Kembalinya Sang Puteri

Kembalinya Sang Puteri
Episode 11


__ADS_3

Masa lalu keluarga Tao


Pengenalan tokoh tambahan


Ibu kandung Yingjun             : Wu Qingwei


 Ayah Yingjun, Tao Yangli sebenarnya berasal dari negara Hanxing. Ia dijodohkan dengan Wu Qingwei yang berasal dari negara Qing melalui pernikahan politik, padahal saat itu ia sedang menjalin hubungan dengan Zhen Xuejie yang berasal dari negara Taiyang. Pernikahannya dengan Wu Qingwei melahirkan seorang putra, yang mereka beri nama Tao Yingjun. Ayah Wu Qingwei adalah seorang putra mahkota sedangkan ibunya hanya seorang wanita yang berasal dari rumah bordil sehingga sering dipandang rendah oleh masyarakatnya. Sebagai anak tunggal mereka selalu memanjakan Qingwei hingga segala hal yang ia inginkan harus terturuti. Sedangkan ayah dari Yangli hanyalah seorang penasihat kekaisaran.


 Qingwei muda tergila-gila oleh ketampanan Yangli saat ia berkunjung ke Qing dengan ayahnya. Sejak masih muda, Yangli telah dipercaya menjadi perwira utama kavaleri di negara Hanxing, sehingga ia diajak oleh ayahnya sebagai penjaga rombongan para pejabat untuk ikut ke negara Qing dan berdiskusi mengenai perjanjian dagang


antara dua negara tersebut. Qingwei yang saat itu sedang berjalan-jalan di pasar dengan pelayannya dan melihat rombongan iring-iringan terpesona oleh wajah rupawan Yangli yang berada diatas kudanya. Sejak saat itu, Qingwei


bertekad untuk mendapatkannya.


 Sampai pada akhirnya, Qingwei mengutarakan keinginannya dan meminta sang ayah untuk menikahkannya dengan Yangli. Putera Mahkota saat itu menentang keinginan sang puteri karena menganggap bahwa Yangli bukanlah jodoh yang terbaik untuknya karena jabatan ayahnya yang hanya seorang penasehat kerajaan jauh berbeda dengannya. Tapi saat itu Qingwei mengatakan bahwa ia tak akan menikahi siapapun selain dengan Yangli, yang membuat kedua orang tuanya akhirnya mengalah dan memberitahukannya pada Kaisar Hanxing bahwa puterinya menyukai putra penasehatnya.

__ADS_1


Meski sempat menolak karena memang tak ada cinta dihatinya selain untuk Zhen Xuejie, Yangli pun menyetujuinya dengan maksud terselubung. Sang Kaisar Hanxing terdahulu mengutus Yangli sebagai menantu dari seorang putera mahkota sekaligus menyusup untuk mendapatkan kekayaan negara Qing dan menjadikannya sebagai


negara budak. Oleh karena itu, rasa cinta Qingwei pada Yangli dimanfaatkan oleh Kaisar Hanxing, yang tidak lain adalah kakek dari Yueji ini untuk menuruti ambisinya. Meski dengan terpaksa tapi sebagai abdi negara yang setia dengan Kaisarnya, Yanglipun menyanggupinya.


4 tahun kemudian. . .


Yangli menetap di Qing setelah menikahi Qingwei. Sebagai menantu dari putera mahkota kerajaan yang terpandang, Yangli dipercaya untuk menjadi bendahara kerajaan karena kecerdasannya dalam mengelola uang negara. Suatu hari, saat sedang berkunjung ke pasar untuk membelikan hadiah ulang tahun Yingjun, ia melihat Xuejie yang saat itu tengah berada di Qing untuk berlibur bersama pelayannya. Pertemuan yang tak disengaja itu terus berlanjut, sampai suatu ketika Qingwei yang curiga karena suaminya yang sering keluar rumah akhirnya menyuruh orang untuk mengikutinya. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa suaminya bertemu dan sering jalan bersama dengan wanita lain dibelakangnya.


Amarahnya meluap sesaat sang suami yang sangat ia cintai itu pulang kerumah dan melewatinya begitu saja yang sedari tadi menunggunya didepan pintu. Tanpa basa-basi iapun langsung menanyakan siapa wanita yang selalu ia temui diluar rumah.  Awalnya Yangli berniat untuk memberi tahu yang sebenarnya, namun ia ingat bahwa keberadaannya di Qing bukan hanya untuk merebut hati puteri sang Putera Mahkota melainkan juga menyusup untuk mendapatkan informasi yang dapat melemahkan pertahanan negara Qing dan menjadikannya sebagai negara jajahan yang menguntungkan karena kekayaannya yang melimpah. Melalui kata-kata manisnya, ia


Tak sampai satu minggu janji itu diucapkan, Yangli dan Xuejie pun kembali bertemu. Sekali lagi, Qingwei mengetahuinya dan tak dapat lagi mentolerir apa yang dilakukan mereka berdua. Pertengkaran hebat tak terelakkan terjadi pada rumah tangga Yangli dan Qingwei hingga terdengar ketelinga putera mahkota, sehingga membuatnya murka dan memerintahkan prajurit untuk menangkap Yangli kemudian memenjarakannya.


