Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Stres


__ADS_3

Saat Louis tiba di tempat tujuannya dia melihat seorang pria tergeletak di jalanan dengan luka tembak yang terdapat di kepalanya. Tepat di sampingnya ada sosok Hana yang terbaring tak sadarkan diri. Louis terburu-buru menggendong Hana sambil terus menepuk wajahnya.


"Hana... Hana... Ayo bangun Hana." Ucap Louis.


Dia terus memeriksa kondisi Hana.


Tanpa membuang waktu Louis langsung membawa Hana pergi ke mobilnya dan mengemudikan mobilnya secepat yang dia bisa. Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah rumah sakit.


Louis menunggu Hana di luar ruangan dimana Hana dibawa masuk. Jantungnya berdetak sangat kencang.


Hana adalah satu-satunya orang yang bisa membuatnya begitu takut kehilangan orang yang dicintainya. Iya, saat ini Louis memang sangat ketakutan. Dia takut dengan kondisi bayi yang ada di dalam kandungan Hana. Dia takut bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi pada Hana dan juga bayi mereka.


Masa depan yang diinginkan Louis bersama Hana, dia tidak ingin masa depan itu hancur begitu saja. Berbagai pikiran berkecamuk di dalam benaknya. Salah satunya tentang siapa orang yang mengincar Hana. Apakah musuhnya benar-benar mengincar Hana atau semua itu karena dirinya sendiri.

__ADS_1


'Ya Tuhan, mengapa setiap kali sesuatu terjadi kepada Hana, aku adalah orang terakhir yang menyelamatkannya. Kenapa aku begitu tidak kompeten untuk menyelamatkan Hana? Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi kepada Hana dan bayi kami?' ucap Louis dalam hati.


Louis bahkan tidak bisa berpikir untuk melihat Hana terluka.


Saat dokter keluar dari dalam ruangan itu, Louis langsung terburu-buru berlari ke arahnya.


"Dokter, bagaimana keadaan Hana? Apakah semuanya baik-baik saja? Apakah bayi dalam kandungannya selamat? Beritahu aku dokter." Ucap Louis dengan raut wajah panik.


"Tuan Louis Cullen, Nona Hana baik-baik saja. Tapi karena terkejut dia menjadi pingsan. Emosinya sedang tidak stabil sekarang. Saya takut..."


"Takut apa? Katakan kepadaku dokter." Ucap Louis tidak sabaran.


"Kandungan Nona Hana lemah sekarang. Saya khawatir jika emosinya tetap tidak stabil, dia bisa keguguran. Saya menyarankan kepada anda untuk menjaganya. Buat lingkungan sekitarnya tetap santai. Jangan buat dia stres berlebihan, dan yang bisa kita lakukan sekarang adalah menunggu dia untuk bangun." Ucap dokter menyelesaikan kalimatnya tadi.

__ADS_1


"Baik dokter, terima kasih." Ucap Louis.


Louis terus menyalahkan dirinya karena tidak bisa menjaga Hana dengan baik. Dia merasa sangat bersalah karena tidak mampu melindungi Hana.


Sekarang dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa Hana tidak akan berada dalam bahaya lagi.


Dokter memperbolehkan Louis untuk masuk ke dalam ruangan dimana Hana dirawat. Dia lalu masuk ke dalam ruangan yang bernuansa putih itu. Disana dia melihat Hana yang terbaring masih tak sadarkan diri. Hatinya merasa semakin terluka melihat kondisi Hana yang seperti itu. Terlebih saat ini Hana tengah mengandung buah cinta mereka.


"Sayang, maafkan aku karena lalai. Aku benar-benar bodoh karena sudah membiarkanmu pergi sendirian. Maafkan aku sayang." Ucap Louis terisak.


Louis tidak dapat menahan lagi air matanya untuk tidak terjatuh. Sungguh hatinya begitu terluka melihat kondisi Hana saat ini.


'Siapapun orang yang berada dibalik semua kejadian ini akan membayar semuanya. Aku tidak akan pernah mengampuninya. Dia sudah membuat Hana ku seperti ini.' ucap Louis dalam hati.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2