Kembalinya Sang Puteri

Kembalinya Sang Puteri
Episode 14


__ADS_3

“Kenapa kau masih membelanya? Bukankah anak ini sudah mencuri benda berharga milikmu dan memberikannya padaku Sekarang, jika kau tak mau memberikanku 50 tael perak, aku bisa melakukan apapun pada buku jelek ini sesuai keinginanku”


 “KAU!!” katanya yang semakin kesal


“Kau tidak percaya? Lihat, apa yang akan lakukan!” ujarnya melasik dan hendak merobek buku itu. Dengan emosi yang meluap-luap, Yuejipun melibas mereka dengan kemampuan kungfunya. Satu persatu dari mereka terpelanting keluar dari lorong kecil tempat mereka beradu dan jatuh didepan Kepala Polisi Zhao yang kebetulan melintas bersama Zhiling.


“Apa yang terjadi disini?”


“Kepala Polisi Zhao, tolong kami! Ada seseorang yang tiba-tiba menghajar kami disana”  ujarnya mengadu


“Zhiling, kita periksa kesana. Sisanya tolong rawat mereka!”


“Siap, ketua!”


Setelah mendapati adanya perkelahian ditempat itu, Zhao Lantian dan Zhiling langsung menghentikannya


“Berhenti disana!” teriaknya pada Yueji saat hendak memukul bos perundung yang sudah tersungkur ketanah menggunakan tinjunya


“Kepala Polisi Zhao, tolong aku! Dia, dia menggila dan mau membunuhku!” bangkit dan bersembunyi dibalik punggung Zhao Lantian


“Kau berbohong! Katakan yang sebenarnya atau aku akan menghajarmu lagi!” teriaknya yang semakin kesal


“Anda lihat kan, barusan dia bilang mau menghajarku lagi? Tolong aku Kepala Polisi Zhao


“Kau!!”


”Hentikan! Lebih baik hal ini diselesaikan di kantor kehakiman”


“Apa? Aku sudah mengatakan yang sebenarnya bahwa dia yang mencuri bukuku dan berusaha memerasku. Aku masih punya kepentingan dan tidak bisa terlalu lama disini, apa kau tidak bisa menyelesaikannya disini?”


“Tugasku adalah mendisiplinkan para pengacau dan menangkap para perusuh untuk menjaga keamanan disini, bukan menentukan ataupun memutuskan hukuman. Jika nona merasa benar, kenapa harus menolak untuk menyelesaikannya di Kantor Kehakiman?”


“Bukan begitu. Aku benar-benar tidak bisa berlama-lama disini” terdengar seperti sebuah alasan, tapi Yueji merasa bahwa ia akan membuat Yi Mei dan Yi Cao khawatir karena begitu lama meninggalkan tempat dimana mereka menyuruhnya menunggu


“Aku tidak bisa hanya percaya dengan perkataan saja. Apa yang sedang terjadi harus diruntut agar tau siapa yang benar dan siapa yang salah. Kau hanya perlu ikut kami ke kantor kehakiman begitu juga dengannya. Lagipula ada kekerasan disini, anda telah melukai seseorang jadi tidak bisa dianggap sepele dan benar-benar harus diselesaikan disana” Yueji yang mendengar perkataan Kepala Polisi Zhao hanya bisa berpasrah dan ikut mereka ke Kantor Kehakiman, sedangkan anak tersebut kembali kerumah untuk menengok sang Ibu yang tengah sekarat.


Kantor Kehakiman Distrik Shangnan

__ADS_1


“Hormat Hakim Guan, saya membawa kasus untuk anda selesaikan” Zhao Lantian menunduk


“Hei, hei, hei Kepala Polisi Zhao kenapa kau begitu segan padaku? Bangunlah, tidak perlu memberi hormat seperti itu” Zhao Lantian yang merupakan seorang putra Perwira tinggi negara yang terpandang membuatnya juga lebih dihormati, tak terkecuali oleh para Hakim


“Begini Hakim Guan. . .”


“Hakim Guan, wanita ini tiba-tiba datang menghajar kami tanpa ampun dan hendak merebut buku yang aku temukan di jalan ini. Lihatlah! Wajah kami yang sudah babak belur dan penuh luka” katanya yang seorang Rentenir bernama Yutong, menginterupsi pembicaraan antara Hakim Guan dan Zhao Lantian


“Lagi, lagi kau berbohong! Buku itu jelas-jelas milikku! Aku berniat untuk memintanya kembali secara baik-baik, tapi mereka malah memerasku sebanyak 50 tael perak” katanya membela diri


“Siapa bilang aku memerasmu? Aku hanya memberikan harga yang pantas atas usahaku menemukan buku yang berharga ini, tapi tiba-tiba kau memukulku dan bawahanku dengan membabi buta. Hakim Guan, tolong beri keadilan padaku!”


