
Sebelumnya di Novel Kembalinya sang Puteri
Zhao Lantian yang sedang berpatroli diserang oleh sesosok bayangan, siapakah ia dan apa yang akan terjadi selanjutnya? Stay tune disini ya. . .
Karena tak berhasil mencari pelaku penyerangan itu, Zhao Lantian dan Wen Zhiling membawa para prajuritnya ke Balai Pengobatan di Kamp Militer Wuyulunbi untuk segera diobati.
“Bagaimana tabib? Apa mereka baik-baik saja” tanya Lantian
“Maaf Kepala Polisi Zhao, tapi tulang rusuk sebelah kiri mereka semuanya hancur sehingga mengenai jantung. Jadi, tidak ada satupun yang bisa hamba selamatkan”
“Apa? Mengerikan sekali, bagaimana hanya dengan sekali pukulan bisa sampai menghancurkan tulang rusuk? Sebenarnya seberapa besar kekuatan tenaga dalamnya?”
“Ketua Zhao, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?” tanya Zhiling menunggu keputusan
“Kita makamkan dulu mereka yang telah gugur. Siapkan beberapa prajurit untuk memperketat penjagaan di sekitar kota, selain itu suruh mereka untuk selalu waspada dan berhati-hati. Jangan gegabah melakukan tindakan dan tunggu perintah selanjutnya! Aku akan mendiskusikannya dengan ayahku.” titahnya.
“Baik, Ketua!”
*Sudah sejak beberapa tahun yang lalu Negara ini aman dan damai. Kenapa sekarang muncul permasalahan baru seperti ini?*benak Zhao lantian yang merasa Frustasi dengan kejadian yang tak terduga itu
Kediaman Tao Yangli
Sementara itu, di Kediaman Tao Yueji, Yi Mei dan Yi Cao sedang dijamu oleh Menteri Keuangan Tao bersama Putri dan istrinya dan membicarakan banyak hal.
“Silahkan dinikmati hidangannya, nona-nona” suara Xuejie yang mempersilahkan
“Terima kasih banyak, nyonya” jawab ketiga gadis itu serentak
“Jangan sungkan seperti itu. Kalian bisa memanggilku Bibi dan suamiku Paman”
“Oh, baiklah. Terima kasih Paman, Bibi”
“Jadi, Kau putri dari Xiao Meili?” menghadap kearah Yueji yang sedang meminum tehnya. Sebelumnya Yi Mei telah berpesan untuk tidak memperlakukan Yueji sebagai seseorang yang memiliki kedudukan tinggi karena lahir dari seorang selir Kehormatan dan seorang Kaisar sehingga mereka tetap menjaga rahasia identitas Yueji yang sebenarnya.
“Benar, Paman. Namaku Yueji”
“Kau benar-benar mirip dengan ibumu. Pandai melukis, memiliki ambisi dan keinginan yang kuat, serta hati yang baik. Menomor duakan dirinya sendiri dan memprioritaskan orang lain. Itulah yang membuatnya disegani”
“Paman benar-benar mengenal keluargaku? Lalu, bagaimana dengan Ayahku? Apa Paman juga dekat dengannya?” tanya Yueji spontan
“Uh, ayahmu. . .” menggantung
__ADS_1
“Ibuku pernah mengatakannya padamu bukan bahwa ia juga orang yang baik. Kehidupan mereka dipenuhi oleh kasih sayang dari orang yang mereka tolong. Sudahlah, selesaikan makan malammu dan segera kembali ke Penginapan!” Yi Mei memotong pembicaraan yang membuat Xuejie dan Tuan Tao saling bertatapan karena memancing rasa penasaran dari Yueji
Aku tau mereka tak akan memberitahuku yang sebenarnya. Tenanglah, masih ada waktu untuk mengetahui yang sesungguhnya sahut Yueji dalam hati
“Baik, kak!” sahutnya menjawab perintah sang kakak
“Ayo, makanlah yang banyak. Habiskan semuanya!” desak Xuejie mengalihkan perhatian
“Waah, bagus sekali lukisan ini. Kakak yang melukisnya? Bisakah ajari aku untuk membuat yang sebagus ini?” ujar Xia Hua yang saat itu memegang buku lukis milik Yueji
“Xia Hua, jaga sikapmu dan berikan buku itu pada mereka! Biarkan mereka makan malam dahulu!” pekik lirih sang Ibu
“Iya bu” patuhnya
“Maafkan putri kami, ia memang agak sedikit manja dan seringkali penasaran dengan banyak hal” lanjut Xuejie
“Tidak apa-apa Bi, kami senang melihat Xia Hua ingin belajar melukis. Aku juga setiap hari selalu belajar agar bisa sehebat Yueji, benar kan Yueji?” sahut Yi Cao melihat kearah Yueji yang melamun memandangi makanannya
“Yueji!” tangan Yi Mei menyenggol lengan Yueji
“Oh, iya. Kak Yi Cao selalu membantuku melukis saat tanganku mulai lelah. Jadi kami melukisnya bersama-sama”
“Begitu rupanya. Sudahlah, kita bahas itu nanti dan habiskan saja makananmu!” ujar Tao Yangli
Setelah menyelesaikan makanannya, mereka pun berpamitan untuk kembali ke Penginapan. Yueji yang melihat Yi Mei sedang berbincang dengan Tuan Yangli akhirnya pergi mendahului
“Paman, terima kasih atas jamuannya dan juga tetap menjaga rahasia ini. Sepertinya Yueji sudah tak betah dengan rasa penasarannya sehingga selalu mencari celah untuk mengetahuinya. Tapi kami akan tetap menjaganya dan bungkam demi kebaikannya”
“Pasti sulit bukan? Ia sudah sebesar ini, sangat wajar jika ingin tau tentang dirinya yang sebenarnya. Tapi kalian hebat bisa menutupnya rapat-rapat hingga sekarang. Oh ya, kapan kalian akan kembali melanjutkan perjalanan?”
