Kembalinya Sang Puteri

Kembalinya Sang Puteri
Episode 43


__ADS_3

Masih di Novel kembalinya sang Puteri


Peran tambahan                    :           Shiji


“Kak, apa kau sudah meracik obatnya?”


“Jawab dulu pertanyaanku, mengapa kau tidak mendengarkan kata – kataku?”


“Aku, terpaksa melakukannya. Tak banyak yang dapat aku lakukan dengan kain ditanganku, jadi aku melepaskannya”


“Kau gila. Kau tau bahwa wabah ini sangat menular melalui sentuhan, aku juga sudah memperingatkanmu untuk selalu memakainya!”


“Kak, kenapa dia memarahimu? Apa kakak membuat kesalahan padanya?” dengan polos gadis kecil itu bertanya pada Yueji


“Kakak itu tidak marah, dia hanya sedang khawatir. Sekarang, pergi untuk bermain dengan yang dahulu. Kakak akan bicara pada mereka!” menyuruh gadis kecil itu pergi


“Yueji. . .” suara lirih Yingjun memanggil namanya


 “Yi Mei, apakah Yueji telah terpapar wabah ini?” tanya Yangli


“Aku tidak bisa memastikannya. Tapi, enam puluh puluh persen penularannya akan lebih cepat dengan satu sentuhan. Yueji baru saja pulih dari luka dalamnya, itu akan menambah prosentasenya”


“Kak, mengapa kau membawa mereka kemari?” Yueji


“Kami yang memutuskan untuk pergi tidak ada paksaan dari siapapun. Yueji, bagaimana keadaanmu sekarang?” Yangli


“Aku masih baik – baik saja, Paman”


“Aku akan memeriksanya sendiri” dengan gegabah berusaha memasuki halaman itu dan menghampirinya


“Yingjun, tenanglah!” tangan sang Ayah menarik putranya


“Kak, sebaiknya kau bawa mereka pergi dari sini secepatnya dan temukan obat agar bisa segera menolong mereka”


“Aku tidak akan pergi dari sini!” tegas Yingjun


“Benar, kami tidak bisa meninggalkanmu sendiri disini” sambung Lantian


“Yueji, apa kau merasakan keluhan seperti mereka? Jika tidak, mungkin kau belum terpapar virus ini dan bisa ikut keluar bersama kami. Paman berjanji akan membantu kakakmu untuk membuat vaksinnya” bujuk Yangli


“Penyakit ini akan memiliki gejala satu minggu kemudian, aku baru beberapa hari disini jadi belum ada yang bisa aku rasakan, Paman. Tapi aku juga tak ingin gegabah menyimpulkan, lebih baik tetap berada disini untuk menjaga


semuanya agar tetap aman”


“Aku akan menemanimu” ujar Yingjun

__ADS_1


“Tidak, kau juga harus kembali aku akan baik – baik saja disini”


“Kalian tenang saja, aku akan menjaga kak Yueji disini” suara seorang pemuda menghampiri mereka


“Siapa kau?” tanya Zhao Lantian


“Namaku Shiji, aku adalah salah satu pasien dari Kak Yueji disini” jelasnya


“Kak, sepertinya bubuk kunyit dan daun Binahong yang kau buat cukup ampuh untuk mengurangi luka luarnya. Kita hanya perlu vaksin untuk mencegah bakteri atau virusnya berkembang”


“Benar kata Kak Yueji. Meski tingkat penyembuhannya lambat, tapi sudah hampir setengah dari penduduk disini mengalami perubahan. Luka yang tadinya basah dan bernanah, perlahan – lahan mengering dan mengelupas dengan sendirinya, aku juga mengalaminya, lihatlah!” memperlihatkan bekas luka pada tangan dan wajahnya


“Yi Mei, kau benar – benar berhasil membuat obatnya” Yangli


“Tapi, aku hanya bisa menangani luka luarnya itu pun dengan bahan obat yang terbatas”


“Bisakah aku meminta sesuatu pada kalian?” pinta Yueji


“Katakanlah, nak. Paman akan lakukan untukmu”


“Aku rasa proses penyembuhan yang lambat dikarenakan udara disini sangat lembab dan kurang terpapar dari sinar matahari, sehingga mempercepat pertumbuhan bakterinya. Jika aku boleh meminta, tolong carikan satu tempat baru untuk memindahkan mereka dari sini!”


