
Sebelumnya di Novel Kembalinya Sang Puteri. . .
Setelah obat itu berhasil masuk kedalam tubuhnya, mata Yueji masih tak dapat berpaling darinya. Jantungnya tetap berdegup kencang meski bibir mereka tak lagi bersentuhan, hanya dengan menatapnya membuat Yueji tersenyum. Seketika ia sadar bahwa niatnya hanya untuk menolong bukan membangun sebuah perasaan.
"Apa kau sudah selesai Yueji?" tanyanya yang masih berbalik badan bersama Yi Cao
"Selesai apa? Apa yang sedang Yueji lakukan?" hendak menengok dan dihentikan oleh Yi Mei
"Sudahlah, kau tidak perlu tau dan tetaplah seperti ini. Mengerti?" menahan wajah Yi Cao yang hampir saja menoleh kearah Yueji yang sedang mabuk
"A, Aku sudah selesai kak, kau bisa memeriksanya kembali" Pria itu tetap berada di pangkuannya saat Yi Mei mencoba untuk memeriksanya kembali setelah meminum obat yang mereka bawa, pemberian dari sang kakek petapa
"Em, kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya. Aliran darahnya sudah lebih lancar, nafasnya pun juga tak terlalu terengah-engah lagi. Sepertinya obat ini benar-benar ampuh, setidaknya sekarang aku tau bahwa khasiatnya bisa mengibati luka dalam dalam waktu singkat. Kau berhasil membuatnya lolos dari bahaya" katanya menggoda sang adik masih terlihat raut merah di pipinya
"Syukurlah, apa yang aku lakukan tadi tidaklah sia-sia (pikirnya sambil tersenyum. Karena meras di perhatikan, Yueji pun melihat kearah Yi Mei Kenapa kau menatapku seperti itu? Berhenti menggodaku!"
"Kalian ini selalu kikir berbagi informasi denganku!" Yi Cao mulai kesal dengan sikap kedua saudarinya
"Lalu, bagaimana dengan lengan atasnya yang patahnya dan kakiknya yang terkilir?"
"Kita hanya perlu mencari sesuatu untuk menopang lengannya agar tak banyak bergerak sehingga menimbulkan sakit yang teramat sangat. Sedangkan kakinya yang terkilir cukup dipijat sebentar untuk meluruskan ototnya maka ia akan baik-baik saja. Biar akau dan Yi Cao yang mencari penopangnya, kau tunggulah disini karena sepertinya posisimu sudah sangat nyaman" menyeringai dan segera mencari sebuah kayu sebagai gips untuk lengan pria itu
"Kau ini!" tak berapa lama kemudian mereka kembali membawa sebuah kayu dan mengeluarkan sebuah kain untuk mengikatnya. Yi Mei mulai memijat pergelangan kaki untuk meregangkan kakinya yang terkilir. Seolah seperti tenaga medis yang handal, Yi Mei melakukan tugasnya dengan baik. Selain hebat dalam Kungfu, Yi Mei juga pandai dalam pengobatan. sedangkan saudaranya mengikuti jejak Yueji, yaitu bisa melukis meski berbeda hasil dengan milik Yueji namun diantara dia dan Yi Mei, Yi Caolah yang paling mirip jika disuruh untuk melukis dan membandingkannya dengan milik Yueji. Berakhirlah peran mereka sebagai seorang malaikat penolong. Tapi. . .
"Sudah selesai. Lalu, apa yang harus kita lakukan selanjutnya pada pria ini? Kita tidak mungkin meninggalkannya sendirian disini bukan?" tanya Yueji kebingungan
"Kau akan membawanya?" Yi Cao
"Setidaknya kita harus mencari seseorang dulu untuk merawatnya menggantikan kita" saran Yueji
"Yueji, jarak desa terdekat disini masih sekitar satu jam perjalanan lagi. Kau ingin kita kesana sembari membawa pria ini, kau pikir itu mudah?" tolak Yi Mei
"Apa yang dikatakan oleh Yi Mei benar, Yueji. Kita juga mulai kehabisan bekal jadi harus menghemat tenaga"
"Kalau begitu. . ." ucapannya terpotong oleh sayub-sayub seseorang yang menyebutkan sebuah nama.
__ADS_1
"Tuan Yingjun. . .Tuan Yingjun. . ."pekik salah seorang
"Kak Yingjun. ..Kak Yingjun. . ." suara seorang gadis yang berteriak memanggil nama seseorang
"Kalian dengar itu? Sepertinya akan ada orang yang kemari!"
