Kembalinya Sang Puteri

Kembalinya Sang Puteri
Episode 15


__ADS_3

“Anak ini, dia adalahsatu-satunya saksi yang bisa menjelaskan kronologi kejadiannya. Kau sudah berjanji pada kami akan mengatakan yang sebenarnya pada mereka bukan Sekarang, katakanlah apa yang sudah terjadi!” dengan perasaan sedikit gugup bahkan membuat tangannya berkeringat, anak itu mulai menjelaskan apa yang terjadi


“Buku itu. . .buku itu memang milik nona ini, Hakim. Aku mencurinya saat kami bertemu di Rumah Bordil Baihe. Aku. . .aku melakukannya karena ibuku sedang sakit keras bahkan sekarat dan ia membutuhkan pertolongan segera. Maafkan aku Hakim, maafkan aku nona, aku benar-benar terpaksa melakukannya, maafkan aku!” jelasnya gagap. Seketika bersujud untuk mengakui kesalahannya dan meminta pengampunan


“Sudahlah, kau tidak perlu melakukan ini!” hati Yueji tak tega melihat anak itu bersujud di depan Hakim Guan dan meminta maaf padanya, lalu membantu anak untuk kembali berdiri.


“Hakim Guan, anda sudah mendengar sendiri pernyataan dari anak ini bukan? Kalau begitu, bisakah saya meminta buku itu kembali dan membawa adik kami pergi dari sini?” tanpa basa-basi mengutarakan keinginannya


“Nona Yi Mei, kenapa kau terburu-buru, masih ada beberapa pertanyaan lagi yang harus kalian jawab. Meski hukum di negara ini didasarkan oleh sebuah pengakuan, tapi bukan berarti aku percaya begitu saja pada pernyataan anak yang kau bawa ini.”


“Sebelum itu. . .Pengawal, bawa anak itu ke dalam sel. Dia akan di hukum cambuk tangan sebanyak tiga puluh kali!”


“Tolong. . .tolong jangan penjarakan aku! Ibuku sedang sakit di rumah, tidak ada yang akan menjaganya jika aku di penjara. Tolong Hakim Guan, beri aku kesempatan aku berjanji tidak akan melakukannya lagi.


“Kau sudah mengakui kesalahanmu, jadi hukum harus ditegakkan bukan? Bawa dia!”


“Tapi Hakim Guan, tunggu! Aku benar-benar tidak bisa meninggalkan ibuku sendiri, hiks hiks” tangisnya pecah ketika mengetahui dirinya akan dihukum dan meninggalkan ibunya yang sedang sakit sendiri di rumah


“Hakim Guan, aku meminta agar anak ini dibebaskan berdasarkan asas kemurahan hati kebajikan pelakunya (ada beberapa hukuman fisik yang biasa digunakan di daratan cina, seperti cambuk, penjara, pengasingan, dan kematian. Ada asas keringanan yang mengikutinya meliputi delapan hal, seperti hubungan darah, motif kejahatan,


kebajikan pelakunya, kemampuan pelakunya, pahala masa lalu, status bangsawan, persahabatan dan karakter yang rajin) dia melakukannya secara terpaksa karena keadaannya yang mendesak. Memang asas ini berlaku setelah pelakunya telah menjadi seorang tahanan, tapi korban juga bisa memberikan pernyataan untuk tidak memenjarakannya, bukan?” ujar Yueji membela anak yang sudah mencuri bukunya


“Nona Yueji, pertanyaanku padamu saja belum berakhir dan bahkan belum menentukan siapa pemilik aslinya? Apa hakmu menggunakan asas itu? Apa kau sedang mengakui bahwa buku ini sebagai milikmu?”


“Aku. . .”Ini lebih sulit dari yang aku bayangkan


“Tidak! Buku itu bukan miliknya. . .” kata Yi Mei menyangkal yang membuat kedua saudarinya serentak menatapnya dan merasa heran dengan pengakuannya


Kenapa kak Yi Mei mengatakan hal itu? Apa yang sedang ia rencanakan?

__ADS_1


_x_x_x_x_x_x_


Yi Mei dan Yi Cao akhirnya datang untuk menyelamatkan Yueji dari kesulitannya. Saat ditanya mengenai pemilik asli dari buku itu, Yi Mei menyangkal bahwa bukan Yueji pemilik sebenarnya. Mengapa ia mengatakan hal itu dan apa yang akan terjadi selanjutnya. . .


“Menarik sekali. Kenapa kau mengaku bahwa buku ini milikmu, nona Yueji?” Hakim Guan berusaha memojokkan ketiga gadis tersebut


“Aku. . .” Yueji tak dapat berkata-kata atas pernyataan dari kakaknya itu, tiba-tiba Yi Mei mengatakan sesuatu hal yang membuat Hakim Guan mengalihkan perhatiannya dari Yueji


“Saudariku yang meminjamkannya. Kami disini bersaudara, milik siapapun itu asal masih berada ditangan kami maka bukan sebuah masalah. Karena adikku berujar jika dia menyukai buku itu, maka saudariku mengizinkan untuk membawa buku itu bersamanya”


*Dia sedang mengalihkan perhatian Hakim Guan pada kak Yi Cao. Benar, buku itu adalah sebuah rahasia yang tak boleh diketahui oleh siapapun. Jika sudah terlanjur ada yang melihatnya, maka hanya bisa menyembunyikan sang pelukis yang melukisnya dan itu akan tetap menjadikannya sebuah rahasia. Jadi karena ini kak Yi Cao menutup wajahnya, agar tidak ada yang tau bagaimana rupa sang pelukis itu.*Tafsirannya dalam benak


“Saudarimu? Apa yang kau maksud adalah gadis yang memakai cadar disebelahmu?” fokusnya berpindah pada Yi Cao


“Benar Tuan Hakim!”


