Kembalinya Sang Puteri

Kembalinya Sang Puteri
Episode 40


__ADS_3

Sebelumnya di Novel Kembalinya Sang Puteri


Yi Cao diculik oleh mata – mata dari Luo Jinxi, sementara Yi Mei ditangkap dan ditahan oleh pengawal dari Kepala Daerah Liu di gubuk yang ia gunakan untuk meracik ramuan obat. Suasana di Istana riuh dan para Menteri yang datang membicarakan mengenai hubungan yangli deng Yi Cao dan Yi Mei.


Bagaimana kelanjutan kisahnya? Stay read disini ya. Jangan lupa Like, Vote, and Comment supaya Author tau salah – salah nya dimana dan akan segera author perbaiki. Terima kasih. . .


“Apa sebenarnya hubungan Menteri Keuangan Tao Yangli dengan gadis ini?” bisik salah seorang menteri yang hadir di Istana


“Benar. Kenapa ia harus menyelinap ke Ibu Kota? Apa benar Menteri Yangli memiliki andil pada wabah desa itu?” bisik lagi salah seorang Menteri lainnya. Riuh para menteri didalam Istana membicarakan tentang Yangli dan Yi Cao


Melihat hal itu, Luo Jinxi terlihat menyeringai dan merasa sedikit puas dengan keadaan saat itu.


“Kalian Tenanglah! (seru Kaisar) Lalu, dimana gadis lainnya?”


“Hamba telah memerintahkan pengawal pribadi hamba untuk menahannya di kawasan Desa Tianshi Yang Mulia. Hamba takut jika membawanya ke istana, ia dapat membawa wabah itu kemari!”


“Yang Mulia, izinkan hamba memberikan saran”


“Silahkan Menteri Hong (Bentara)”


“Permasalahan wabah ini tidaklah sederhana dan menyangkut banyak nyawa. Keputusan Kepala Daerah Liu menahan salah satu gadis disana adalah keputusan yang tepat karena kemungkinan ia adalah si pembawa virus. Untuk gadis ini, sebagai satu – satunya tersangka sebaiknya lakukan interogasi berdasarkan kejahatan tanpa pengakuan”


Interogasi berdasarkan Kejahatan tanpa Pengakuan adalah mengajukan pertanyaan terhadap tersangka. Apabila tersangka tidak mau menjawab atau pun berboong, maka akan dilakukan pemukulan terhadap area kaki. Interogasi semacam ini cukuplah kejam karena akan dilakukan pemukulan terhadap area kaki hingga tersangka mengakui kesalahannya.


Bagi mereka yang tak benar – benar melakukan hal tersebut malah akan lebih fatal, bisa saja akan dipukul berpuluh – puluh kali hingga membuat tersangkanya lumpuh karena kebanyakan dari pengakuan tanpa bukti mereka tak dipercayai oleh saksi atau pun Kaisar.


“Tunggu Yang Mulia” ucap Yangli menyela pembicaraan


“Ada apa Tuan Yangli?”

__ADS_1


“Maaf atas kelancangan hamba. Tapi seperti yang sudah – sudah, Interogasi berdasarkan Kejahahatan tanpa pengakuan ini berakibat fatal. Kerajaan ini sering menemukan fakta yang sebenarnya setelah orang yang diadili lumpuh bahkan ada juga yang meninggal”


“Menteri Keuangan Yangli, bukankah apa yang anda katakan tadi secara langsung menuduh Kaisar bersalah menjatuhkan hukuman pada para tersangakanya?” ucap Jinxi memprovokasi


“Mohon ampun Yang Mulia. Benar apa yang dikatakan oleh Kanselir Luo Jinxi. Menginterogasi tersangka adalah proses hukum yang sudah berjalan sejak Kaisar sebelumnya. Menurut ucapan Menteri Keuangan Yangli barusan hanya ingin menyinggung hukum yang sudah diterapkan oleh Kaisar terdahulu saja, Yang Mulia” bela salah satu pendukung Jinxi


“Mohon ampun, Yang Mulia. Tapi, apa yang dikatakan oleh Menteri Keuangan Tao adalah benar. Ini adalah masalah kemanusiaan, kita seharusnya mencari bukti terlebih dahulu sebelum menginterogasi tersangka. Jika ada suatu hal yang memberatkan tersangka kearah kejahatan, baru kita bisa melaksanakan Interogasi Kejahatan tanpa Pengakuan ini Yang Mulia” bela salah satu pendukung Yangli


“Yang Mulia, gadis ini adalah orang yang dikenal oleh Menteri Yangli. Mungkin saja saran yang ia ajukan hanya ingin membebaskan tersangka dari tuduhan saja Yang Mulia” sahut Kepala Daerah Liu