“Kau benar-benar pandai bersilat lidah!” raut kemarahan di wajah Yueji yang hampir tak dapat lagi tertahan


“Hakim Guan, bantu aku untuk menghukum gadis sialan ini! Akan ada imbalan besar jika kau dapat membuatnya berlutut padaku!” Yutong membisiki rencana jahat yang ditanggapi oleh hakim Guan, mereka berdua pun sekarang berada dalam kapal yang sama dan berusaha untuk membuat Yueji mendapat hukuman.


“Ehem. . .Nona, apa benar kau memukul mereka? Kalaupun yang anda katakan benar, bukankah terlalu gegabah jika anda menghakimi mereka seperti ini?” tanya hakim Guan


“Itu karena mereka terus memprovokasiku dan bersikeras menahan buku itu sehingga membuatku tak dapat menahan emosi!”


“Kenapa kau meminta bukunya?” kembali berbisik


“Berikan saja dan serahkan semuanya padaku!” balas berbisik. Sikap mereka membuat Yueji curiga. Hakim Guanpun membuka buku itu dan betapa terkejutnya ia saat melihat lukisan didalamnya.


Kenapa aku tak asing melihat tanda berbentuk bungan peony ini?


Apa yang sedang dipikirkan oleh Hakim Guo saatpertama kali melihat lukisan dibuku itu? Apakah Yi Mei dan Yi Cao akan datang menyelamatkan Yueji?


Setelah sampai di Kantor Kehakiman Distrik Shangnan, hakim Guan memulai investigasinya  dan menanyakan beberapa hal pada rentenir yang bernama Yutong itu dan Yueji. Buku yang merupakan satu-satunya bukti fisik diserahkan padanya dan terlihat matanya seketika terbelalak ketika melihat isi didalamnya. Perhatiannya terfokus pada sebuah tanda tangan berbentuk bunga peony yang terukir disudut bawah lukisan itu seolah-olah telah melihatnya sejak lama.


“Siapa namamu, nona?" tanyanya penasaran


“Aku. . .Yueji”


“Lalu, apa nama margamu?”


“Margaku. . . ? Bibi bilang aku tidak boleh memakai marga ibu, bagaimana aku menjawabnya?”

__ADS_1


“Kau bilang buku ini milikmu, apa kau sendiri yang menggambarnya?” kembali bertanya


Bagaimana ini? Aku sama sekali tidak bisa memberitahunya. . .matanya berputar kearah lain dan tertunduk kemudian salah seorang penjaga masuk dan melaporkan bahwa ada tamu yang meminta masuk.


“Lapor Hakim Guan, di depan ada 2 orang gadis dan seorang anak yang meminta untuk masuk” katanya menyampaikan pesan


“Siapa mereka?”


“Mereka bilang bahwa mereka mengenal gadis ini dan hendak memberikan saksi untuk membebaskannya dari tuduhan”


“Biarkan mereka masuk!” titahnya


“Baik!”


Sembari menunggu tamu yang dimaksud, mata Hakim Guan terus mengamati Yueji. Tak berapa berapa lama merekapun masuk dan mereka adalah Yi Mei dan Yi Cao yang memakai cadar serta seorang anak yang sepertinya adalah si pencuri kecil itu.


“Hormat kami Tuan Hakim!” kata Yi Cao yang berdiri disamping Yueji


“Kakak. . .Kenapa dia?” herannya melihat wajah Yi Cao yang tertutup oleh cadar


“Kau tidak apa-apa?” memegang pundak Yueji


“Aku tidak apa-apa”


“Kami akan segera membebaskanmu dari sini, tenang saja. Serahkan semuanya pada kami!”


“Em, baiklah” angguk tanpa tanya


“Nona, bisa kau jelaskan maksud kedatanganmu kemari?” Hakim Guan


“Tuan Hakim, sebelumnya maaf atas kelancangan kami. Namaku Yi Mei dan ini saudariku Yi Cao, kami adalah seorang petandang dari negeri jauh yang baru sampai beberapa jam yang lalu dan berniat untuk menetap disini sementara waktu. Kami terpisah saat aku dan saudariku sedang membeli sesuatu. Ketika kami kembali ia sudah tak ada ditempatnya dan kami mendengar kabar bahwa ia terlibat masalah dengan orang lain, oleh karena itu maksud kedatangan kami kemari adalah untuk membawanya pulang” jelasnya


“Adik? Jadi, nona Yueji adalah adik dari kalian?”


“Benar Tuan Hakim!”


“Panggil saja Hakim Guan, sama sperti yang lain. Lalu, bukankah kalian bilang bahwa membawa saksi kemari? Siapa yang kalian maksud?”

__ADS_1


__ADS_2