Kembalinya Sang Puteri

Kembalinya Sang Puteri
Episode 24


__ADS_3

Sebelumnya di Novel Kembalinya sang Puteri


Yueji yang tengah terkapar diatas tempat tidurnya membuat semua orang cemas, tak terkecuali Yingjun yang  datang secara khusus ke rumah Ayahnya untuk mendiskusikan mengenai hal yang menimpa Yueji. Seperti yang


disebutkan sebelumnya bahwa hubungan Yingjun dan Yangli tidaklah baik, mereka acuh satu sama lain karena persoalan masa lalu yang menimpa ibu kandung dari Yingjun, yaitu Wu Qingwei.


Yingjun selalu menyalahkan Yangli karena mengkhianati Wu Qingwei dan membuatnya membenci Yingjun hingga sekarang. Itulah yang menyebabkan ia meninggalkan rumah dan menetap di Penginapan Changhu yang dibangun dengan jerih payahnya sendiri. Meski seringkali kembali untuk urusan tertentu, tapi ia tak pernah tinggal terlalu lama disana. Sekarang, untuk menyelesaikan masalah Yueji, Yingjun secara khusus datang dan menanyakan beberapa mengenai orang-orang bertopeng itu. Bagaimana jawaban Yangli? Selanjutnya, di bawah ini. . .


“Ayah, apa aku mengganggumu?” kata Yingjun menghadap sang Ayah


“Tidak apa-apa, aku sudah selesai dengan urusanku. Duduklah! Apa yang terjadi?” tanyanya seola-olah tau jika kedatangan Yingjun karena ada masalah yang sedang menimpanya


“Semalam saat dalam perjalanan kembali ke Penginapan, nona Yueji diserang oleh seorang yang memakai topeng dan kini ia masih belum sadar” jelasnya


“Apa? Siapa orang itu?” terkejut


“Aku belum tau. Jika tebakanku benar bahwa mereka adalah orang yang sama dengan yang menyerangku di hutan tempo hari. Tapi, dilihat dari luka yang dialami oleh nona Yueji, sepertinya itu adalah Jurus Telapak Dewa yang hanya dapat diketahui jika kita memeriksa bagian dalamnya. Menurut penuturan dari Zhao Lantian, jurus ini juga  telah membunuh beberapa prajuritnya pada saat malam yang sama.”


“Jurus Telapak Dewa, siapa yang mempelajari jurus terlarang ini? Bukankah buku tentangnya telah dihancurkan sejak dahulu?”


“Jianke menemukan ini dihutan, Ayah” menyerahkan ikat kepala bertuliskan Qihei


“Qihei? Sekte terpencil di Pegunungan Utara? Kenapa mereka bisa sampai menembus perbatasan, bukankah mereka sedang dijaga ketat disana?”


“Ayah, apa ayah tak berfikir bahwa semua ini ada kaitannya dengan ibu?” berterus terang


“Apa. . .yang kau bicarakan?”

__ADS_1


“Surat yang diberikan oleh Hua’er pada Ayah, masihkah tersimpan dengan baik atau mungkin sudah diserahkan pada Kaisar? Ayah tau betul bahwa didalam surat itu terdapat nama ibu. Aku datang ke hutan juga karena mendapatkan surat itu kemudian diserang oleh orang-orang yang memakai topeng, apa menurutmu kejadian yang menimpa prajurit kerajaan dan Nona Yueji tidak saling berkaitan? Jika Ayah bisa menjelaskan kejadian masa lalu secara rinci padaku, aku pikir kita bisa memecahkan masalah ini dan menangkap para pembunuh itu”


“. . .Ayah sudah menceritakan semuanya padamu, apalagi yang ingin kau dengar? Permasalahan ini, biarkan ayah selidiki dahulu dengan Perwira Tinggi Zhao Baoyu” bangkit dari kursi dan hendak kembali ke meja kerjanya


“Ayah! Sampai kapan kau akan seperti ini? Jika ada sesuatu yang terjadi padaku atau segala hal yang menyangkut dengan ibu, ayah selalu akan menyalahkannya. Sudah dua puluh tahun sejak kejadian itu aku tidak pernah bertemu dengan ibu lagi. Oleh karena itu, setiap kali ada kesempatan walaupun seringkali mereka yang selalu mengirimiku surat dengan mengatasnamakan ibu hanya sebuah jebakan, aku akan ikut dalam permainan itu. Karena aku berharap suatu saat ibu benar-benar mau menemuiku, Ayah!” ujarnya dengan suara lantang dengan perasaan sedih yang menyelimutinya.


“Yingjun, Ayah tidak pernah menyalahkan ibumu. Hanya saja, jika dia benar-benar bergabung dengan Sekte terlarang itu maka bukan tidak mungkin dia harus dihukum berat akibat perbuatannya”


“Ayah pikir, ibu akan melakukan semua ini?”


“Kau belum terlalu mengenal ibumu lebih dari ayah, Yingjun”


“Bagaimana aku tau jika ayah tak pernah memberi tau dan selalu bungkam ketika aku menanyakannya?”