“Yang Mulia, izinkan hamba menjelaskan apa yang terjadi!” ucap Yi Cao


“Diam kau! Kau hanya tersangka disini, apa hak mu untuk berbicara?” bentak Kepala Daerah Liu


“Yang Mulia, hamba tidak akan membela diri, hamba hanya akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Tolong beri hamba kesempatan Yang Mulia” ucap Yi Cao Memohon


“Kau ini benar – benar keras kepala, ya. . .” kembali membentak


“Yang Mulia, hamba hanya mengenal Menteri Tao Yangli akhir – akhir ini saja. Beberapa hari ini hamba tinggal di Penginapan milik Tuan Yingjun yang merupakan putera dari Tuan Yangli. Hamba dan sadari hamba menemui hambatan ketika melanjutkan perjalanan, yaitu Desa Tianshi yang tengah mengalami wabah mematikan”


“Jadi, apa alasanmu datang ke Kediaman Tuan Yangli malam – malam? Jika kau ingin melaporkan apa yang kau lihat pada saat itu, seharusnya sampaikan langsung pada Istana bukan?” sahut Sang Kaisar


“Karena hamba hanya mengenal Tuan Yangli di Negara ini, oleh karena itu hamba hanya terfikirkan untuk menyampaikan pesan padanya”


“Apa yang dilakukan saudarimu disana?”


“Ia memiliki sedikit kemampuan medis, jadi ia hamba tinggal untuk meracik ramuan herbal untuk diberikan pada warga disana”


“Lancang! Bagaimana jika ramuan itu malah membuat wabah semakin menyebar?” ucap salah seorang Menteri

__ADS_1


“Iya benar. Mereka hanya pendatang baru di Negara ini Yang Mulia. Mungkin saja ada niatan buruk dari mereka melalui obat – obatan herbal itu?” sambung salah seorang Menteri memperkuat argumennya


“Itu tidak benar Yang Mulia. Wabah yang saat ini sedang merebak adalah penyakit yang membuat kulit melepuh layaknya terbakar. Saudari hamba sedang meracik ramuan dari Kunyit dan daun Binahong untuk mengurangi luka pada kulit yang terinfeksi bahkan mengeluarkan nanah” penjelasan dari Yi Cao membuat seluruh Menteri dan Pejabat yang datang merasa jijik saat membayangkannya


“Berhenti! Jangan membuat cerita yang menjijikan seperti itu untuk mengalihkan kejahatanmu!” ucap Jinxi


“Tapi itulah kenyataannya, Yang Mulia. Kami benar – benar bukan yang menyebabkan wabah itu menyebar, kami malah ingin menyelamatkan mereka semua itulah mengapa hamba kembali ke Ibu Kota menyampaikan pesan untuk meminta bantuan obat karena obat yang kami ramu tak cukup untuk menghentikan wabah itu”


“Yang Mulia, hamba bersedia membuktikannya sendiri” sahut Yangli


“Paman Yangli” tegur Yi Cao


“Apa maksudmu?” tanya Sang Kaisar


“Hamba bersedia pergi ke Desa Tianshi untuk membuktikan bahwa ramuan yang mereka buat bukanlah penyebab merebaknya wabah ini, Yang Mulia”


“Tuan Yangli, wabah itu sangat menular dan mematikan. Jika kau pergi kesana sendiri, kau mungkin akan selamanya tak dapat kembali karena sudah terkena wabah” ucap salah satu pendukung Yangli yang terlihat tak setuju dengan pernyataannya


“Lalu siapa yang akan membuktikan ucapan dari gadis ini jika tak ada yang memastikan sendiri kesana?” hentaknya putus asa


“Lebih baik kau utus seseorang untuk datang kesana, terlalu berbahaya jika pergi sendiri” saran dari Sang Kaisar yang juga terlihat khawatir dengan keputusan Yangli


“Mohon maaf Yang Mulia. Meski hamba baru mengenal mereka, tapi hamba percaya bahwa mereka tak akan berbohong pada hamba. Jadi, hamba siap menerima segala risiko yang akan hamba hadapi ketika hamba memutuskan hal ini”


“Apa keputusanmu sudah bulat?”


“Tentu saja Yang Mulia” tegasnya


“Baiklah, jika itu keputusanmu. Nona ini akan dijebloskan ke Penjara sementara kau membuktikan ketidak bersalahannya. Aku akan memberimu waktu satu minggu. Jika kau gagal dalam kurun waktu yang telah di tentukan, maka hukuman pembersihan diri di tempat terpencil harus kau terima”

__ADS_1


“Hamba mengerti, Yang Mulia. Terima kasih atas kebijaksanaanmu Yang Mulia”



__ADS_2