
Selanjutnya di Novel Kembalinya sang Puteri
Pengawal Pribadi Yangli : Aolie
Penjara bawah tanah Istana
Yi Cao yang telah berada di dalam penjara terus mengkhawatirkan kedua saudarinya dan Tao Yangli yang mengambil keputusan untuk pergi ke Desa wabah itu.
“Yi Cao” suara Yangli yang datang menjenguk Yi Cao
“Paman. Apa yang akan Paman lakukan disana?”
“Kau tenang saja. Aku akan menyelesaikan masalah ini. Kau tunggu kabar baik saja dariku” mencoba menenangkan
“Paman, ini bukan masalah sepele. Wabah itu benar – benar berbahaya, selain itu Kaisar hanya memberikanmu waktu satu minggu untuk menekan wabah ini. Dan jika kau gagal. . .jika kau gagal, maka. . .”
“Hentikan pikiran pesimismu itu! Jika belum dicoba, tidak akan ada yang tau hasilnya. Tapi, siapa yang sekarang berada disana?”
“Tentu saja Tuan Puteri Yueji dan juga saudariku, Yi Mei Paman”
“Mengapa Kepala Daerah Liu menyebutkan hanya ada seorang gadis disana?”
“Apa maksudmu, Paman?”
“Sudahlah, aku akan pergi kesana dan melihat langsung keadaan Saudarimu dan Tuan Puteri. Jaga dirimu baik – baik, Kaisar akan menjagamu disini”
“Jadi, Yang Mulia ada dipihak Kita?”
“Benar, sebelumnya aku sudah menemui Yang Mulia dan menjelaskan padanya secara langsung. Perdebatan tadi hanya pengalihan masalah agar kita tau siapa yang jujur dan siapa yang berbohong”
“Tapi, Paman. Kau tak harus pergi kesana, bukan?”
“Serahkan semua padaku!” Yangli begitu yakin dengan keputusannya, bahkan tak memberitahu keluarganya tentang masalah ini.
Kediaman Tao
Di depan pintu, sang Istri dan Putri semata wayangnya mengantarkan Yangli pergi menaiki kudanya
“Ibu, sebenarnya Ayah mau pergi kemana? Kenapa ia tak memberitahuku kapan ia akan kembali?”
“Ibu juga tak tau, Hua Er. Ayahmu tak pernah seperti ini sebelumnya? Apa Yingjun tau mengenai hal ini? Aku harus menemuinya untuk bertanya langsung padanya
Sore hari di Istana Taiyang, Kantor Zongzheng
__ADS_1
Yingjun yang baru saja keluar dari kantornya, melihat beberapa orang yang berlalu lalang terlihat saling berbisik.
Apa yang sedang terjadi? herannya sambil terus melangkah keluar Istana. Kakinya terhenti ketika melihat Ibu sambungnya, yaitu Xuejie yang sedang menunggu di depan gerbang Istana.
“Bibi, apa kau sedang menunggu Ayah?” ucapnya menghampiri Xuejie
“Jadi ayahmu tak memberitahu jika hari ini ia pergi?” cemasnya
“Ayah pergi?”
“Iya, tapi ia tak memberitahuku kemana ia akan pergi dan kapan ia akan kembali. Apa akhir – akhir ini sesuatu yang buruk terjadi di Istana?”
Jangan – jangan orang – orang itu membicarakan mengenai ayah bibi kembalilah dulu, biar aku yang mencari tau hal ini”
“Tapi, Yingjun segera beritahu bibi jika kau tahu sesuatu” jawabnya dengan anggukan lalu berbalik pergi meninggalkan Xuejie
Dari kejauhan Yingjun melihat Luo Jinxi berjalan berdampingan bersama Kepala Daerah Liu yang sepertinya sedang gembira. Niat hati ingin menghampiri mereka, Yingjun ditarik oleh seseorang dari samping.
Dengan sigap Yingjun langsung menyerangnya namun orang tersebut menangkisnya dan menghentikan serangan dari Yingjun.
“Tunggu Tuan, ini saya, Wuji”
“Penasihat Wuji”
“Ayah?” Penasihat Wuji pun memberitahukan segalanya dan membuat Yingjun segera kembali ke kediamannya dan mengajak Jianke untuk menyusul sang Ayah dengan kudanya
Dalam perjalanannya ia terus memikirkan perkataan Penasihat Wuji
(“Ada seorang gadis yang datang menemui Tuan Yangli dan meminta bantuan padanya untuk menyampaikan sebuah pesan pada Sang Kaisar”)
(“Gadis? Siapa dia dan pesan apa yang ia sampaikan?”)
