Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Meeting Lagi


__ADS_3

Hana pulang ke rumah setelah sarapan di rumah Louis. Mamanya membuka pintu untuknya. Sebelum Hana bisa masuk ke rumah, Sang Mama bertanya kepadanya.


"Hana, bagaimana keadaan menantuku?" Ucap Mama Hana.


Hana hanya memutar matanya malas.


"Mama, aku akan pergi ke kamarku, aku lelah." Balas Hana.


Sebelum Sang Mama bisa protes, Hana sudah berlari ke arah kamarnya lebih dulu.


Hana malas untuk membicarakan semuanya dengan Sang Mama.


...----------------...


Sonia tiba di perusahaan jam 10.00 tepat. Resepsionis memberikan detail di mana dia harus bekerja. Setelah itu, dia pun pergi ke lantai 13 untuk bertemu dengan bosnya. Dia tidak pernah tahu bahwa dia akan bertemu dengan mimpi terburuknya, dan mimpi terburuknya itu adalah mimpi yang tidak akan pernah meninggalkan dirinya.

__ADS_1


Sonia tengah berpikir bahwa bosnya adalah Louis Cullen. Tapi saat dia masuk ke dalam ruangan bosnya itu, dia langsung membeku.


"Apa kau tidak akan menyapa bos mu?" Ucap Lucas menyeringai kepadanya.


'Sial sekali hidupku ini.' ucap Sonia dalam hati.


...----------------...


Di dalam ruang meeting hari ini, tim Hana bekerja sama dengan tim periklanan. Ada masalah yang terjadi. Louis tengah duduk di tengah-tengah mereka semua, mengobservasi mereka.


Para karyawan yang ada di dalam ruangan meeting itu tampak berkeringat sangat deras karena mereka tidak memiliki ide dan terlebih lagi mereka belum punya slogan untuk produk terbaru mereka. Dan menit demi menit berlalu dengan Louis yang mulai kehilangan kesabarannya. Semua itu terlihat jelas buktinya dengan matanya yang memberikan tatapan mematikan ke arah para karyawannya itu.


Hana menjadi kesal mendengarkan ucapan karyawan itu.


"Guys ayolah, seolah para customer akan tertarik saja dengan slogan seperti itu. Buat mereka menjadi cantik? Seolah cantik itu adalah segalanya. Kau bisa mendapatkan apapun yang kau inginkan jika kau cantik. Jadi dunia ini tidak berarti bagi orang-orang jelek." Ucap Hana menyela bicara karyawan tadi.

__ADS_1


Hana tidak bisa mengontrol emosinya dan dia pun kembali berkata.


"Berhentilah bersikap objektif kepada wanita. Hentikanlah semua itu. Biar aku katakan kepada kalian semua, bahwa tidak ada batasan bagi standar kecantikan dari seorang wanita. Dari masa lalu sampai masa modern sekarang ini, ku pikir semuanya sudah berubah. Tapi semuanya malah jauh menjadi lebih buruk lagi. Apakah kalian bisa mengerti? Kalian tidak bisa menghargai orang-orang yang rupanya tidak memenuhi standar kecantikan yang kalian buat selama ini. Apa kalian pernah memikirkan bagaimana perasaan orang-orang yang merasa bahwa kecantikan mereka tidak memenuhi standar di mata kalian. Tapi kebanyakan orang-orang melihatmu dan menilai dirimu hanya karena bagaimana penampilanmu. Sebuah produk harusnya memuaskan bagi seorang customer dan iklannya berperan sangat besar dalam hal itu. Kenapa kita harus menunjukkan bahwa kecantikan adalah hal yang sempurna, tapi tunjukkan apa hal yang membuatmu berbeda karena pada akhirnya yang paling terpenting adalah kau itu berharga, mau warna kulitmu hitam atau putih. mau rambutmu itu keriting atau pun lurus. mau tubuhmu itu gemuk ataupun kurus. Kau itu tetaplah sempurna." Ucap Hana gemetar.


Hana tahu bahwa dia sebenarnya tidak seharusnya berkata seperti itu. Tapi dia tidak bisa menahan dirinya sendiri. Dia tahu bagaimana rasanya saat orang-orang menilai dirimu.


"Aku minta maaf karena sudah kasar dan menginstruksi meeting seperti ini. Tolong maafkan aku." Ucap Hana.


Setelah mengatakan hal itu, Hana pun pergi keluar dari dalam ruangan meeting.


Semua orang tidak bisa mengerti apa yang baru saja terjadi. Tapi mereka tidak bisa menyangkal bahwa mereka akan setuju dengan apa yang dikatakan Hana. Setelah mendengarkan apa yang dikatakan Hana tadi membuat mereka mulai mendapat gambaran yang berbeda.


Setelah beberapa menit...


"Meeting ini berakhir." Ucap Louis.

__ADS_1


Setelah itu, dia pun keluar dari ruangan meeting.


Bersambung...


__ADS_2