Kembalinya Sang Puteri

Kembalinya Sang Puteri
Episode 42


__ADS_3

Sebelumnya di Novel Kembalinya Sang Puteri



Setelah mendengar berita bahwa ayahnya tengah pergi ke sebuah Desa yang terkena wabah, Yingjun pun langsung menyusulnya. Perasaan khawatir pada sang ayah tetaplah ada meskipun ia masih marah karena sikap ayahnya dulu terhadap sang ibu.


Selain untuk menyusul sang Ayah, Yingjun datang karena mendapat kabar bahwa Yueji dan Yi Mei juga berada di desa tersebut. Mengingat cerita sebelumnya saat Yueji meninggalkan surat untuk Yingjun, kali ini mereka akan bertemu di desa Tianshi, desa perbatasan Timur dengan Negara Hanxing yang sedang terkena wabah penyakit kulit yang mematikan.


“Lapor Tuan, kami telah melaksanakan tugas yang anda berikan!” ucap salah seorang pengawal pada Kepala Daerah Liu yang berdiri tak jauh dari gubuk yang terbakar itu.


“Kerja bagus! Kalian tetap awasi mereka!” titahnya. Kepala Daerah Liu kembali ke Ibu Kota dan melaporkan apa yang terjadi kepada Kanselir Luo Jinxi


Sementara itu, mereka berlama yang terkurung di gubuk yang terbakar terus mencari cara untuk keluar dari sana. Tapi, sepertinya memang semuanya telah direncanakan dan tempat itu memang sengaja disediakan untuk mereka, karena hampir semua jalan keluar telah ditutup rapat oleh para pengawal itu.


Dari kejauhan terlihat segerombolan orang yang datang dan ternyata mereka adalah Zhao Lantian yangdatang membawa beberapa prajurit untuk membantu memadamkan api dan menolong kelima orang yang terjebak didalamnya.


Para pengawal yang tadinya sedang  berjaga karena melihat pasukan Zhao Lantian akhirnya mereka pun melarikan diri.


“Beberapa dari kalian, kejar dan tangkap para pengawal itu dan sisanya bantu untuk mengeluarkan mereka dari sana!” seru Lantian memberi perintah


Beberapa menit kemudian api itu berhasil dipadamkan begitu juga dengan Yingjun, Yangli , Yi Mei, Aolie dan Jianke yang selamat meski ada beberapa luka ditubuh mereka.


“Kalian tidak apa-apa?” tanya Lantian menanyakan keadaan mereka satu per satu


“Uhuk. .uhuk. .kau datang terlambat kawan, hampir saja kami terpanggang didalamnya” jawab Yingjun


“Aku minta maaf, tapi aku sudah  berusaha semaksimal mungkin dan ternyata mereka menutup aksesnya menggunakan pagar yang telah disiapkan. Aku dan akan buahku harus menghancurkannya terlebih dahulu agar bisa sampai disini tepat waktu”


Ternyata, setelah mendengar kabar dari Penasihat pribadi sang Kaisar yaitu Wuji Yingjun tak langsung pergi menyusul ayahnya melainkan memberitahu pada Zhao Lantian untuk bersama-sama menjemput Yueji di Tianshi.

__ADS_1


Kejadian ini memang sudah diprediksikan oleh Yingjun tapi tak disangka hasilnya lebih buruk. Mereka lebih kejam dengan berniat membunuhnya dalam gubuk tersebut.


“Nona Yi Mei, kau baik-baik saja? dan mengapa kau sendiri yang ada didalam gubuk itu? Dimana Yueji?” tanya Yingjun cemas


“Yueji. . .sudah berapa hari aku meninggalkannya disana?” jawab Yi Mei


“Apa maksudmu? Dimana Yueji?” pertanyaan yang terulang dari Yingjun


“Aku harus menyuruhnya keluar dari sana! Benar! Dia harus segera keluar dari sana!” kalutnya yang mengumpulkan tenaga untuk berdiri dan mencoba untuk berlari kearah desa Tianshi


“Kau mau kemana? Jawab dulu pertanyaanku!” dengan nada tinggi ia terus bertanya mengenai gadis yang berhasil menggerakkan hatinya itu


“Dia, dia ada disana bersama dengan warga yang terkena wabah” ucap Yi Mei sambil menunjuk kearah dimana sekarang Yueji berada


“Apa katamu?”


