Kembalinya Sang Puteri

Kembalinya Sang Puteri
Episode 44


__ADS_3

Masih di Novel Kembalinya sang Puteri


Didalam Desa Tianshi


“Kak, Apa mereka akan kembali membawa obat untuk kami?” tanya Shiji


“Pasti, aku yakin mereka akan kembali. Oh ya, bagaimana keadaan adikmu?” Yueji


“Demamnya belum turun, kak. Hanya saja luka melepuhnya sudah mengering tinggal tunggu mengelupasnya saja”


“Aku akan melihatnya dulu”


“Mari, kak”


Shiji adalah salah satu remaja yang tinggal di desa Tianshi bersama sang Ibu dan adiknya. Namun, ibunya telah meninggal dunia karena wabah ini dan kini ia tinggal bersama adiknya di gubuk yang terlihat sudah reot.


Sebelum terkena wabah, desa Tianshi merupakan salah satu desa termakmur di negeri Taiyang yang ditinggali sekitar 200 orang. Di desa ini terdapat banyak macam tanaman herbal untuk kecantikan yang dimiliki oleh masing - masing rumah. Saat wabah ini melanda, tanaman – tanaman itu tak terurus dan akhirnya mati.


Beberapa hari kemudian, Yangli dan Lantian serta Yi Cao datang membawa obat – obatan dan beberapa orang untuk membangun desa baru bagi penduduk Tianshi. Dengan arahan dari Yi Mei dengan dibantu oleh Yingjun, Yueji dan Yi Cao, obat – obatan itu mulai diberikan pada warga yang terkena wabah cacar api.


Lantian, Yangli, Aolie dan Zhiling serta para prajuritnya membantu membangun beberapa rumah di lahan baru yang letaknya lumayan jauh dari tempat wabah. Beberapa hari kemudian satu persatu rumah – rumah itupun terlihat mulai berdiri dan para warga mulai menunjukkan kemajuan dalam penyembuhannya.


Mereka yang sudah diobati dan sembuh dari penyakitnya mulai mengungsi ke hunian yang baru. Semua orang disini telah berusaha sangat keras, begitu juga dengan Yueji yang rela menetap untuk mengurus para warga yang sedang sakit dibantu oleh Shiji yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.


“Waah. . .Tuan apa ini, rumah ku?” terpesona oleh rumah barunya


“Benar. Sekarang, kau dan adikmu bisa tinggal disini” jawab Yingjun


“Huuh (menghela nafas lega) Akhirnya semuanya berakhir, kau juga sudah kembali saudariku” ucap Yi Mei bahagia melihat keadaan desa membaik dan kembalinya Yi Cao kesisinya


“Kau benar. Berkat dirimu, semua orang bisa tersenyum kembali” sahut Yangli


“Tidak, Paman. tanpa bantuan Paman, Tuan Yingjun, Kepala Polisi Zhao dan semuanya mungkin aku sudah menyerah dari awal dan mungkin, aku tak akan tau mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada saudariku disana. Benar begitu Yueji?” ucapnya pada Yueji yang ternyata tak berada disampingnya dan terlihat berjalan dengan lemas seolah – olah hampir terjatuh.


“Yueji. . .” teriak Yingjun yang seketika berlari menghampirinya yang terlihat oleng lalu terjatuh dalam pelukannya.


“Tuan, bawa kak Yueji ke rumahku saja biar tabib mudah mengobatinya” Shiji

__ADS_1


“Baiklah"



Didalam Rumah baru Shiji


“Ada apa dengannya tabib? Bukankah sebelumnya dia juga sudah diberi obat penawar wabahnya, apa yang menyebabkan dia bisa tak sadarkan diri seperti ini?” Yi Mei cemas


“Tenanglah, Nona. Nona Yueji hanya mengalami kelelahan yang membuatnya mengalami tekanan darah rendah, selain itu dengan luka sebelumnya ia seharusnya membutuhkan waktu istirahat yang cukup lama” jawab tabib kepercayaan keluarga Tao


“Benar hanya begitu saja, tabib Su?” Yingjun yang terduduk disamping gadis manis itu


“Benar Tuan, anda tidak perlu khawatir. Saya akan membuatkan resep untuk memulihkan kondisinya. Untuk sementara waktu, biarkan nona Yueji istirahat. Rebuskan beberapa telur, kacang – kacangan dan sayuran hijau untuknya makanannya ketika ia sadar nanti”


