Kembalinya Sang Puteri

Kembalinya Sang Puteri
Episode 23


__ADS_3

Sebelumnya di Novel Kembalinya Sang Puteri


Setelah puas dijamu di kediaman Tao, ketiga saudari itu kembali ke penginapan Changhu. Ternyata di tengah perjalanan Yueji diserang oleh seseorang yang tak dikenal mengenakan topeng dan memiliki tenaga dalam yang tinggi. Tidak hanya Yueji yang terluka, bahkan beberapa anak buah Zhao Lantian tewas ditangannya. Bagaimanakah keadaan Yueji saat ini? Akankah nyawanya dapat terselamatkan? Baca terus sampai habis ya. . .


Setelah sampai di Penginapan Changhu, Yingjun yang ternyata menunggu kedatangan Yueji sembari membaca buku terkejut karena ia berada dipunggung Zhao Lantian dalam keadaan tak sadarkan diri.


“Ada apa ini? Apa yang terjadi dengannya?” tanya Yingjun cemas


“Tuan Yingjun, biarkan kami memeriksanya dahulu. Kepala Polisi Zhao, tolong bawa Yueji ke kamarnya! (buru-buru menuju kamarnya) Baringkan dia, hati-hati” Yi Mei mulai memeriksa denyut nadinya.


“Bagaimana Keadaannya?” tanya Yingjun


“Aku akan mencarikan tabib untuk mengobatinya” seru Zhao Lantian


“Yi Cao, antar mereka semua keluar!” pinta Yi Mei yang sedang memeriksa Yueji


“Tolong semuanya tunggu diluar! Saudariku memiliki sedikit kemampuan medis, aku yakin adik kami tidak apa-apa. Jadi tolong beri dia waktu untuk memeriksanya!” Kata Yi Cao, mendorong para lelaki itu keluar dari kamarnya. Yi Mei mulai membuka baju Yueji dan memeriksanya secara seksama.


Suasana diluar kamar


Yingjun menanyakan kejadian yang sebenarnya pada Zhao Lantian dan dijelaskan secara rinci olehnya.


“Apa yang kau bilang? Manusia bertopeng?” katanya terkejut


“Iya. Sebelumnya, para prajuritku juga diserang olehnya hingga. . .”


“Hingga apa. . .?”


“Hingga semuanya tewas karena lukanya yang parah dibagian dada”


“Separah apa?”

__ADS_1


“Tabib mengatakan bahwa tulang rusuk mereka hancur bahkan telah mengenai jantung. Yang anehnya, bagian luarnya masih utuh dan tak ada luka robek sedikitpun hanya saja terdapat bekas telapak tangan. Tapi, setelah diperiksa lebih dalam ternyata kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk diselamatkan”


Apa mereka adalah orang yang sama dengan yang menyerangku di hutan waktu itu?


“Paman, tolong carikan tabib untuk mereka!” pinta Yingjun kepada Paman Pubu


“Tapi tuan, ini sudah hampir tengah malam! Lebih baik kita percayakan dulu pada Nona Yi Mei. Bukankah dia juga pernah menyelamatkan tuan di hutan kemarin?


Sepertinya kemampuannya juga bisa diandalkan, jadi tuan tenang saja”


“Baiklah, Paman”


Suasana didalam kamar


Sama seperti yang dialami oleh prajurit Zhao Lantian terdapat bekas telapak tangan pada dada sebelah kiri dari Yueji. Berkat tenaga dalam yang telah terlatih sejak kecil serangan itu tak sampai mengenai jantungnya, berbeda dengan para prajurit yang hanya orang biasa dan terlatih dengan kekuatan fisiknya saja sehingga tak dapat menahan serangan dari manusia bertopeng itu.


“Bagaimana kondisinya sekarang? Apakah serangan itu membahayakan nyawanya?” tanya Yi Cao yang sedari tadi menemani saudarinya


“Baiklah, aku mengerti” dengan perasaan khawatir, semalam suntuk kedua gadis kembar itu bergantian menjaga Yueji dan menunggunya membuka mata.


Hingga pagi menjelang ia tak kunjung menunjukkan tanda-tanda akan sadar dan itu membuat kedua saudarinya semakin khawatir.


“Bagaimana kondisinya sekarang?” tanya Yingjun yang datang membawa sebuah ramuan dalam botol untuk diberikan pada Yueji.