Sebelumnya Yi Mei yang berhasil meracik obat luar untuk warga desa Tianshi, karena Yi Cao tak kunjung kembali akhirnya ia memberanikan diri untuk mengajak Yueji bersama-sama memberikan obat itu pada mereka.


Meski tak setuju, karena bujukan sang Puteri Yi Mei pun keluar untuk mencari bahan obat dengan masuk ke hutan yang lebih dalam. Tak disangka, ia malah ditemukan oleh para pengawal dan  disekap.


“Aku harus kesana dan menyuruhnya keluar” Yinjun pun berlari kearah desa yang terlihat amat buruk keadaannya itu.


“Tunggu Yingjun, jangan terburu – buru, kita tidak tahu seberapa besar bahaya yang diakibatkan oleh wabah disana!” seru sang Ayah mencoba menghentikan, namun tak ia hiraukan.


“Yingjun!” semua berusaha menghentikannya


“Yingjun! Dengarkan Ayah! Jangan gegabah. Kita akan melawan suatu benda yang tak terlihat disini. Jika kau tetap impulsif seperti ini, itu malah akan membahayakan yang lain”


“Tuan Menteri benar, Yingjun. kau tenanglah. Lagipula isini sudah ada nona Yi Mei yang berhasil membuat obat untuk mereka. Tanya dahulu padanya bagaimana keadaan disana yang sebenarnya lalu bagaimana cara kita untuk masuk dan membawa Yueji keluar dari sana” bijaknya seorang Zhao Lantian yang lebih tenang dari Yingjun

__ADS_1


“Yi Mei, bagaimana kau bisa masuk kesana dan masih dalam keadaan baik?” tanya sang Menteri


“Penyakit ini jika intensitasnya rendah maka hanya dapat menular melalui


sentuhan. Namun, dengan kondisi udara yang buruk dan kebersihan yang tak


terjaga, udarapun dapat menyebarkan virusnya”


“Jadi, seharusnya kita tak bisa berdekatan dengan mereka?” Zhao Zhao


“Begitulah seharusnya. Tapi, selagi sesama kulit tak bersentuhan dan kita tetap memakai penutup mulut serta hidung aku rasa semua masih akan baik-baik saja”


“Kalau begitu, apalagi yang kita tunggu. Kita hanya perlu mengindari sentuhan dan menghirup udara disana agar tak tertular bukan?” Yingjun


“Bagi mereka yang memiliki perlindungan tubuh rendah tak akan bisa bertahan didalam sana, jadi aku harus memeriksa denyut nadi kalian terlebih dahulu dan menentukan siapa yang bisa masuk dan tidak. Meski aku ingin segera menyelamatkannnya, tapi aku juga tak ingin merugikan orang lain. Jadi prosedur ini harus aku lakukan” jelas Yi Mei


“Lakukanlah dengan cepat!”


Setelah memeriksanya dengan cermat, akhirnya dengan penutup hidung dan kain yang membalut telapak tangan mereka diizinkan masuk kedalam desa yang terlihat porak poranda itu. Satu persatu sudut desa mereka telusuri untuk mencari Yueji yang telah tinggal lama sendiri disana.


Celingak celinguk Yingjun mencarinya sembari berharap bahwa gadis itu akan baik – baik saja. Di salah satu halaman sebuah rumah, ia melihat Yueji sedang menyuapi seorang gadis kecil yang tersenyum kepadanya.


“Yueji. . .” serunya memanggil sehingga membuat semua orang menghadap pada Yingjun begitu juga dengan Yueji. Tanpa membuang waktu ia langsung memasuki halaman itu dan berniat memeluknya


“Tunggu! (tangan Yi Mei meraih Yingjun dan menghentikan langkahnya) Yueji, apa yang kau lakukan?” melihat tangannya


“Mengapa, kalian semua ada disini?” ucap Yueji yang bingung melihat banyak orang menghampirinya


“Kakak, siapa mereka?” suara mungil gadis kecil itu

__ADS_1


“Mengapa kau melepaskan sarung tanganmu? Jangan katakan bahwa, kau. . .” serentak semuanya melihat kearah Yueji


To be coninued. . .


__ADS_2