Kembalinya Sang Puteri

Kembalinya Sang Puteri
Episode 17


__ADS_3

Pengenalan tokoh lanjutan. . .


Kanselir Kerajaan                : Luo Jinxi


Putri                                      : Luo Neiyan


Sebelumnya di Novel Kembalinya Sang Puteri. . .


Meski telah memberikan bukti-bukti konkret dan berdebat dengan sengit, Yueji tetap tidak bisa mendapatkan bukunya kembali. Sedangkan Hakim Guan yang masih curiga dengan pemilik buku itu berusaha untuk menguliknya kembali. Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Di luar Kantor Kehakiman Distrik Shangnan


“Sudahlah, kau pasti lelah. Lebih baik kembali ke penginapan dan istirahat disana. Kita pikirkan rencana lagi untuk persidangan besok! Ayo” tak berapa lama kemudian Kepala Polisi Zhao menghentikan mereka


“Tunggu!!” pekiknya dan menghampiri mereka


“Ah, kita lupa dengan Polisi itu!” ucap Yi Cao


“Aku rasa, kita harus cari penginapan baru!” sambung Yi Mei


“Maaf, nona-nona. Berdasarkan perintah dari Hakim Guan, aku akan menyuruh beberapa anak buahku untuk ikut dengan kalian.”


“Baik, kami mengerti. Tapi, bisakah kau ikut dengan kami sebentar saja? kami takut ketika sampai di penginapan, mereka akan mengusir kami karena status kami yang sebagai tahanan bebas ini!” jawab Yueji tegas. Wajah masamnya seketika berubah ketika Kepala Polisi Zhao datang menghampiri mereka


“Itu. . .” befikir


“Tolonglah! kami hanya perlu kau untuk memberikan pengertian pada mereka untuk setidaknya tinggal satu malam lagi disana. Kami mohon!” keluarlah wajah imutnya yang membuat Zhao Lantian malu


“Bukankah dia hampir menangis saat kau memarahinya? Ada apa dengan wajahnya sekarang?” ucap Yi Cao yang berbisik


“Ehem. . .!”


mengalihkan pandangan karena merasa malu dengan apa yang dilakukan Yueji pada Zhao Lantian


“Baiklah, aku akan ikut dengan kalian! Lalu dimana penginapannya?” (nggak dibawa, berat! Hehehe)


“Kami tinggal di penginapan Changhu, tidak jauh dari sini”


“Changhu? Baiklah, mari!” Yueji berjalan disamping Polisi tampan itu

__ADS_1


Penginapan Changhu


“Sepi sekali, apa Yingjun benar-benar ada disini?” ucap seorang gadis yang tengah berada di luar penginapan


“Entahlah, puteri. Tapi menurut penuturan nona Xia Hua, tuan Yingjun telah kembali kesini”


“Kita masuk saja!” melangkah tanpa ragu memerhatikan sekeliling. Paman Pubu yang baru keluar dari dapur pun melihat mereka


“Putri Neiyan? Sedang apa anda disini?” ucapnya menyambut


“Paman Pubu. Aku mendengar kalau Yingjun terluka, tapi saat aku berniat menjenguk ke rumahnya Xia Hua bilang kalau dia telah kembali kesini. Jadi aku ingin menemuinya paman”


Luo Neiyan adalah putri dari seorang Kanselir kerajaan Taiyang, yaitu Luo Jinxi. Ia merupakan kakak kandung dari permaisuri Hanxing, Luo Changxi dan Neiyan adalah keponakannya. Luo Neiyan dan Tao Yingjun adalah sahabat yang tumbuh bersama itulah kenapa paman Pubu juga mengenalnya. Sejak kecil Neiyan memang sudah menunjukkan perasaannya pada Yingjun, bahkan sempat berujar bahwa ia hanya akan menikahi Yingjun seorang. Namun, sepertinya berbanding terbalik dengan perasaan Yingjun yang hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat sekaligus orang yang dihormati karena kedudukannya sebagai keponakan dari seorang Permaisuri. Meski


begitu, Neiyan tak pernah menyerah untuk tetap mendapatkan hati Yingjun dan terus mendekatinya.



“Tuan Yingjun sedang memiliki urusan diluar, tapi mungkin akan kembali sebentar lagi. Anda bisa menunggunya di dalam!”


“Baiklah Paman, kalau begitu aku akan menunggunya” berjalan menuju ruang tamu penginapan.


“Eh. . .Kepala polisi Zhao, ada apa kemari? Dan kenapa kau bersama mereka serta membawa beberapa anak buahmu?”


Yueji menatapnya dan memberikan kode dengan matanya


“Aku, hanya ingin menjenguk Yingjun Paman. Ku dengar ia terluka?” berdalih. Zhao Lantian mengenal Yingjun saat mereka bersama-sama menjalankan pelatihan di Kamp militer. Ketiga gadis itu tiba-tiba terdiam saat Zhao Lantian menyebutkan nama Yingjun.


