
Sebelumnya di Novel Kembalinya Sang Puteri
Ketiga saudari itu berunding mengenai rencana mereka menolong warga Desa Tianshi dengan meracik obat herbal dari kunyit dan daun Binahong yang dipercaya dapat mengurangi ruam – ruam pada permukaan kulit dan menetralkan racun serta menghentikan virus atau bakteri.
Mereka berbagi tugas, Yi Mei meracik obat bersama Yueji di sebuah gubuk yang terletak tak jauh dari Desa itu, sedangkan Yi Cao kembali ke Ibu Kota untuk menyampaikan pesan sekaligus meminta bantuan pada Tao Yangli.
Setelah menerima pesan dari Yi Cao, Yangli lalu menyampaikannya pada Sang Kaisar. Titah diberikan pada Wuji, penasihat kepercayaan Kaisar untuk mengutus seseorang ke Desa Tianshi. Sedangkan Yangli pergi ke Rumah Bordil Baihe untuk bertemu dengan Zhu Meihwa.
Ruang khusus di Rumah Bordil Baihe,
“Tidak biasanya Tuan menyempatkan waktu untuk mampir kesini?” ucap Meihwa yang sedang menyajikan teh untuk Yangli
“Aku hanya sedikit senggang. Bagaimana kabarmu akhir – akhir ini?” ucapnya setelah meminum teh yang disajikan oleh Zhu Meihwa
“Sangat baik, Tuan seperti yang anda lihat”
“Baguslah kalau begitu”
“Tapi, sepertinya pejabat yang jarang memiliki waktu bersantai seperti Tuan datang kemari, bukan hanya untuk menanyakan kabar tentangku bukan?” singgungnya
“Kau benar, ada yang ingin aku tanyakan padamu”
“Katakan saja, Tuan”
“Apa kau mengenal Kepala Daerah Desa Tianshi, Tuan Liu?”
“Tuan Liu? (mengingat – ingat) sepertinya tak asing di telingaku”
“Dia adalah Kepala Daerah dari Desa yang beberapa bulan ini dikabarkan sedang mengalami wabah. Tapi, akhir – akhir ini ia sering tinggal di Ibu Kota bahkan dikatakan bahwa ia sering berkunjung kemari”
“Tunggu! Ah, Tuan yang sangat kaya itu?”
“Tuan yang sangat kaya?”
“Benar. Ia memang sering berkunjung bahkan bisa membuat seluruh wanita disini juga menyukainya dan memanggilnya dengan Tuan emas”
“Tuan emas? Aku tak mengerti”
“Meski ia adalah termasuk kedalam tamu baru, tapi setiap kali berkunjung ia dapat menyewa seluruh penari disini dan akan membayarnya dengan perhiasan emas yang ia beli dari Paviliun Ruyi”
“Bukankah kualitas perhiasan disana terkenal paling baik di Kota ini?”
__ADS_1
“Tepat sekali. Itulah yang membuat para wanita disini jatuh hati padanya. Tentu saja bukan karena rupa melainkan karena harta yang ia miliki”
Mendengar informasi dari Zhu Meihwa membuat kecurigaan Yangli semakin menjadi – jadi pada Kepala Daerah Liu.
“Sebenarnya, ada apa Tuan bertanya mengenai dia?”
“Desa Perbatasan di paling Timur Negara Taiyang sedang terkena wabah yang mematikan. Beberapa bulan ini Kepala Daerah Liu mengabarkan bahwa Desa itu baik – baik saja dan sedang mengalami pemulihan pasca wabah, namun tetap membutuhkan pasokan obat dan makanan. Oleh karena itu kerajaan juga tetap mendistribusikannya. Tapi. . .”
“Ada apa, Tuan”
“Ada yang mengabarkan bahwa Desa itu sebenarnya belum baik – baik saja melainkan semakin parah wabahnya”
“Jadi, Tuan mencurigai bahwa pasokan obat dan makanan yang seharusnya sampai di Desa itu tapi malah diambil secara pribadi oleh Tuan Liu?”
“Itu masih dugaanku. Jika dilihat dari jabatannya yang hanya seorang Kepala Daerah, apa ia benar – benar mampu membeli perhiasan di Paviliun Ruyi sebagai hadiah untuk pelayanan disini?”
“Anda benar! Lalu, apa yang akan anda lakukan? Menuduhnya tanpa bukti tidak akan membuatnya bersalah. Bisa saja ia berdalih dan malah akan membuat anda rugi nantinya”
“Aku ada sedikit permintaan padamu!”