“Baiklah, terima kasih tabib” Yi Mei


“Terima kasih tabib Su” Yingjun


“Kalau begitu, saya pamit undur diri”


“Mari, aku akan mengantarmu” Yangli


“Terima kasih karena sudah mau membantu disini”


“Jangan sungkan, Tuan. Keluarga saya banyak berhutang pada Tuan, bantuan saya hari ini hanyalah suatu hal  kecil”


“Tetap saja, aku bersyukur kau masih mau datang. Karena banyak tabib yang menolak untuk membantu disini, meskipun aku telah mengiming – imingi hadiah besar bagi mereka yang mau ikut bersamaku”


“Mereka hanya orang – orang yang putus asa sebelum mencoba, Tuan”


“Kau benar. Berkat dirimu, aku tak perlu lagi mengeluarkan hadiah besar itu sehingga bisa lebih berhemat bukan?” candanya


Namun, dibalik kebahagiaan mereka ada pula yang merasa marah karena melihat keberhasilan Yueji , Yingjun dan yang lainnya. Salah seorang bawahan Jinxi yang diutus untuk memata – matai para pahlawan itu mengintip sejak lama dari kejauhan. Setelah mendapat cukup informasi, ia pun kembali untuk melapor pada tuannya itu.


Kantor Kanselir


“Apa kau bilang?” ucap Jinxi dengan nada tingginya karena tak puas dengan informasi yang dibawa oleh utusannya itu

__ADS_1


“Itu benar, Tuan. Hamba tak beranjak sedikitpun dari tempat itu sejak beberapa hari yang lalu dan memang semua warga disana telah sembuh bahkan mendapat tempat baru”


“Bagaimana ini, Tuan. Jika Tuan menteri kembali dan melaporkannya pada Yang Mulia, tamatlah riwayatku” cemas Kepala Daerah Liu


“Bodoh! Tentu saja Yang Mulia telah tau akan hal ini, bagaimana Yangli bisa membawa begitu banyak orang untuk membantunya jika Yang Mulia tak memerintahkan mereka sendiri?”


“Itu. . .”


“Selama ini Yang Mulia dan Yangli memang dekat. Ia selalu lolos dari setiap rencanaku membuat Yang Mulia tak mempercayainya lagi bahkan sekarang lebih sering membantunya” Jinxi


“Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang Tuan?”


“Diam kau! Pikirkan bagaimana kau menangani anak buahmu yang membuat semua rencana ini jadi gagal! Sial. Aku kalah lagi darinya!”


“Tuan, Bagaimana jika kita manfaatkan gadis itu?” ucap bawahannya


“Apa maksudmu” ia pun mendekat dan membisikkan sesuatu pada Jinxi


“Kau yakin itu akan membuatku menang darinya?” sambungnya


“Jika anda tak mendapat dukungan dari Yang Mulia, anda bisa mendapatkan hal itu dari Kaisar Hanxing”


“Tapi, bagaimana aku menjelaskannya pada adikku Changxi jika aku melakukannya. Dia pasti akan mencegahku untuk melakukannya”


“Itu. . .”


“Baiklah, kita coba dulu seperti itu. Setidaknya aku mendapat sedikit rasa terima kasih dari adik iparku itu. Kalau begitu, siapkan kereta kita akan mengunjungi adik kesayanganku, Sang Permaisuri Hanxing”


Rasa iri dengkinya terhadap Yangli membuat ia berfikir untuk mengorbankan identitas Yueji yang sebenarnya. Apa yang sebenarnya mereka rencanakan pada ketiga gadis itu dan juga Kaisar Hanxing yang tak lain adalah ayah kandung dari Yueji sekaligus adik iparnya itu. Bagaimana keadaan Yueji di desa Tianshi yang baru?


Desa Tianshi, Rumah Shiji


“Kak, apa kakak ini akan baik – baik saja?” ucap gadis kecil adik Shiji


“Tentu saja. Kakak ini adalah orang yang hebat, ia pasti bisa sembuh seperti kita”


“Benar apa yang diucapkan oleh kakakmu. Dia adalah gadis yang luar biasa, berambisi kuat, dan memiliki hati yang sangat baik” ucap Yingjun yang datang tiba – tiba membawa seember air untuk membasuh wajah Yueji yang masih tak sadarkan diri.

__ADS_1



__ADS_2