Kembalinya Sang Puteri

Kembalinya Sang Puteri
Episode 10


__ADS_3

Pengenalan tokoh tambahan


Pelayan setia keluarga Tao                : Paman Pubu


Pengawal setia Yingjun                      : Jianke


Next Kita lihat lagi yuk perjalanan tiga bersaudari itu. . .


Setelah keluar dari Desa Shamo, Yueji, Yi Mei dan Yi Cao sampai di Ibu Kota NegaraTaiyang, tepatnya di pasar


Kota Distrik Shangnan. Suasana keramaian disana membuat mereka lupa diri apalagi untuk Yueji yang baru merasakan berkerumun dengan orang yang sebanyak ini sehingga membuatnya terpencar dari kedua gadis kembar yang sudah ia anggap sebagai kakaknya itu. Sejak peristiwa pengasingan yang dialami oleh selir Xiao,


Yueji bukan hanya kehilangan sang Ibunda tapi juga kehilangan jati dirinya, yaitu sebagai satu-satunya putri seorang Kaisar dan menjauhkannya dari hiruk pikuk kemewahan kota sampai harus menetap di Gua dalam hutan selama 20 tahun untuk bersembunyi dari incaran pembunuh. Meski begitu, ia tetap tumbuh menjadi gadis yang cantik nan ceria tanpa beban dendam dari masa lalu ibunya yang telah terbenam oleh waktu yang terus berjalan.


“Dimana kak Yi Mei dan kak Yi Cao? Tunggu, bau harum apa ini. . .hmm enaknya” hidungnya mengendus harumnya kue bulan hingga membuatnya melangkah tanpa sadar mengikuti aroma itu.


“Itu dia, sepertinya enak. Aku akan membeli itu dulu baru mencari mereka. . .” berjalan mendekati kios itu dengan semangat


“Tolong berikan kue bulannya satu!” ucap dua orang bersamaan sehingga membuat mereka saling menoleh satu sama lain. Ternyata. . .suara itu berasal dari Yingjun dan Yueji yang sama-sama ingin membeli kue bulan di kios itu.


*Dia. .**.Pria yang terluka di hutan. . .*karena malu dan takut Yingjun akan mengingat wajahnya\, dengan cepat ia langsung menyembunyikan wajahnya dengan berbalik badan dan mengambil langkah seribu untuk menghindarinya tanpa sempat membeli kue bulan yang sebelumnya ia inginkan.


“Apa ada sesuatu di wajahku?” dengan wajah yang terheran-heran, ia menanyakan alasan Yueji yang melarikan diri setelah melihatnya.


“Bagaimana mungkin, tuan. Itu hanya karena wajah tuan yang terlalu tampan saja makanya nona itu langsung lari terbirit-birit” ucap pemilik kios kue bulan


“Oh, begitukah? Tapi , apa sekarang memiliki wajah yang tampan itu menakutkan?” berlanjut rasa herannya sembari melihat kearah Yueji yang saat itu sudah sangat jauh berlari.


Disisi lain, Yueji yang terlihat kelelahan akhirnya berhenti setelah cukup jauh dari tempatnya bertemu dengan pria yang menerima ciuman pertamanya itu.


“Kenapa. . .dia. . .ada disini?” katanya terengah-engah


“Yueji, dari mana saja kau?” menepuk pundak


“Kami berdua mencarimu kemana-mana!” sahut kedua kakaknya bergantian

__ADS_1


“Maafkan aku, aku. . .hanya terlalu bersemangat setelah sampai disini. . .”masih dengan suara yang terengah-engah


“Ada apa denganmu? Kau habis lari?”


“Apa ada orang jahat yang mengejarmu?”


“Siapa dia? Dimana dia sekarang?”


“Biarkan kami yang menghadapinya!” rentetan pertanyaan yang mereka ucapkan secara bergantian


“Apa kalian. . .bisa membiarkanku bernafas terlebih dahulu? Huuuh. Haaah” mengatur nafas


“Kenapa kau berlari? Siapa yang mengejarmu?”


“Huh. . . tidak ada yang mengejarku, aku hanya ingin berlari dari rasa maluku”


“Hah?!” suara gadis kembar itu serentak


“Sudahlah! Lupakan! Sepertinya aku lapar setelah berlari, lebih baik kita makan dulu baru berkeliling lagi. Ayo!”


“Kau yakin tidak apa-apa?”


“Ya sudahlah! Ayo!”