Tanpa sepengatahuan sang Kaisar, Yangli mengirim pesan melaui burung pengantar surat dan memberitahu keadaannya saat ini di negara Qing. Mengetahui hal itu, Kaisar Hanxing langsung mengutus orang untuk membawa kabur Yangli dan Yingjun yang saat itu masih belia. Putera mahkota semakin geram dan membuat perintah untuk


menyerang Hanxing saat itu juga dengan pasukan Kavaleri dan Infanterinya. Pertarungan besar pun yang harus memakan banyak korban pun tak terelakkan

__ADS_1


Ternyata, keberadaan Yangli bertahun-tahun di Qing membuatnya tau titik kelemahan Qing. Apalagi dengan pasukan bantuan dari negara Taiyang membuat kemenangan Hanxing berada diatas angin dan kekalahan Qing berada didepan mata. Dari kekalahan itu, Qingwei yang kehilangan seluruh keluarganya akhirnya memendam rasa dendam, bukan hanya pada Yangli tapi juga Taiyang dan Hanxing, ia juga berniat menggunakan Yingjun untuk alat balas dendam atasnya dan keluarganya terutama pada Yangli.


 “Aku bersumpah, aku takkan membiarkan hidup kalian tenang! Suatu hari nanti, akan kubuat kalian bertekuk lutut di kakiku! Camkan itu!!” dendam itu ia tanam hingga sekarang. Sedangkan hasil dari kemenangan itu dibagi rata untuk kedua negara, yaitu Taiyang dan Hanxing sehingga mereka menjadi negara yang makmur


 Yingjun kecil menjadi korban dari perselisihan antara kedua orang tuanya. Ibu kandungnya membencinya akibat dari pengkhianatan ayah kandungnya. Tak berselang lama setelah peperangan itu terjadi, kedua negara merayakannya dengan menikahkan Zhen Xuejie dengan Tao Yangli dan membuat hubungan erat antar kedua


negara semakin erat terjalin. Yingjun kecil yang saat itu paham mengenai apa yang terjadi membuatnya tak suka pada Zhen Xuejie karena merasa menjadi penghancur keluarganya. Lambat laun, hatinya pun semakin luluh oleh kebaikan Zhen Xuejie yang tulus menyayanginya. Seiring berjalannya waktu, lahirlah adik dari Yingjun


yaitu Xia Hua yang menambah kedekatannya dengan Zhen Xuejie dan adik tirinya itu meski belum dapat memanggil Zhen Xuejie dengan sebutan ‘Ibu’.


 Wu Qingwei yang melihat keharmonisan keluarga baru Tao Yangli, membuatnya semakin tak rela dan ingin menghancurkan keluarga itu dengan masih menjadikan Yingjun sebagai umpannya. Yangli dipindah tugaskan oleh Kaisar Hanxing untuk mengelola keuangan negara Taiyang dan menetap disana hingga sekarang. Sebagai menantu seorang Bentara (penerima tamu terhormat Kaisar) seringkali menemani sang ayah mertua yang telah mencapai batas usianya untuk menjabat, namun ia tak melupakan kewajibannya sebagai menteri keuangan yang terpercaya sekaligus seorang ayah yang selalu menyanyangi keluarga kecilnya itu dan perlahan-lahan melupakan masa lalunya bersama Wu Qingwei. Berbeda dengan Yingjun yang sudah 20 tahun berlalu tapi ia tetap memaklumi sikap ibu kandungnya itu dan menuruti apa yang ia inginkan meski nyawanya seringkali terancam. Hal inilah yang terkadang membuat Yangli khawatir karena kaih sayang puteranya pada ibu kandungnya yang amat dalam.


 Begitulah ceritanya. Next Episode, Up besok ya. . .


Happy Birthday to me, Happy Birthday to me, Happy Birthday Happy Birthday, Happy Birthday to me. Terima kasih atas dukungan kalian yang telah loyal disini. Author nggak minta kado hari ini, cukup like, comment (kritik dan saran, and vote dari kalian aja cukup kok, hehe. . .

__ADS_1


__ADS_2