“Maaf Hakim Guan, ia memiliki bekas luka diwajahnya. Jadi dia tidak bisa membuka cadarnya”


“Tidak apa-apa, aku yang menjamin tidak akan ada yang mencela atau mengoloknya disini. Jadi sekarang, apa kau bersedia untuk melepaskannya dan biarkan aku melihat wajahmu?” mendekat kearah Yi Cao


“Hakim Guan, Bagi wanita memiliki bekas luka adalah sebuah aib. Jangankan diwajah, bahkan dibagian tubuh lain pun jika terlihat maka akan menimbulkan pandangan negatif padanya. Jadi, mohon Hakim Guan jangan memaksa saudariku untuk melakukan hal yang akan memalukan baginya”


“Hakim Guan, saya pikir apa yang dikatakan olehnya benar. Lagipula kasus ini sebenarnya berkaitan dengan kekerasan yang dilakukan oleh nona Yueji dan pencurian oleh anak ini, kenapa anda malah terus menanyakan hal mengenai buku itu?” kata Zhao Lantian menyangga


Keputuan yang sulit bagai buah simalakama. . .Kalaupun buku itu berhasil aku dapatkan, aku tetap tidak akan lepas dari hukuman karena melakukan kekerasan terhadap orang lain. . .


“Um, itu karena. . .kita harus tau dulu dalih siapa yang paling benar. Bukankah, awal mula perselisihannya akibat buku ini. Jika perkataan para gadis ini benar bahwa alasannya memukul adalah hanya karena ingin bukunya kembali, bukankah ini berarti ia hanya sedang melakukan pembelaan sehingga akan membuat hukumannya akan


lebih ringan? Tapi jika sebaliknya, bahwa perkataan tuan Yutong yang benar, maka gadis ini telah melakukan penganiayaan dan hukumannya akan lebih berat pastinya. Lagipula, bukankah nona Yi Cao yang mengaku sebagai pemilik asli dari buku ini ingin membebaskannya dengan asas kebajikan pelaku, itupun jika terbukti bahwa buku ini memang miliknya”

__ADS_1


Aku merasa tidak asing dengan lukisan bertanda bunga peony ini, jadi aku harus mempertahankannya untuk mengingat kembali apa yang ada dalam firasatku. Jika apa yang aku pikirkan itu benar, mungkin ini akan jadisebuah berita besar yang pastinya akan menguntungkan untukku. Pikiran jahat Hakim Guan


“Apa yang dikatakan Hakim Guan benar. Kepala Polisi Zhao, kita harus tau lebih dahulu siapa pemilik asli dari buku itu agar Hakim Guan mengetahui faktanya dan dapat menetapkan hukuman yang benar” sahut sesorang


“Baiklah, jika memang itu harus dilakukan, aku memiliki sebuah ide. Izinkan aku mengutarakannya” Zhao Lantian


“Oh, silahkan!” Hakim Guan


“Bagaimana jika menunjukkan kemampuan melukisnya? Jika memang gadis bercadar ini adalah pemilik sebenarnya maka ia seharusnya  lukisannya tidak akan jauh berbeda dengan yang ada di buku itu. Kemampuan melukis orang-orang disini sangatlah langka namun masing-masing juga memiliki perbedaan. Saya pikir, itulah cara


agar dapat membuktikannya.” Atas sarannya itu membuat posisi Yi Cao tersudut karena memang bukan ia yang menggambarnya, melainkan Yueji.


Sudah kuduga bahwa mereka tak akan melepaskan hal ini begitu saja. ..benak Yi Mei


“Bagaimana ini? Kau punya rencana lain?” akhirnya Yi Cao mengeluarkan suaranya meski hanya berbisik pada Yi Mei


“Bagaimana jika aku dapat menjelaskan secara rinci fisik mengenai buku itu?”


“Hmm. . .?”


“Buku itu adalah buku yang sangat istimewa, dibuat khusus oleh orang tua kami dan kami yakin bahwa buku itu hanya ada satu di dunia ini. Bukan hanya ukurannya saja yang lebih besar daripada buku lainnya karena akan digunakan untuk melukis, tekstur permukaannya juga lebih kasar tapi memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan


buku biasa. Sampulnya pun dibuat menggunakan kulit binatang dan direndam dengan bunga pacar china berhari-hari sehingga aromanya lebih harum. Anda boleh memeriksa tentang apa yang aku katakan tadi. Jika semua itu benar, bisakah kakakku tak perlu melukis lagi untuk membuktikan kepemilikannya?”  pembelaan dari Yueji



Apakah Hakim Guan akan melepaskan mereka dan mengembalikan buku itu? Gyeseok.


Terima kasih untuk para pembaca setia Novel Sejarah Kembalinya sang Puteri, semoga kalian selalu betah membaca dan menyimak cerita-cerita disini. Kritik dan saran di perlukan ya, silahkan tulis di kokom ( kolom komentar )

__ADS_1


__ADS_2