“Aku sudah memberikan Pil Pemulih Tenaga Dalam untuknya, seharusnya ia akan baik-baik saja sekarang” jelas Yi Mei


“Pil Pemulih Tenaga Dalam?”


“Bukankah anda sudah mengetahui bahwa kami adalah orang yang menyelamatkan anda di jurang waktu itu, oleh karenanya anda mau menolong kami saat di Kantor Kehakiman? Tenaga dalam anda pulih dengan cepat kemungkinan juga berkat obat yang kami bawa dari Gua. Aku sudah memeriksanya secara seksama dan itu memang bekerja untuk pemulihan tenaga dalam. Tapi entah kenapa Qi nya masih berantakan dan masih tak sadarkan diri”


“Aku membawakan ramuan Penguat Fisik untuknya. Mungkin saja alasannya belum sadar karena fisiknya yang masih lemah. Saat itu, aku juga baru sadar setelah tiga hari menerima perawatan dan menurut tabib meski tenaga dalamku telah pulih tapi fisikku tak mendukung karena luka dimana-mana. Oleh karena itu, tabib memberikan ramuan ini untuk menguatkan fisikku sekaligus membantu memastikan terpenuhinya kebutuhan energi dalam tubuh agar dapat berfungsi dengan baik kembali” jelasnya sambil memberikan ramuan itu pada Yi mei

__ADS_1


“Terima Kasih banyak Tuan, lagi dan lagi kami berhutang padamu” ucap Yi Mei


“Aku sedang membalas budi, ini hanya bantuan kecil. Kalau begitu, aku permisi dahulu masih ada beberapa urusan yang harus aku kerjakan” bebalik dan keluar ruangan


“Yi Cao, kita harus segera mencari pekerjaan agar dapat menghasilkan uang untuk bisa membayar sewa menginap disini”


“Kau benar. Tapi, jika kita semua bekerja siapa yang akan menjaga Yueji disini?”


“Kita akan bergantian. Jika aku yang pergi bekerja maka kau yang akan tinggal untuk menjaganya, begitu juga sebaliknya. Bagaimana?” usulnya


“Baiklah, begitu saja. Kalau begitu biar aku dulu yang pergi, kau tetap disini untuk mengecek kondisinya setelah diberi ramuan itu”


“Iya, berhati-hatilah!” Yi Cao pergi untuk mencari pekerjaan


“Tuan Puteri, maafkan kami yang tak becus menjagamu. Kami sudah berjanji untuk selalu melindungimu tapi kau malah terluka parah seperti ini. Kau boleh menghukum kami setelah bangun nanti. Karena kebodohan kami sekarang kau harus tergeletak tak berdaya disini dan menghentikan keinginanmu mewujudkan impian Nyonya Selir harus terhenti sementara. Jangan khawatir, setelah kejadian hari ini kami akan lebih berhati-hati dan tak akan membiarkan siapapun melukai anda lagi.” kata-kata penyesalan keluar dari mulut Yi Mei.


Sementara itu, Yi Cao mulai mendatangi satu persatu tempat untuk meminta sebuah pekerjaan untuknya. Sedangkan Yingjun kembali ke Kediaman Tao untuk memberitahukan apa yang terjadi pada Yueji dan mendiskusikan dengan sang Ayah.


“Kakak, kau kembali?” sambut Xia Hua yang gembira melihat kakaknya pulang.


“Dimana Ayah?” tanyanya tanpa basa-basi


“Ada diruang kerjanya! Apa kakak tidak bisa pulang hanya untuk menemuiku, kenapa harus ada hal mendesak dahulu dan selalu mencari Ayah baru mau datang kemari?” ujarnya manyun


“Hua’er, orang dewasa selalu memiliki masalah dan urusan yang harus segera diselesaikan. Jika dibiarkan terlalu lama mungkin akan semakin rumit permasalahannya. Jadi, tunggu semuanya beres baru kakak akan menemanimu. Mengerti!” jawabnya mengusap pipi sang Adik


“Ya sudahlah, tapi kakak janji ya!”


“Iya. Kakak pergi temui Ayah dulu!” langsung pergi


Bagaimana reaksi Tao Yangli mendengar kabar tentang Yueji yang terluka. Apakah ia dapat membantu Yingjun menemukan orang yang melukai Yueji dan apa saja yang akan mereka diskusikan? Tunggu kelanjutannya besok ya. . .

__ADS_1


__ADS_2