan!” berbenah dengan tergesa-gesa lalu pergi meninggalkan Zhao Lantian yang baru datang menemuinya


Sore hari di Penginapan Changhu


Yingjun yang terlihat lelah langsung masuk kedalam kamarnya dan berbaring. Sembari menatap langit-langit, Yingjun terus mengingat pertengkarannya dengan Yueji tempo hari yang membuatnya sedikit menyesal telah membentak Yueji.


“Paman Pubu. Siapa tau ia menitipkan sesuatu pada Paman Pubu. Aku harus bertanya padanya” bangkit dari ranjangnya untuk menemui sang Paman yang telihat sedang membenahi kamar tamu


“Paman”  panggil Yingjun pelan agar tak mengagetkannya


“Tuan, ada apa? Anda perlu sesuatu?” tanyanya berbalik badan


“Tidak, Paman. Aku hanya ingin bertanya mengenai. . .” ragu-ragu


“Mengenai? Oh, Paman lupa memberitahu Tuan jika nona Yueji, nona Yi Mei, dan nona Yi Cao sudah berangkat beberapa hari yang lalu” (baru ngasih tau sih Paman)


Ternyata benar apa yang dikatakan Lantian Lalu. . .”


“Oh, ada satu hal lagi. Nona Yueji menitipkan sesuatu untuk anda, Tuan” memotong perkataan Yingjun dan langsung berlari untu mengambil titipan dari Yueji (yaah, baru inget deh)


Dia juga meninggalkan pesan untukku?


“Ini Tuan. Sebelumnya, nona Yueji terus mencari anda bahkan dia setiap hari bertanya padaku kapan anda kembali. Tapi, setelah itu mereka tiba-tiba memutuskan untuk pergi”


“Kapan itu Paman?”


“Sepertinya, saat Tuan datang bersama nona Xia Hua kemari”


Apakah ia pergi karena merasa bersalah padaku?


“Aku sudah menyuruh mereka untuk menunggu Tuan kembali dan berpamitan sendiri, tapi sepertinya mereka pergi dengan terburu-buru. Ini amanat dari nona Yueji, Tuan” memberikan sebuah gulungan dan sebuah surat


“Terima kasih, Paman” melangkah pergi kembali ke kamarnya. Ia membuka gulungan itu terlebuh dahulu dan ternyata isinya adalah lukisan wajah Wu Qingwei yang saat itu menjadi manusia bertopeng


“Ini. . .ibuku? Jadi, dia benar-benar telah melihat wajah ibuku. Tapi kenapa ia bisa berfikiran untuk menukar lukisannya?” betapa terkejutnya ia.

__ADS_1


Beberapa hari yang lalu saat Yueji memberikan lukisan pelaku penyerangan pada Zhao Lantian, Yingjun sempat curiga dan bersikap impulsif dengan merebut lukisan itu dari tangan Yueji. Tapi ternyata gadis itu telah menukar lukisannya sehingga yang ia berikan pada Lantian bukanlah wajah Wu Qingwei, yang tidak lain dan tidak bukan adalah ibu kandung dari Yingjun.


“Apakah dia. . .” lalu ia membuka surat yang dititipkan bersama gulungan itu


__ADS_2