“Katakan Tuan, akan kubantu semampuku”
“Permintaan ini mungkin tak pantas, tapi apa kau bisa mendekatinya secara pribadi untuk mendapatkan informasi darinya secara langsung. Ajukan pertanyaan yang akan menariknya agar memberitahu dimana ia menyembunyikan seluruh pasokan dari kerajaan!”
Penginapan Baijin
Tempat dimana Kepala Daerah Liu tinggal sekarang, sedang ada pesta antar pejabat daerah yang berkumpul jadi satu di Penginapan Baijin. Sambil menikmati arak berkualitas tinggi, mereka tertawa terbahak – bahak seolah – olah puas akan suatu hal.
Kemudian ada seseorang yang mendekat pada Kepala Daerah Liu dan membisikkan sesuatu
“Apa!?” serunya yang membuat suara tawa menjadi hening seketika
“Ada apa, Kepala Daerah Liu?” kata salah seorang pejabat
“Apa yang membuat Tuan Emas kita ini terkejut seperti itu?” sambung pejabat lainnya
“Ada seseorang yang melaporkan pada Kaisar mengenai keadaan Desa Busuk itu (maksudnya adalah Desa Tianshi)” ucap Kepala Daerah Liu
“Apa? Siapa yang berani melakukan hal itu?”
“Siapkan beberapa pengawalku dan suruh mereka untuk pergi berjaga di Desa Wabah itu. Sementara aku akan pergi menemui Kaisar untuk memberi pelajaran pada mereka yang berani mengusik kesenanganku!” perintahnya pada informan itu dengan wajah yang amat kesal
__ADS_1
“Tenang saja Kepala Daerah Liu, aku yakin anda dapat menangani tikus –
tikus pengganggu itu! Benar kan?” ucap salah seorang pejabat
“Iya, benar!” sahut beberapa pejabat
“Tentu saja. Sekarang aku adalah orang yang memiliki kekayaan di bawah Menteri Keuangan Tao Yangli (Tao Yangli adalah orang terkaya di Ibu Kota) apa yang tidak bisa aku gerakkan dengan kekayaan yang aku miliki saat ini?” rencana licik muncul dibenak Kepala Daerah Liu.
Selang satu hari kemudian, Kepala Daerah Liu benar – benar datang ke Istana untuk mengadu pada Kaisar.
“Salam, Hormat Hamba, Yang Mulia” ucapnya
“Ada hal apa kau ingin menemuiku, Kepala Daerah Liu?”
“Hamba ingin melaporkan bahwa ada seorang penyusup yang memasuki kawasan karantina Desa Tianshi dan menyebabkan wabah mematikan itu menyebar lagi Yang Mulia,” karangan cerita dari Kepala Daerah Liu yang membuat riuh para pejabat di Istana saat itu. Laporannya membuat Sang Kaisar dan Tao Yangli saling bertatapan.
“Apa maksudmu?” tanya Sang Kaisar
“Hamba menemukan seorang gadis di gubuk dekat kawasan karantina Desa
Tianshi sedang meracik suatu ramuan berbahaya dan juga seorang gadis yang
menyusup ke Ibu Kota untuk menyebarkan berita bohong tentang hamba Yang Mulia”
“Gadis?”
“Hamba mohon izin untuk membawa salah satu dari mereka masuk ke Istana ini
Yang Mulia”
“. . .Aku mengizinkan. . .”
“Terima kasih Yang Mulia. Bawa dia masuk!” betapa terkejutnya Tao Yangli melihat Yi Cao yang diseret masuk kedalam Istana.
Kenapa Yi Cao masih disini? Bukankah setelah memberikan pesan itu, ia langsung kembali? Tunggu, seorang gadis? Bukankah masih ada Yueji dan Yi Mei disana? Siapa yang tertangkap oleh Kepala Daerah Liu? Benak Yangli
Sebelumnya, di malam saat Yi Cao sampai di kediaman Tao dan memberikan pesan pada Yangli, tiba – tiba ada seseorang yang menculiknya dan menyekapnya. Ternyata ia adalah orang suruhan dari Luo Jinxi yang tengah memata – matai kediaman Yangli dan melihat Yi Cao.
“Siapa gadis ini?” ujar Sang Kaisar
“Dia adalah gadis yang sebelumnya diminta untuk menjadi pelukis pribadi Menteri Keuangan Tao Yangli, Yang Mulia”jawab Kepala Daerah Yangli.
__ADS_1
To be Continued. . .