** Penginapan Changhu**


“Tuan, anda kembali? Bagaimana keadaan anda?” kata paman Pubu yang menyambut kedatangan Yingjun


“Aku baik-baik saja paman, ini kue bulan untuk paman”


“Terima kasih tuan” Pubu adalah pelayan yang setia keluarga Tao sejak dahulu dan setelah Yingjun lahir, ia diutus untuk menjaganya hingga sekarang. Yingjun sendiri tak pernah menganggapnya sebagai seorang pelayan namun sudah dianggap seperti paman bagi dia dan keluarganya


“Dimana Jianke, paman?” menanyakan pengawal sekaligus sahabatnya


“Tuan Ying, maafkan aku karena gagal menjaga tuan tempo hari” Jianke yang tiba-tiba datang memberi salam

__ADS_1


“Sudahlah, itu bukan salahmu. Aku saja yang kurang berhati-hati. Mm, kita bicarakan saja di dalam!”


“Baik tuan!”


“Kalau begitu, akan saya siapkan minumannya”


“Terima kasih paman”


Jianke dulunya adalah seorang gelandangan yang diselamatkan Yingjun saat ia kelaparan karena terpisah dari orang tuanya yang gugur dalam peperangan antara kedua kerajaan yang saling berselisih. Sejak hari dimana Yingjun menyelamatkannya dari kesengsaraan, ia berjanji untuk setia pada Yingjun dan melayaninya sebagai pengawal pribadi.


“Duduklah! Bagaimana, apa kau sudah tau siapa orang-orang bertopeng yang menyerangku waktu itu?”


“Maaf tuan. Saat aku mencoba untuk mengikutimu ke dalam hutan, ada beberapa orang yang sengaja mencegatku agar tak bisa menyusulmu”


“Mereka melukaimu?”


“Tidak tuan. Seharusnya dengan kemampuan Kungfu mereka yang hebat dan handal setidaknya aku akan mendapatkan luka dalam yang cukup serius. Namun terlihat sekali bahwa mereka hanya sengaja untuk menghadangku agar tak bisa membantumu dalambertarung. Setelah beberapa menit melawannya, mereka tiba-tiba menghilang. Saat aku mencoba untuk menyusulmu, nona Hua’er tiba dengan paman Pubu dan rombongan untuk mencarimu. Aku mengikuti mereka dari belakang karena takutnya orang-orang bertopeng itu datang lagi dan menyerang nona Hua’er, paman Pubu dan para rombongan”


“Lebih baik seperti itu. Oh iya, Hua ‘er bilang bahwa ia melihat seseorang didalam jurang bersamaku. Kau tau siapa dia?


“Tidak tuan. Aku hanya mengikuti mereka dari kejauhan, aku mendekat saat melihat beberapa orang membawa tuan naik dari arah jurang dalam keadaan terluka dan tidak menoleh sedikitpun kearah jurang. Apa dia adalah orang yang juga ingin mencelakai anda?”


“Tidak, Hua’er bilang berkat dialah aku bisa ditemukan. Aku memang sempat melihat seseorang saat itu, tapi aku tidak yakin dan berfikir bahwa itu hanya sebuah ilusi karena aku sangat membutuhkan pertolongan. Untuk orang-orang bertopeng itu, aku berfikir bahwa mereka hanya sedang memperingatkanku akan suatu hal.”


“Apa itu?”


“Sepertinya ada hubungannya dengan ayahku. Selama ini, aku selalu menerima surat yang sama setiap saat. Isi surat itu selalu memberitahukan tentang keberadaan ibu kandungku dan keinginannya untuk menemuiku. Tapi setiap kali aku datang ke tempat yang telah ditunjukkan dalam surat itu aku tak pernah bertemu dengan siapapun. Meski awalnya ragu, tapi aku tetap pergi kesana. Hari ini aku hanya ingin mencoba keberuntunganku, berharap agar suatu saat isi surat itu adalah kebenaran dan aku benar-benar bisa bertemu ibu kandungku”


“Tuan, apa tidak sebaiknya anda berhenti untuk percaya dengan surat-surat itu. Hiraukan saja jika ada yang mengirimkannya lagi. Hamba takut kejadian seperti kemarin akan terulang atau bahkan mungkin bisa lebih buruk.”


“Inginku seperti itu. Tapi rasa penasaran yang selalu mendorongku untuk tetap pergi meski hasilnya seringkali mengecewakan dan aku tak bisa mencegahnya.”


“Tuan, apa yang akan anda lakukan jika anda berhasil bertemu dengan ibu kandung anda?”


“Aku ingin menanyakan kejadian 20 tahun lalu"

__ADS_1



Apa kiranya yang terjadi pada keluarga Yingjun pada 20 tahun yang lalu. Stay tune ya. . .


__ADS_2