“Entahlah, Paman. Saat ini, Uang terakhir kami telah digunakan untuk menebus buku itu jadi kami benar-benar kehabisan bekal untuk bisa memulainya lagi. Mungkin sementara waktu kami akan menetap disini untuk mengumpulkan uang kembali”
“Kalo begitu, istriku tolong ambilkan beberapa tael emas untuk mereka. . .” ujarnya menyuruh sang istri
“Jangan, Paman!”
“Tapi, kalian membutuhkannya sekarang”
“Kami memang membutuhkannya, tapi kami juga akan berusaha mendapatkannya dengan kemampuan kami sendiri. Tak peduli sesulit apapun keadaan kami, jika masih memiliki tenaga untuk melepaskan kesulitan itu, maka kami harus melakukannya sendiri dan tidak perlu bergantung pada orang lain. Itu akan menjadi kebiasaan yang tidak baik”
“Ternyata Ren Xia membesarkan kalian dengan sangat baik, aku salut padanya. Baiklah, sepertinya aku tidak bisa memaksa kalian. Tapi ingatlah, jika kalian memerlukan sesuatu jangan sungkan untuk mengatakannya pada kami”
__ADS_1
“Baik Paman, kami akan mengingatnya. Kalo begitu, Paman dan Bibi kami permisi dahulu” memberi hormat dan pergi menyusul Yueji yang sudah berjalan jauh
“Hati-hati dijalan!” ucap mereka
Ibu, apa yang sebenarnya mereka sembunyikan dariku? Sulitkah mengatakannya padaku? Aku tidak tau kapan perjalanan ini berkahir. Aku takut jika tiba waktuku kembali ke dalam Gua, aku masih tidak tau rahasia kematian ibu dan ayah. Disisi lain, Yueji yang berjalan sendiri sembari memikirkan sesuatu seketika terkejut melihat sesosok bayangan yang melintas didepannya.
“Siapa itu? Keluarlah, jangan main-main denganku!” ujarnya memasang posisi waspada
Yang melintas adalah bayangan yang sama dengan penyerang dari Kepala Polisi Zhao beberapa jam yang lalu. Mereka hanya terlihat layaknya sebuah angin yang sedang berhembus dengan cepat. Tiba-tiba, bayangan itu menyerangnya dari belakang. Namun, dengan teknik beladiri Yueji, ia sempat menghindari serangan itu dan tetap mempertahankan posisi waspada.
“Keluarlah! Jangan jadi pengecut!” pekiknya memancing bayangan itu keluar dari persembunyiannya. Lagi dan lagi, bayangan itu berusaha menyerang Yueji dari berbagai arah. Namun, dengan kemampuan beladirinya yang cukup tinggi, tak ada satu serangan pun yang mengenainya. Sampai disuatu titik, Yueji mulai menelaah pergerakan bayangan itu dan menyerang balik dengan cepat hingga mengenai sasaran dan bayangan itu ternyata seseorang yang telah tersungkur setelah menerima pukulan dari Yueji
Topeng itu? Dimana aku pernah melihatnya? Pikirnya mengingat topeng yang dipakai oleh orang yang sedang ada
dihadapannya.
“Siapa kau? Kenapa tiba-tiba menyerangku?” memperhatikan dengan seksama wajah dibalik topeng itu.
“Huh, jangan banyak tanya. Aku akan mengakhiri hidupmu sekarang! Hiaatt. . .” perlahan bangkit dan kembali menyerang Yueji. Pertarungan pun tak terhindarkan, mereka sama-sama mengeluarkan jurus andalannya dan menyebabkan beberapa benda disekitarnya hancur
"Tenaga dalamnya kuat sekali, jika terkena maka akan celaka" ujarnya
Pertarungan itu berlangsung cukup lama, hingga Yi Mei dan Yi Cao pun tiba.
“Yueji!” panggilnya serentak yang membuat Yueji lengah dan terkena serangannya di bagian punggungnya hingga tersungkur dan tak sadarkan diri. Melihat Yueji yang pingsan, orang itu pun tak berhenti dan melanjutkan serangannya namun dihalau oleh panah dari Yi Cao. Mereka segera menghampiri Yueji yang sudah tak berdaya dan muntah darah.
“Yueji, sadarlah! Yueji!” kata Yi Mei berusaha membangunkan. Saat hendak mengeluarkan jurusnya, tiba-tiba datang polisi Zhao dan Zhiling serta beberapa pasukannya melihat Yi Mei dan Yi Cao yang terjongkok memapah Yueji akan diserang oleh seseorang dari belakang dan berteriak.
“BERHENTI!!” melihat pasukan kerajaan menghampirinya, orang tersebut pun langsung pergi melarikan diri dan meninggalkan mereka.
“Ada apa dengan nona ini dan siapa orang itu?” tanyanya yang ikut berjongkok melihat keadaan Yueji
“Kami tidak tau, Kepala Polisi Zhao. Kami berniat kembali ke penginapan, saat sampai disini, mereka sudah bertarung dan sepertinya adik kami terluka olehnya” sahut Yi Mei dengan rasa cemas dan air mata yang hampir jatuh
Lukanya sama dengan para prajuritku. Apa jangan-jangan orang yang menyerang mereka adalah orang yang sama?
“Kepala polisi Zhao, tolong bantu kami membawanya kembali ke Penginapan!” pintanya
“Baiklah, kalo begitu naikkan ke punggungku!” mereka pun membawa Yueji kembali ke penginapan untuk menerima pengobatan disana
__ADS_1
Bagaimana kondisi Yueji selanjutnya. Stay tune. . .