“Memindahkan mereka? Terlalu beresiko membawa mereka keluar dari sini” Yi Mei


“Baiklah. Kau harus jaga diri disini, aku berjanji untuk secepatnya kembali kemari” pesan dari Yi Mei


“Kau benar – benar akan meninggalkannya sendiri disini?” Yingjun


“Tidak ada yang bisa kita lakukan disini tanpa obat – obat itu” Yi Mei


“Baiklah Yueji, Paman mengerti permintaanmu. Jaga dirimu baik – baik, tunggu kami kembali dan memberi kabar padamu tentang perkembangannya”


“Terima kasih, Paman”


“Jangan lakukan itu, kembalilah bersama kami” ucap Yingjun yang terus menatap Yueji dari kejauhan


“Aku akan baik – baik saja” isyarat dari Yueji menggunakan mulut kemudian memberikan senyuman padanya agar ia tak terus mengkhawatikannya


“Yingjun, kita harus segera keluar agar bisa membantunya” ucap Zhao Lantian sambil menariknya.


Dengan berat hati, mereka pun meninggalkan Yueji.


Di luar desa Tianshi


“Sebenarnya, wabah apa ini? Yueji bilang kau telah berhasil membuat obatnya, apakah itu benar?” Yangli

__ADS_1


“Dari awal aku menganalisanya, penyakit ini sejenis cacar api yang membuat permukaan kulit tampak melepuh. Obat yang aku buat hanya bisa digunakan pada luka luarnya, aku butuh beberapa bahan rempah untuk membuat ramuan Peningkatan Kekebalan Tubuh agar mereka tak mudah terkena virus atau bakteri pada wabah ini”


“Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?” Lantian


“Tujuan saudariku Yi Cao pergi ke Istana karena ingin meminta bantuan untuk mengirim pasokan obat dari Ibu Kota dengan kualitas lebih baik. Jika aku meramunya sendiri, aku takut bahwa ramuanku akan bereaksi lebih lama”


“Jadi maksudmu, sebenarnya wabah ini sudah memiliki penawarnya dan itu ada di Ibu Kota?” Yingjun


“Benar. Aku sempat melihat beberapa rempah yang bisa digunakan sebagai pemakaian obat luar untuk wabah cacar api ini”


“Katakanlah, apa saja yang kau butuhkan untuk membuat ramuannya. Aku akan kembali ke Ibu Kota dan mengirimkannya padamu”


“Aku membutuhkan banyak gandum untuk merendam tubuh mereka. Hal ini dinilai ampuh untuk membuat lukanya cepat kering. Selain itu, aku juga butuh daun pegagan sebagai salah satu ramuan Meningkatkan Kekekbalan Tubuh dan juga . . .” Yi Mei pun mejelaskan segala bahan rempah yang ia butuhkan


“Baiklah, Paman mengerti. Yingjun, apa kau akan tetap disini atau ikut bersama Ayah kembali Ke Ibu Kota?”


“Aku akan tetap disini membantu nona Yi Mei, Ayah. Biarkan Lantian yang ikut bersamamu, dan kau Jianke?”


“Aku akan bersama Tuan!” tegasnya


“Baiklah kalo begitu. Aku akan meninggalkan Aolie disini untuk berjaga – jaga sewaktu – waktu para pengawal Kepala Daerah Liu kembali, ia dapat membantu kalian disini, Aolie. . .”


“Aku mengerti Tuan Menteri” Aolie


“Paman, ada satu hal lagi. Berdasarkan apa yang dikatakan Yueji bahwa para warga disana membutuhkan tempat baru untuk bermigrasi. Jadi, mungkin akan sedikit merepotkan Paman untuk membangun rumah – rumah baru bagi mereka”


“Tidak masalah. Tentukan saja tempatnya, Paman akan membawa beberapa pegawai bangunan kemari nanti”


“Terima kasih Paman dan maaf karena kami telah banyak meminta”


“Semua ini juga bukan untuk dirimu sendiri, melainkan juga untuk negeri ini kau tidak perlu sungkan”


“Aku juga akan meninggalkan beberapa prajuritku untuk membantu kalian”


“Tidak perlu Lantian, bawalah mereka bersamamu. Banyak barang yang akan kalian bawa kemari, jadi mereka lebih kau butuhkan daripada kami disini” Yingjun


“Baiklah. Berhati – hatilah kalian, aku akan segera kembali membawa bahan ramuan itu Kami permisi, mari Tuan Menteri” Lantian


“Ayah, pergi dulu Yingjun, Yi Mei”


“Hati – hati Paman” Yi Mei



 To be Continued. . .

__ADS_1


__ADS_2