"Kau benar, suaranya dari atas"
"Apakah yang sedang mereka cari adalah pria ini. Jika itu benar, kita harus menggunakan sesuatu untuk memberi tanda dan memberitahukan keberadaannya disini."
"Kau benar, lalu apa yang akan kita gunakan untuk membuat tanda?"
"Um. . .ah gunakan kain sisa ini lalu ikatkan pada sebuah ranting. Setelah itu kibarkan dan arahkan keatas ." menunjuk kain sisa membalut lengan pria itu.
"Baiklah. . ."melakukan apa yang di katakan oleh Yueji. Tak berapa lama kemudian, derap langkah kaki itu pun sampai diatas mereka, Yi Cao pun mulai mengibarkan kain itu keatas.
"Eh, lihatlah. Sepertinya ada orang di bawah sana!" kata seorang laki-laki dari rombongan itu
"Mana? Kau benar. Tuan Puteri, sepertinya ada yang mengibarkan kain dari bawah!" melaporkan apa yang mereka lihat pada seorang gadis muda yang ikut dengan mereka
"Sepertinya bukan, nona" jawab Paman Pubu, pelayan setia keluarga Tao yang telah melayani mereka sejak remaja. Hingga Yingjun lahir, ia ditugaskan untuk menjaganya dan tinggal bersamanya di Penginapan Changhu.
"Paman, tolong utus beberapa orang untuk turun ke bawah dan memeriksanya"
"Baik, nona. Kalian bertiga turunlah dan lihat siapa yang ada disana."
"Baik. . ."
"Benar, itu tuan Yingjun. Nona. . .kami berhasil menemukan tuan Yingjun disini" berteriak memberitahukan apa yang mereka temukan lalu menghampirinya
"Syukurlah Dewa. . .Apakah ia terluka?" teriak gadis itu
"Sepertinya begitu nona, dilihat dari pakaiannya yang terdapat bercak darah" pekiknya saling bersahutan
"Oh Dewa. . .Bagaimana ini Paman Pubu?' cemasnya
__ADS_1
"Anda harus tenang nona. Kalian yang di bawah sana, segera bawa tuan Yingjun keatas, dan hati-hati saat mengangkatnya"
"Baik. . ."
"Eh, apa kau lupa sesuatu?"
"Hah, apa itu?"
"Bukankah tadi ada yang mengibarkan kain untuk memberi tanda. Kenapa sekarang hanya ada tuan Yingjun disini?" bukannya langsung membawa Yingjun naik keatas, mereka malah berdebat mengenai si pemberi tanda
"Kau benar. Siapa ya mereka? Apakah tuan Yingjun yang melakukannya?"
"Mana mungkin, lihat saja luka-luka ini. Jika luka ini yang ada di tubuh kita, pasti sudah tidak terselamatkan lagi. Tuan Yingjun beruntung karena ada yang menolongnya"
"Lalu, siapa mereka? Apa jangan-jangan ada hantu disini"
"Hush, kau ini. . . Mana mungkin siang hari terik seperti ini ada hantu! Sudahlah, cepat angkat tubuh tuan secara hati-hati dan bawa naik keatas sebelum Xia Hua marah
"Kenapa mereka lama sekali? Hei, kalian sedang apa?Cepat bawa tuan Yingjun kemari
"Baik, baik. Kami segera naik!"
Setelah beberapa orang turun ke bawah, Yueji, Yi Mei dan Yi Cao melanjutkan perjalanannya dan meninggalkan pria itu begitu saja.
"Apakah dia akan baik-baik saja?" Yueji
"Yang terpenting kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menolongnya. Perihal bagaimana selanjutnya, itu tergantung keberuntungannya. Sudahlah, jangan terlalu difikirkan matahari sudah mulai redup kita harus segera mencari penginapan untuk beristirahat"
"Kalau begitu, kita percepat jalannya! Ayo!"
Setelah sampai diatas. . .
"Dewa, apa yang terjadi pada kakakku?"
"Lengannya sudah terbalut. Apa mungkin orang yang mengibarkan kain tadi yang melakukan ini? Nona, Kita harus segera membawanya pulang kerumah untuk mendapatkan pengobatan. Naikkan ke dalam tandu!"
__ADS_1
Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah pria itu akan baik-baik saja? Next up, besok ya. stay tune. . .