“Yingjun, Cukup! Ayah tak ingin berdebat denganmu. Suatu saat nanti kau akan mengerti dengan sendirinya. Jadi lebih baik, jaga saja dirimu dan jangan terlalu percaya dengan pesan-pesan yang kau terima. Kembalilah dulu, ayah akan memberimu kabar setelah berdiskusi dengan Perwira Tinggi Zhao Baoyu”


“Aku tidak pernah menerima penolakan saat bertemu para gadis diluar sana, tapi kau selalu melarikan diri saat bertemu denganku. Aku sempat percaya dengan perkataan paman penjual kue bulan itu bahwa aku terlalu tampan dan kau takut terpikat olehku. Ternyata bukan itu alasannya (tersenyum). Sadarlah dan buka matamu! Aku benar-benar ingin berbincang denganmu dan menanyakan beberapa hal tentang mereka yang membuatmu seperti ini. Agar aku bisa menghilangkan prasangka burukku terhadap ibu dan membuktikan pada ayah bahwa apa yang ia pikirkan itu salah” ujarnya pada Yueji yang masih terpejam.


Sementara itu di Kediaman Tao


Tao Yangli yang sedang terduduk di meja kerjanya memikirkan kejadian yang terjadi di masa lalu saat pertama kali ia bertemu dengan Wu Qingwei setelah peperangan besar antara Taiyang, Hanxing dan Qing. Saat itu Qingwei datang menyelinap ke kediamannya dan hendak menculik Yingjun kecil tapi ketahuan olehnya.


Flashback. . .


“Qingwei, Lepaskan Yingjun dan jauhkan belati itu darinya!” serunya pada Qingwei yang saat itu memegang sebuah belati yang berada dekat dengan leher Yingjun


“Apa hakmu melarangku? Aku berhak melakukan apapun pada putraku!” jawabnya dengan suara lantang

__ADS_1


“Jika dia putramu, kenapa kau ingin melukainya? Lihatlah, dia sangat patuh padamu padahal kau sedang mencoba membunuhnya”


“Baiklah. . .Jika kau ingin anak ini kembali padamu maka kau juga harus kembali padaku dan tinggalkan keluarga sialan ini! Bagaimana?”


“Tutup mulutmu! Aku tidak akan pernah melakukan hal itu!”


“Apa? Kau dan mereka telah menghancurkan seluruh keluargaku dan aku memberimu kesempatan untuk kembali padaku lalu memafkan kesalahanmu dan kau malah menolaknya mentah-mentah? Kau benar-benar tidak menginginkan anak ini?” kemarahannya memuncak sehingga belati itu mengenai kulit leher Yingjun kecil dan membuatnya menangis.


“Yingjun! (serunya ketika mendengar putranya itu menangis) Cukup Qingwei! Dia hanya anak kecil yang tidak tau apa-apa, jangan selalu jadikan dia alasan untukmu mengancamku. Apa yang menimpa keluargamu adalah sebuah hukuman dari apa yang telah mereka perbuat dahulu”


“Hukuman? Atas dasar apa kau dan Kerajaan ini menentukan hukuman untuk ayahku dan keluargaku? Apa yang mereka semua perbuat sehingga kalian tega menghabisinya?”


“Ayahmu benar-benar memanjakanmu, itulah kenapa ia selalu menyembunyikan kejahatannya agar tak dibenci olehmu”


“DIAM KAU! Akan kuhabisi anak ini didepanmu!” mengangkat tangan yang memegang belati dan mengarakhannya pada jantung Yingjun, namun sebelum belati itu menancap Qingwei telah dibidik oleh penjaga Kediaman Tao dari belakang sehingga satu busur panah mendarat di punggung belakangnya lalu menjatuhkan belatinya. Yingjun yang melihat ibunya terluka dan terjatuh segera membantunya berdiri.


“Ibu!” ucap mulut manis Yingjun.


“Yingjun, dengarkan aku baik-baik. Ayahmu bukanlah seseorang yang seperti kau pikirkan, dia yang membuatku melakukan semua ini, dia yang sudah menghancurkan hidupku dan keluargaku! Jadi jangan pernah salahkan aku, salahkan ayahmu yang telah mengkhianatiku! Ingat itu baik-baik!” bisiknya lalu pergi melarikan diri tanpa sempat ditangkap oleh penjaga.


“Ibu!” teriak Yingjun mengejar sang ibu lalu jatuh tak sadarkan diri. Tao Yangli segera menyelamatkannya dan menyuruh penjaga untuk menangkap Qingwei. Sejak itulah hubungan ayah dan anak ini tak baik. Yingjun hanya mengingat apa yang diucapkan oleh sang ibu padanya sedangkan Yangli hanya bungkam saat ditanya mengenai


alasannya mengkhianati Qingwei di masa lalu.


Flashback berakhir. . .


__ADS_1


Bagaimana kisah selanjutnya, pantengin terus disini ya. . .


__ADS_2