
Sembari menunggu makanannya siap dihidangkan, Sang Puteri terus menorehkan tinta keatas permukaan kertas itu hingga terbentuklah sebuah lukisan yang cantik nan indah.
“Lukisanmu sangat indah, nona” ucapnya yang tiba-tiba datang dengan membawa beberapa hidangan.
“Terima kasih, aku mendapat kemampuan ini dari ibuku”
“Buah memang tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya. Aku yakin ibumu adalah orang yang cantik pula, sama sepertimu”
“Em. . .” tersipu malu mendengar pujian dari wanita pemilik penginapan yang ia dan saudari kembarnya tempati
“Semoga kau menikmati hidangannya, karena hanya ini yang bisa kusiapkan”sungkannya
“Tak apa, ini juga sudah lebih dari cukup. Sekali terima kasih. . .” setelah wanita itu pergi, ia terus mengunyah sepanjang malam satu persatu ia masukkan seluruh kudapan itu kedalam mulutnya hingga tak terasa hanya beberapa menit kemudian kudapan yang sebelumnya memenuhi meja telah habis meluncur kedalam perutnya sehingga membuanyat kekenyangan dan kantuk pun melandanya. Tak lama setelah itu, ia memutuskan untuk mengakhiri makan besarnya saat itu dan kembali ke kamar untuk beristirahat dan langsung terlelap bersama kedua saudari kembarnya (Mimpi indah kalian)
Keesokan harinya. . .
Matahari yang telah menampakkan sinarnya telihat indah di ufuk Timur. Yi Mei dan Yi Cao yang telah lebih dulu terbangun, menghampiri si wanita pemilik penginapan untuk menyelesaikan administrasinya. Namun sepertinya terdengar sedikit protes dari Yi Mei dan Yi Cao
“Apa? Semahal itu? Kami hanya menginap satu malam dan bahkan belum memakan apapun di tempat ini. kenapa bisa semahal itu harganya?” kata Yi Mei yang terkejut ketika sedang menyelesaikan pembayarannya dengan si wania pemilik penginapan.
“Maaf nona, tapi kami terpaksa harus menaikkan harga sewanya agar bisa memenuhi kebutuhan kami sehari-hari”
“Meski kalian meminta bayaran dari setengah harga yang kau sebutkan tadi, aku yakin kalian bisa hidup dengan layak bahkan kupikir bisa untuk membangun penginapan yang baru”
“Kami tidak menggunakkannya semata-mata karena kebutuhan kami yang terbatas, tapi karena pajak kerajaan yang setiap bulannya mengalami kenaikkan, nona”
“Pajak? Memangnya seberapa tinggi pajak yang harus kalian bayarkan?”
“Dulu kami hanya diharuskan membayar 2 hingga 3 tael perak. Tapi akhir-akhir ini, kerajaan menetapkan untuk meninggikan harganya menjadi 2 kali lipat setiap bulannya dan ini sudah bulan ketiga sejak hari itu. Kami juga sebenarnya tidak ingin menaikkan harga menginap, karena upah pekerja disini kecil, tapi bagaimana kami makan dan usaha kami bisa tetap berjalan jika masih menetapkan harga yang sama seperti sebelumnya, sedangkan ada kewajiban pajak yang tinggi setiap bulannya?” keluhnya sambil tertunduk
“Lalu, kalian tau apa alasan kerajaan melakukan hal itu?”
"Kami tidak pernah diberitahu yang sebenarnya, hanya saja mereka menjelaskan bahwa uang-uang itu untuk kas negara yang sering mengalami kekosongan”mendengar penjelasannya, dua gadis kembar itu saling bertatapan seolah menyampaikan rasa herannya
Dengan beberapa pertimbangan dan diskusi yang cukup lama, akhirnya mereka pun membayar sesuai harga awal yang disebutkan oleh si pemilik penginapan.
__ADS_1
“Terima kasih karena nona-nona sudah mau memahami kesulitan kami. Biarkan kami siapkanbeberapa makanan sebagai bekal perjalanan kalian selanjutnya”
“Kalau begitu, maaf merepotkan!”
“Jangan sungkan, kami hanya mencoba memberikan pelayanan terbaik terhadap tamu. Kalau begitu, saya ke dapur dulu!”
“Silahkan!”
“Dimana Tuan Puteri?” tanyanya pada sang adik, Yi Cao
“Sepertinya belum bangun. Kulihat ia tidur larut malam, jadi biarkan dia istirahat sebentar lagi. Kita bereskan barang-barang dulu sambil menunggu masakannya siap, setelah itu baru lanjutkan perjalanan”
Setelah selesai berkemas dan mencoba membangunkan Yueji untuk sarapan, mereka berdua kembali menunggu makanan yang tengah disiapkan.