“Yingjun? Kenapa aku tak asing mendengar nama ini?” Yueji yang berusaha mengingatnya kembali


“Begitu pun denganku” sambung Yi Cao


“Tentu saja nama itu tidak asing. Dia adalah pemilik penginapan ini sekaligus putra dari Menteri Keuangan, tuan Tao Yangli yang dermawan!” paman Pubu langsung menjelaskan mengenai siapa itu Yingjun, namun sepertinya kedua gadis yang penasaran itu tak dapat mengingatnya. Berbeda dengan Yi Mei, ia langsung bekata pada Yueji


“Kau benar-benar tak mengingatnya? ( mendekatkan bibirnya ke telinga Yueji dan berbisik ) Dia adalah pria yang terluka parah dan kau menyelamatkannya saat di Hutan Bukit Bintang!” mata Yueji seketika terbelalak saat mendengar bisikan dari Yi Mei, mulutnya pun termangu dengan lebarnya.


“Tapi tuan Yingjun sedang tidak ada di tempat, mungkin sebentar lagi akan kembali”


“Apakah dia sedang berkunjung kesana Paman? ( Rumah Bordil Baihe )”

__ADS_1


“Benar Kepala Polisi Zhao. Eh, itu dia kembali!” menunjuk ke arah pintu masuk dimana terlihat Yingjun dan Jianke yang datang bersamaan. Yueji yang saat itu menoleh ketika paman Pubu menunjuknya langsung bersembunyi di belakang punggung Zhao Lantian.


“Apa yang sedang kau lakukan, nona” ucap Zhao Lantian yang hendak menyingkir


“Hah, bukannya kau adalah pria yang ter. . .” ucapannya terpotong karena Yi Mei langsung menutup mulutnya. Yingjun, Zhao Lantian, Jianke, Zhiling dan Paman Pubu pun saling bertatapan melihat sikap aneh ketiga gadis itu. Yueji langsung memberikan kode pada Yi Mei untuk membawanya ke kamar.


“Em, Paman. . . sepertinya saudariku sangat lelah sehingga mengeluarkan suara-suara yang tidak seharusnya. Jadi, kami akan beristirahat dulu. Permisi!” ujarnya sambil terus menutup mulut Yi Cao dan pergi menuju kamarnya bersama Yueji. Meski tak sempat melihat wajah Yueji, tapi Yingjun merasa tak asing dengan rupa Yueji yang berlari memunggunginya dan mengingat bahwa ia pernah bertemu beberapa kali di kios kue bulan dan Rumah Bordil Baihe.


“Kita bertemu lagi, nona!” ucapnya sambil tersenyum dan terus melihat Yueji yang berlari kearah kamarnya


“Kurasa kau tidak benar-benar terluka sehingga bisa bersenang-senang di Rumah Para Wanita itu?” sindir Zhao Lantian


“Kau tau aku bukanlah orang yang selemah itu, bukan!” menyombongkan diri


“Tuan Yingjun, Kepala Polisi Zhao, lebih baik berbincang saja di dalam, tuan puteri Neiyan juga datang dan sedang menunggu anda” memberitahukan kedatangan sahabatnya.


“Puteri Neiyan?” Yingjun


“Aku harus kembali ke Kamp!” ujar Lantian


“Bukankah kau kemari untuk menjengukku, sekarang aku sudah kembali kenapa kau malah pergi?”


“Jangan besar kepala, memangnya sepenting apa dirimu? Aku kemari hanya mengantar nona-nona tadi saja. Sudahlah, aku tidak punya waktu untuk menjengukmu! Zhiling, kita kembali ke kamp! Paman Pubu, kami permisi!” memberi salam


“Cih, alasan. . .” ucap Yingjun yang meneruskan olokannya


“Apa kau bilang?” membelokkan badan setelah mendengar omongan Yingjun.


“Ah, tidak tidak! Pergilah!” mereka memang suka bercanda


“Dimana Puteri Neiyan Paman?”


“Dia sedang menunggu anda di ruang tamu, tuan!”


“Baiklah. Oh ya, siapa ketiga gadis itu?”


“Mereka adalah tamu disini dan baru akan menempati kamarnya. Apakah tuan mengenal mereka?”


“Sepertinya begitu. Sudahlah, kita temui Neiyan dulu! Mari !”

__ADS_1


Lagi dan lagi Takdir eh Author mempertemukan mereka. Apakah Yingjun akhirnya akan mengetahui orang yang menyelamatkan nyawanya. Dan bagaimana kisah mereka selanjutnya. Stay tune ya. . .


__ADS_2