(“Ia adalah Nona Yi Cao yang membawa kabar dari Desa Tianshi. Sekarang disana telah terjadi wabah yang menular dan mematikan. Nona Yi Cao meninggalkan saudarinya disana untuk meminta bantuan, tapi rupanya ada seseorang yang menculiknya untuk membantu Kepala Daerah Liu agar ia memiliki alasan berdalih karena telah memberikan laporan palsu pada Kaisar selama ini”)
Yi Cao, saudarinya? Jadi, mereka belum pergi dari Negara ini dan terjebak dalam Desa yang dipenuhi dengan Virus
mematikan. Kenapa Ayah tak memberitahuku?”benak Yingjun yang terus melajukan kudanya dengan kecepatan tinggi
“Sebenarnya, kemana kita akan pergi Tuan?” seru Jianke pada Yingjun
“Menjemput seseorang!”
“Siapa?”
__ADS_1
“Kau akan tau saat kita sampai disana! Tetap fokus karena hari menjelang malam”
“Baik, Tuan”
Beberapa jam kemudian Yingjun berhasil menyusul Sang Ayah dan pengawal pribadinya Aolie, yang terlihat kebingungan
“Ayah!” seru Yingjun memanggil Yangli
“Yingjun, kenapa kau kemari?”
“Seharusnya aku yang bertanya pada Ayah, kenapa Ayah tidak memberitahu hal ini dan malah membuat bibi serta Hua Er khawatir?”
“Maaf, Ayah tak bermaksud seperti itu. Ayah hanya takut mereka tak setuju dengan keputusan yang Ayah akan ambil saat ini”
“Ayah takut karena ayah ragu dengan keputusan ini bukan? Berterus teranglah dan yakinkan mereka bahwa ayah dapat menyelesaikan masalah ini, bukan bungkam ketika ditanya lalu pergi begitu saja!”
“Ayah hanya. . .”
“Sudahlah, kau bisa menjelaskan semuanya ketika kita kembali. Lalu, mengapa kalian berhenti”
“Kabut di depan terlalu tebal akan sulit untuk melewatinya, kuda ini juga tiba – tiba berhenti karena sulit melihat jalan yang ada didepannya”
“Kalau begitu, lebih baik kita beristirahat disini lalu kembali melanjutkan perjalanannya besok. Lagipula, saat ini aku ingin mendengar penjelasan dari Ayah mengenai hal ini”
“Baiklah, akan Ayah jelaskan semuanya padamu” Yangli mulai menceritakan semuanya dari awal ia menerima pesan dari Yi Cao hingga rencananya saat sampai di Desa Tianshi.
Keesokan Harinya, mereka berhenti disebuah gubuk yang diberitahukan oleh Yi Cao. Benar saja, bahwa para pengawal berjaga ketat disana. Tanpa ragu, ayah dan anak serta kedua pengawalnya melangkah menghampiri mereka
“Siapa kalian?” para pengawal itu menghadang kedatangan mereka
“Kami diutus langsung oleh Kaisar untuk menjemput gadis yang ada di dalam” menunjukkan token Kaisar. Anehnya para pengawal itu terlihat saling melirik satu sama lain seperti bertukar kode, lalu membiarkan mereka masuk kedalam gubuk itu
“Silahkan masuk Tuan – tuan” mereka pun melangkah masuk dan melihat Yi Mei yang tak sadarkan diri dengan kondisi terikat. Tiba – tiba para pengawal itu menutup pintu rapat – rapat lalu membakar gubuk itu dengan Yingjun, Yangli, Yi Mei, Aolie dan Jianke didalamnya.
“Hei, apa yang kalian lakukan?”
“Buka pintunya, kami adalah utusan langsung dari Kaisar. Kalian tak takut dihukum jika Kaisar tau apa yang kalian lakukan sekarang?” seru Aolie dan Jianke
“Takut pada Kaisar? Tuan, tak akan ada yang mau datang kemari karena Tuan Liu sudah memberikan perintah untuk menyegel jalan dan menyebarkan rumor bahwa disini adalah kasawan wabah berbahaya dan mematikan. Jadi, Kaisar tidak akan tau jika kalian tak kembali” seru jawaban dari salah satu pengawal yang terbahak – bahak melihat gubuk itu mulai habis dilalap si jago merah
Rupanya sebelum rombongan Yingjun dan Yangli sampai, Kepala Daerah Liu telah memberikan perintah untuk melenyapkan mereka berempat.
“Sudah kuduga ada yang tak beres dengan mereka” ucap Yingjun sembari berusaha melepaskan ikatan pada tubuh
__ADS_1
Yi Mei