Hoamh. . . suara menguap sang puteri sambil meregangkan badannya, dengan matanya yang masih terlihat sayu ia menghampiri Yi Mei dan Yi Cao yang tengah duduk berdua dihalaman menunggu makanan
“Kapan kalian bangun? Kenapa tak membangunkanku?” melangkah mendekati saudarinya
“Sepertinya kau terlalu jauh kedalam mimpi ya. . .”
“Kami sudah menggoyangkan badanmu berkali-kali tapi tak ada respon sedikitpun. Jika orang lain yang membangunkan, mungkin mereka akan mengira bahwa kau sudah tidak bernafas lagi” gurau Yi Cao
“Jangan berbicara seperti itu!”
“Benarkah?” Yueji yang berusaha mengingat tapi gagal.
“Sudahlah. . . Segera kemasi barang-barangmu, setelah sarapan baru kita akan melanjutkan perjalanan”
“Bau apa ini? Harum sekali” kembang kempis hidung lancipnya mengendus aroma masakan yang tengah disiapkan
“Pemilik penginapan sedang menyiapkan makanan untuk kita sarapan”
“Baik sekali mereka, kebetulan aku sudah lapar sekali”
“Cuci dulu mukamu!”
__ADS_1
“Oh. . .Aku akan kembali sebentar lagi, tunggu aku!”
Beberapa menit kemudian. . .
“Ini makanannya nona-nona” kata wanita pemilik penginapan dan anaknya yang datang membawa senampan penuh dengan makanan dan sebuah kendi berukuran sedang berisi air.
“Terima kasih banyak dari kami” tangan Yueji sigap menerima nampan yang dibawa oleh wanita pemilik penginapan itu dan anaknya
“Kami juga berterima kasih, Nona. Anggap saja ini sebagai permintaan maaf dari kami karena telah mempersulit kalian. Silahkan dinikmati!”
Mempersulit? Apa maksudnya?
“Terima kasih kembali. . . “
“Kalau begitu kami permisi. . .”
“Kau tidak perlu bingung, makan saja dulu akan kami jelaskan nanti!” ujarnya pada Yueji
Setelah menyelesaikan sarapannya mereka langsung berpamitan untuk melanjutkan perjalanan dan Yi Mei menjelaskan maksud dari wanita pemilik penginapan itu. . .
“Apa?” terperanjat ia mendengarnya
“Menurut penuturan warga sekitar bahwa kas kerajaan sering mengalami kekosongan karena suatu hal yang mereka bahkan tidak tau penyebabnya tapi masih harus membayarupeti yang setinggi itu” Yi Cao
“Apa mungkin mereka masih menganut sistem pajak tanah? (pajak yang diberlakukan atas dasar anggapan bahwa hanya Kaisar lah yang memiliki hak atas tanah tersebut, sementara rakyat hanya menggarap dan mengelolanya)” Yueji
“Menurutku tidak, kalaupun mereka masih menganutnya mengapa harus menaikkan nilai pajaknya setiap bulan? Bukankah nilai pajak diawal juga sudah cukup besar untuk sekelas desa kecil seperti ini? Jika melihat keadaan disini sepertinya mereka tak mendapat apapun dari hasil pembayaran pajak itu. Bahkan dengan nilai pajak yang
setinggi itu setidaknya mereka bisa membeli sebuah gaun yang indah dan sebuah perhiasan bukan?” Yi Mei memerhatikan sekelilingnya yang terlihat lusuh diberbagai tempat.
“Kau benar. Pajak di desa kecil seperti ini saja setinggi itu, bagaimana dengan ibu kota? Mereka seperti sedang menabung untuk memepersiapkan suatu hal yang besar. Apa mungkin mereka akan bersiap untuk berperang dan uang-uang itu akan mereka gunakan untuk membeli bahan peralatan peperangan?” Yi Cao
“Ah entahlah, kenapa harus pusing dengan hal itu. Lagipula kita hanya berlalu disini dan tak ada niat untuk menetap lebih lama bukan? Sudahlah, lupakan semuanya dan lebih baik segera lanjutkan perjalanan agar bisa sampai di ibu kota tepat waktu” Yi Mei
Bagaimana kelanjutan perjalanan mereka ke Timur menempuh jarak jauh mengikuti arah bulan? Dan bagaimana keadaan pria yang diselamatkan oleh Yueji tempo hari?
__ADS_1